
Mely kesal dengan banyak yang media berita yang memberitakan dan melampirkan wajah dirinya
'jika will tidak gagal membunuh Anak haram itu tidak akan menjadi seperti ini. Sial!" kata Mely dengan marah sambil mengigit kuku nya
-Sementara itu
Marie sedang menggoyang-goyangkan gelas wine yang penuh berwarna merah
'apakah aku harus turun tangan?' gumam Marie sambil minum merah tersebut..
Goat Blood. Marie selalu menyebutnya hal itu. Darah Kambing yang segar membuat kehidupan marie selalu hidup layaknya orang yang bangkit dari kematian..
Marie berjalan melihat arus jalan yang tak begitu berhenti walaupun sudah tengah malam pun.
Rrdddrrt
telepon milik Marie berbunyi dan marie pun mengangkat telepon dari Raina. Sahabatnya
Raina: Hey. Makhluk Tua. Aku tidak tahu dengan membantu naila membuat orang itu malah menjadi 1 buron 1 negara. apakah tingkah kita terlalu jauh? Hey kau dimana?
^^^Marie: aku di Hotel. Sungguh membosankan melihat adegan klasik yang sudah terulang dan ini yang ke 200 kali nya selama aku hidup.^^^
terdengar raina menepuk jidat dari sebrang sana
^^^^^^Marie: jadi apa kamu menelpon ku hanya ingin mengetahui aku dimana? ^^^^^^
Raina:
Tidak. Datanglah ke Ruangan ku besok hari. ada penemuan menarik.
Tuuuttt
Dan telepon di matikan oleh pihak Raina. sedangkan marie yang mendengar itu jengkel karena tidak diberitahu apa yang harus ia datangi besok hari nya.
-Esokkan Hari nya
7:11
Marie sudah bersiap dengan seragamnya. kemampuan Vampire milik Marie membuat dirinya tidak bisa tidur bahkan bermimpi pun tidak bisa.
Marie dengan seragam SMA nya itu keluar dari kamarnya menggunakan lift
TING!
Marie tidak menyangka pertemuan pagi nya adalah sesosok pria berkacama yang ia kenal
"pagi Rangga!" kata Marie menyapa..
.
"pagi miss. Lantai berapa?" Tanya Rangga
"Basement" kata Marie dengan tersenyum
TING(lift menutup)
Lift melewati beberapa lantai tapi kenapa turunnya lift itu begitu lama bagi kedua makhluk itu..
"sooo. rangga. apa kamu akan sekolah hari ini?" Tanya Marie
Rangga tidak menjawab..
"aku tahu ini akan menjadi akward. Bukan? Tapi hey. kenapa tidak untuk berteman. Bukankah itu bagus?" Kata Marie dengan optimis
TING!
Pintu left terbuka dengan penampakkan basement dan beberapa mobil terlihat termasuk mobil lamborghini milik Marie
"Silahkan Miss. After you!" kata Rangga dengan sopan dan formal
Marie yang mendengar itu hanya bisa pasrah dan sedikit tertawa
Rangga hanya pergi tanpa menjawab
KLING
KLING
Marie menyalakan Mobilnya dan masuk
Breeeemm
Breeeemmmm
"hmm. Bagaimana ya memanfaatkan darahnya agar tetap manis?" Kata Marie dengan lidah yang keseluruh bibir merahnya..
Brooooooommm
Barulah mobil lamborghini warna pink itu berjalan dan menuju ke sekolah..
5 menit
BRAK
"Sial. Segala macet!" kata Marie sambil memukul Setir mobilnya..
Sungguh sial bagi marie yang terjebak macet..
TOK
TOK
TOK
trriiinnng(membuka kaca).
Seorang anak berusia 13 tahun itu dengan dagangan asongannya mengetuk lamborghini dengan wajah berharap
"Kak. Belilah kuaci goreng kami" kata anak itu
"kuaci?" kata marie bertanya
Marie belum pernah makan apa itu kuaci dan sejenisnya
"ya kak. Belilah kuaci goreng ini. Enak lho rasanya" kata anak itu dengan memperlihatkan dagangannya.
Sejenak Marie perpikir apa itu kuaci tapi kemudian ia lebih memilih untuk membelinya
"saya beli 3 ya" kata Marie dengan mengeluarkan lembaran merah 100 ribu..
Setelah itu marie pun menjalankan mobil karena arus jalan lalu lintas ternyata sudah kembali lancar..
"heeyy kaaakk!! ini kembaliannya belum!!" kata Anak itu dengan lari mengejar mobil lambo milik marie..
Marie menaiki kecepatan mobil lambonya karena ia tidak mau terjebak macet tapi Tanpa disadari oleh marie bahwa ada seorang bocah yang mengejar mobilnya untuk mengembalikan uang kembalian
Anak laki-laki yang melihat itu hanya kebingungan menggaruk kepalanya
"bagaimana ini?" kata Anak laki - laki itu kebingungan dengan menatap uang 100rb merah tersebut.
...----------------...
...BYE...
...----------------...
-
Cerita ini dibangkitkan kembali dan akan sedikit perubahan cerita dan eksekusi cerita akan tetapi perlu diingat bahwa cerita novel ini tidak memiliki cerita utama sehingga anda mungkin akan sedikit di bingungkan. Terimkasih