VML - Vampire Modern Life

VML - Vampire Modern Life
VML - Kepo



Triiiinnnggg


Bel istirahat telah tiba


"Aiiissh. Belajar mulu. Aku capek sekali" kata Salah satu siswi yang mengeluh


"Yah benar. Aku juga capek. Mereka selalu ngasih tugas yang tak ada otak" kata teman siswi tersebut..


Sementara Marie hanya duduk santai dengan meminum yang terlihat jus padahal itu adalah darah terlezat yang dirinya simpan pada 30 tahun yang lalu..


"apakah dia hanya selalu minum jus aja?" Tanya Siswi yang berbisik ke temannya


'Entah juga. Aku tidak melihat dia turun. Sekalinya Turun dia menuju ruang kepala sekolah" kata Siswa lain berbisik


"Ridho. Yang benar lu. Jangan-jangan dia itu sesuatu dengan Kepala sekolah?" Tanya Siswi berbisik kecil.


Marie sedikit menyipitkan matanya kepada mereka yang bergosip tentangnya karena ia bisa mendengar sekecil apapun suara tersebut bahkan semut sedikit pun ia bisa tahu langkahnya


"Gue serius. Nina. Kalau lu gak percaya nanti deh lu ikutin tuh cewe" kata Ridho


"ih ogah. Ngpain ngikutin cewe yang sok cool dan cantik itu" kata Nina


Ridho selaku teman Nina pun hanya menepuk jidatnya


'kek si paling cantik aja' gumam ridho sinis.


Marie berdiri dan keluar dari kelas


"Ehh lihat tuh. Dia berdiri. Ayo ikutin dia!" kata Nina kepada teman-temannya.


Ridho sekali lagi menepuk jidatnya karena kelakuan nina tidak sesuai omongan dan tindakannya.


Marie tahu bahwa dirinya diikuti tapi ia tidak peduli..


"Ehh dia ngpain ke arah kepala sekolah?" Tanya Nina yang bersembunyi di balik tembok


Marie pun berhenti sejenak dan membuang botol lalu kembali berjalan.


Nina dan kawan-kawan melihat marie yang menuju parkiran sekolah dan mereka penasaran dengan sampah yang dibuang oleh marie..


"ayo kita lihat apa yang dia buang" kata Nina kepada kawan-kawannya


Nina dan kawan-kawannya berjalanan menuju tempat sampah tepat didepan pintu kepala sekolah. Mereka penasaran dengan apa yang marie minum karena setiap istirahat itu saja yang diminum olehnya


"Gue gak percaya kalau sekotak minuman itu bisa bikin dia kenyang padahal sekolah ampe 12 jam lebih dia malah gak masalah dengan itu" kata Nina yang gak percaya


Ketika mereka sudah sampai barulah ada yang lebih waras dari nina sendiri.


"diam lu. Erina. Mending lu ikut aja" Titah Nina.


Erina hanya diam sambil ngedumel tak karuan..


"Ridho. Ambil tuh kotak" kata Nina menyuruh ridho


Nina tentunya tidak mau berurusan dengan sampah karena kulitnya yang bening itu tak mau kotor


"kalian mau ngapain?" Tanya Perempuan dengan nada berwibawa tersebut


Terkejutlah sekelompok remaja itu depan tong sampah yang kini diciduk oleh suara yang mereka kenal


"Ehhh--Bu Rina" kata Nina terkejut


"kamu dan teman-teman kamu ngapain ditempat tong sampah saya?" Raina dengan menatap Nina serta teman-teman nya itu


"Ini bu. Tadi Ni---" Salah satu perempuan lainnya ingin berkata tapi dibekap oleh Nina


"Gak ada apa-apa kok bu. Kita hanya buang sampah aja" kata Nina


"buang sampah hingga ke depan ruang saya?? Aneh ini kalian. Udah sana istirahat sebelum habis!" kata Raina yang mengusir Murid-murid tersebut


Tunggang langgang lah murid-murid itu lari.


Raina mengambil kotak milik marie setelah kepergian sekelompok remaja sebelumnya


"Tidak bisakah untuk membuang sampah mu ke tempat yang tidak membuat orang lain curiga?" Kata Raina


Marie muncul entah darimana dan tersenyum


"apakah mereka selalu kepo dengan urusan orang lain?" Tanya Marie sambil mengambil kotak bekasnya


"Entahlah" kata Raina yang tak peduli


...----------------...


...BYE...


...----------------...