TWO LOVERS IN ONE HEART

TWO LOVERS IN ONE HEART
NO LONGER CHOOSE



 


kesakitan ku benar-benar membuat ku


 


mati rasa.


tak bisa lagi diri ini merasakan apa-apa, aku hanya terdiam membisu dalam lamunan yang terbang entah kemana.


bukan tidak sedih atau merasa pilu, tapi kini aku benar-benar tak lagi bisa mengeluar kan air mata.


aku tak lagi mengatakan apapun, dan hanya diam dan diam.


aku ingin menangis aku ingin teriak, tapi aku benar-benar tak lagi bisa melakukan itu.


entah karna aku sudah tak lagi ada rasa, atau aku terlalu hancur hingga tak lagi bisa ber ekpresi terhadap rasa sakit.


aku tak tau aku benar-benar kuat atau aku sudah hancur hingga tak lagi merasakan apa-apa.


entah lah aku juga bingung tentang apa yang terjadi pada diri ini.


 


aku hanya bisa menelan rasa pahit ini susah payah.


 


dan hanya bisa pura-pura tegar dengan semua hal yang telah terjadi.


bersedih pun tak lagi berguna, sungguh aku tak pandai dalam berbohong, apalagi urusan perasaan.


aku mungkin bisa membohongi mereka yang ada di sekitar ku tapi tidak dengan aku sendiri.


aku bisa berpura-pura tegar, kuat dan bahkan tertawa di hadapan semua orang.


tapi saat aku sendirian aku kembali menjadi diri ku sendiri yang tak lagi mampu berpura-pura, aku bisa meluap kan beban, keluh kesah ku sendirian tanpa meraka ketahui.


aku merintih di kesendirian, di ruangan yang sunyi meluap kan beban di dalam hati, agar besok nya aku bisa berpura-pura lagi untuk mereka yang dekat dengan ku.


aku tak ingin sedih ku mereka ketahui cukup mereka tau kalau aku bahagia.


 


orang tua ku yang bahkan tak perduli dengan ku tiba-tiba mau menjodoh kan aku dengan pilihan mereka yang menurut mereka baik, tampa bertanya baik kah di mata ku.


 


kemana mereka saat aku butuh, kenapa hanya datang saat ada perlu atau ada keinginan yang bahkan tak bertanya tentang ke mauan ku.


tak tau kah mereka tentang kehidupan kelam ku.


tak perduli kah mereka tentang perasaan ku.


mereka berkata pilihan kami pasti lebih baik dari pada pilihan mu.


hahaha aku tersentak saat mendengar nya memang benar ucapan mereka pilihan ku tidak lah benar aku salah dalam menilai seseorang.


aku tak dapat memilah mana yang baik mana yang buruk.


 


dan akhir nya aku menyetujui kehendak mereka berdua.


 


aku tak lagi memikir kan apa pun saat ini, aku tak lagi menilai sesuatu dengan perasaan.


aku tak lagi dapat menilai segalanya dengan keputusan yang matang.


aku gegabah dalam memilih tanpa berfikir kedepan nya, aku sudah masa bodo amat dan tak lagi perduli tentang perasaan.


aku bahkan tak bertanya siapa sosok laki-laki yang akan menemani masa depan ku nanti.


aku hanya menyetujui nya dan tak lagi perduli terhadap yang lainnya.


orang tua ku yang mengurus semuanya tampa aku ikut campur sedikit pun.


aku bahkan tidak berfikir kalau aku sudah mau berkomitmen dengan seseorang yang tak ku ketahui.


 


aku menjalani hari ku dengan biasanya se akan-akan tidak ada apa-apa.


 


bahkan teman-teman ku tak mengetahui nya.


bahkan aku sendiri tak tau apa yang aku lakukan saat ini benar atau tidak.


aku benar-benar tak perduli lagi, aku benar-benar sudah lelah dan memilih menyerah dengan menerima keinginan orang tua ku.


mau itu salah atau tidak aku sudah tak perduli.


atau bahkan yang ku nikahi nanti orang nya tak sesuai harapan pun aku tidak peduli.


aku ingin hidup sendiri dan tak mau lagi perduli orang lain.


#orang jahat bukan karna di lahir kan menjadi jahat.


tapi keadaan lah yang merubahnya menjadi jahat dan tak berperasaan.



respect someone, because if they change because you don't respect them then you will feel very guilty