
saat hidup tak lagi ada gairah saat tawa
hanya tergores di bibir.
dan nafas pun kian berat terasa.
karna setiap helaan nafas ini membawa perih dan rasa hancur.
setiap kedipan mata terjatuh butiran bening, jernih namun terasa perih di mata.
saat lisan tak mampu berucap saat kata-kata
tak mampu mengutarakan rasa.
aku hanya memilih diam sendiri merunduk kan kepala sambil menahan segala rasa yang berkecamuk dalam hati.
kepada siapa aku harus mengadukan rasa ini
kemana akan ku bawa perih ini saat semua nya memilih untuk menjauh.
kemana aku harus bercerita saat semua nya mulai pergi dan tak lagi perduli.
aku rindu pagi ku yang dulu, aku rindu malam-malam ku yang dulu.
saat kau masih berada di samping ku saat kau masih memperjuangkan ku.
dan aku masih satu-satunya prioritas mu.
namu kini kau tlah pergi dan bahagia dengan prioritas mu yang baru.
dan aku yang selalu tertawa saat kamu menceritakan hari mu dengan nya yang ceria.
dan kamu pun meminta saran ku saat kau ingin membuat nya bahagia.
aku dengan senyuman yang terukir di wajah memberi saran dan menepuk pundak mu dengan ucapan semangat untuk membahagia kan dia.
tanpa kau tau betapa berat ku menahan
segala rasa yang berkecamuk dan sekuat tenaga untuk tetap berdiri tegap dan pura-pura bahagia.
aku juga tak tau sampai kapan aku bisa pura-pura.
sungguh lelah rasa nya saat harus trus ber pura-pura seperti ini.
dan pergi sejauh mungkin hingga tak lagi merasa kan rasa ini.
aku benci saat aku tidak bisa mengendalikan dunia ku.
aku benci harus terus seperti ini.
aku benci saat aku rindu namun tak dapat
mengutarakan.
aku hanya bisa bersikap buta, tuli dan bisu setiap saat aku melihat kau bersama nya.
yahh kata2 ini selalu ku buat saat ku tak lagi ada yang mendengar kan.
dan hati tak lagi mampu menampung rasa yang mulai memenuhi nya.
kini aku lewati hari-hari dengan untaian kata yang tak mampu terucap dan hanya bisa ku curah kan di lembaran kertas.
aku kembali ke kehidupan ku dulu yang tiada lagi berwarna.
aku lewati hari begitu saja tampa ada yang istimewa.
terkadang aku kembali kumpul atau bermain dengan teman online ku.
tapi aku masih merasa sepi dan tak lagi merasa yang namanya kegembiraan.
aku memang tertawa namun hanya kepalsuan semata.
aku berusaha sekuat diri memberi saran saat teman-teman ku mengutarakan rasa perih nya dan berusaha menenangkan nya agar tetap kuat
tanpa mereka sadari hidup ku lebih hancur dari hidup nya.
namun aku tetap berusa menjadi yang terbaik untuk mereka.
aku berusaha tetap terlihat baik-baik saja di depan mereka.
jika ada yang bilang jika wanita itu lemah maka ku fikir itu salah.
karna bagiku hanya perempuan yang tetap tersenyun walau tersakiti
tetap tersenyum saat mereka hancur.
dan mereka mampu berpura-pura bahagia saat hati nya menangis.
physically a woman is weak but not with her heart
note# aku memilih diam karna aku tau tak selamanya. kata-kata bisa mewakil kan rasa.
bukan aku takut tidak di dengar kan tapi aku tau rasa ini tak kan sepenuh nya bisa ku utarakan.