TWO LOVERS IN ONE HEART

TWO LOVERS IN ONE HEART
dark Night



"udah jangan nangis entar ilang loh cantik nya" izal mencoba menenangkan ku saat kami sudah berada di dalam kamar.


"halah... jijik gue denger nya" aku langsung kesal mendengar gombalan izal.


"hmm ya elah kan lagi usaha biar kamu gak nangis lagi yank," ucap nya sambil me ngelap pipi ku.


"ihh apaan sih udah sana mandi bauk lu kunyuk" izal yang masih memakai jaz.


"hemm iya kan tadi aku pengen mandi, kebawah dulu gara-gara haus yank" jelas izal.


walau aku tau dia berbohong dan terbangun saat mendengar keributan kami tadi.


"ya udah sana ihh pakek tidur si kasur gue lagi belom mandi" gerutu ku.


jujur rasa sedih ku teralih kan saat aku kesal dengan izal.


"bau ku mah gak kan ada parfum nya yank, wangi alami dan tak kan kau temui di mana pun hoho" ucap nya melenggang masuk ke dalam kamar mandi.


"idih PD kali lu kunyuk" aku heran bagaimana seorang bos kantor yang biasanya serius bahkan amat dingin berbanding terbalik saat ada di rumah.


menjadi izal yang konyol Dan bahkan tingkah nya seperti anak kecil.


aku mencoba kembali fokus menulis novel ku lagi walau pikiran dan perasaan sedang kacau.


tak lama kemudian terdengar suara pintu terbuka.


"yank, ..boleh minta tolong gak?" izal yang mengintip dari pintu kamar mandi.


"kenapa lu kek gitu?" tanya ku heran.


"hehehe ambilin handuk dong yank" izal cengengesan.


"idihh gak mau!!" aku lanjut mengetik.


"oiya udah aku keluar begini aja, gak apa-apa" sedikit membuka pintu hingga bagian badan atas nya mulay terlihat.


"what!!!! berenti gak, ... gue lemparin lap top nih, ...tunggu di situ!!" aku berlari mengambil handuk izal.


"nih, ..." aku mengulur kan handuk sambil memaling kan muka.


tapi izal yang ada niat jail pun menarik ku hingga terjatuh dalam pelukan nya.


"ihh apaan sih lu kunyuk jangan macem-macem ma gue lu yak" aku sambil menyikut perut izal.


"awwwww,.... galak bener kamu yank dikit aja napa" izal menahan sakit.


"dikit-dikit pala lu huh....!!!" aku kembali lagi fokus menulis.


"kamu masih suka bikin novel sepeti dulu yank?" sambil mengering kan rambutnya.


aku yang tak menoleh sedikit pun karna izal bertelanjang dada.


"ya gak apa- apa kalau kamu senang lanjutkan,


eh tadi siang kamu kemana? hampir lupa nanyain, dan kamu berbohong sama ibu bilang izin ke aku hmmm" aku hampir melupakan kesalahan ku tadi siang.


"gue keluar lah main ma temen bosen di rumah terus" ketus ku.


"tapi kan harus nya kamu izin dulu yank"


"gue kan gak ada nomer lu gimana sih" kesal ku.


" hahaha kamu gak liat isi kontak mu kah yank?" ucap izal ketawa.


membuat ku bingung apa maksudnya, aku pun melihat isi kontak ku dan menemukan nomer bernamakan MY HUSBAND.


"Whattt...!!! eh sejak kapan lu nyimpen nomer di kontak gue? dan lu kok bisa buka lock screen hp gue?" aku amat kesal karna jujur di dalam telfon ku banyak hal prifasi ku.


" kan lock screen mu pakek tanda jari yank, jadi pas kamu tidur bisa ku buka hahhaa" izal ketawa.


"tapi lu gak buka kemana-mana kan?!!!" aku sedikit hawatir takut izal melihat isi hp ku.


" nggak kok cuman liat wallpaper nya aja, ganteng..!!" ucap nya sambil masuk kedalam kamar ganti.


aku yang sadar siapa yang dia maksud tak bisa membalas lagi.


karna segala isi di hp ku adalah tentang dia yang masih ku ingat sampai sekarang.


aku memang tidak menghapus bahkan chat dan fotonya masih utuh di dalam memory telfon ku.


jujut saat ku rindu aku masih suka melihat masa-masa bersama nya.


walau akan sangat pahit tapi rindu ku amat tak bisa ku tahan.


aku kembali ter ingat dan tampa ku sadari air mata kini mengalir tampa komando.


aku memilih berlari ke kamar mandi karna tak ingin izal melihat ku seperti ini.


ku hidup kan air dan menangis sekuat-kuat nya meluapkan segala rindu yang menggrogoti hidup ku setiap harinya.


aku amat merindukan orang yang bahkan tak pernah ku tatap mukanya.


aku rindu suara nya, aku rindu perhatian nya, aku rindu segala hal tentang nya.


aku rindu masa-masa yang tak bisa dan tak kan pernah bisa terulang kembali.


aku benci hari-hari ku saat ini, saat ku tak bisa mengutarakan semuanya.