TWO LOVERS IN ONE HEART

TWO LOVERS IN ONE HEART
T I L O H eps.19



salah kah aku saat aku sudah ber status dan terikat dengan dia yang sah, tapi hati ku masih sepenuh nya tentang dia, dia masa lalu ku.


bukan ku tak ingin lupa dan mencoba memulai lagi, tapi jujur semuanya dusta, aku seperti membodohi diri sendiri, ber pura-pura se akan aku mampu melupakan semuanya, dan aku bisa tampa dia.


kapan aku akan benar-benar lepas dari rasa sakit ini.


aku ingin hidup, aku juga ingin bahagia dan menjadi se layak nya istri yang hanya mencintai suami nya.


entah lah cinta ini benar-benar membuat ku amat jauh dari jalan yang benar, dan membuat ku tak berlogika lagi.


aku benar-benar sudah terjebak Salam permainan ku sendiri.


setelah selesai mandi aku tidak terlihat izal di kamar.


"kemana tuh anak?, sudah lah gak penting! hmm kemana yah gue hari ini bosen amat sumpah" aku menggerutu sendirian sambil mengering kan rambut.


" hmm apa gue ajak tenten aja yah" tenten adalah sebuatan ku buat sahabat ku ialah attena viandra teman satu-satu nya yang paling dekat dengan ku.


aku mengambil hp ku hendak telfon tenten.


"udah mandi nya?" siara izal mengaget kan ku.


"astaga!! lu ngagetin aja sih!" ketus ku.


"nih sarapan buat kamu" izal menyerah kan nampan yang berisi susu dan roti juga buah.


"dih tumben lu baik!" aku agak aneh dengan tingkah izal, memang sih dia baik tapi gak pernah sebaik ini, apa mungkin karna masalah tadi malam, entah lah aku juga tidak faham.


"kapan aku gak baik sih yank?" sambil menaruh makanan di meja.


" semalem!" ketus ku.


" ya makanya jangan begitu lagi, aku gak mau yah kamu masih mikirin dia lagi!" ucap izal.


"auk ah males gue debat ma lu" aku hendak keluar kamar.


"males!! aku mau makan nasi bukan roti" ketus ku.


"ya sudah kebawah gih, ibu juga lagi masak, aku mau mandi dulu" tersirat rasa kecewa dan amarah di wajah izal tapi ia tahan karna ia tau betul dengan sifal selly yang memang keras kepala dan mau benar sendiri.


aku tampa mengatakan sepatah kata pun langsung ke luar kamar menuju ruang bawah.


"ibu lagi masak apa?" tanya ku, saat ku temui ibu lagi masak.


"astogfirulloh ndok... ngagetin ibu aja untung ibu gak ada penyakit jantung" kaget ibu izal.


" hehehe maaf bu, selly ngagetin ibu" ucap ku cengengesan.


" ibu lagi masak keras saos pedas" ucap nya masih sibuk dengan masakan nya.


"wah makanan kesukaan aku... hmm ibu paling the best lah" sambil memeluk ibu.


"astaga ini anak sudah sana tunggu di meja makan aja ntar ibu gak beres-beres ini masak nya" ucap nya.


"ihh masak ibu masak sendirian, sini selly bantuin" aku mencuci tangan.


" gak usah entar bukan masak malah ngancurin masakan ibu" larang nya.


"hehehe ibu tau aja kalau selly gak bisa masak,ya udah selly bantu makan aja ntar hahaha"


"tau lah walau kamu gak brojol dari ibu kan ibu yang gedein kamu"


"hehhee iya juga sih, makanya selly sayang banget ma ibu, jangan pernah tinggalin selly lagi"


"insaalloh sayang, ya udah gih sana"ucap ibu.


"siap madam" aku berlalu menuju meja makan menunggu ibu masak.