
di pertengahan jalan pulang aku berhenti di taman dulu tempat ku masih kecil suka bermain.
aku memarkirkan mobil ku dan melenggang masuk ke area taman.
kini taman itu banyak berubah yang dulu nya indah dan di penuhi dengan segala macam permainan anak-anak, sekarang berubah menjadi taman nya para remaja yang lagi kasmaran, setiap sudut di penuhi dengan bunga-bunga dan lampu hias setiap jalan nya.
dan juga berjejer kursi yang di hias berbagai macam bunga buatan.
"hmmm malem mingguan ama temen-temen enak nih tempat nya" gumam ku.
sebenar nya aku amat jarang keluar apa lagi malam hari tapi entah sekarang aku ingin bebas kan diri yang selama ini terbelenggu dalam aturan keluarga ku.
aku terduduk di salah satu kursi taman.
memandang jauh ke depan, masih tidak meyakini semuanya.
dan masih berharap semuanya hanya mimpi.
sungguh rasa rindu ini amat membuat ku mati perlahan.
dia bak penyakit kronis yang setiap hari menggerogoti hidup ku.
bayangan ilusi nya masih amat jelas di ingatan.
walau pun hanya sebatas kata-kata yang tertulis di dunia maya.
sungguh rasa nya amat nyata dan mampu membuat ku merasakan semuanya.
jujur saja doa ku saat ini masih sama adanya.
dan tau kah apa keinginan ku pada tuhan ku.
aku ingin sekali saja, memandang wajah orang yang mampu membuat ku seperti saat ini.
aku ingin melihat tawa mu yang biasa ku dengar dari telfon genggam ku.
aku ingin sekali saja, merasakan yang dulu nya hanya maya agar semua menjadi nyata.
aku ingin saat aku rindu aku bisa memeluk mu.
aku ingin saat aku sedih bisa bermanja padamu.
saat aku marah aku bisa melihat mu memujuk ku.
tak ku sangka kisah kita hanya sampai sebatas maya tak untuk jadi nyata.
aku tidak habis pikir bagai mana aku bisa seperti ini untuk mu yang tak nyata.
bagaimana bisa aku sepenuh nya ama orang yang bahkan tak ku ketahui rupanya.
entah lah mungkin bagi sebagian orang aku amat bodoh karna terlalu sepenuh hati untuk hal seperti itu.
namun aku tak lah perduli perasaan mana bisa di batasi.
aku terduduk hingga tak sadar aku ketiduran dan saat ku terbangun hari sudah mulai sore.
aku bergegas bangkit dan melajukan mobil ku.
aku berhenti sejenak untuk membeli martabak manis kesukaan ibu izal.
dan kembali melajukan mobil ku pulang ke rumah.
sesampai nya di rumah aku sudah melihat ibu dan ayah sedang duduk di teras.
"assalamualaikum buk, yah" salam ku.
"kok sore banget pulang nya kamu nak" tanya ibuk.
"hehehe maaf buk selly kan jarang keluar jadinya lupa waktu" kilah ku.
"tapi lain kali kalau mau telat pulang nya kabarin ndok jangan kebiasaan begitu kami kan khawatir" ucap ayah.
"iya iya selly salah yah maaf"
"ya udah sana bersih-bersih dulu habis dari luar itu" titah ibuk.
"iyadeh aku bersih-bersih dulu, oiya ini buk martabak manis kesukaan ibuk" sembari mnyodorkan martabak yang ku beli.
lalu pergi ke kamar ku untuk mandi.
"untung si kunyuk belum pulang hemm" gumam ku sambil siap-siap untuk mandi.
izal pun datang saat sudah menjelang mau magrib.
"assalamualaikum yah, buk" saat ia temuin orang tuanya di ruang tamu.
"waalaikumsalam kok tumben siangan kali ini zal" ucap ibuk.
karna memang sosok izal sangat gila kerja tapi tak sekalipun dia mengacuh kan keluarganya terutama ibunya.
dia akan meninggal kan segalanya jika ibunya meminta.
mungkin itu juga alasan dia setuju untuk menikahi wanita yang bahkan tak ada dalam mimpinya sekali pun.
" selly kemana buk" tanya izal.
"dia di kamar lagi bersih-bersih habis keluar tadi"
"keluar?" ucap izal heran karna selly memang tak izin padanya.
"iya memang istri mu tidak izin pada mu nak" heran melihat izal yang seperti tidak mengetahui dan bingung.
"hmm izin buk, aku tadi lupa gara-gara pekerjaan ku di kantor numpuk" kilah izal terpaksa berbohong, jujur dia tak pernah membohongi ibu nya, hanya dia tak ingin selly terlihat salah dan buruk di mata ibu nya walau sebenarnya itu tak mungkin terjadi karna selly sudah seperti anak sendiri bagi orang tua izal.
namun ia tak ingin terlihat bahwa selly tak mengingin kan pernikahan ini dan itu bisa membuat orang tuanya sedih karnanya.