TWO LOVERS IN ONE HEART

TWO LOVERS IN ONE HEART
falsehood



 


aku sudah tau kamu memang dari awal tidak lah ada rasa terhadap ku.


 


kau hanya terbiasa mempermain kan setiap hati wanita, dan mungkin selama nya seperti itu.


aku sebenar nya tahu dengan sifat mu yang seperti itu, sedari awal kita bertemu.


tapi aku menolak dengan pemikiran ku itu dan terus percaya kalau kamu baik dan tidak akan mungkin seperti sekarang.


walau kau dari awal memang hanya untuk singgah sekejap saja dan juga hanya sekedar penasaran.


dan awal nya juga aku memang tidak percaya,


dan bahkan aku berusaha membentengi diriku untuk tidak percaya lagi dan aku berusaha acuh terhadap mu, walau pun sebenar nya aku diam-diam memperhati kan mu.


tapi aku berusaha tidak peduli, dan berusaha bersikap bahwa se olah-olah aku tidak gampang goyah.


l


 


namun pada akhirnya aku kalah, dan pertahanan ku mampu kau roboh kan.


 


sudah tau kau memang tak ada keseriusan, dan baik mu untuk semua orang tapi aku dengan bodoh nya, meyakin kan diri bahwa semua yang kau lakukan itu ada lah kejujuran karna sungguh-sungguh ada rasa,


tapi kenyataan nya semua hanya angan-angan ku saja.


dan perasaan suka itu hanyalah bagiku saja, tapi tidak dengan mu, yang mungkin saja aku tidak lah berarti walau sedikit pun.


kau yang awal hanya sekedar penasaran saja, dan setelah rasa penasaran mu sudah terjawab, kau pun pergi tampa perasaan.


se olah-olah tak terjadi apa-apa.


hahaha bagaimana kamu bisa setega itu? kau buat aku percaya saat aku tak ingin lagi mepercayai,


kau buat ku tertawa saat aku bahkan tak ingin senyum.


kau meyakin kan ku untuk menjadi kuat dan jangan kalah oleh masa lalu, di saat aku lelah dan tak ingin lagi melangkah ke depan.


kau membuat ku sadar bahwa tak selamanya takdir hidup itu kejam, dan kau berkata pasti ada kalanya takdir hidup ini baik ke pada kita.


aku pun terpaku, berusaha memahami setiap bait kata-kata mu dan.


aku berusaha mencerna setiap pesan dari kata-katamu.


dan akhir nya aku pun befikir bahwa tak semuanya itu sama pasti ada yang berbeda.


dan mungkin ini saat nya aku memulai lagi dari awal.


dan tidak lagi harus bersikap acuh lagi pada siapa pun yang mendekati ku.


mungkin iniLah saat nya aku harus membuka hati lagi, walau seseungguh nya hati ini memang sudah terbuka lebar-lebar dan juga sudah terisi seseorang di dalam nya.


aku hanya tak ingin mengakui nya saja dan berusaha untuk memendam nya dalam-dalam.


 


tapi saat itu aku benar-benar yakin dan ingin melepas semua rasa yang tertahan dari sejak lama.


 


aku sudah yakin ingin ungkap kan rasa ini dan mau menjalani hari kedepan nya dengan dia yang sudah beradadi hati.


dan aku yang acuh tak acuh kini mulai menghangat.


dan menjalani hari-hari dengan nya, dengan canda tawa bahagia.


 


tapi saat aku mulai menghangat kau malah semakin mendingin.


 


kau pun tak lagi selalu berada di sisi ku seperti dulu.


kau sedikit demi sedikit mulai acuh.


dan berbagai alasan aku dengar dari mu.


aku yang bukan siapa-siapa mu hanya mampu tersenyum ketir.


menuntut pun aku tak ada hak.


keraguan pun selalu muncul di benak ku, tapi aku bersikap bodoh tak mau percaya atau mungkin aku menolak percaya ... entahlah.


di saat keraguan ku muncul aku dengan cepat membuyarkan nya dengan keyakinan yang tak berdasar, yang timbul karna angan-angan ku bahwa dia benar-benar seperti setiap alasan yang dia sampai kan, dan tak mungkin dia berbohong.


aku selalu mengsugesti diri ku bahwa dia tidak mungkin berhianat.


dan rasa nya kepadaku adalah benar adanya, dan juga setiap ucapan nya adalah kejujuran.


 


tapi sayang angan-angan ku terlalu tinggi untuk nya.


 


dan harap ku terlampau batas untuk nya, aku juga tidak percaya orang yang membuat ku bangun, dia juga yang mendorong ku kembali terjatuh bahkan sia membuat ku lebih terluka dan hancur, dari pada saat dulu waktu dia menemukan ku.


kau kini benar-benar membuat ku tak lagi mampu bangun dan melanjut kan hidup.


kau benar-benar menunjuk kan bahwa takdir tak lagi mengasihani ku.


kau semakin membuat ku tak berperasaan, kau membuat ku mati saat aku masih bernafas.


tapi tau kah kamu aku masih menyimpan kepercayaan untuk mu.


aku bahkan masih jadi orang bodoh di depan mu aku bahkan bisa melupakan semuanya jika kau kembali lagi.


dan berpura-pura lupa dengan sikap mu yang menyakiti ku.


tapi kau tak mungkin lagi berbalik arah, saat kau sudah bahagia disana.


 


aku tak benci padamu tapi hanya tak kan lagi mampu percayai mu lagi.


 


sudah cukup aku menyakiti diri dan terus berpura-pura bodoh.


cukup sudah ku buang waktuku, hanya untuk meratapi kisah yang bahkan hanya tipuan semata.


rasa mu mungkin palsu tapi tidak dengan rasaku


aku tidak membenci ketidak jujuran mu.


tapi aku benci kejujuran ku yang kau hancurkan.