Two Friends Reality

Two Friends Reality
Bab 9



Mereka menyipitkan mata kemudian Una berkata. "Hmm... Aku heran kenapa Rei kayak mau menangis ya?" Dan Shakila hanya menjawab. "Akting mungkin?"


Lalu Una pun langsung berkata. "Bagaimana kalau kita kurung saja dia. Ryan dengan tembakan itu pasti bentrok ma warga. Gimana kalau kita munggu Ryan pulih dan-"


Shakila langsung menyela perkataan Una. "Kita siksa mereka dengan golok atau linggis atau dengan gas air mata yang kita lemparkan di mata mereka? Aku suka. Aku mau coba. Selama ini aku langsung menggal kepala orang tapi belom pernah nyiksa mereka kebangetan."


Una hanya mendesah. "Gimana kalau kita memeras uang mereka? Ya gak memeras sih... Tapi kan secara tidak langsung mereka itu kaya dan uang mereka banyak dirumah. Kita biarin aja mereka hidup satu hari, toh kita juga dapet uang mereka. Bisa otw bell mall nih..."Kata Una lagi bersemagat.


"Wau, bestie ku emang pinter. Itung itung banyak yang nyewa mall kita plus kita bisa blanja sepuasnya, nambah penghasilan. Ada yang jual senjata gak ya? Aku lagi pingin kayak senjata yang bentuknya bintang yang biasa dipakai ninja itu lohh." Kata Shakila.


"Bestie ku... Mana ada orang yang jual kayak begituan di mall weh! Bisa langsung gulung kasur mall kita weh, wahai bestie Jahannam!" Kata Una marah marah.


Mereka pun beranjak pergi membawa Rei kerumah. Dan saat tiba Shakila berkata. "Un. taruh mana nih beban negara!?" Una pun menjawab. "Taroh di kandang piton!" Shakila memasukkan Rei ke kandang piton. Setelah itu mereka langsung pergi ke kamar masing masing.


Dengan slay Shakila menangkapnya dengan dua jari. Lalu ada nomer asing yang menelepon Shakila. "Halo Shakila Adora Fuji Naji Farahi Shahata Binya Lucas, sahabatmu Una Yovanda Yonata Yiwada Nifada Kuma Lagh Bija Yamalintu Bihija Roti Wayang sudah kami culik! Dan kemungkinan sudah mati ditangan kami! Jika kamu ingin dia selamat maka kami minta tebusah sebanyak 1T!" Kata orang yang mungkin berjenis kelamin cowok itu.


Shakila hanya bisa menahan tawanya. "Hadeh... Coba aja dengan kepala kalian yang sudah terpenggal! Bakal mampus klean semua! Belum tau ya? Tanganku patah karena aku coba bangunin dia gara gara ada misi dadakan buat bunuh harimau di markas utama!" Kata Shakila yang berjalan menuju jendela kamar Una.


la melihat kebawah dan melihat mereka semua, dengan Una yang sudah ingin memenggal kepala mereka. 'Nyulik apaan nih? Masih dipekarangan rumah aja dikatain nyulik. Emang ya pemula jaman sekarang itu gak tau apa yang disebut kata culik! Ya kalo mau nyulik itu minimal disekap dikandang macan weh!!!' Batin Shakila dalam hati.


"Berikan telponnya pada Una. Aku mau bicara dengannya." Kata Shakila. "Habis itu cepat kesini dan berikan uangnya." Kata orang itu. Lalu ia memberikan telepon itu pada Una. "Kok gak ajak ajak sih!? Aku tuh juga butuh mangsa! Napsu ini!" Kata Shakila.


"Ini urusan bobok aku, tydack usah campur tanah kamu!" Kata Una. "Aku tuh harus ada darah di pisau kesayangan. Ni darah kemarin syudah mulai luntur ini!" Kata Shakila membujuk. "Ya tante. Tapi aku bodo amat." Kata Una dengan ke cuek kan miliknya.


Dan setelah kata kata "Tante" melayang di telinga Shakila, dia hanya bisa termenung. Karena didalam hatinya, ada beberapa kata yang tak mungkin iya lakukan. 'Bunuh dan golok Una lalu kuburkan dia disamping calon jasad milik Rei dan Ryan sialan!"