Two Friends Reality

Two Friends Reality
Bab 6



tapi disaat mereka masuk ada seorang penjaga yang berlari keluar dari markas itu. Dan bersamaan Una dan Shakila terkena sial.


Shakila terkena tai ayam dan Una terkena pipis kambing. Sepatu mereka kotor dan basah. Sanderaan mereka juga kabur karena diselamatkan orang yang tadi keluar dari markas, membuat Una dan Shakila terkena kesialan ekstra.


"Sialan! Kenapa harus tai ayam sih?" Kata Shakila marah marah "Dih! Tai ayam aja ga suka! Mau pipis kambing?" Kata Una yang melepas sepatunya lalu melemparkannya kearah Shakila


"Nye nye nye Kata Shakila mulai sebal. Shakila pun bertanya satu pertanyaan yang membagongkan. "Kita ngejar mereka pake apa? Una pun mengeluarkan sepasang sepatu roda dan skate board.


"Pake tuh sepatu roda!" Kata Una melemparkannya ke arah Shakila. "Tapi aku mau pakal skate board!" Kata Shakila menolak. "Berisik! Kamu mau pakai skate board dengan sepatumu yang terkena tal ayam?" Una menghela napas. Shakila akhirnya diam dan mengenakan sepatu rodanya.


Di tengah perjalanan, Shakila berkata. "Hmm Cukup jauh lokasi sandera ketimbang lokasi kita. Gimana nih, Un?" Una menjawab "Hmm. Tumben kamu pinter pasang pelacak di sandera. Kapan tuh kau pasang? Shakila tersipu malu, kemudian mengejek Una. "Emang kenapa? Kamu gak bisa ya?" Shakila tertawa mengejek.


Una hanya diam, lalu tiga detik kemudian Una berkata. "Kita akan menembus venus!" Shakila yang awalnya bingung kini mengerti saat Una mengeluarkan pistolnya. "Oh, senjata baru ya? Dapat dan mana itu?" Kata Shakila. Una pun menjawab dengan terenyum. "Nemu di rongsokan. Kuservis sedikit." Shakila tertawa "Segitunya kau, kenapa kagak beli aja sih Na? Hemat amat." Kata Shakila.


Setelahnya, keduanya memegang pedang itu erat. Una menembakkan pistol nya sebanyak tiga kali ke angkasa lepas. 'DORI DORI DOR! Tali yang menyambung berbagai macam senjata itu menarik ke dua gadis itu ke angkasa.


"3000 KM/Jam doank nih? Kagak sekalian 10.000 KM/Jam? Nanggung amat." Teriak Shakila yang kini terbang keluar angkasa. Una balas teriak "Ya kalau 3000 KM/Jam ke 10.000 KM/Jam masih sisa 7.000 KM/Jam nanggungnya dimana ew, wahai bestie laknat!"


Shakila tersenyum geli melihat tingkah laku sahabatnya. Kini keduanya sedang menikmati perjalanan luar angkasa (Mereka itu sedang mengambang diatas atsmosfer bumi, karena peluru yang diikat dengan pistol lalu pistol yang dipegang sama ke dua gadis itu, sedangkan pelurunya masih melesat jauh, otomatis mereka terbang. Nah... Pas pelurunya sampai di atsmosfer bumi, mereka akhirnya terbang melayang layang disana Mereka terbang diatas atmosfer nya bumi karena kalo gak disana ya mereka bakal meninggal. Kecepatan peluru Una bahkan melebihi kecepatan pesawat jet terbaik di masa itu yang berkecepatan 2000 KM/Jam.)


Namun saat mereka sedang senang senang melayang layang diatsmosfer, ada masalah yang terjadi. Tapi antara siapa dan siapa? Yaitu antara Shakila dan Ryan. Jadi saat mereka terbang, pada penasaran gak ini?? Jadi saat mereka terbang, pelurunya berhenti melesat dan mereka pun terjatuh.


Una yang tadi emang udah jaga jaga memasang parasut di tasnya. Sedangkan Shakila tidak. Dia terjatuh kebawah. Namun bukan jatuh pada dekapan Ryan melainkan dalam pantulan Istana balon. (Kebetulan saat itu ada pasar malam dan disana ada Fun Fair.)


Tapi ia tetap menjatuhi tubuh seseorang yaitu Rei. Dan saat itulah Shakila pun takut bukan main karena ke haqiqian serius terjadi.