
Dua bestie yang beda banget profesinya. Yang satunya hacker dan yang satunya ilmuwan.
Bukan nya gak banget kalau jadi bestie? Gak percaya? Sini aku ceritain tentang kisah dua bestie absurd.
Jadi, si hacker ini namanya Shakila, dan dia punya sebuah kekuatan istimewa. Dia Time Traveler. Dia merupakan hacker yang berbahaya. Keahliannya sudah tidak diragukan lagi. Dimulai saat dia bisa meretas semua data computer milik presiden hingga negara itu hancur.
Dengan rumor bahwa dialah yang telah mencuri data data informasi berharga milk negara lain dengan cara membayar lima orang hacker dengan kemampuan yang tidak terlalu bagus, hingga menimbulkan celah bagi hacker lainnya untuk meretas data miliknya.
Berikutnya ada Una sang ilmuwan ternama dari sebuah angkatan luar angkasa. Dimulai dari dia yang berhasil menemukan sebuah pesawat ulak alik mini yang berhasil la terbangkan ke luar angkasa dengan bantuan panel surya yang ia temukan di seberang jalan raya.
Dia menerbangkan pesawat itu ke planet merkurius. Hal itu karena la juga memiliki kekuatan berupa mata yang dapat mengakses keadaan di sekitarnya dengan cepat, sehingga ia dapat mengetahui pergerakan musuh dan penggunaan sistem sistem lain.
Pertemuan mereka berawal dari ke gabutan Shakila hingga ia berusaha membobol sistem yang Una sedang kembangkan. Tapi dengan kekuatan Una akhirnya Shakila ketahuan. Dari situlah mereka mengenal satu sama lain.
Karena kombinasi kekuatan Itulah, mereka diberi tugas oleh organisasi rahasia untuk menyelamatkan dunia dari kehancuran yang disebabkan oleh makhluk luar angkasa yang dideteksi oleh alat ilmuwan dari organisasi mereka. Gimana, penasaran gak?? Yuk ikuti kisahnya!!
Awal mereka menjalankan misi, mereka harus meretas sebuah computer yang berada di tempat terpencil, kabarnya computer itu milik makhluk luar angkasa tersebut.
Saat Shakila sedang meretas, Una mendeteksi makhluk luar angkasa yang mendekat kearah mereka. "Woi! Kil, bisa lebih cepat gak sih?? Mereka dah kesini woi!" Kata Una panik.
Akhirnya Una berteriak "Shak! Hentikan waktunya! Aku akan mencoba membuat sebuah alat agar kita bisa tembus pandang bersama computer sialan itu!"
Shakila mendesah. "Kalau bukan karena uang mana sudi aku!" Una pun berkata. "Cepetan woi! Bisa mati kita nanti!" Shakila meledek Una. "Nye nye nye. Banyak ngomong doang." Shakila menghentikan waktu.
Selagi merek sibuk dengan tugas masing masing, para makhluk luar angkasa membeku. Shakila mendesah lega. "Yos!! Kelar juga nih tugas. Dah selesai belom Na!?" Una menjawab. "Dua menit! Dua menit!" Jawab Una.
Shakila berdecak. "Cick! Lama amat!" Una seketika panik. Rupanya ia lupa bahwa sedang berada di ruangan tertutup. "Sialan! Disini gak ada sinar matahari!" Jawab Una panik.
Shakila pun seketika tersenyum. "Una gak genah! Emangnya harus aku semua gitu ya!?" Shakila mendekat kearah Una. la kemudian melemparkan pedangnya pada Una.
"Pake nih pedang. Di dalemnya ada energi dari cahaya matahari. Mungkin bisa dicoba." Kata Shakila.
Saat sudah di coba Una mendesah dan melempar pedang itu balik ke Shakila."Gak bisa cuy!" Kata Una dengan cemas.
Shakila duduk tenang di kursi tempat ia meretas computer, tersenyum. "Berarti kamu tau kan kita harus apa Na??" Kata Shakila sambil mengayun ayun kan pedangnya kearah Una. Dia tersenyum bengis. Seketika itu Una mengerti lalu tersenyum. Dia pun menutup kepalanya dengan hoddie dan berkata. "Gassss... Kita penggal!!!"