
Seminggu kemudian....
Una dan Shakila sedang sarapan direstoran. "Eh, gimana ya kira kira kabar Rei yang ada kandang piton?" Kata Una.
"Aki pindahin dilamar mayat dirumah sakit yang sama dengan Ryan dirawat." Kata Shakila menanggapi sambil makan steak nya. "Sadis!" Tawa Una. "Ya ketimbang dikandang piton mati dimakan. Syukur aja sih mis kita udah selesai. Mayan gajinya 1T loh..." Kata Shakita.
Una hanya terus mengangguk sambil tertawa seperti kunti lanak yang kerasukan kunti lanak. "Kau berasukan dua kunti lanak ya?" Kata Shakila. "Nggak, Cuma kerasukan cintamu." Kata Una genit. "Huwekkk! Mending aku mandi dikalen ketimbang merasukimu." Kata Shakila jijik.
Tiba tiba ada yang menelepon Shakila. Dia berbicara selama 1 menit di telepon, selesai telepon wajah Shakila berubah marah. "Beban mayat edan!" Katanya. Una yang bingung bertanya. "Kenapa sih?"
Shakila menjawab sambil marah marah. "Rei menggila! Dia malah mbacok mayat mayat disana weh! Bahkan ada yang sampek dia makan! Sumpah sih aku gak tau kenapa tuh beban nyusahin aja."
Una hanya menahan tawa. "Ya Namanya beban nyusahin lah. Kanibal ya dia?" Kata Una "Ya iya lah!" Jawab Shakila. "Kok mau dipacarin?" Kata Una sengaja memancing emosi Shakila.
"Bestie... Gak tau aku mau berkata apa lagi kepadamu yang jelas kau edan. Ayo cepet kemobil!" Teriak Shakila sambil berlari menuju tempat parkiran mobil disusul dengan Una yang berusaha bangkit dari kesandung kaki sendiri.
Ngeng... Mobil mereka melaju dengan kecepatan 200 KM/Jam menuju rumah sakit yang jaraknya hanya 50m dari tempat mereka makan. (Seperti biasa Shakila yang nyetir Una yang ketar ketir.)
"Shakila! Nyetir yang normal donk!" Kata Una geram. "Penting gak mati." Kata Shakila cuek. "Yalah! Bagimu penting gak mati tapi biarin penumpangnya mati!" Kata Una.
Sesampainya dikamar mayat mereka salting bukan main melihat tubuh para mayat yang hancur lebur. Tapi yang paling membuat mereka bergidik adalah Rei yang hanya memakai celana panjang yang membuat roti sobeknya terlihat.
"Wah, roti sobek ini bisa gak ya dipotong?" Tanya Una ngelantur. Diluar prediksi bukan, wahai para pembaca? Shakila meghentikan waktu agar tak dilihat para dokter maupun semua yang ada dirumah sakit kecuali dia, Una, Rei, dan Ryan ya.
"Bisa dipotong gak ya? Soalnya aku jijik jika harus memegang dan menyobeknya." Tawa Shakila. "Jangan gitu dong sayang nanti aku ngambek loh..." Kata Rei dengan suara sinisnya. "Best roti sobek kalo direbus dengan air jadi apa ya?" Kata Shakila. Hawa hawa kanibal Shakila pun muncul.
"Bodo amat yang penting rasanya enak." Kata Una sambil berlari. Dia menginjak salah satu kepala mayat yang tergeletak lalu menebas ke dua tangan dan kaki Rei.
"Sorry aku akui aku gak bisa bunuh kamu dengan sekali tebas. Soalnya aku mau kamu menderita!" Kata Una sambil mengangkat dagu Rei kasar lalu membantingnya ke kepala mayat yang lain hingga terjadilah ciuman.
"Gak adil lah Un, aku juga mau." Kata Shakila. "Kalau gitu silahkan menikmati pemenggalan yang ada dibelakangmu." Kata Una sambil menunjuk Ryan yang berdiri tepat di belakang Shakila dan siap menusuk kepala Shakila dengan pisau bedah.
Namun sayang seribu sayang, Shakila yang telah ingin memenggal kepala orang, dengan gesit menghindari serangan tersebut. Shakila mengambil pisau buah kesayangannya dan dengan sekali tebas dia membuat Ryan kehilangan dua tangannya sekaligus membuat kepala Ryan botak!
"Botak dengan pisau buah adalah teknik baru ya?" Ledek Una pada Ryan. "Gak punya tangan dengan pisau buah? Gak malu kah kamu dijuluki King Slayer?" Shakila ikut mengejek. Keduanya menghabisi mereka dan pulang kerumah.