Two Friends Reality

Two Friends Reality
Bab 7



Saat Una Samapi dibawah dia bingung dengan keadaan disekitar nya.


Akhirnya Una pun memilih bertanya pada Shakila. "Shak! Ada apa ini?" Tiba tiba perut Una serasa dikocok kocok. Matanya berair . Iya langsung berubah ketus. "Oh." Kata Una.


"Un! Jangan ketus ketus donk!" Kata Shakila.Tapi dia tidak bergeming. Dia langsung pergi dan menghilang tanpa jejak. "Misi kita dilanjutkan kapan kapan aja. Aku lagi mager." Kata Una.


"Tapi Un!?" Una sudah terlanjur pergi. Shakila bergumam dalam hati. 'Kenapa dengan dia?'


"Shak! Kita cari makan yuk!" Ajak Rei. "Oh, oke." Kata Shakila. Akhirnya misi mereka dilanjutkan besok.


Sebenarnya misi kedua bestie itu akan dilanjutkan kapan kapan karena Una sedang mager. Tapi Una diberikan sebuah misi rahasia yang Shakila tidak tau sama sekali.


Menurut Una ini misi ter menyedihkan dan penuh dendam juga kebencian. Yaitu membunuh Rei dan juga Ryan. Si King Slayer.


Jika kalian bertanya tanya kenapa Una harus membunuh dengan penuh dendam juga kebencian maka jawabannya mudah saja.


Itu karena Ryan dan Rei yang membunuh kakak pertama Una! Kei! Dan yang lebih sadis lagi Rei adalah kakak kedua Una.


Memang bukan kakak sungguhan tapi saat kakak nya Kei tiada Rei muncul secara tiba tiba. Dia menjadi kakak kedua bagi Una. Sampai akhirnya ia tau bahwa yang membunuh kakaknya adalah Rei.


"Aku akan membunuhmu seperti kau membunuh kakakku! Bahkan aku akan membunuhmu dalam sekali tebas." Ucap Una dengan penuh amarah.


Tapi anehnya, Rei melupakan kenangan tentang Una. Sepertinya otaknya telah dicuci. Itu yang ada dipikiran Una saat ini.


Keesokan harinya, Una sudah pergi meninggalkan rumah untuk menunaikan misinya dan meninggalkan secarik kertas.


Una pergi kerumah duo King Slayer. Belum juga masuk, Una sudah disapa. "Hai, gimana kabarmu?" Tanya Ryan.


"No comment." Jawab Una sambil menggenggam pisau nya erat erat.'Aku akan membunuhmu hanya dengan pisau ini. Akan ku jadikan kau santapanku malam ini.' Batinnya dalam hati.


"Ayolah kau jangan ketus ketus sayang." Kata Ryan santai sambil mengangkat dagu Una. Una geli bulan main. Dia menepis tangan Ryan.


"Maksudnya apa kamu manggil aku sayang?" Kata Una melotot.


"Karena kamu adalah dia." Kata Ryan.


"Sorry. Kakak ku sudah mati dan dan kau bukan kakak ku! Kau hanya sangat sedih kehilangan adikmu yang dibunuh oleh seseorang lalu kau menganggap ku dia karena muka kami yang mirip! Maaf aku tak punya banyak waktu. Aku ingin bicara serius padamu." Kata Una. Matanya berbinar ingin menangis.


Ryan lemas. Iya terjatuh berlutut didepan Una. "Tau gak sih? Aku dendam banget sama Rei. Dia sudah merampas cintaku tau! Dan aku juga minta maaf padamu, kau mirip sekali dengannya. Ayolah, bunuh saja aku Una! Bunuh aku! Bunuh juga si Rei sialan itu!" Rintih Ryan.


"Aku memiliki kepadihan diseluruh hidupku selama ini. Hingga cinta pertama ku datang. Yaitu Shakila sahabatmu. Saat itu dia membunuh banyak preman. Dengan gerakannya yang gesit dan kekuatannya dia mengalahkan mereka semua dengan mudahnya bahkan ketika kami hampir sekarat menghadapinya!" Katanya kagum.


"Aku hanya bisa memandang wajah nya dari kejauhan. Rei menyukainya juga. Namun dia mengambil langkah lebih dulu. Betapa bodohnya aku yang justru makin menggila ingin merebut hatinya." Katanya lagi pada Una.


"Cik! Kau memang sangat bodoh! Merebut hatinya sama saja mempermainkan nya. Walaupun dia yang akan mempermainkanmu duluan tapi tetap saja! Walaupun aku tidak yakin dia akan berkata sialan padamu." Maki Una sambil menendang perut Ryan dengan lututnya. "Uhuk!" Ryan kesakitan.


Dor! Una tertembak. Dan yang menembaknya adalah Shakila.