Twin Boys

Twin Boys
#2



Huhu~


(/ω\)(╥﹏╥)


Aku liat ga ada yang like ceritaku...


Tapi berhubung yang baca udah lebih dari lima orang aku putusin buat up lagi deh..


(。'▽'。)♡


Happy reading guyss...


"Tangan yang sama kek tangan yang di angkutan tadi pagi, jari-jarinya panjang. Ck kenapa tangan cowo bisa sebagus itu si? giliran gue pendek jelek gini gada bagus-bagusnya" dalam hati Klara yang saat ini masih memperhatikan tangan si pemuda.


"Hallo semua, perkenalkan saya Ardan Eka Mahendra biasa dipanggil Ardan. Asal sekolah dari SMP Negri 2 Ambon, terimakasih" perkenalan yang singkat dan dingin, setelahnya ia langsung duduk.


"Bener kan! Ini si cowo ganteng yang tadi pas-pasan sama gue, Sejak kapan dia duduk di samping gue?" dalam hati Klara yang saat ini menatap wajah tampan si pria.


"Wihh ganteng ya" siswi-siwsi disana berbisik terlalu keras.


"Ambon? Wahh dari jauh nih"


"Ih keren, ganteng, tinggi lagi mirip oppa-oppa" para siswi berbisik membicarakannya.


Sedang Ardan hanya diam dan tak terlalu memperdulikannya ia pun kembali menenggelamkan wajahnya di meja. Setelah itu perkenalan berlanjut sampai murid yang paling belakang. Hal ini berlangsung sampai bunyi bell tanda istirahat.


Kringgggggg......


Bel berbunyi, pak Joko pamit pergi meninggalkan kelas. Seketika suasana kelas berubah ramai karena ada dua sosok yang mencolok. Pertama Ardan Dwi Mahendra sosok putih, tinggi nan tampan berhasil mencuri perhatian satu kelas. Kedua Klara Puspita Ayu berkat dirinya yang alumni SMP terfavorit berhasil menarik perhatian satu kelas juga.


"Haii, Klara kan? gue Rosa inget? Mau ke kantin bareng?" ujar anak perempuan berkacamata yang duduk tepat didepannya.


"Oh inget-inget, kuy sekalian sama kita Nis" ujarnya ramah mengajak Nisa teman sebangkunya.


"Oke, ayo aja gue mah" mereka mulai berjalan keluar menuju kantin.


"Ehhh hey! Tunggu! gue ikut dongg" tambah satu lagi yang sedari tadi mengejar mereka bertiga.


"Eh iya sini" Klara tersenyum dan melambaikan tangan padanya agar mendekat.


"Haii, nama lo siapa tadi gue lupa" cletuk Nisa.


"Oh iya, gue Cika yang duduk di depan meja guru itu loh" siswi berpenampilan nyentrik penuh enerjik itu menjelaskan dirinya pada mereka semua.


"Hal yang selama ini gue impikan terjadi juga, teman.. betul mereka teman-teman baru gue" gumam Klara dalam hati yang saat ini mereka saling bicara hal-hal baru bersama, penuh tawa dan keceriaan.


Sampai di kantin, mereka memesan beberapa makanan dan memilih tempat duduk disana.


"Heii kalian! Sini.. duduk disini" cletuk seorang siswi memanggil mereka berempat, penampilannya keren dan berkesan cool.


Mereka berempat pun mengikuti ajakannya itu. Setelah mereka duduk, seperti biasa mereka bercakap-cakap banyak hal mulai tentang diri mereka, kegemaran mereka, dan saling bertanya satu sama lain.


"Lo Klara yang dari SMP favorit itu kan, kenalin gue Sinta yang duduk di belakang Ardan hehe" kata siswi berpenampilan cool itu. Klara yang mendengar itu hanya mengangguk tersenyum padanya.


"Oh iya ngomong-ngomong soal Ardan, dia ganteng banget ya ga si?" tanya Cika.


"Iya bener, dia cowo idaman banget kan?" jawab Rosa.


"Ganteng si ganteng tapi dia keliatanya susah dideketin deh" cletuk Nisa seraya menyeruput es teh manis didepannya.


"Iya si, tapi selain dia ga ada yang ganteng lagi di kelas kita ya kan" ujar Sinta.


"Emm menurutku ada satu" kata Klara membranikan dirinya bergabung dalam pembicaraan mereka.


"Heh? Ga da ko, emang siapa Ra?" Tanya Cika diikuti dengan anggukan mereka semua. Sadar semua sorot mata yang penuh penasaran itu tertuju pada dirinya membuat Klara merasa gugup.


"Menurut gue Leo yang dari SMP 1 Bandung itu ganteng juga hehe" jawab Klara yang mencoba membuang rasa gugupnya jauh-jauh.


"Heii dia item tau" cletuk Rosa menahan tawa.


"Tapi manis, ya kan Ra" tambah Cika tersenyum dan dibalas anggukan oleh Klara.


"Bener-bener dia item manis dan gayanya yang cool, okelah dia masuk kriteria tampan tapi Ardan tetep nomor satu" cletuk Cika.


"Setuju" serentak para siswi itu menjawab kompak dan tertawa bersama.


"Eh, gue mau beli minuman dulu ya, pedes banget nih" cletuk Klara berdiri meninggalkan mereka.


"Sekalian dong gue nitip roti kacang ya Ra" cletuk Nisa.


"Oke" jawab Klara riang.


"Tuh kan Klara anaknya baik, gue kira dia sombong. Biasanya anak-anak dari sekolah favorit kan gitu" cletuk Cika.


"Tull banget, anaknya enakan dan ga milih-milih temen ya gak? Semoga kita bisa bareng dan akrab kek gini terus yah" cletuk Rosa.


"Yups" anggukan dari Sinta tersenyum dilanjut memakan sisa somay milik Klara dihadapannya karena penasaran saat Klara bilang ini pedas.


Sedang Klara yang selesai membeli minuman, dia langsung membeli roti kacang titipannnya Nisa.


"Akhirnya gue bisa berteman dengan normal" gumam Klara dalam hati tersenyum.


Setelah membeli roti pesanan temannya, Klara berbalik dan tak sengaja dirinya menabrak dada bidang itu lagi.


Bugh!?


"Heh cebol! Punya mata ga si?" ketus seorang pemuda yang ditabraknya, dia adalah sosok Ardan.


Degh.


"Kalo minta maaf yang bener dong, liat muka gue jangan nunduk" cletuk Ardan yang membungkukkan badan dihadapannya, wajah mereka saat ini terpampang jelas dan tepat saling berhadapan satu sama lain dengan tangan Ardan yang masih mencengkram lengan kiri Klara.


"Waw, gue punya felling kalo dia bakal jadi fist love yang selama ini gue tunggu-tunggu!" dalam hati Klara yang saat ini hanya menatap wajah tampan itu dengan kedua mata bulatnya.


"Maaf.. udah, gue bener kan?" jawab Klara yang masih menatap wajah tampan itu, setelahnya Klara berusaha melepaskan cengkraman Ardan dan pergi begitu saja. Klara langsung kembali pada teman-teman barunya itu.


"Lama banget Ra abis ngapain?" tanya Sinta.


"Ahh tadi antri banget" jawab Klara sembari duduk memberikan roti itu pada Nisa.


"Thanks bro, maaf malah bikin lo masuk antrian hehe?" kata Nisa yang merasa tidak enak karena sudah menyuruhnya.


"Selo gapapa kali hehe" jawab Klara santai.


"Ngantrinya iya si, ditambah tadi ketemu Ardan hehe" dalam hati Klara yang tak ingin menceritakannya pada mereka semua.


"Tadi gue coba somay lo beneran pedes, tau gitu gue ga makan tadi. Ga kuat pedes gue" cletuk Sinta yang sekarang masih meminum soda miliknya.


"Ya kan pedes banget, makannya gue buru-buru beli minum" ujar Klara dengan senyum terpaksa.


"Ehh gue juga lagi naksir kaka OSIS nih" cletuk Sinta tiba-tiba.


"Eh? Siapa?" Tanya Klara penasaran diikuti anggukan kepala mereka semua.


"Ishh yang waktu itu loh, pas tour sekolah. Klompokku waktu itu dia yang pimpin, namanya kalo ga salah Dimas dari kelas 12B.IPS, manis banget! udah gitu dia ramah gak kek Ardan jutek hehe. Paling suka kalo liat dia pake jas OSIS! sumpah keren abis!" jelas Sinta exaited dan kesan cool padanya hilang seketika.


"Bukan cuma gue yang terpikat pada pandangan pertama, dia juga hihi. Untung dia gak terpikat sama ketampanan Ardan, pliss dia buat gue ya hehe" dalam hati Klara tengah asik dengan dunianya sendiri.


"Percuma lo cerita juga, kita ga paham anaknya gimana ya kan? hehe" cletuk Nisa tertawa.


"Iya bener, tapi denger penjelasann lo pasti dia cowo manis ya kan?" tambah Rosa.


"Hoooo! Betul banget" Sinta selalu bersemangat jika itu berhubungan dengan Dimas, pria yang dia suka.


Kringgggg.....


"Eh bel udah bunyi, balik kelas yuk" ujar Cika, dilanjut mereka semua kembali ke kelas.


Karena masih dalam tahap ajaran baru jadi, KBM belum sepenuhnya fulltime hanya saja para guru mapel datang silih berganti memperkenalkan diri dan mata pelajaran apa yang akan dia ajar sesuai jadwal mereka masing-masing.


Hal ini terus berlanjut sampai waktu jam istirahat kedua. Klara berencara pergi ke perpustakaan saat itu.


"Eh Nis, abis ini gue mau ke perpustakaan. Penasaran disana kek apa hehe" ujar Klara yang duduk disamping Nisa.


"Yah, padahal gue mau ajak lo ke club pencak silat, oke deh ntar ketemu lagi dikelas yaw" ujar Nisa yang beranjak pergi dari kelas seraya melambaikan tangan pada Klara.


"Iya oke, daahh.." Klara tersenyum dengan melambaikan tangan yang sedaritadi masih duduk dibangkunya. Sekilas dia menatap bangku sebelahnya, terlihat Ardan tengah tertidur pulas dengan kepala yang menghadap dirinya.


"Padahal kalo nutup matanya gini dia keliatan lembut, ck dasar" Klara memperhatikannnya dengan senyum tipis.


Ketika sinar mentari masuk menembus jendela dan tepat mengenani wajah tampannya yang tengah tertidur itu membuatnya menyeringatkan jidatnya karena silau.


Melihat ini tangan Klara bergerak dengan sendirinya, berusaha menghalangi cahaya yang mengenai wajah tampan itu, dengan begitu Ardan kembali tidur dengan pulasnya.


"Ga ada yang boleh ganggu pangeran gue tidur! bahkan cahaya sekalipun" dalam hati Klara yang sedari tadi tangannya masih sibuk menghalangi sinar mentari yang masuk menembus kaca jendela di blakangnya.


Beberapa saat kemudian, Ardan kembali menenggelamkan wajahnya kedalam meja. Melihat ini Klara tersenyum dan mulai menurunkan tangannya.


Setelanya dia beranjak pergi dari bangkunya, Klara berjalan begitu saja melewati Ardan.


"Makasih" cletuk Ardan yang masih menenggelamkan wajahnya di meja, sepertinya dia tahu apa yang dilakukan Klara tadi.


Degh!


Mendengar ini membuatnya tersentak, langkah Klara terhenti seketika. Klara menoleh ke sumber suara, terlihat Ardan masih menenggelamkan wajahnya disana.


"Yahh gue pikir dia bakal angkat kepalanya terus senyum nunjukin wajah bangun tidurnya pasti imut deh. Ishh mikir apa si gue! sadar Ra ini bukan dunia komik!" dalam hatinya lalu ia melanjutkan langkahnya keluar kelas, tentu dengan wajah tersenyum.


Dia merasa senang ketika Ardan mulai mengucap satu kata manis padanya. Klara tetap melanjutkan langkahnya menuju perpus, tempat dirinya dulu dimana ia bisa menjadi dirinya sendiri.


"Kalo jadi lo gue bakal nutup gorden bukannnya ngehalangin sinar pake tangan bodoh" seketika Ardan bangun dan terkekeh menatap si gadis yang tengah berjalan ke luar kelas.


..


Anyeong (。・ω・。)ノ♡


Makasih loh udah baca lagi hehe~


(灬♥ω♥灬)


Masih penasaran lanjutannya?


Yuk ikutin ceritanya teruss ♡('ω')♡


Next time aku bakal lanjut ceritanya kalo udah dapet 10 like~ akan lebih baik jika ada coment juga hehe~


Aku harap kita bisa berteman~


(*^o^)/~♡


Salam manis


♡♡