Traveling Esper

Traveling Esper
The Reason



Malam itu seorang pencuri menyusup ke dalam tempat pegadaian disana dia mencuri sebuah permata berlian di lantai atas tetapi saat mengambilnya tiba-tiba saja sebuah alarm baru saja berbunyi di bawah permata yang dia ambil. 


Para petugas bergegas ke lantai atas untuk mengecek suara alarm yang berbunyi dalam panik dia mulai menyelinap ke luar jendela dan melompat ke gedung sebelah dan mendarat di tangga gedung dan secara tidak sadar para petugas mulai melihat dia kabur dari bawah tangga dari atas.


Setelah berhasil mencuri sebuah permata dia mulai menyembunyikannya ke dalam sebuah kotak dan berkata. 


"Jangan khawatir Yui aku pasti akan menyelamatkanmu" kata pencuri itu


Keesokan harinya York dan 2-D tiba di sebuah kota sambil membaca koran harian di bangku taman. 


"Sebuah permata berlian langka baru saja dicuri di setiap pegadaian, polisi baru saja berusaha keras untuk mencari pelakunya. Benar-benar tidak terduga kalau saja Justin disini dia pasti bakal memecahkan kasus ini" kata York


Tiba-tiba saja York ditabrak oleh seseorang, orang itu memakai sebuah kacamata hitam dan berambut hitam pendek. 


"Maaf dek" kata pria itu


"Tidak apa-apa" kata York


"Permisi saya lagi buru-buru" kata pria itu


Saat pria itu pergi kedua polisi datang menghampiri York. 


"Ada apa pak" kata York


"Permisi dek saya inspektur Kanye West dan ini petugas Eminem dari kepolisian pusat" kata Kanye West


"Jadi apa urusan polisi seperti anda menemui saya" kata York


Inspektur Kanye West memperlihatkan sebuah foto dengan seorang pria yang York temui.


"Apa anda pernah melihat orang ini" kata Kanye West


"Memangnya apa yang dia perbuat" kata York


"Dia melakukan sebuah pencurian" kata Eminem


"Pencurian?" kata York


"Kemarin malam terjadi sebuah kasus pencurian di tempat pegadaian dimana sebuah permata berharga dilelangkan tetapi permata itu baru saja dicuri dan para petugas kehilangan pencuri beserta berliannya" kata Kanye West


"Dan kami sudah berhasil merekam gambaran wajahnya lewat cctv dan kami sudah mengidentifikasikan pelakunya" kata Eminem


"Namanya adalah Junpei Shiritori, anak dari seorang koruptor yang telah dihukum mati tapi kami tidak menyangka bahwa putranya baru saja melakukan tindakan kriminal setelah ayahnya" kata Kanye West


"Jadi kamu tahu kemana dia pergi" kata Eminem


"Tidak tahu soalnya saya baru saja tiba disini" kata York


"Jadi dengan kata lain kamu bukan penduduk disini" kata Kanye West


"Iya saya cuma hanya seorang pengelana dan itu tidak ada hubungannya denganku" kata York


"Ya sudah terserah saja dek kami akan kembali melakukan investigasi ini tapi jika kamu baru saja melihatnya hubungi 911 polisi" kata Kanye West


"Baiklah" kata York


"Entah kenapa bocah ini mengingatkanku pada seseorang deh" pikir Eminem


Setelah kedua polisi itu pergi York mulai membuang koran yang dia baca ke tempat sampah dan pergi meninggalkan bangkunya.


Sementara itu pria itu datang mengunjungi sekumpulan gangster dan menyerahkan permata berlian itu kepada kepala gangster di gang. 


"Ini bayarannya" kata kepala gangster


Kepala gangster itu memberikan pria itu uang 10 juta kepada pria itu sebagai bayaran untuk mencuri permata berlian. 


"Tunggu sebentar ini tidak cukup aku mau yang 100 juta untuk membayar operasi adikku" kata pria itu


"Dengar ya Junpei kamu hampir saja membuat dirimu ketahuan dan sepertinya mereka sudah mengetahui wajahmu lewat CCTV" kata kepala gangster itu


"Tidak mungkin.." kata Junpei


"Tetapi kalau kuberi kamu sebuah kesempatan untuk menangani tugas ini tanpa membuat kesalahan sekali ini saja maka aku akan memberikanmu cukup uang untuk membayar biaya operasi adikmu gimana?" kata kepala gangster


"Saya mengerti.." kata Junpei


"Baiklah aku akan mengabarimu malam ini untuk menjelaskan rencana berikutnya jika kamu siap oke dan kali ini tidak ada satu kesempatan mengerti" kata kepala gangster


Para gangster langsung pergi meninggalkan gang.


"Pokoknya malam ini aku tidak akan gagal lagi sebab ini adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan adikku" pikir Junpei


Sore itu Junpei mulai mengunjungi sebuah rumah sakit pusat untuk mengunjungi Yui, tetapi saat dia tiba di kamarnya dia melihat York dan 2-D sudah ada di rumah sakit dan berbicara kepada Yui.


"Eh jadi kakak ini adalah seorang pengelana begitu" kata Yui


"Ya dan saya selalu berkelana bersama robot temanku 2-D kami bertemu sejak aku terbangun di tempat pembuangan sampah" kata York


"Ngapain bocah itu ada disini bareng adikku!?" pikir Junpei


Secara tidak sadar Yui mulai melihat kakaknya Junpei mengamatinya dari luar.


"Kakak sudah pulang ya!" kata Yui


"Ya! Yui kakak sudah pulang dari kerja" kata Junpei


"Perkenalkan kak dia ini York seorang pengelana dan kami berdua baru saja membahas kisah perjalanannya" kata Yui


"Senang berkenalan denganmu Junpei" kata York


"Kamu juga York" kata Junpei


York mulai lanjut bercerita tentang kisah petualangannya kepada Yui dan Junpei. 


"Jadi di hutan itu ada sesosok arwah kecil yang menghuni malam hari dan para penduduk desa menyebut arwah itu Roxley"


"Dan selain itu saya juga berhadapan dengan seorang ilmuwan gila yang terobsesi dengan AI yang berasal dari pikiran otak manusia di taman bermain" 


"Selain itu saya juga bertemu dengan seorang mata-mata yang sedang menyelesaikan misi juga seorang detektif ternama yang sedang menyelesaikan kasus pembunuhan"


"Wah petualangan kakak bagus sekali ya ceritakan lebih banyak lagi kak" kata Yui


"Maaf tapi kisah perjalananku hanya cukup sampai disini saja" kata York


"Ayolah padahal kan seru aku tahu setelah aku sembuh nanti aku mau pergi ke luar kota untuk berpetualang" kata Yui


"Aku mengerti Yui nanti kakak akan mengumpulkan banyak uang demi membayar biaya operasimu" kata Junpei


"Operasi maksudnya kamu sakit ya" kata York


"Iya dokter bilang aku menderita penyakit kanker hati supaya sembuh aku harus dioperasi tetapi biayanya sangat mahal" kata Yui


"Begitu ya" kata York


"Tapi jangan khawatir sebab kakakku sudah memiliki sebuah pekerjaan yang bisa mengumpulkan banyak uang untuk membayar biaya operasi benar kan kakak" kata Yui


"Iya kau benar Yui" kata Junpei


"Kau tahu hari sudah gelap aku akan pergi makan malam di luar" kata York


"Aku ikut denganmu sebab aku belum makan malam tadi malam selain itu aku selalu terbiasa makan di rumah sakit yang ada ruang makannya" kata Junpei


"Baiklah aku akan mentraktirkanmu" kata York


York dan Junpei mulai makan di kafeteria rumah sakit sambil memakan beef stroganoff


"Jadi gimana beef stroganoff ini kelihatan enak bukan" kata Junpei


"Kelihatannya enak juga" kata York


Setelah makan Junpei dan York mulai berbicara di luar. 


"Hah akhirnya energiku pulih kembali nah sekarang waktunya kembali bekerja" kata Junpei


"Tunggu Junpei sebelum pergi aku ingin bertanya padamu barusan pekerjaanmu itu apa" kata York


"Apa maksudmu sebenarnya saya bekerja sebagai tukang pos" kata Junpei


"Jangan bohong padaku aku tahu apa pekerjaanmu sebenarnya...kamu baru saja terlibat dalam kasus pencurian bukan" kata York


"Bagaimana kamu bisa tahu apa polisi baru saja memberitahukanmu" kata Junpei


"Mungkin saja tapi aku ini seorang esper dan bisa membaca pikiran" kata York


"Jadi apa yang akan kamu lakukan padaku memanggil polisi untuk menangkapku" kata Junpei


"Tidak hanya saja aku merasa bersimpati kepada orang yang rela melakukan kejahatan hanya demi uang operasi adiknya dengan bergabung dengan sekumpulan gangster" kata York


"Itu benar mereka mempekerjakanku sebagai pesuruh untuk dibayar dengan biaya yang sangat besar" kata Junpei


"Lantas mengapa kamu tidak cari pekerjaan lain saja yang tidak ada kaitannya dengan kejahatan" kata York


"Semua ini salah ayah! Pekerjaan koruptornya telah membuatku hidup kami kacau sedangkan aku jadi tidak diterima dalam pekerjaan karena tindakannya dan ibu kami meninggal karena sakit sekarang giliran adikku yang bakal sakit oleh karena itu aku berusaha keras melakukan tindakan kriminal ini supaya bisa mengumpulkan banyak uang untuk biaya operasinya" kata Junpei


"Memangnya kamu tahu apa!? Kamu itu hanya orang luar disini dan ini tidak ada hubungannya denganmu!" kata Junpei


"Baiklah Junpei aku tidak akan menghentikanmu tapi aku katakan sekali lagi jika adikmu tahu kalau kamu melakukan pekerjaan busuk apa adikmu akan berterima kasih padamu?" kata York


"Terserah kamu saja" kata Junpei


Dengan kesal Junpei mulai meninggalkan rumah sakit dan menelpon kepala gangster. 


"Jadi apa kamu sudah siap?" kata kepala gangster itu


"Saya siap melakukan resikonya" kata Junpei


Pada tengah malam Junpei dan para gangster berkumpul di sebuah tempat bank yang tidak ada penjaganya. 


"Apa disini tempatnya? Tapi disini tidak ada orangnya bukan" kata Junpei


"Memang tapi bank ini sudah dipasang oleh sistem keamanan yang sangat ketat, Junpei kamu ahli dalam meretas apapun gimana aku serahkan ini padamu" kata kepala gangster


"Aku mengerti" kata Junpei


Junpei diam-diam menyelinap keluar jendela dengan menggunakan pemotong gelas setelah berada di dalam dia langsung menyelinap diam-diam ke ruang sistem keamanan untuk mematikannya dengan mencabut kabel listriknya.


Setelah sistem keamanan dimatikan para gangster bisa masuk ke dalam bank dan bersiap-siap membuka isi brankas.


"Akhirnya pembobolan bank kita telah sukses sekarang ayo kita ambil emasnya" kata kepala gangster


Para gangster meletakkan bom waktu dan berlari menjauh dari pintu brankas saat bom waktu mulai aktif dalam hitungan mundur


3..2...1…


Boom!!! 


Ledakan itu telah menghancurkan pintu brankas dan di balik brankas itu terdapat segunung emas. 


"Akhirnya emas ini jadi milik kita dan semua ini berkat kamu Junpei.." kata kepala gangster


Tetapi saat para gangster itu mengambil emas tiba-tiba saja emas-emas itu mulai berubah menjadi batu-bata. 


"Apa-apaan ini bagaimana bisa emas-emas ini berubah menjadi batu bata" kata kepala gangster


Tetapi York muncul dari belakang dan menghampiri para gangster itu. 


"Saya sekali tuan-tuan sekalian tetapi emas yang kalian incar itu palsu dengan kekuatan kamuflaseku sebelum kalian datang aku diam-diam menyuruh polisi untuk membawa semua emas dari luar dan saat ini emas-emas itu sudah ada di tangan polisi" kata York


"York ngapain kamu kemari ini bukan urusanmu" kata Junpei


"Bocah tengik bagaimana kamu bisa tahu rencana kami" kata kepala gangster


"Kau mau tahu sebab aku ini seorang esper dan bisa membaca pikiran orang menyerahlah sebentar lagi polisi bakal datang untuk menahan kalian" kata York


"Hei Junpei kamu belum pernah ngebunuh orang bukan sebagai bosmu kuberi kamu satu kesempatan sekali lagi" kata kepala gangster


Kepala gangster itu mulai menyerah pistol kepada Junpei menyuruhnya untuk menembak seseorang. 


"Jika kamu membunuh bocah ini aku akan memberikanmu lebih banyak uang yang lebih dari biaya operasi adikmu mengerti" kata kepala gangster


"Apa aku harus melakukannya" kata Junpei


"Kau belum pernah membunuh orang bukan gimana kalau kamu melakukannya dengan pistol ini ayolah ini adalah satu-satunya kesempatan terakhirmu" kata kepala gangster


Junpei mulai memegang pistol itu dan mengarah kepada York. 


"Junpei kumohon jangan lakukan ini apa yang akan terjadi jika adikmu tahu kalau kamu adalah seorang pembunuh" kata York


"Diam ini adalah satu-satunya cara aku bisa membayar biaya operasi adikku jadi jangan bergerak atau kutembak" kata Junpei


"Apa kamu yakin? Aku bisa menebak dari tangan yang gemetar itu kalau kamu ragu-ragu melakukan ini, kamu masih sayang pada adikmu bukan?" kata York


Junpei yang bergemetaran langsung menarik pelatuknya dengan suara yang keras sehingga pelurunya mulai meleset melawati York dan menjatuhkan pistolnya. 


"Apa yang kamu lakukan cepat tembak dia" kata kepala gangster


"Kau benar York jika aku membunuhmu maka Yui pasti tidak akan memaafkanku atas perbuatan ini jadi aku memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan ini dan mencari pekerjaan baru sebisa mungkin... " kata Junpei


Tetapi kepala gangster itu langsung menembak bagian perut Junpei dan langsung menendangnya. 


"Dasar tidak berguna aku sudah bersusah payah mempekerjakanmu sebagai anak buahku tapi mau gimana lagi kamu sudah tidak dibutuhkan lagi sekarang kamu akan mati bersama adikmu yang sekarat itu" kata kepala gangster


Saat kepala gangster itu mencoba menembak Junpei sekali lagi tiba-tiba saja York mulai menyerang kepala gangster dengan sejumblah batu bata dan menjebaknya dari dalam sekotak batu bata. 


"Kurang ajar akan kubunuh kau" kata gangster itu


Saat gangster itu mencoba menembaki York tiba-tiba saja inspektur West dan para polisi datang dan menahan para gangster. 


"Ini polisi dan kalian sudah terkepung sekarang menyerahlah! Ya tuhan apa yang sebenarnya terjadi disini" kata inspektur West


Ketika polisi datang York menghampiri Junpei yang mulai kehabisan darah karena tembakan tadi. 


"Maafkan aku York… aku tidak menyangka akan bakal seperti ini" kata Junpei


"Jangan banyak bicara akan kupanggilkan ambulans segera" kata York


"Tidak jangan… York ada yang ingin kutanyakan padamu... " kata Junpei


Junpei langsung mengucapkan kata terakhirnya kepada York sehingga menghembuskan nafas terakhir dan meninggal. 


Keesokan harinya York mulai mengunjungi Yui yang baru saja sembuh dari operasinya.


"Kak York" kata Yui


"Selamat atas kesembuhanmu Yui" kata York


"Kudengar kakak sudah membayar biaya operasiku benar begitu" kata Yui


"Iya benar" kata York


"Ngomong-ngomong kakak ada dimana ya padahal dia sudah bayar tapi kenapa tidak datang juga" kata Yui


"Itu… begini Yui sebenarnya kakakmu mau menitipkan ini padamu" kata York


York memberikan sebuah surat dari Junpei kepada Yui dia meminta untuk membacakannya. 


Yui 


Jika kamu membaca ini berarti aku sudah membayar biaya operasimu tetapi ada suatu hal yang ingin kuberitahukan padamu terkadang kamu bakal tidak menyukainya 


Sebenarnya aku berbohong tentang pekerjaanku, sejak awal aku bekerja sebagai kriminal melakukan kasus pencurian barang berharga aku tahu kalau mencuri itu tidak baik tapi kakak tidak punya pilihan. 


Aku benar-benar minta maaf Yui aku melakukan ini karena aku sayang padamu dan aku tidak ingin kamu mati oleh karena itu bisakah kamu memaafkan kakakmu yang bodoh ini. 


Jangan khawatir aku juga sudah menghubungi paman dan bibi untuk menjagamu dan aku memang selalu ada disisimu walaupun aku sudah tidak ada di dunia ini. 


Salam kepada kakakmu Junpei


"Ini bohong.. bukan kakak sudah mati… katakan padaku!" kata Yui


"Itu benar… kakakmu memang sudah melakukan hal yang jahat tapi dia telah mengorbankan nyawanya demi mengumpulkan banyak uang untuk membayar biaya operasimu dan selain itu kamu sudah sembuh bukan dengan begini kamu sudah bisa hidup panjang dan bisa pergi keluar dengan sehat" kata York


"Terima kasih.. Kak York" kata Yui


Setelah itu York mulai berpamitan kepada Yui untuk pergi meninggalkan rumah sakit saat York pergi Yui mulai meneteskan air matanya karena menangisi kematian Junpei. 


Saat York berada di luar rumah sakit dia langsung bertemu dengan inspektur West.


"Tidak kusangka kamu menyuruhku membayar biaya operasi adiknya" kata inspektur West


"Mau gimana lagi sebab ini yang dinginkan Junpei pada terakhir kalinya" kata York


"Hei bocah kamu tidak apa-apa dari kemarin kamu terlihat sedikit murung begitu" kata inspektur West


"Tidak apa-apa sebab aku ini hanyalah seorang pengelana biasa dan sudah saatnya aku harus pergi meninggalkan kota ini" kata York


York langsung pergi berjalan mengiringi kota saat hujan mulai turun.


"Jadi ini bocah pengelana yang Justin maksud itu" kata inspektur West


York dan 2-D sedang berteduh di samping jalan sambil memikirkan kalimat terakhir Junpei


"York ketika aku mati bisa tolong bayarkan biaya operasi adikku dan titipkan surat ini padanya ketika dia sudah sembuh" kata Junpei


"Iya aku berjanji.." kata York


"York kalau saja aku bertemu denganmu dari awal, apa kita bisa saling berteman..." kata Junpei


Kalimatnya bikin York ragu dengan hal ini dan ini bisa saja merupakan kenangan sedih tentang kematian seorang teman yang dia temui demi adiknya. 


Dan itu membuat York sedikit meneteskan air matanya. 


"Apa aku... baru saja menangis… " kata York


(The Reason-Hoobastank)