
York dan Justin akhirnya terbangun di sebuah ruang lorong yang gelap dan panjang.
"Kita dimana?" kata York
"Sepertinya kita berada di dalam alam pikiran wanita itu apa kau tahu York otak manusia memiliki 100 sel saraf manusia di dalamnya misalkan jika kita mempelajari sesuatu di dalam buku maka sesuatu yang kita pelajari akan tersimpan dan dihapalkan di otak" kata Justin
"Kau tahu banyak ya Justin" kata York
"Habisnya aku ini orang jenius lho" kata Justin
"Jadi sekarang kita harus apa?" kata York
"Berikutnya kita akan cari sebuah tempat atau ruangan dimana kita akan memulihkan bagian ingatan yang hilang itu" kata Justin
York dan Justin akhirnya tiba di sebuah pintu, Justin membuka pintu itu dan di balik pintu terdapat sebuah ruang kantor.
"Ruang kantor?" kata York
"Menurut perkiraanku tempat ini merupakan tempat dimana wanita itu bekerja kita harus memeriksa di setiap meja ini untuk mencari petunjuk" kata Justin
York dan Justin memeriksa banyak sekali meja pegawai untuk mencari petunjuk hingga akhirnya Justin berhasil menemukannya duluan.
"Ini dia!" kata Justin
"Apa kau menemukan sesuatu Justin?" kata York
Justin menemukan sebuah kartu nama pegawai dengan foto wanita itu.
"Nama wanita ini adalah Dienda Wilthia, umur 24 tahun seorang PNS Kantor Bukit Bakti" kata Justin
"Jadi itu nama wanita ini ya" kata York
Kemudian tiba-tiba saja mereka melihat sesosok bayangan di ruangan itu.
"Siapa mereka?" kata York
"Jangan pedulikan mereka, mereka itu cuma hanya fragmen ingatan alam pikirannya, yang kita lakukan hanya lihat saja" kata Justin
Mereka melihat sosok bayangan wanita itu sedang kesulitan dalam bekerja, dia terus dimarahi oleh bosnya dan ditertawakan oleh teman kerjanya.
Kemudian satu sosok bayangan lagi mulai muncul kali ini seorang pria, sosok itu langsung menghampiri sosok wanita itu sedang sedih dan mencoba untuk menghiburnya.
Dan akhirnya bayangan-bayangan itu mulai menghilang.
"Mereka menghilang?" kata York
"Dilihat dari fragmen tadi kayaknya pria itu sedang menghibur wanita itu" kata Justin
"Apa jangan-jangan dia adalah pacarnya?" kata York
"Mungkin saja" kata Justin
Sebuah pintu baru saja muncul di hadapan mereka.
"Lihat ada sebuah pintu" kata York
"Kurasa itu ingatan berikutnya, ayo kita masuk" kata Justin
York dan Justin memasuki pintu itu dan di balik pintu ada ruang restoran bermewah.
"Ini restoran kan?" kata York
Justin menemukan sesuatu yang bersinar di meja restoran dan ternyata benda itu adalah sebuah cincin.
"Hei York, aku menemukan sesuatu yang menarik nih" kata Justin
Kemudian kedua sosok bayangan tadi baru saja muncul di meja restoran itu.
Sosok bayangan pria itu langsung mengeluarkan serta memperlihatkan cincin kepada wanita itu.
Wanita itu langsung terharu dan bahagia ketika dia melihat pria yang membantunya bersedia menikah dengannya.
Namun kedua bayangan itu langsung menghilang begitu saja.
"Jadi begitu ya ternyata pria itu adalah kekasihnya ya" kata York
"Tapi kita masih belum mendapatkan bukti tentang kematian wanita itu" kata Justin
Seperti biasa pintu baru muncul lagi dihadapan mereka.
"Sepertinya cerita ini akan terus berlangsung jika kita memasuki ruangan berikutnya" kata Justin
Mereka berdua berjalan memasuki pintu berikutnya dan mereka sudah berada di sebuah jalan kota tapi dengan pemandangan yang ungu.
"Kelihatannya ruangan ini agak berbeda ya dari sebelumnya" kata York
"Jika warna ruangan ini ungu berarti ada sebuah rahasia atau fakta yang dia ketahui" kata Justin
Kemudian mereka berdua melihat sosok bayangan pria itu bersama dengan bayangan wanita lain untuk melamar pernikahan di sebuah restoran
"Itu pria yang tadi bukan terus yang disampingnya itu siapa?" kata York
Dan tiba-tiba saja sosok bayangan mayat wanita itu muncul di hadapan York dan Justin dengan wajah terkejut saat melihat kekasihnya bersama dengan wanita lain.
"Sekarang aku tahu kemana ingatan itu berakhir" kata Justin
Setelah sosok bayangan-bayangan itu mulai hilang muncullah sebuah kartu nama dari pria itu.
"Akbar Sudhar, seorang wakil CEO perusahaan dimana wanita itu kerja, sekarang kita sudah tahu nama pria ini" kata Justin
Kemudian sebuah pintu hitam muncul di hadapan mereka setelah mengambil kartu nama itu.
"Kurasa ini yang terakhir" kata Justin
Saat York dan Justin memasuki pintu hitam itu kini pemandangannya mulai berubah jadi merah.
"Sekarang berubah jadi merah" kata York
"Kalau merah berarti kita akan mengetahui penyebab kematiannya" kata Justin
Mereka telah berada di sebuah rumah dan terdengar suara keributan di tangga.
Ternyata suara itu berasal dari sosok bayangan wanita itu dan juga sosok bayangan pria itu sedang bertengkar.
Namun pria itu tidak sengaja mendorong tubuh wanita itu dan membuatnya terjatuh dari tangga sampai membuat kepalanya berdarah dan air ketuban di perutnya pecah sampai tak sadarkan diri.
"Begitu rupanya" kata Justin
Pria itu segera panik dan membawa jasad wanita itu ke dalam mobil, kemudian mobil yang dikendarainya tiba di tebing hutan terus dia mengangkat tubuh wanita itu dan menjatuhkannya ke dalam hutan akhirnya pria itu langsung meninggalkannya begitu saja.
"Jadi pria itu adalah pelakunya" kata York
"Iya tidak kusangka cowok yang wanita itu sukai ternyata adalah tukang selingkuh padahal dia sendiri kan sudah hamil dengannya namun sayangnya wanita itu harus kehilangan nyawanya serta anak dalam kandungannya di tangan cowok sampah itu" kata Justin
"Berarti tugas kita sudah selesai dong" kata York
"Belum, jika ingatannya sudah pulih maka itu bakal berdampak pada otak dan kesadarannya sehingga memicu untuk lepas kendali itu berarti" kata Justin
Kemudian sekitar ruangan mulai berubah menjadi pecah dan retak memunculkan sebuah lubang sedot seperti black hole muncul di angkasa.
"Kita harus pergi meninggalkan alam kesadarannya segera!" kata Justin
Justin dan York langsung terbawa dan terlempar ke dalam lubang itu dan segera keluar dari alam pikiran itu.