Traveling Esper

Traveling Esper
Toxic



Di sebuah kota metropolitan York dan 2-D sedang mengantri di bakeri untuk membeli roti. 


"Antreannya panjang amat…" kata York


Saat mengantri York baru saja melihat para kerumunan berkumpul sambil membawa papan dengan tulisan "Pilih Jurgen" dan ada seorang pria gemuk yang sedang berdiri di atas mobil van sambil berpidato. 


"Selamat pagi semuanya, saya Jurgen akan berpartisipasi sebagai calon walikota tahun ini, jika kalian memilih saya maka saya berjanji akan membuat kota ini menjadi lebih baik! Ingat untuk pilih saya besok!" kata pria itu


Setelah kerumunan itu pergi datang juga kerumunan yang lain tetapi membawa papan yang bertuliskan "Pilih Carl" ditambah dengan seorang pria yang lagi berdiri di atas mobil van sambil berpidato. 


"Selamat pagi semuanya, saya Carl akan berpartisipasi sebagai calon walikota tahun ini, jika kalian memilih saya maka saya berjanji akan membetulkan kerusakan di setiap jalan kota karena gempa oleh karena itu ingat untuk pilih saya besok!" kata pria itu


"Ada apa ramai-ramai banget di tengah jalan?" kata York


Kemudian seorang pengantri mulai memperjelaskan kepada York soal keramaian itu. 


"Oh kamu tidak tahu ya tuan pengelana besok bakal ada pemungutan suara kepada calon walikota berikutnya di kota ini, tradisi ini sudah berlangsung selama 10 tahun dan besok kita akan memilih siapa yang akan terpilih sebagai walikota baru di kota ini" kata orang itu


"Begitu ya lantas saja disini banyak orangnya?" kata York


Setelah lama mengantri akhirnya York mendapatkan giliran untuk membeli satu roti yang tersisa di toko. 


"Ini rotinya" kata penjual roti


"Terima kasih" kata York


Tetapi seorang gadis remaja berkacamata dan berkepang panjang datang terburu-buru ke toko roti itu. 


"Permisi pak apa masih ada roti yang tersisa!?" kata gadis itu


"Maaf dek rotinya sudah terjual habis" kata penjual roti 


"Yah... " kata gadis itu


Gadis itu langsung terpuruk karena roti yang mau dia beli sudah habis.


Tetapi York memberikan roti yang dia beli kepada gadis itu. 


"Kalau kamu mau aku bisa memberikan punyaku kepadamu" kata York


"Tapi bukankah kamu baru saja membelinya" kata gadis itu


"Memang tapi saat aku melihat seorang yang baru saja pasrah karena kelaparan aku tidak keberatan untuk membantu" kata York


"Aku tidak tahu siapa kau tapi terima kasih atas rotinya" kata gadis itu


"Sama-sama" kata York


Gadis itu langsung pergi membawa roti dari York.


"Aku tidak menyangka kamu sangat sopan terhadap wanita, tuan pengelana" kata penjual roti


"Ya memang" kata York


Sementara itu gadis berkacamata itu sedang memakan roti di bangku taman. 


"Tidak kusangka roti di kota ini enak sekali.." kata gadis itu


Tiba-tiba saja tasnya baru saja mengeluarkan suara berdering, gadis itu langsung membuka tasnya dan mengambil handphone di dalamnya kemudian dia langsung menelpon orang yang baru saja menelponnya.


"Halo!" kata gadis itu


"Princess apa kamu sudah tiba di tujuan"


"Saya sudah tiba di tujuan, jadi apa misi kali ini" kata gadis itu


"Kujelaskan rinciannya, di kota ini terdapat sebuah konspirasi dalam pemungutan suara terhadap calon walikota dan salah satunya pasti melakukan kecurangan di balik bayangan" 


"Targetmu adalah orang ini, calon walikota Jurgen walaupun dia telah memenangkan pemungutan suara setahun yang lalu dengan suara terbanyak"


"Apa ini ada kaitannya dengan bagaimana dia bisa memiliki suara terbanyak itu?" kata gadis itu


"Memang benar misi kamu adalah menyusup ke kantornya dan mencari tahu apa yang dia sembunyikan dan apa yang dia rencanakan saat hari pemungutan suara. Kami percayakan misi ini kepadamu Princess of Pop"


Akhirnya panggilan telepon itu berhenti.


"Dasar para atasan itu! Seenaknya saja menyuruhku saat lagi menikmati hiburanku!  menyusahkan saja!" kata gadis itu


Malam itu di tempat parkir bawah hotel Jurgen sedang berbicara dengan seseorang. 


"Jadi apa alasan anda memanggilku kemari?" kata orang itu


"Biasa saja, aku ingin kamu meretas sistem pemilihan itu" kata Jurgen


"Bayarannya?" kata orang itu


Jurgen memperlihatkan sejumlah uang terbanyak di koper dan membuat orang itu tersenyum.


"Lebih dari sejuta" kata Jurgen


"Deal!" kata orang itu


Keesokan harinya hari pemilihan sudah tiba semua orang sudah ada di depan balai kota untuk melakukan pemilihan melalui mesin sistem voting bahkan kedua calon walikota telah hadir di atas panggung.


"Wah jadi ini yang dimaksud dengan pemilihan" kata York


"Baiklah waktu pemilihan sudah dimulai sekarang kalian harus pilih siapa yang akan menjadi calon walikota tahun ini, Jurgen atau Carl" kata pembawa acara


Para peserta bersedia memasuki sejumblah tenda yang di dalamnya terdapat sebuah alat panel voting dan York bersedia untuk ikut.


"Jadi 2-D menurutmu siapa yang akan aku pilih, Carl atau Jurgen?" kata York


2-D hanya menggeleng kepalanya sebab dia tidak tahu siapa yang akan dia pilih, dan York langsung memilih dengan keinginannya sendiri. 


"Terserahlah yang penting aku pilih saja sendiri" kata York


Akhirnya York langsung menekan panel Carl untuk menambahkan suaranya, ketika semuanya sudah selesai memvoting hasilnya mulai keluar dari layar. 


"Nah karena semuanya sudah memvoting sekarang kita akan lihat hasilnya" kata pembawa acara


Hasil kedua suara mulai naik ke atas hingga hasilnya berakhir dengan Jurgen yang memiliki suara terbanyak 45.00 sedangkan Carl memiliki suara terendah 27.00 menandakan bahwa Jurgen secara resmi menjadi calon walikota.


"Selamat pak Jurgen anda telah berhasil menjadi calon walikota!" kata pembawa acara


"Terima kasih banyak semuanya para penduduk kota saya sangat berterima kasih karena kalian sudah memilih saya sejauh ini, secara yang saya janjikan saya memutuskan untuk membuat kota ini jauh lebih baik" kata Jurgen


"Sayang sekali saya tidak bisa menjadi calon walikota tahun ini tadi itu benar-benar hari pemilu yang adil saya harap saya pasti bakal menang tahun depan dan terima kasih telah memberiku suara sebanyak ini, kalian semua" kata Carl


"Sayang sekali ya padahal aku sudah memvoting Carl tapi kalau dipikir-pikir kayaknya ada yang tidak beres dengan sistem pemilihan voting ini atau apa cuma firasatku saja?" kata York


Dari kejauhan perempuan itu langsung melihat event voting dari kejauhan sepertinya dia sudah menyaksikan kemenangan Jurgen.


"Jika dugaanku benar berarti dia baru saja bekerja sama dengan seseorang dari luar" kata perempuan itu


Malam itu di tempat parkir Jurgen memberikan upah kepada hacker itu atas bantuannya. 


"Tuan Jurgen saya sudah berhasil meretas mesin sistem voting" kata hacker itu


"Kau sudah melakukan pekerjaanmu dengan baik,  sebagai gantinya ini bayarannya" kata Jurgen


Kemudian perempuan itu muncul dengan mengenakan bodysuit merah dan merekam pembicaraan dengan kamera video


"Ternyata rumor tentang melakukan hal curang dalam pemilu itu memang benar, pak calon walikota Jurgen" kata perempuan itu


"Siapa kamu bocah!? Dan bagaimana bisa kamu mengikutiku" kata pak Jurgen


"Kau tidak perlu menanyakan siapa namaku, aku hanyalah seorang mata-mata dari Asosiasi Esper Dunia" kata perempuan itu


"Asosiasi Esper Dunia, tidak mungkin!? Apa jangan-jangan kamu" kata anak buahnya


"Semua orang memanggilku dengan satu kata Codename: Princess of Pop" kata perempuan itu


"Princess of Pop, seorang esper mata-mata yang terkuat dan berbahaya di AED aku tidak menyangka aku bisa melihatmu dengan mataku sendiri" kata hacker


"Cukup basa basinya sekarang cepat serahkan kamera video itu padaku! Atau kamu akan kami tembak! " kata Jurgen


"Maaf pak calon walikota tapi saya harus memberikan barang bukti ini kepada polisi tentang cara busukmu itu" kata perempuan itu


"Tembak dia sekarang!" kata Jurgen


Anak buahnya langsung menembakkan peluru ke arah perempuan mata-mata itu tetapi dia menggunakan kekuatan telekinesisnya untuk menjatuhkan peluru ke bawah.


"Serangan itu tidak akan berpengaruh padaku" kata perempuan itu


Perempuan itu mulai berlari meninggalkan tempat parkir dan pergi keluar untuk kabur. 


"Sialan!" kata Jurgen


Hacker itu membukakan kopernya yang berisi sebuah mesin drone. 


"Jangan khawatir pak aku akan menggunakan drone ini untuk melacaknya" kata hacker itu


Sementara itu perempuan mata-mata itu sedang berlari mengiringi gang yang gelap sambil memasukkan kamera rekam kedalam tas.


"Bagus dengan begini aku bisa menyelesaikan misi ini dengan mudah.." kata perempuan mata-mata itu


Sementara itu York dan 2-D sedang berjalan keluar dari toko roti tadi.


"Jadi 2-D menurutmu kita akan pergi ke kota yang mana?" kata York


Kemudian perempuan itu secara tidak sengaja menabrak York hingga tas mereka berdua terlempar ke atas. 


"Oh gawat!?" kata perempuan itu


Perempuan itu meloncat ketiap dinding dan mengambil kedua tas itu dan mengembalikan tas itu kepada York


"Ini punyamu" kata perempuan itu


"Terima kasih" kata York


Setelah itu perempuan itu berlari begitu saja. 


"Kalau kupikir-pikir rasanya aku pernah melihat perempuan itu deh.." kata York


Saat keluar dari gang gelap York tidak sadar bahwa dia mengambil tas yang salah. 


"Ups... " kata York


Hingga dia tidak menyadari sebuah drone yang medeteksikan keberadaannya. 


Sementara itu perempuan mata-mata itu baru saja terkejut kalau dia tidak sadar bahwa dia mengambil tas milik York. 


"Apa-apaan ini!? Bagaimana bisa aku seceroboh ini! Sialan.. Seharusnya aku harus memastikannya dulu dengan teliti!" kata perempuan itu


Tetapi dia baru saja mendengar sesuatu dari gang gelap yang dia lewat tadi dia diam-diam mengintip dan melihat York dan 2-D baru saja diculik dan dimasukkan ke dalam mobil oleh sekumpulan anak buah Jurgen.


"Ya ampun…" kata perempuan itu


Mereka membawa York dan 2-D ke tempat hotel e ruangannya Jurgen dengan posisi terikat dengan tali yang ketat.


"Siapa bocah ini?" kata Jurgen


"Kalian ini bodoh ya seharusnya kalian juga menangkap Princess of Pop itu sekalian" kata Jurgen


"Tenang pak lagipula dia punya barang rekaman yang ada di dalam tasnya jadi tidak apa-apa bukan" kata hacker itu


"Anu sebenarnya itu bukan punya saya sebab saya baru saja ditabrak oleh seorang perempuan aneh berpakaian merah hingga tasku serta punyanya tidak sengaja ketukar" kata York


"Terserah bocah! Dengan begini kita bisa menghapus barang bukti yang dia rekam" kata Juren


Jurgen langsung menghapus data di video kamera rekam dan melemparkannya keluar jendela.


"Kalau tidak salah anda pasti calon walikota pak Jurgen bukan selamat atas kemenangannya" kata York


"Oh sekarang kamu malah memujiku polos sekali kamu" kata Jurgen


"Tapi waktu itu seharusnya aku milih Carl tapi entah kenapa ada seseorang yang baru saja mengendalikan sistem pemilihan dan membuat semua voting itu kepada anda, apa menurut anda ini hanya sebuah kebetulan saja?" kata York


"Kau ini bicara apa sih kan semua itu tergantung pada sistem voting itu sendiri" kata Jurgen


"Tepat ketika kamu menyewa seorang hacker untuk meretas sistem voting itu seenaknya kamu berlagak seperti calon walikota yang memakai topeng yang menyembunyikan niat jahatnya" kata York


"Tunggu sebentar bagaimana bisa kamu tahu!?, siapa kamu sebenarnya!?" kata Jurgen


"Aku cuma seorang pengelana biasa" kata York


"Dasar bocah brengsek akan kubunuh kau!" kata Jurgen


Kemudian salah satu anak buah Jurgen datang dan menculik seseorang di dalam karung. 


"Lapor pak saya sudah berhasil menangkap Princess of Pop" kata anak buahnya Jurgen


"Udah waktunya dia hadir, kerja bagus" kata Jurgen


"Tapi pak bukan hanya Princess of Pop saja masalahnya adalah bocah pengelana itu bisa saja dia merupakan seorang esper mungkin dia tahu rencana kita lewat telepati jika kita membiarkan dia pergi dia pasti bakal melaporkan ini kepada polisi" kata anak buahnya


"Permisi saya bisa mendengarkan kalian berbisik-bisik" kata York


"Oke bocah sekarang kamu mau apa hah" kata Jurgen


"Saya kebelet pipis bisa tolong bawa saya ke toilet" kata York


"Baiklah.. Siapa yang bakal mengawali dia angkat tangan" kata Jurgen


Ternyata yang mengangkat tangan adalah salah satu anak buah Jurgen yang menangkap Princess of Pop


"Biar saya pak" kata salah satu anak buah Jurgen


"Dan satu lagi bisa tolong bawa robot saya bersamaku sebab baterainya udah mau habis serta chargernya kutinggalkan di kamar hotel bisa tolong ambilkan, tolonglah" kata York


Jurgen mulai melepaskan ikatan tali di York dan 2-D dari kedua kursi dan menyuruh salah satu anak buahnya untuk mengawalnya. 


"Terserahlah dan kamu awasi dia jika dia melakukan sesuatu yang aneh!" kata Jurgen


"Baik bos" kata salah satu anak buah Jurgen


Setelah mereka bertiga pergi Jurgen mulai membukakan karung yang berisikan orang. 


"Nah nona tuan putri sepertinya ini adalah hari terburukmu.." kata Jurgen


Saat Jurgen membukakannya ternyata isinya adalah salah satu anak buah Jurgen yang asli. 


"Jika yang didalamnya itu asli maka yang datang itu adalah!?" kata hacker itu


"Jangan-jangan.." kata Jurgen


Jurgen mulai keluar dari kamar dan melihat Princess of Pop yang menyamar sebagai anak buah Jurgen untuk menyelamatkan York dan 2-D.


"Kejar wanita itu sekarang! Sedangkan bocah dan robot itu juga!" kata Jurgen


"Sialan mata-mata macam apa aku ini!? Bisa-bisanya aku malah menyelamatkan orang asing yang baru saja terlibat!?" pikir perempuan mata-mata itu


Kemudian ketiganya berhasil lolos dari kejaran anak buah Jurgen dan bersembunyi di dalam gudang.


"Syukurlah kita berhasil lolos, terima kasih ya" kata York


Saking marahnya Princess of Pop langsung memukul wajah York karena telah mencampuri urusan misinya.


"Ini semua salahmu tahu! Gara-gara kau tasku jadi ketukar sama kamu berserta barang bukti yang ada di dalamnya dan melibatkanmu dalam bahaya oleh karena itu aku bersusah payah untuk menyelamatkan!" kata perempuan mata-mata itu


"Tunggu sebentar bukankah kamu cewek yang suka makan roti itu bukan" kata York


"Sialan kamu pemuda yang baik hati itu jadi yang barusan itu kamu ya" kata perempuan mata-mata itu


"Lantas kenapa malah berpakaian aneh seperti itu bahkan tanpa kacamata lagi bukankah penglihatanmu itu terlalu rabun?" kata York


"Eh.. Ini.. Hah… Baiklah kurasa aku akan mengatakan yang jujur, dengar ya sebenarnya aku ini adalah seorang esper mata-mata dari Asosiasi Esper Dunia yang bertugas untuk menjaga kedamaian dunia dari ancaman kriminal dan seorang esper yang menggunakan kekuatannya dengan cara yang jahat oleh karena itu organisasi kami bertugas untuk menangani kasus ini dengan kekuatan esper kami" kata perempuan itu


"Begitu ya pantas saja kamu bisa menyamar seperti itu" kata York


"Dan kamu esper juga kan kenapa kamu malah membiarkan mereka menangkapmu!" kata perempuan itu


"Ya soalnya aku berencana untuk melarikan diri tapi sejak kamu datang kamu langsung menyelamatkanku" kata York


"Terus kameranya dimana?" kata perempuan itu


"Maaf ya soalnya kamera itu baru saja dilemparkan keluar jendela" kata York


"Apa!? Kau ini kenapa malah membiarkan hal seperti kau tahu kalau kamera itu berisi barang bukti soal Jurgen" kata perempuan itu


"Maaf saya tidak sadar" kata York


"Gimana ini kalau begini terus rahasia itu tidak akan terbukti sekarang asalkan dia sudah resmi menjadi walikota, kau tahu aku tidak pernah menyalahkanmu sejak awal aku selalu tidak suka melaksanakan misi ini karena itu selalu menyianyiakan hari normalku" kata perempuan itu


"Walaupun kamu itu seorang mata-mata?" kata York


"Iya dan sepertinya aku telah menggagalkan misi ini.." kata perempuan itu


Lalu York teringat sebuah drone kamera yang baru saja melacaknya membuat dia mendapatkan sebuah ide. 


"Ini bukan saatnya untuk menyerah" kata York


Beberapa menit kemudian Jurgen berhasil memojok Princess of Pop di ruang rapat. 


"Akhirnya kutemukan juga kau dasar cewek brengsek" kata Jurgen


"Menyerah saja paling kebohongan anda juga akan tersebar di seluruh kota" kata perempuan mata-mata itu


"Mana mungkin para anak buahku pasti akan datang menangkapmu setelah aku melenyapkanmu berikutnya bocah itu akan juga kulenyapkan" kata Jurgen


"Sok tahu sekali ya padahal mereka semua memilihmu" kata perempuan mata-mata itu


"Hah aku tidak peduli pada penduduk kota ini mereka itu hanyalah sekumpulan babi mana mungkin aku  bersikap baik padanya sejak awal alasan aku menjadi walikota adalah aku ingin mengambil alih kota ini dan menjadikannya milikku dasar para orang awam itu seenaknya saja mereka melakukan pemilihan suara untuk menyingkirkan singgasanaku oleh karena itu aku menyewa seseorang untuk meretas sistem voting, kau pikir kamu bisa menghentikanku begitu saja! Wahahahahahahaha!" kata Jurgen


Perempuan itu langsung tersenyum dan tertawa. 


"Apanya yang lucu!?" kata Jurgen


"Makanya sudah kubilang bukan?" kata perempuan mata-mata itu


Mata-mata itu menunjukkan tangannya ke atas kepala Jurgen dan ternyata yang dia tunjuk itu adalah sebuah kamera drone.


"Jangan-jangan!?" kata Jurgen


Jurgen langsung menelpon hacker itu dan menanyakan kenapa kamera drone itu bisa ada disini. 


"Hei hacker bodoh sejak kapan kamera drone itu ada di atas kepalaku!" kata Jurgen


"Maaf pak sayangnya hacker yang anda sewa itu udah kami tangkap" kata York


Ternyata suara panggilan itu berasal dari York dia telah berhasil membuat hacker itu pingsan dengan setruman listrik serta mencuri komputer dan controller dronenya.


"Dan ditambah lagi saya sudah merekam video ini dan menguploadkannya ke media sosial" kata York


"Apa!!!!!" kata Jurgen


"Dan sepertinya banyak sekali yang like dan subscribe video ini" kata York


"Kurang ajar! Akan kubunuh kau!" kata Jurgen


Jurgen langsung menodongkan pistol ke arah perempuan itu tetapi dia berhasil menghindari serangannya. 


"Telat!" kata perempuan mata-mata itu


Akhirnya perempuan itu berhasil menendang Jurgen sampai tumbang.


"Misi berhasil!" kata perempuan mata-mata itu


Beberapa jam kemudian polisi datang ke hotel untuk menahan Jurgen setelah melihat video rekaman di media sosial. 


"Pak Jurgen anda harus ikut kami ke kantor polisi.." kata polisi


Hingga mereka melihat Jurgen, hacker serta anak buahnya diikat dalam kondisi tidak sadarkan diri.


"Apa yang sebenarnya terjadi disini?" kata polisi


Sementara itu York,2-D serta perempuan mata-mata itu berhasil kabur dari hotel dan tiba di sebuah taman. 


"Akhirnya kita berhasil lolos" kata York


"Terima kasih karena sudah membantuku menyelesaikan misi ini" kata perempuan mata-mata itu


"Tidak masalah lagipula kamu melakukannya dengan baik" kata York


"Tepat ketika kamu mencampuri urusanku itu juga tidak" kata perempuan mata-mata itu


"Jadi apa yang akan kamu lakukan setelah misi" kata York


"Ya aku akan menjalani kehidupan normal sebagai gadis remaja biasa tapi ketika misi mendatang aku bersedia untuk melakukannya, kalau kamu" kata perempuan mata-mata itu


"Aku akan meninggalkan kota ini untuk melanjutkan perjalananku, kalau kupikir-pikir aku belum tahu siapa namamu?" kata York


"Di organisasi semua orang menyebutku Princess of Pop atau disebut sebagai tuan putri tetapi di kehidupan normal aku biasanya dipanggil dengan nama Britney Spearks, panggil saja aku Britney" kata Britney


"Salam kenal namaku York seorang pengelana" kata York


"Senang berkenalan denganmu York, kalau begitu aku pergi dulu ya dan satu lagi…" kata Britney


"Apa itu?" kata York


"Jika kita bertemu lagi kamu harus memanggilku Britney untuk menjaga identitasku secara rahasia dan terima kasih atas rotinya" kata Britney


"Sampai jumpa ya Britney" kata York


Keesokan harinya pemilih calon walikota Jurgen akhirnya ditangkap oleh polisi atas tindakan kecurangan pemilunya sedangkan calon walikota Carl menggantikan posisinya sebagai pemilih calon walikota baru dan telah berjanji untuk memperbaiki setiap jalan kota yang mengalami gempa


Sedangkan York akhirnya berpisah dengan mata-mata profesional itu dan meninggalkan kota untuk melanjutkan perjalanannya.


Trivia nama chapter lagu berasal dari:


Toxic-Britney Spears