
Hari jumat
Hari ini York lagi makan spagetti di restoran sambil nonton TV di kerajaan Linkin Park.
"Berita hari ini tuan putri Talinda akan hadir di depan istana minggu ini untuk meramalkan masa depan kerajaan ini" pembawa berita
"Spagetti ini kelihatannya enak sekali ya 2-D" kata York
Sedangkan 2-D malah bermain dengan bola benang wol sehingga membuat seluruh tubuhnya sendiri terlilit, dan York langsung tertawa melihatnya.
Setelah makan York dan 2-D melihat sebuah poster bergambar seorang tuan putri dari berita itu bahkan semua orang membicarakan soal berita itu.
"Hei kalian dengar tidak tuan putri Talinda dari negara Linkin Park akan hadir minggu ini untuk meramalkan masa depan negara ini lho"
"Wah aku jadi tidak sabar dengan masa depan yang akan dia gambar di hari upacaranya"
"Bahkan tuan putrinya manis sekali ya aku jadi naksir padanya"
"Dasar bodoh dia masih muda tahu"
"Tuan putri yang bisa meramalkan masa depan dengan gambarnya, sepertinya negera ini memiliki sebuah acara penting ya mungkin aku harus mengunjungi si tuan putri ini" pikir York
York dan 2-D mengunjungi sebuah kastil dan saat memasuki gerbang tiba-tiba saja dia dihadang oleh penjaga kastil.
"Siapa disitu" kata penjaga itu
"Saya adalah seorang pengelana dan saya merasa penasaran soal tuan putri yang bisa meramalkan masa depan itu" kata York
"Jangan banyak bicara, banyak orang luar pasti tahu soal keluarga ini mewarisi sebuah kekuatan untuk meramalkan masa depan jika benar begitu maka anda pasti salah satu musuh negara" kata penjaga itu
"Tunggu ini tidak termasuk yang kalian bayangkan aku ini hanyalah seorang pengelana yang berpetualang" kata York
Kemudian sang raja dan ratu datang keluar dari kastil.
"Biarkan dia masuk" kata sang raja
"Tapi yang mulia?" kata penjaga itu
"Jika dia memang seorang pengelana maka kita harus menyambutnya sebagai tamu" kata sang ratu
"Baiklah kalian kuperbolehkan masuk" kata penjaga memperbolehkan York masuk dengan tatapan dingin dan pergi.
"Nah tuan pengelana jika anda mau silahkan masuk" kata sang raja
"Kau pasti ingin bertemu dengan putri kami bukan" kata sang ratu
Sang raja dan ratu membawa York dan 2-D kedalam istana dan menuju ke kamar putri mereka yang sedang bermain dengan bonekanya.
"Talinda!" kata sang ratu
"Ada apa mama" kata tua
"Ada seseorang yang ingin bertemu denganmu dan dia adalah seorang pengelana" kata sang ratu
"Nah ayo beri salam kepada tamu kita ini" kata sang raja
Tuan putri itu memiliki rambut pirang putih dan panjang berkeriting bahkan matanya berwarna biru seperti permata safir.
"Anda pasti tuan putri yang dibicarakan penduduk negara ini bukan perkenalkan namaku York sang pengelana dan ini teman robotku 2-D" kata York
Lalu putri itu sangat terkejut melihat 2-D dan bersiap untuk memeluknya.
"Wah ada robot sungguhan! Imut lagi!" kata Talinda
"Aku tahu anda bingung tapi ini adalah pertama kalinya dia melihat robot" kata sang raja
"Jadi kakak tuan esper pengelana itu ya perkenalkan nama saya Talinda tuan putri kerajaan Linkin Park" kata Talinda
"Yap salam kenal tuan putri" kata York
"Nah York anda belum pernah melihat seisi kastil ini bukan kami jamin putri kami bisa mengawalmu sebab dia bisa mengingat seisi denahnya" kata ratu
"Terima kasih yang mulia ratu" kata York
"Oke ma.. nah kak York tuan robot ayo kita jalan-jalan di kastil" kata Talinda
Talinda mengajak York dan 2-D mengelilingi kastil dari lantai atas dan lantai bawah, dan tiba di taman yang sangat luas
"Wah tamannya besar sekali" kata York
"Iya menakjubkan dan indah bukan, taman ini baru saja dibangun oleh seorang tukang kebun kerajaan ini tetapi hanya saja tukang kebun itu baru saja meninggal bunuh diri" kata Talinda
"Bunuh diri apa alasannya?" kata York
"Aku tidak tahu tapi ibu bilang dia meninggal karena istrinya baru saja berselingkuh dengan orang lain" kata Talinda
"Ho… begitu ya" kata York
Lalu York melihat seorang pria berambut merah panjang yang sedang membersihkan air mancur taman.
"Siapa itu" kata York
"Oh itu kak Chester dia itu anak dari tukang kebun itu sekaligus pesuruh kastil ini, halo kak Chester" kata Talinda
Tetapi pria itu malah menghiraukan Talinda dan York.
"Maaf atas sikapnya dia selalu begitu sejak ayahnya meninggal, oh iya kalau kamu mau aku akan mengajakmu ke ruang galeriku" kata Talinda
"Oke" kata York
Saat Talinda dan York pergi Chester mulai menatap Talinda dengan tatapan dingin.
Talinda membawa York ke sebuah ruang galeri yang berisi banyak bingkai kanvas yang sudah terlukis, lukisan-lukisan ini merupakan hasil karyanya.
"Gimana bagus bukan semua ini adalah hasil karyaku" kata Talinda
"Iya bagus juga, apa kamu sering melukis dengan cat minyak" kata York
"Mama juga mengajariku cara melukis dengan cat minyak soalnya dia juga ahli melukis sama sepertiku" kata Talinda
Talinda menunjuk ke arah lukisan bergambar uang-uang yang berjatuhan di langit.
"Kau lihat lukisan ini, ini adalah lukisan pertamaku waktu itu aku meramalkan kepada orang miskin itu untuk menganugerahi ribuan hujan uang dari langit" kata Talinda
Berikutnya Talinda menunjuk ke sebuah lukisan potret bergambar seorang wanita cantik dengan memegang sebuah cermin yang bersinar.
"Waktu itu aku juga meramalkan kepada wanita itu untuk menganugerahi kecantikannya" kata Talinda
"Jadi semua lukisan ini adalah hasil ramalanmu kepada semua orang" kata York
"Tentu aku jadi sangat senang sebagai peramal tapi aku juga melukiskan ramalanku sendiri" kata Talinda
"Jadi apa ramalan yang kamu inginkan itu?" kata York
Talinda menunjuk ke sebuah lukisan canvas yang bergambar sejumblah bintang jatuh di atas negaranya.
"Sebuah ribuan bintang jatuh yang bisa memohon ribuan permohonan untuk semua orang di kerajaan" kata Talinda
"Ramalanmu bagus sekali jadi apa permohonanmu" kata York
"Kalau aku maunya memohon untuk bisa berbaikan dengan kak Chester" kata Talinda
"Maksudmu si anak tukang kebun itu apa kamu pernah kenal dengannya" kata York
"Soalnya dia itu terlihat seperti kakak bagiku walaupun mama dan papa tidak mengakuinya seakan-akan mereka malah mengucilkannya tapi aku tidak tahu mengapa tapi aku yakin ketika permohonanku terkabul mereka pasti bakal menerimanya" kata Talinda
"Permohonan yang bagus tapi aku masih belum tahu apa permohonanku sebelum datang kemari" kata York
"Begitu ya… gini saja gimana aku meramalkan masa depanmu mungkin itu bisa mengetahui apa permohonanmu" kata Talinda
Kemudian pesuruh istana datang dan memperingati Talinda dengan bel lonceng.
"Tuan putri Talinda waktunya untuk makan malam" kata pesuruh istana
"Maaf ya kurasa gambarnya harus besok dulu" kata Talinda
"Tidak apa-apa yang penting aku sudah siap untuk lapar" kata York
York dan Talinda mulai makan di meja makan bersama raja dan ratu. Bahkan para pelayan kastil menyediakan banyak makanan enak yang disiapkan oleh koki istana.
Setelah makan sang raja menyuruh Chester membersihkan meja dan membawa piring kotor ke dapur.
"Jadi tuan pengelana apa kamu suka dengan kediaman istana kami" kata raja
"Tentu saya juga sangat terbiasa disini dan besok aku ingin Talinda meramalkan masa depanku" kata York
"Begitu ya kamu baik sekali ya putriku tapi ingat kamu juga harus menyelesaikan lukisan masa depan kerajaan ini" kata ratu
"Ngomong-ngomong apa upacaranya" kata York
"Upacaranya adalah kami harus mempamerkan lukisan masa depan yang kami karyakan ke penduduk kerajaan untuk menentukan nasib kerajaan kami soalnya kerajaan kami terancam perang seakan-akan mereka berniat ingin memusnahkan kerajaan yang terlalu percaya pada kekuatan kami oleh karena itu kami memutuskan untuk melakukan upacara ini demi kedamaian" kata ratu
"Begitu ya jadi lukisan bintang jatuh itu juga akan dipamerkan ke penduduk kerajaan" kata York
Tetapi Chester datang setelah membersihkan piring kotor dan meminta pada raja dan ratu untuk tidak boleh mempamerkan lukisan itu.
"Jangan lakukan itu yang mulia! Jika anda memamerkan lukisannya Talinda ke semua orang maka hal yang buruk akan terjadi termasuk kerajaan.. " kata Chester
Kemudian sang ratu baru saja menampar Chester dengan keras.
"Dasar budak tidak tahu diri sampai kapan kamu masih tidak pernah percaya dengan kekuatan ramal Talinda, kamu sama saja dengan ayahmu itu.. " kata sang ratu
Saat Chester pergi meninggalkan ruang makan sang ratu meminta maaf pada York soal kejadian ini.
"Maaf atas ketidaknyaman ini, Chester sangat tidak percaya dengan kekuatan tahayulnya Talinda dia pikir ramalannya bisa berubah menjadi ramalan buruk" kata sang ratu
"Tidak apa-apa selain itu mengapa anda bisa mengenal soal Chester dan mau menamparkannya sekalian apa anda bisa jelaskan hubungan soal kalian" kata York
"Permisi tuan pengelana bisakah anda kembali ke kamar dulu anda pasti cukup lelah dengan perjalanan di luar kerajaan kami" kata sang raja
Akhirnya York dan 2-D mulai menginap di kamar tidur yang mewah di lantai atas, kamar itu memiliki tempat tidur yang lebar dengan meja yang bergaya antik kemudian dia melihat Chester dari jendela sedang kembali berkebun.
"Apa dia selalu berkebun setiap malam?" kata York
Hari sabtu
York dan 2-D bangun pagi hari mereka berdua melihat Chester sedang tidur di bangku. Dan York baru saja membangunkannya tiba-tiba saja Chester mulai terbangun dan mencoba untuk menyerangnya dengan sekop.
"Kalau tidak salah kamu pengelana yang waktu itu" kata Chester
"Selamat pagi Chester, apa kamu sering tidur disini setiap malam" kata York
"Ini bukan urusan orang luar sepertimu, mereka tidak memperbolehkanku tinggal karena ayah melahirkanku" kata Chester
"Aku dengar dari Talinda bahwa ayahmu bunuh diri karena ibumu berselingkuh dengan orang lain" kata York
"Jadi kamu ingin tahu mengapa dia membunuh dirinya sendiri, dulu dia adalah seorang tukang kebun yang sangat jatuh cinta pada seorang ratu di kerajaan ini hingga akhirnya mereka berdua menikah tetapi sejak melahirkan anak laki-laki mereka sang ratu mulai bercerai dengannya dan menikah dengan orang lain untuk melahirkan anak perempuan yang dipastikan menjadi keturunan keluarga kerajaan ini" kata Chester
"Dan anak laki-laki dalam cerita itu adalah kamu pantas saja sang ratu menamparmu" kata York
"Sejujurnya aku tidak pernah menganggap dia sebagai ibuku, kamu belum pernah tahu tata krama keluarga kerajaan ini jika anggota keluarga melahirkan anak perempuan dia akan terpilih menjadi penerus keluarga tetapi jika anggota keluarga melahirkan anak laki-laki maka anak itu akan dibuangkan dari keluarganya" kata Chester
"Benar-benar peraturan yang sangat kejam" kata York
"Bocah pengelana kusarankan padamu untuk pergi meninggalkan kerajaan ini sebab dalam setahun lagi kerajaan ini akan dibinasakan" kata Chester
"Akan kupikirkan Chester, oh iya namaku adalah York ingat itu… " kata York
Chester langsung pergi ketika York memberitahukan namanya.
Berikutnya York langsung menemani Talinda yang sedang menggambarkan lukisan masa depannya.
"Talinda apa kamu sudah menggambarkan lukisan ku" kata York
"Kak York aku hampir sudah menyelesaikannya" kata Talinda
"Aku jadi pingin melihatnya.." kata York
Saat York melihat lukisannya Talinda langsung membawa lukisan yang dia lukis ke dalam lemari.
"Kak York nanti akan kuperlihatkan setelah kamu berniat pergi meninggalkan kerajaan ini" kata Talinda
"Jadi kamu tahu aku akan pergi" kata York
"Aku tahu waktu bermain bersama ini hanya seminggu saja tapi setelah upacara kamu pasti akan pergi berkelana lagi bukan" kata Talinda
"Iya tapi aku tidak akan pernah melupakanmu dan juga kerajaan ini" kata York
"Kamu sama baiknya dengan kak Chester" kata Talinda
"Kamu kenal dia, pagi ini aku juga bertemu dengannya hanya saja sikapnya agak dingin dan pendiam" kata York
"Dia memang agak seperti itu tetapi dia orang yang baik, sejak aku jatuh dari pohon dia baru saja menyelamatkanku sejak saat itu kami berdua selalu akrab seperti kakak beradik hingga mama dan papa melarangku untuk bermain dengannya seakan-akan mereka malah memperlakukan dia sebagai pesuruh aku jadi kasihan padanya" kata Talinda
"Talinda apa keluarga ini selalu melahirkan anak perempuan" kata York
"Iya leluhurku semuanya adalah perempuan" kata Talinda
"Terus apa keluarga ini pernah melahirkan anak laki-laki" kata York
"Tidak pernah sama sekali kenapa nanya" kata Talinda
York mulai mengurungkan niatnya padanya sebuah fakta tentang Chester yang lahir sebagai anak laki-laki yang terbuang dalam keluarga itu.
"Tidak ada" kata York
Mata York melirik ke arah lukisan pidato putri dengan lukisan bintang jatuh di depan semua orang kecuali seorang pria yang memegang senapan ke arah tuan putri di antara kerumunan orang.
"Talinda, lukisan apa itu" kata York
"Oh..ini adalah masa depanku sendiri, dimana aku akan memperkenalkan lukisan bintang jatuh ini di depan semua orang besok dan aku harap tidak akan ada yang mengalami kekacauan" kata Talinda
"Begitu ya.." kata York
Malam itu York mulai berbicara pada Chester lagi di halaman belakang kastil.
"Ada urusan apa memanggilku kemari" kata Chester
"Aku mengerti mengapa kamu menentang Talinda untuk memperlihatkan lukisan yang dia buat kepada penduduk kota itu" kata York
York menggunakan kekuatan espernya kepada kertas kosong dengan menampilkan sebuah gambar lukisan yang York lihat hari ini.
"Talinda bilang lukisan untuk upacara itu akan sukses tanpa kekacauan tetapi yang kulihat ini berbeda di lukisan itu aku melihat seseorang memegang senapan untuk membunuh Talinda bukan, apa kamu tahu sesuatu tentang kekuatan prediksi masa depannya" kata York
"Yang kamu katakan itu memang benar Talinda memiliki kekuatan untuk memprediksi masa depan lewat gambarnya tetapi prediksinya berbeda dan juga mengerikan" kata Chester
"Apa... " kata York
"Akan kuberitahu sesuatu, kamu lihat lukisan hujan uang yang dia gambar itu sebenarnya hujan uang itu berasal dari pesawat yang baru saja meledak dalam penerbangan bukan hanya itu saja lukisan wanita berwajah cantik itu juga kebetulan tetapi kebalikannya wajah wanita itu baru saja terbakar karena disiram air panas menyebabkan wajahnya dioperasi plastik… " kata Chester
"Betul aku baru saja terkejut ketika aku melihat lukisan apa yang Talinda buat dan kemungkinannya itu bisa memperburuk kerajaan ini" kata Chester
"Terus bagaimana kamu bisa mengetahui ini" Kata York
"Mungkin kamu pernah dengar soal kisah seorang petani yang dicampakkan oleh wanita yang dia cintai karena telah melahirkan anak laki-laki" kata Chester
"Aku mengerti sekarang kamu pasti saudara kandungnya Talinda sedangkan sang ratu itu pasti ibu kandungmu" kata York
"Aku tidak suka dipanggil sebagai saudara dari keluarga itu" kata Chester
"Jika kamu mengetahui ini kenapa kamu tidak memberitahukanku" kata York
"Aku sudah coba memberitahukannya kepada semua orang! tetapi mereka tidak percaya padaku karena kelahiranku dan akan lebih baik kalau kerajaan ini tidak akan pernah ada! Oleh karena itu aku memperingatkan orang luar sepertimu untuk pergi dari kerajaan ini" kata Chester
"Jadi itu pilihanmu ya, aku mengerti aku tidak akan meninggalkan kerajaan ini sampai tuan putri itu bisa selamat dalam upacaranya dan jika kamu berpikir semua orang yang ada di kerajaan ini sangat membencimu maka masih ada satu orang yang sangat peduli padamu" kata York
"Terserah.." kata Chester
Chester berbalik menghiraukan York dan tinggal di dalam gubuk malam itu
Hari minggu
Hari upacara ramalan sudah dimulai semua orang sudah berada di depan kastil kerajaan untuk menunggu kehadiran tuan putri beserta lukisan ramalannya. Sementara itu York menemui tuan putri yang sedang berada di ruang tunggu sambil makan roti.
"Tuan putri ini sudah waktunya dan ngomong-ngomong itu roti dari siapa?" kata York
"Oh.. Ini dari salah satu penjaga istana dia selalu baik sekali memberikan ini sebagai hadiah upacara" kata Talinda
"Maksudmu si penjaga berwajah seram itu" kata York
"Walaupun wajahnya agak seram tetapi dia sangat baik sekali" kata Talinda
"Perhatian semuanya hari ini putri Talinda akan meramalkan nasib kerajaan ini" kata pengawalnya
"York aku siap pergi dulu ya" kata Talinda
"Hati-hati ya" kata York
Sang putri pergi meninggalkan ruang tunggu dan langsung naik ke panggung dan membawa lukisan yang dia selesaikan ditutup oleh kain.
"Terima kasih sudah datang ke perayaanku aku sangat bangga kepada penduduk kerajaan yang sudah memujiku sebaik ini" kata Talinda
Talinda langsung membukakan kain penutup itu dan menampilkan sebuah lukisan langit malam yang ada ribuan bintang jatuh di atas kerajaan.
"Malam ini akan ada ribuan bintang jatuh dan kita semua akan memohon permohonan kita maupun dapat hadiah atau berkah asalkan kita memohon sebuah keajaiban jadi kalian semua memohon untuk apa? " kata Talinda
"Aku memohon untuk kelulusan anakku"
"Aku memohon untuk kesembuhan istriku"
"Aku memohon untuk mendapatkan kekayaan"
Semua penduduk langsung memohon apa yang mereka minta saat bintang jatuh itu datang.
Sementara itu York yang sedang berada di atas kastil sedang mengecek seseorang yang sedang mengincar nyawa sang putri.
York menggunakan kekuatan clairvoyance untuk menyusup ke penglihatan para penduduk untuk melihat para pembunuh bayaran yang diam-diam membawa sebuah pistol dan mencoba untuk menembaknya
Ketika melihat ini York mulai menggunakan telekinesis untuk mengangkat pembunuh bayaran itu satu persatu totalnya ada 6 orang.
Setelah menangkap para pembunuh bayaran itu York langsung menginterogasikan salah satunya.
"Katakan siapa yang menyuruhmu untuk membunuh sang tuan putri?" kata York
Sementara itu Chester yang sedang tertidur bermimpi buruk, mimpinya memperlihatkan dirinya dipukuli ayah kandungnya yang sedang bermabuk-mabukan karena merasa frustasi soal istrinya putus dengannya dan dirinya juga dicaci maki oleh sang ratu serta penduduk kerajaan tetapi sesuatu baru saja menyinari kegelapan yang menyelimuti dirinya hingga dirinya diselamatkan oleh seseorang anak perempuan yang baik padanya dan memanggil dia kakak.
Anak itu adalah Talinda.
Saat itu Chester mulai bangun dan keluar dari gubuk, hanya saja dia masih belum tahu mengapa dia bermimpi soal Talinda
"Mimpi apa itu barusan?" kata Chester
Chester melihat upacara sudah dimulai dan Talinda sudah membuat semua orang melihat lukisan barunya dan mempercayai ramalan barunya walaupun mereka tidak sadar kalau ramalan itu hanyalah sebuah membawa petaka.
"Celaka upacara ramalannya sudah dimulai... " kata Chester
Saat Chester mencoba untuk memperingati mereka tetapi dia malah terbawa keraguan dan berhenti.
"Aku sedang ngapain sih ini kan tidak ada hubunganku lagipula kerajaan ini sudah mau berakhir" kata Chester
Lalu Chester melihat seorang penjaga yang sedang diam-diam membawa sebuah pistol, dia merasa heran mengapa dia selalu membawa senapan api selain membawa pedang.
"Itu penjaga lagi ngapain di luar kerjanya" pikir Chester
Dengan curiga Chester langsung mengikutinya di belakang panggung dan dia melihat penjaga itu menggunakan walkie talkie untuk mengkontak seseorang.
"Hei kalian lagi ngapain sih ini sudah lebih dari lima menit dan kalian masih belum membunuh putri itu juga? " kata penjaga itu
"Tidak mungkin jadi selama ini penjaga itu adalah orang yang ngebayar pembunuh bayaran untuk membunuh Talinda" pikir Chester
Tetapi Chester tidak sengaja ketahuan oleh penjaga itu sampai yang memegang pistol itu langsung mengarah kepadanya.
"Kamu barusan dengar ya" kata penjaga itu
"Jadi kamu dalang di balik penyerangan tuan putri mengapa anda melakukan itu, bukankah anda penjaganya" kata Chester
"Penjaganya maksudmu putri dari keluarga itu kamu pasti salah paham!, sebenarnya aku adalah seorang mata-mata dari negara lain untuk menghancurkan kerajaan yang tergila-gila ramalan petaka itu!" kata penjaga itu
"Ramalan petaka! Bagaimana anda bisa tahu soal kekuatan tuan putri itu!" kata Chester
"Hei bocah kau pikir tuan putri itu hanya seseorang yang memiliki kekuatan ramalan petaka kau salah sejak awal keluarga itu sudah lama memiliki ramalan petaka itu selama ribuan tahun lalu!" kata penjaga itu
"Apa maksudmu?" kata Chester
"Dulu kerajaan kami selalu melakukan negosiasi perdamaian dengan kerajaan ini dengan kekuatan ramalan mereka kami akhirnya percaya dengan kekuatan ramalan itu tetapi semua ramalan itu hanyalah sebuah pertanda buruk, kerajaan kami mulai hancur dalam bencana sehingga menyebabkan nyawa korban melayang dan akhirnya kami semua tahu bahwa kami seharusnya tidak percaya dengan ramalan pembawa petaka itu!" kata penjaga
"Dan oleh karena itulah anda berniat merencanakan kudeta ini" kata Chester
"Betul dan selain itu kamu juga orang yang terkucilkan oleh kerajaan ini tetapi kamu tetap tidak sadar soal kebenaran dari kerajaan ini dan mencoba untuk membenci dirimu sendiri dari yang lain" kata penjaga itu
Chester merasa terkejut dan duduk diam memikirkan soal kebenaran dari keluarga peramal itu sudah lama menciptakan ramalan pertanda buruk kepada semua orang hingga dia merasa dibutakan oleh kebencian terhadap orang tua yang telah melahirkannya dan memilih seorang anak perempuan untuk menjadikannya anak mereka.
"Jadi kamu tidak mau melawan rupanya terserah yang penting kamu akan menyaksikan kematian tuan putri keluarga kerajaan gila ini" kata penjaga itu
Saat penjaga itu mengarahkan pistolnya ke arah tuan putri itu tiba-tiba saja suara pistol baru saja terdengar.
DOR!!
York yang barusan mendengar suara itu bergegas menuju ke panggung belakang dan melihat bahu Chester tertembak saat mencoba melindungi Talinda.
"Ada apa ini? Jadi kamu bermaksud untuk melindungi tuan putri kerajaan gila seperti dia!?" kata penjaga itu
"Bukan aku tidak bermaksud melakukan ini demi kerajaan ini tetapi membunuh tuan putri kecil yang tidak tahu apa-apa soal rahasia keluarganya sama sekali tidak bisa kumaafkan" kata Chester
Akhirnya York langsung datang dan memukul penjahat itu dan langsung mengikatkannya dengan tali.
"Menyerahlah dengan begini kamu dan anak buahmu tidak akan bisa membunuh tuan putri" kata York
"York ngapain kamu disini" kata Chester
"Aku kemari karena salah satu dari penembak itu merupakan antek dari penjaga kastil itu dan aku tidak menyangka kamu mencoba untuk menyelamatkan tuan putri" kata York
"Bukan apa-apa aku melakukannya hanya kepentinganku sendiri dan itu tidak ada hubungannya denganmu selain itu jika kamu tidak datang maka aku pasti bakal terbunuh" kata Chester
"Sepertinya upacaranya udah mau selesai" kata York
"Dan kita telah berhasil merubah masa depan" kata Chester
Tetapi sang penjaga itu mulai tertawa.
"Hahahaha!!! Kalian berdua sudah terlambat!! Kalian mungkin sudah menyelamatkannya, tetapi sebentar lagi tuan putri kalian akan mati seketika!!" kata penjaga itu
"Apa maksudmu!?" kata Chester
"Aku mengerti sekarang jadi kamu orang yang telah memberikan roti itu" kata York
"Sebelum upacara perayaan aku sudah merencanakan ini dengan memberikan sebuah hadiah kepada tuan putri dan saat ini dia sudah memakan hadiah itu" kata penjaga itu
"Tunggu sebentar.. Apa yang telah kamu lakukan pada roti itu" kata Chester
Tiba-tiba saja setelah upacara mulut Talinda mulai terbatuk darah semua orang terkejut melihat apa yang terjadi pada tuan putri, diduga bahwa dia telah diracuni seseorang.
"KYYYAAAAAAA!!!!!"
Ketika mendengar teriakan di luar York dan Chester segera bertindak.
"Kita harus bergegas!!" kata York
York dan Chester tiba menuju ke panggung dan bergegas ke Talinda yang sekarat ketika York mengecek kondisi detak jantungnya dia merasa sudah tidak mendengarkan detak jantungnya.
"Sudah terlambat dia sudah meninggal" kata York
Sang ratu yang bergegas ke panggung dan memeluk tubuh Talinda yang sudah tidak bernyawa sambil menangis dan mata matinya beralih ke arah Chester.
Sore itu semua orang mengadakan upacara pemakaman, semua orang langsung menangis karena kematian tuan putri sedangkan sang ratu memberikan pengumuman penting kepada para penduduk kerajaan.
"Semua penduduk kerajaanku sekalian, dalam upacara ramalan ini kita telah kehilangan sang tuan putri Talinda kami tetapi jangan bersedih sebab kita masih punya satu ramalan lagi yang dia berikan kepada kita" kata sang ratu
Sang ratu langsung memperlihatkan lukisan bintang-bintang jatuh kepada semua orang.
"Menurut lukisan ini ratusan bintang jatuh akan muncul di negara kita malam ini dan bintang-bintang itu akan mengabulkan permohonan kita termasuk kita semua dan juga kerajaan ini!" kata sang ratu
Para penduduk kerajaan langsung bersorak terhadap sang ratu seakan-akan mereka mulai percaya dengan ramalan itu kecuali hanya York dan Chester saja yang diam.
Sejak awal mereka berdua sudah tahu bahwa ramalannya Talinda hanyalah sebuah kebalikan dan hal itu sudah terlambat bagi mereka.
Setelah jasad tuan putri Talinda dikubur upacara pemakamannya langsung selesai, setelah itu sang ratu melemparkan sebuah koper yang berisi bahan perlengkapan dan uang kepada Chester.
"Mulai sekarang kamu kupecat! Ambillah semua barangmu dan jangan berani menginjakkan kakimu ke kerajaan ini.." kata sang ratu
"Tapi ibu tahu sendiri bukan kalau ramalan Talinda itu bisa mengakibatkan sebuah kebalikan.. " kata Chester
"Tutup mulutmu!!!!! Dan jangan sebut aku ibu! Seharusnya aku tidak pernah melahirkan anak lelaki jahanam sepertimu!" kata sang ratu
"Jadi anda ingin mengusirku karena aku lahir sebagai laki-laki baguslah.. Kalau begitu aku akan pergi" kata Chester
York yang merasa diam melihat Chester membawa kopernya dan berjalan meninggalkan istana.
Hari Senin
Keesokan harinya York dan 2-D sedang berada di kamarnya Talinda dan melihat semua lukisan yang anak itu gambar di dalam lemari selain itu ada satu papan kanvas yang masih ditutupi oleh kain, menurut York itu adalah lukisan yang dia minta kepadanya.
Secara penasaran York memberanikan diri untuk membuka kain itu dan saat di balik isi papan kanvas itu kosong berputih seperti tidak digambar atau dilukis.
"Jadi dia berbohong kepadaku ya….lagipula ini tidak ada kaitannya denganku.." kata York sambil tersenyum
Setelah itu York dan 2-D yang sudah mengemas barang-barangnya langsung berpamitan kepada yang mulia raja dan yang mulia ratu.
"Kami pamit dulu ya" kata York
"Maafkan kami karena apa yang telah terjadi kemarin.." kata sang raja
"Tidak apa-apa yang mulia lagipula sudah waktunya kami mau pergi berkelana dan satu lagi yang mulia ratu.. " kata York
"Ada apa tuan pengelana?" kata sang ratu
"Anda harus berhati-hati saat malam tiba sebab yang anda lihat itu bukanlah bintang jatuh biasa" kata York
Setelah meninggalkan kerajaan York dan 2-D baru saja bertemu dengan Chester yang sedang duduk di bangku halte bis.
"Chester?" kata York
"Hai!, Jadi kalian mau pergi ya?" kata Chester
"Iya dan kamu sendiri sedang menunggu bis bukan ayo kita tunggu bersama" kata York
York langsung duduk di dekat Chester.
"York ada yang ingin kutanyakan padamu" kata Chester
"Apa itu?" kata York
"Menurutmu mengapa Talinda membuat permohonan yang bisa mengakhiri kerajaan ini?" kata Chester
"Aku juga tidak tahu tetapi aku merasa mengerti apa yang Talinda rasakan sejak dia meninggal tetapi dia sudah memprediksikan ramalannya untuk mengakhiri kerajaan ini" kata York
"Tapi mengapa dia melakukannya" kata Chester
"Mungkin dari awal dia sudah tahu kalau kekuatan ramalannya adalah kebalikan ramalan yang bisa membuat malapetaka kepada seseorang oleh karena itu dia berniat mengakhiri kerajaan ini beserta keluarga dan juga penduduknya yang menaruh kepercayaan padanya" kata York
"Jika begitu tetapi mengapa dia membiarkanku hidup" kata Chester
"Dia sudah tahu semuanya tentangmu bahwa dia telah lama mengenalmu sebagai kakak kandungmu yang telah terpisah darinya dan itu adalah bukti bahwa dia masih menyayangimu" kata York
Chester yang mendengar penjelasan York mulai tertawa sambil menangis.
"Hahahaha…..begitu rupanya jadi ternyata di kerajaan ini masih ada seseorang yang ingin memiliki belas kasih sayang terhadapku...hu..hu.. " kata Chester terisak
Akhirnya bis langsung tiba di halte dan Chester langsung berpamitan kepada York.
"Jadi apa yang akan kamu lakukan sekarang?" kata York
"Aku tidak tahu apa tujuanku tetapi aku akan terus berkelana supaya aku bisa mencari makna hidupku, dan York terima kasih sudah menemaniku selama ini dan aku harap kita akan ketemu lagi" kata Chester
"Sama-sama Chester" kata York
Chester langsung membawa bagasinya dan naik ke dalam bis.
"Sepertinya kita harus menunggu bis selanjutnya deh, iya kan 2-D" kata York
Malam itu di kerajaan Linkin Park sekelompok keluarga baru saja melihat ribuan bintang jatuh terjun dari langit.
"Mama lihat itu bintang jatuh" kata anak perempuan
"Wah ternyata ramalan itu benar" kata bapak
"Ayo kita kabulkan permohonan kita sekarang" kata ibu
Saat bintang jatuh itu mulai mendekat ternyata itu bukanlah bintang jatuh biasa melainkan sebuah rudal misil.
Ketika rudal-rudal itu mengenai darat tiba-tiba saja rudal itu mulai meledak dan menghancurkan seisi kerajaan, serta menewaskan ribuan populasi penduduk kerajaan termasuk yang mulia raja dan yang mulia ratu.
Hari Selasa
Keesokan harinya kerajaan Linkin Park telah dipenuhi dengan bongkahan batu-bebatuan serta ribuan tubuh mayat tertimbun di dalamnya dan yang tersisa hanyalah lukisan ribuan bintang jatuh milik Talinda.
(In The End-Linkin Park)