Traveling Esper

Traveling Esper
The Scientist - Part 2



Keesokan harinya York mulai sarapan dengan menu sushi yang direkomendasikan pemilik penginapan.


"Ini makanan apa? " kata York


"Itu sushi sebuah makanan nasi yang dibentuk bersama lauk berupa makanan laut, daging dan sayuran mentah atau sudah dimasak" kata pemilik penginapan


York mulai mencicipi salah satu sushi itu dan rasa asin atau manisnya terasa enak dimulut.


"Enak juga ya" kata York


"Ada juga banyak sekali macam sushi ada yang tuna, ada juga yang telur, dan ada juga yang udang" kata pemilik penginapan


"Banyak sekali macamnya toh" kata York


Kemudian York baru saja melihat seorang tukang membawa gerobak berisi kembang api dari pintu luar.


"Itu orang bawa apa tuh" kata York


"Tuan pengelana tidak tahu ya malam ini akan ada festival kembang api di kota ini" kata pemilik penginapan


Pemilik penginapan itu memberikan York sebuah brosur festival kembang api kepada York.


"Kalau anda mau tolong kunjungilah festival di kota kami" kata Pemilik penginapan


"Festival kembang api ya aku ingin tahu apa Hikaru bakal suka" kata York


"Kelihatannya kamu baru saja bertemu dengan Hikaru tadi malam menurut anda apa kondisinya baik-baik saja" kata pemilik penginapan


"Tidak perlu khawatir soalnya hari ini dia baik-baik saja kok.. " kata York


Kemudian mereka dikejutkan oleh Hikaru yang langsung datang mendobrak pintu dengan kondisi capek dan letih.


"Hikaru ada apa!?" kata York


"Tolong bantu aku sekali lagi.. " kata Hikaru


York melihat semua hamster mulai kembali ke Hikaru dan membuat tubuhnya terasa lebih berat.


"Sepertinya mereka kembali seperti sebelumnya" kata York


"Kenapa!!? " kata Hikaru


"Kurasa ada bayi hamster yang lain?" kata York


"Apa!!?" kata Hikaru


"Terus dimana bagian tubuhmu yang paling berat? " kata York


"Semuanya" kata Hikaru


"Terus bagaimana bagian yang paling sakit" kata York


"Kurasa di pundak" kata Hikaru


"Kalau begitu akan kuminta mereka duduk dari pundakmu" kata York


York meminta hamster-hamster itu untuk duduk di bagian tubuh yang lain tetapi mereka malah duduk di bagian kakinya.


"Gimana rasanya" kata York


"Kurasa ini agak lebih berat deh susah digerakkan juga" kata Hikaru


"Kalau begitu gimana dengan bagian kepala" kata York


York meminta para hamster itu untuk duduk di atas kepala.


"Gimana?" kata York


"Kurasa kepalaku ini rasanya mulai terasa sangat berat deh" kata Hikaru


Ketika Hikaru menggerakkan kepalanya dengan lambat para hamster itu langsung jatuh dari kepala Hikaru serta menarik bagian rambutnya.


"Auch!!" kata Hikaru


"Hikaru!?" kata York


Akhirnya York mulai menyerah membantu para hamster itu.


"Ternyata susah juga ya" kata Hikaru


"Iya sulit sekali untuk meyakini mereka" kata York


"Mungkin ini karma bagiku" kata Hikaru


"Karma?" kata York


"Melihat para hamster itu aku jadi ingat sebenarnya aku dulu pernah memelihara hamster" kata Hikaru


Hikaru mulai menceritakan kisahnya:


*Waktu kecil aku menemukan sebuah hamster yang ada di dalam kotak kardus di sebuah pegunungan.


Ketika dia pertama kali melihatku dia menganggapku sebagai ibunya jadi aku langsung memungutnya dan memeliharanya di rumahnya.


Namun pada saat aku kembali dari les pedang yang sangat lama saat aku pulang hamster itu sudah tidak bernyawa dan tidak bernafas.


Setelah itu aku langsung menguburnya di pegunungan dan aku membuatkan makam padanya.


Tetapi setelah setahun kemudian aku dengar pegunungan itu mengalami tanah longsor dan makam itu sudah tidak ada disana bahkan aku tidak bisa berziarah dan meminta maaf kepadanya*.


"Kenyataannya akulah yang membunuh bayi hamster itu dan ini adalah hukuman dan karma bagiku dan saat ini dia pasti membenciku karena sudah menelantarkannya" kata Hikaru


Setelah bercerita York melihat hamster putih yang duduk di atas kepalanya.


"Hamster kecil itu kalau tidak salah dia hamster yang pertama kali kulihat saat Hikaru menyalamatkanku" pikir York


"Aku rasa hamster itu tidak pernah menyalahkan Hikaru hanya saja dia ingin menghiburnya.. tunggu sebentar menghibur begitu rupanya" pikir York


Akhirnya York punya sebuah ide.


"Hei Hikaru jika kamu merasa bersalah gimana kalau kamu ikut menonton festival kembang api denganku nanti malam" kata York


Mendengar perkataan York itu, wajah Hikaru mulai memerah.


"Tunggu sebentar mengapa kamu tiba-tiba saja mengajakku ikut kayak mau kencan gitu!?" kata Hikaru


"Soalnya aku bisa melihat hamster yang kamu pelihara itu dia tidak mencoba untuk dendam padamu dia ingin menghiburmu kau tahu mungkin akan lebih baik jika kita pergi ke festival bareng supaya suasana hatimu membaik bahkan kita pasti bisa meyakinkan para hamster itu" kata York


"Begitu ya baiklah tidak ada alasannya mencoba yang lain selain melatih pedang" kata Hikaru


"Bagus itu baru namanya semangat" kata York


"Tapi jangan anggap kalau kita ini sedang berkencan" kata Hikaru


"Tidak juga kok" kata York


Malam itu York sedang menunggu Hikaru di tempat festival, semua orang sudah berkumpul untuk membeli hadiah dan oleh-oleh dan melihat kembang api.


"Maaf sudah membuatmu menunggu" kata Hikaru


York melihat Hikaru tiba dengan memakai gaun kimono.


"Gimana apa aku terlihat mencolok" kata Hikaru


"Kurasa kau terlihat lebih anggun ketika selalu memegang pedang katana saat lagi jalan-jalan apa kau terus membawanya setiap hari" kata York


York juga melihat kalau Hikaru seringkali membawa pedangnya kemana-mana.


"Ya kurasa itu memang kebiasaanku sih lagipula kalau mengatakan itu jadi agak memalukan kalau dilihat orang" kata Hikaru


"Tidak apa-apa kan aku bersamamu" kata York


"Baiklah" kata Hikaru dengan wajah memerah.


York dan Hikaru mulai melihat tempat festival seperti membeli permen apel, melakukan permainan menembak hadiah serta mencoba kotak permohoman.


Sementara itu seorang bandit sedang mencoba untuk mencuri sebuah kembang api dari gerobak.


"Ayo kita mulai" kata bandit itu


Berikutnya York dan Hikaru sedang tidak sabar untuk melihat pertunjukkan kembang api.


"Sebentar lagi festival kembang api akan segera dimulai" kata York


"Kau benar.. " kata Hikaru


Tetapi terjadi sebuah keributan dari keramaian York dan Hikaru mulai mendengar pembicaraan mereka dilihat dari jelas ternyata mereka sedang mempermasalahkan barang kembang api yang hilang.


"Hei dimana kamu taruh kembang api itu"


"Aku tidak tahu tadi masih di tersimpan di gerobak"


"Apa jangan-jangan dicuri"


"Kalau tanpa kembang api festival ini bisa kacau balau"


"Kelihatannya ini gawat deh" kata York


"Sepertinya ini perbuatan para bandit mereka pasti telah mencuri kembang api itu" kata Hikaru


"Tapi mengapa mereka melakukannya" kata York


"Aku rasa mereka menggunakan kembang api itu untuk sebagai senjata pembakaran" kata Hikaru


"Kalau begitu kita harus hentikan mereka" kata York


"Terus kamu tahu dimana mereka?" kata Hikaru


York menggunakan kekuatan espernya dengan menampilkan sinar x-ray untuk melihat bekas jejak kaki dan jejak kaki itu berasal dari luar festival.


Berikutnya York langsung menggunakan penglihatan jarak jauh untuk melihat para bandit itu sedang membawa barang kembang api itu dengan gerobak.


"Ketemu!?" kata York


Sementara itu para bandit sedang membawa barang kembang api dengan gerobak.


"Dengan kembang api ini kita bisa menghujani kota Usagi kedalam lautan api" kata bandit itu


Tetapi York langsung datang dan menghentikan langkah kuda gerobak yang ditumpangi bandit itu.


"Siapa kau bocah" kata Bandit


"Sebelum bertanya bisakah kau kembalikan kembang api yang kalian curi itu" kata York


"Dan jika kami tidak" kata bandit itu


"Maka kalian akan menghadapiku" kata York


"Hahahaha.. menghadapi kami lagian kau itu hanyalah seorang bocah mana bisa ngalahin kami semua.. " kata bandit itu


York langsung meninju bandit itu dalam satu pukulan dan langsung terpental.


"Siapa bocah ini... " kata salah satu bandit itu


"Sekarang kalian ingin tahu siapa aku.. aku ini hanyalah seorang esper jalanan" kata York


York langsung menghajar para bandit itu dan mengembalikan kembang api yang mereka curi dari festival.