Traveling Esper

Traveling Esper
Muscle Museum



Di sebuah perjalanan York dan teman robotnya 2-D tiba di sebuah gerbang yang dibaliknya terdapat sebuah perumahan yang sangat luas. 


York mulai bertanya kepada penjaga pos gerbang yang sedang duduk di tempat posnya


"Permisi pak bisakah anda memperbolehkan kami masuk" kata York


"Tentu tuan pengelana silahkan kunjungi perumahan kami" kata penjaga


Penjaga itu membawa kunci dan membuka gembok gerbang lalu membuka gerbang dengan melebar. 


"Terima kasih" kata York


Saat York dan 2-D memasuki perumahan itu dia baru saja melihat wajah penjaga itu memiliki ekspresi suram dan sedih. 


Keduanya mulai berjalan mengelilingi perumahan itu dia menyadari bahwa semua penduduk di perumahan itu memiliki ekspresi yang sama dengan penjaga pos gerbang itu semuanya sama-sama suram dan sedih.


Lalu York melihat seorang pria yang sedang membersihkan mobilnya dan York langsung bertanya dengannya. 


"Selamat pagi pak" kata York


Pria itu membalikkan wajahnya ke York dilihat dari mata York pria itu memiliki ekspresi suram juga. 


"Oh selamat datang ke perumahan kami" kata pria itu


"Jadi bapak sedang nyuci mobil ya" kata York


"Iya soalnya mobil saya sudah lama tidak digunakan dan berdebu sejak sebulan" kata pria itu


"Begitu ya, terus mengapa anda sering membersihkan mobil anda walaupun sudah lama tidak digunakan, apa ada alasannya?" kata York


Saat York menanyakannya tiba-tiba saja pria itu langsung menangis dan mencuci terlalu buru-buru. 


"Tidak!...aku tidak mau mengingatnya!...kejadian saat mengendarai mobil ini!… akulah yang menabraknya!!!...." kata pria itu


"Kalau begitu aku pergi dulu ya" kata York


York langsung meninggalkan pria yang mencuci mobil sambil menangis itu.


Berikutnya York pergi ke taman dan melihat semua penduduk perumahan memasang wajah suram seperti biasa saat bersantai di taman. 


"Disini sama aja mereka semua selalu bersenang-senang di taman ini hanya saja masalahnya adalah ekspresi mereka"


Kemudian York melihat seorang ibu yang sedang membawa gerobak bayi kosong yang baru saja lewat. 


"Permisi kami mau lewat" kata ibu itu


"Baik" kata York


"Ibu itu kenapa ya masa dia selalu membawa gerobak bayi yang kosong sepertinya kecurigaan ini bikin aku lapar" pikir York


Karena lapar York dan 2-D langsung mengunjungi gerobak hotdog untuk makan. 


"Permisi pak minta hotdog satu" kata york


Sama seperti penduduk perumahan penjual hotdog itu memiliki ekspresi suram hanya saja dia memiliki bekas luka di pergelangan tangannya. 


"Tunggu sebentar akan saya buat" kata penjual hotdog


Penjual hotdog itu mulai memanggang satu sosis dan menaruhnya ke roti hotdog serta memberikan saus sambal tomat dan mayonaisse ke atas hotdog, dan memberikannya kepada York. 


"Ini hotdognya dek" kata penjual hotdog


"Terima kasih" kata York


Setelah York memakan hotdog dia mulai bertanya kepada penjual hotdog soal perumahan ini. 


"Permisi apa anda pernah tahu tentang atmosfer di perumahan ini apa selalu seperti ini?" kata York


"Memang sebenarnya perumahan ini adalah tempat peristirahatan untuk orang bersedih" kata penjual hotdog


"Sebenarnya mereka bersedih karena apa?" kata York


"Aku juga tidak tahu tetapi aku juga sama bersedih karena suatu saat nanti aku akan mengakhiri hidupku" kata penjual hotdog


"Apa jangan-jangan anda berniat untuk mati? untuk apa anda ingin mati?" kata York


Saat bercerita penjual hotdog itu langsung menangis dan berdepresi. 


"Aku melakukan sebuah dosa besar saya tidak sengaja membunuh teman saya dan memerkosa teman pacar saya karena iri oleh karena itu… saya memutuskan untuk tinggal di perumahan ini supaya aku bisa ikutan berdepresi dengan penduduk itu sampai mati… " kata penjual hotdog


"Kami mengerti sekarang maaf sudah menceritakan kisah burukmu kepada kami" kata York


York dan 2-D langsung meninggalkan penjual hotdog yang menangis itu.


Berikutnya York mulai melihat seorang petugas polisi yang sedang berdiri di mesin jual otomatis, dia memasukkan koin kedalam lubang mesin jual otomatis dan menekan tombol cola sehingga cola itu jatuh ke lubang terbuka di bawah. dia langsung mengambil cola itu di lubang terbuka bawah.


"Tentu dek" kata petugas polisi


York langsung membeli satu cola dengan satu koin ke mesin jual otomatis. Keduanya langsung meminum cola bareng dan berdiskusi. 


"Jadi apa yang sebenarnya terjadi pada perumahanan ini?" kata York


"Biasa saja bunuh diri, setiap bulan selalu begini banyak orang mulai bersedih dan bunuh diri" kata petugas polisi


"Sebenarnya apa awal dari rasa kesedihan di pedesaan ini" kata York


"Setahun yang lalu seorang kepala perumahan membuat sebuah peraturan disini, peraturan itu tertulis: Jika kalian memiliki rasa bersalah menangislah dan dalam 12 bulan kemudian bunuh dirilah. Oleh karena itu kami bermaksud untuk mengikuti peraturan itu" kata petugas polisi


"Ngomong-ngomong apa yang terjadi kepada kepala perumahan itu" kata York


"Dia tiba-tiba saja pergi dari perumahan ini dan meninggalkan sebuah surat bunuh diri. Surat itu berisi tentang dosa dan rasa bersalahnya atas kematian istri dan anaknya yang sudah menelantarkannya" kata petugas polisi


"Kasihan sekali" kata York


"Soal kepala perumahan itu aku jadi teringat dosa dan rasa bersalahku" kata petugas polisi


"Apa ini ada kaitannya dengan pistol yang anda bawa itu? Dari awal anda tidak pernah menggunakannya" kata York


"Mungkin saja sebenarnya sebelum aku jadi polisi aku telah membunuh seseorang dengan pistol ini" kata petugas polisi itu


Petugas polisi itu menjelaskan ceritanya sambil menangis. 


"Sejak kecil aku memiliki seorang saudara kembar kami berdua berjanji untuk menjadi polisi bersama tetapi sesuatu yang mengerikan telah terjadi kami berdua diam-diam bermain dengan senapan asli tanpa peringatan dari ayah kami namun saat aku menembak tiba-tiba saja peluru yang aku tembak tidak sengaja mengenai kepala saudara kembarku dan…." kata petugas polisi itu


Petugas polisi itu langsung berteriak dan menangis sepertinya York sudah mulai menebaknya. Dan pada akhirnya dia langsung meninggalkan pria itu berteriak sendirian seperti anjing yang menangis. 


Matahari sudah mulai terbenam dan mengubah langit biru menjadi merah kelabu York dan 2-D udah mau siap-siap meninggalkan perumahan ini sebelum malam tetapi mereka baru saja melihat seorang ibu yang tadi di taman pulang ke rumah sambil membawa roda keranjang bayi yang kosong.


"Bukankah dia ibu yang tadi?" kata York


York dan 2-D mengetuk pintu dan ibu itu langsung keluar dari pintu dan melihat York. 


"Kalian pasti pengelana bukan" kata ibu itu


"Ya dan ngomong-ngomong bisakah anda memperbolehkan kami masuk sebentar? " kata York


"Tentu silahkan masuk" kata ibu itu


Ibu itu memperbolehkan mereka berdua masuk ke rumahnya, dari pandangan York tertuju sebuah foto seorang ibu dan bayinya. 


"Tetap disitu biar kuhidangkan teh dan kue untuk kalian berdua" kata ibu itu


Saat ibu itu pergi York dan 2-D diam-diam mengecek kamar bayi di kamar itu terdapat sebuah keranjang bayi yang kosong, beserta mainan dan boneka di rak kemudian dia langsung mengecek sebuah koran yang ada di tempat sampah.


York membaca koran itu, isinya berisikan sebuah berita tentang meninggalnya sebuah bayi berumur 2 tahun jatuh dari beranda apartemen dan itu terjadi saat ibunya pergi kerja. 


Namun tiba-tiba saja ibu itu masuk ke kamar bayi dan kaget melihat York membaca koran itu sambil menjatuhkan teh dan kue di piring yang dia pegang. Sampai dia mulai terpuruk dan menangis sambil meminta maaf kepada bayi. 


"Maafkan aku!! Maafkan ibu nak!!" kata ibu itu


Setelah menangis ibu itu mulai tenang duduk di sofa dan York sudah menduga bahwa ibu itu sudah depresi dan berdelusi sambil membawa keranjang bayinya yang menanggap bayinya masih hidup. 


"Jadi anak ibu telah lama meninggal sebelum anda tinggal di perumahan ini" kata York


"Tentu sebenarnya aku ini adalah single mother yang dilantarkan oleh suaminya dan hanya merawat anakku sendirian jadi aku tidak punya pilihan lain selain bekerja di luar kota supaya mencukupi kebutuhan kami hingga aku tidak memerhatikan bayiku karena sibuk bekerja dan membiarkan dia mati, akulah yang telah membunuh anakku sendiri." kata ibu itu


"Jadi begitu ya itu alasan anda datang kemari ke perumahan ini untuk bunuh diri supaya menyusul anakmu benar begitu" kata York


"Betul walaupun hanya membutuhkan 12 bulan untuk bunuh diri aku pasti bisa mengampuni rasa bersalah ini kalau aku mati aku harap anakku bisa memaafkanku di ujung dunia sana" kata ibu itu


"Oke kurasa kami sudah mempelajari banyak hal di perumahan ini jadi kami mau pamit dulu" kata York


"Ah tunggu kamu masih muda untuk berpetualang bukan gimana kalau kamu tinggal disini bersamaku sebagai anakku" kata ibu itu


"Tidak terima kasih soalnya aku baik-baik saja berpetualang di luar lagipula anda sudah terbiasa berdelusi menyimpan air mata kesedihan anda, sampai jumpa" kata York


Saat York meninggalkan rumah, ibu itu mulai menangis lagi karena dia sudah lama berdelusi untuk menahan tangisnya.


Sebelum hari sudah mulai gelap York dan 2-D meninggalkan perumahan dan berpamitan kepada


penjaga pos gerbang di tempat posnya tetapi tempat pos itu kelihatan sunyi dan saat York membuka pintu pos yang tidak terkunci itu dia melihat penjaga pos gerbang menggantung diri dengan tali di sekitar leher yang terikat ke atas plafon beserta kursi terbalik di bawah kakinya. Dan York sudah tahu siapa identitas sebenarnya penjaga pos gerbang itu


"Selamat jalan kepala perumahan" kata York


Pura-pura tidak tahu York dan 2-D langsung meninggalkan tempat pos gerbang hingga langit sudah mulai berubah dari merah kelabu menjadi malam kelam


Trivia nama chapter dari nama judul lagu:


Muscle Museum - Muse