To Be Seventeen

To Be Seventeen
TBS ~ 08



"Lo tunggu disini dulu, gua mau keatas" ucap Nathan yang hanya dibalas gumaman oleh Alya.


"Loh Alya? Ada apa kok kesini? " seorang wanita yang pernah Alya lihat kini menegurnya, siapa lagi kalo bukan tante Iren ~ Nyokapnya Nathan.


"Loh tante? Ini Alya mau minjem buku sama Nathan tan sekalian mau belajar bareng"


"Oh yaudah kalo gitu, tante tinggal kebelakang sebentar ya"


"Iya tan"


Tak... tak..


Nampak Nathan yang sedang melangkah menuruni tangga sambil membawa beberapa buku, sekarang Nathan telah berganti pakaian menjadi kaos hitam yang dipadukan dengan celana kain diatas lutut yang membuat pesonanya lebih 'waw'.


"Nih" ucapnya.


"Mm Nath" paling Alya, Nathan tidak menjawab hanya menaikkan sebelah alisnya seolah berkata 'apa? '.


"Ternyata lo anaknya tante Iren ya?" tanyanya hati hati.


"Iya, dan lo ga ngenalin gue" skakmat, ucapnya langsung membuat Alya bungkam seketika. Untungnya dari arah dapur datang tante Iren yang membawa minuman.


'Fyuh, selamat ' batin Alya.


"Ternyata kamu gercep juga ya Jo, langsung main ajak kerumah aja" ucap tante Iren yang membuat Alya mengernyitkan dahi.


"Ma udah deh, itu cuma harapan mama aja" sahut Nathan yang membuat Alya semakin bingung.


"Ya gapapa dong Jo, setiap orang tua pasti berharap yang terbaik buat anaknya " ucap tante Iren.


"Udah deh, mending mama ke kamar aja, atau kemana gitu. Nathan sama Alya mau belajar ma buat Olimpiade" Jelas Nathan.


"Iya deh iya, yang mau quality time ada aja alasannya" tante Iren terkikik dan Alya semakin bingung.


"Gausah di dengerin omongan mama dia emang suka gitu" ucap Nathan ketika tante Iren sudah tidak terlihat lagi.


"Iya"


~••~


Tidak terasa satu bulan telah berlalu. Hubungan Nathan dengan Alya semakin dekat setiap harinya dan lebih akrab meskipun terkadang masih nampak sedikit canggung.


Hingga kini tiba di hari keberangkatan mereka untuk melaksanakan tujuan dari bimbingannya itu. Olimpiade tahun ini akan dilaksanakan di Manado, dan hari ini Nathan dan yang lainnya beserta guru pembimbing mereka berangkat menuju Manado.


"Hati hati yang sayang, jaga diri jaga kesehatan" ucap mama Alya.


"Jangan cape cape, dinikmati aja ya sayang" ucap papa Alya.


"Iya ma, pa"


"Kakak jangan lupa jajan ya" ucap si kecil Rey.


"Iya, kalo diajak jalan jalan nanti kakak belikan jajan okey? "


"Oke"


"Jo kamu hati hati disana, mama do'akan kamu dan teman teman sukses membawa piala ke Jakarta hehe"


"Iya ma, bismillah" ucap Nathan.


"Papa percaya kamu bisa"


"Siap pa"


"Nathan, om dan tante titip Alya ya. Kami percayakan sama kamu, jaga dia ya marahin aja kalo bawel gausah sungkan" ucap mama Alya.


"Iya tante, Nathan pasti bakal jaga Alya" sahut Nathan.


"Apasih ma, perginya cuma 4 hari ga bakal riweh kok beneran" ucap Alya.


"Sayang, naik pesawat loh. Jauh dari orang yang kamu kenal, di tempat umum juga. papa takut kamu kenapa kenapa" ucap papa Alya.


"Iya pa, Alya nurut deh" ucapnya yang membuat Nathan dan yang lainnya terkikik.


"Oh iya Nathan, Alya itu takut naik pesawat. Kalo bisa duduknya sama kamu ya. Biar tante yang bilang ke pembimbingnya" ucap Nazwa ~ Mama Alya.


"Ih mama bikin malu deh"


"Udah udah, nanti ketinggalan pesawat" papanya Nathan menengahi.


"Kalian hati hati ya, jaga diri jaga kesehatan" ucap tante Iren.


"Iya tan"


"Iya ma"


~••~


"Nat"


"Nathan


"Nat"


"Nathan ihh.... "


"Apaan? " ucapnya sambil membuka headphone.


'Gubluk lu Al, udah tau pake headphone malah teriak teriak' batin Alya merutuki.


"Gue takut banget Nat, sumpah ga bo'ong ini. Beneran deh. Sampe keringet gue keluar. Nat ga bisa ya kita naik kereta atau apalah kendaraan darat jangan pesawat. Turun yuk" Celotehannya yang malah membuat Nathan terbahak.


"Gausah ketawa lo" ucapnya dengan sengit.


'Aaa.. Racun lo Nath, bikin gue meleh. Ini jugajantung kenapa jedug jedug. Sakit loya?' batinnya.


"Bentar lagi take off. Tutup mata lo, sini nyender dibahu gue. Santai aja gausah terlalu nervous semua bakal aman dan baik baik aja" lanjutnya.


Dan benar yang dibilang Nathan, ga beberapa lama kemudian udah take off. Alya yang semakin takut justru malah meluk Nathan karena reflek.


'Ini jantung kenapa detak kenceng banget? ' batin Nathan.


"Nath sorry gue meluk lo, ga bermaksud nyari kesempatan atau apa. Tapi sumpah gue takut beneran. Sementara gini dulu ya kalo mau marah nanti pas udah turun dari pesawat" ucap Alya disamping dada bidang milik Nathan.


'Gue ga marah kok tenang aja, gue malah seneng' batin Nathan seraya sudut bibirnya terangkat sedikit keatas.


~••~


"Makasih Nath, dan sorry bener bener sorry gue ga maks... " ucapan Alya terhenti karena jari telunjuk Nathan berada di bibirnya.


"Sama-sama, dan lo ga salah apa apa jadi ga perlu minta maaf. Oke? " ucapnya.


"Hmm" hanya gumaman yang terdengar dan suasana menjadi canggung.


"Kita mendapatkan 3 kamar, untuk para pria nanti menjadi satu kamar. Saya dengan Alya satu kamar, dan sisanya juga satu kamar" ucap bu Riris.


"Iya bu" sahut Alya, Nawang dan Zela secara bersamaan.


"Sekarang kita akan menuju hotel, kalian bisa bersih bersih atau apapun setelah sampai hotel. Pesan saya nanti kalau mau pergi jalan jalan kemanapun harus mengajak teman dan harus pamit pada yang lainnya. Terutama pamit kepada saya atau bu Riris, bisa melalui chat" kata pak Tian.


"Iya Pak"


Sampai dihotel semua menuju kamar masing-masing, sebenarnya kamarnya bersebelahan 451,452 dan 453.


Setelah bersih bersih, Alya ketiduran. Dan sekarang ia terbangun pada pukul 19.23 WITA.


"Gila kebo juga gue" gumamnya seraya melihat jam. Sudah 4 jam Alya tertidur, dan kini ia merasa kelaparan sedangkan bu Riris sepertinya keluar jalan jalan. Berfikir sejenak kemudian ia meraih ponselnya.


Nath, lo udah makan belom?


To : Jonathan Dirga A


Belum, knp?


From : Jonathan Dirga A


Gue laper, bu Riris ga ada dan kayaknya Nawang sama Zela ga dikamar


To : Jonathan Dirga A


Karena menurut sudut pandang Alya, Nawang dan Zela adalah orang yang suka berfoto. Jadi kemungkinan besar kini mereka tengah jalan jalan buat nyari spot foto.


Y udh ayo


From : Jonathan Dirga A


Bentar, gue mandi bentar hehe


To : Jonathan Dirga A


Setelah membalas demikian, Alya segera meluncur ke kamar mandi. Alya memutuskan untuk mandi lagi.


Cpt keburu malem


From : Jonathan Dirga A


Sepuluh menit kemudian Alya sudah siap dengan pakaian nick turtle berwarna pink yang dipadukan dengan celana pendek berwarna putih serta flatshoes senada dengan bajunya.


Udah Nath


To : Jonathan Dirga A


Tanpa berdandan ia segera keluar setelah menyambar sling bag miliknya.


Tidak lama setelah Alya keluar, muncul Nathan dari pintu kamar di kanannya. Nathan hanya memakai celana jeans hitam dan kaos putih serta kemeja dan tak lupa sepatu Converse hitam.


'God, he's so cool' batin Alya.


"Kemana? " tanya Nathan memecahkan lamunannya.


"Kayaknya disamping hotel ada cafe yang unik deh, kita makan di sana aja ya" ucap Alya.


Sebenarnya ia melihat cafe itu saat akan ke hotel tadi, sedikit menarik perhatiannya.


Nathan dan Alya memutuskan untuk makan di cafe tersebut, cafe yang memiliki konsep unik. Setelah makan Alya dan Nathan menyempatkan foto bersama, sebenarnya Alya yang mau foto bareng.


Kini mereka memutuskan untuk berjalan jalan disekitar hotel.


"Nath, gue post foto tadi ya" izinnya.


"Terserah lo aja"


~••~


FalyaSabila_



Teman berjuang beberapa hari kedepan hehe


❤ 256.776 like


💬 769 comments


2 jam yang lalu