To Be Seventeen

To Be Seventeen
TBS ~ 01



Surabaya


Seorang gadis mungil masih bergelung dengan dengan selimut babypink kesayangannya. Falya Salsabila Fidyanirmala, ya gadis cantik yang bersekolah di SMK Nusa Bhakti (NUSBAK) , salah satu sekolah ternama dikota Surabaya. Gadis cantik nan begitu cerdas itu tidak biasanya masih betah memejamkan mata dikamar miliknya. Padahal waktu telah menunjukkan pukul 08.00 WIB.


"Sayang, bangun udah siang. Nanti telat loh, udah jam delapan ini" Kata seorang wanita cantik yang selalu ada satu rumah dengannya selama kurang lebih 11 tahun lamanya.


"Iya tan, Alya udah bangun" Sahut gadis cantik itu sambil mengerjapkan mata cantiknya. Beberapa menit kemudian ia berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Falya Salsabila Fidyanirmala, atau yang kerap dipanggil Alya. Gadis cantik dengan tinggi 155cm itu telah siap dengan celana jeans warna navy dengan kaos putih dan dilapisi dengan sweater putih yang kebesaran.  Hari ini ia akan pindah ke Jakarta mengikuti kedua orangtua dan adiknya yang menetap disana.


"Tan, Alya udah siap" Ucap gadis itu sambil menarik koper yang ia bawa.


"Udah sayang? Ga mau sarapan dulu?" Tanya wanita cantik yang ia panggil tante tadi.


"Engga tan, belum laper hehe"


"Yaudah mau berangkat sekarang? Om juga udah siap didepan"


"Iya tan, Galang sama Resa dimana tan?"


"Didepan, yaudah yuk kita berangkat" Ajak wanita itu sambil berjalan ke teras rumah.


"Uda siap kak?" Tanya seorang pria dewasa yang biasa dipanggil om oleh-Nya.


"Udah om, hey cantik makan apa?" Sapa gadis itu pada seorang gadis kecil didepannya.


"Resa makan cokelat kak, kakak mau?"


"Engga, udah gih dimakan lagi"


"Kak, kakak pergi sekarang? Gabisa besok gitu? Hari ini kita hangout dulu"


"Gabisa Lang, tapi tenang kakak bakal kesini lagi kok. Sans oke"


Cowok yang dipanggil Lang itu hanya bisa menekuk mukanya dirangkulan Alya.


Hidup dengan kemewahan bukanlah segala hal tentang kebahagiaan, namun kebahagiaan itu ada pada mereka yang dikelilingi oleh orang orang tercinta. Begitu juga dengan Alya, meski sebelas tahun tidak bersama kedua orangtua kandungnya, tapi ia tidak pernah merasa kecewa kepada orangtuanya. Karena disampingnya masih ada dua orang lagi yang menempatkan diri sebagai orangtuanya.


Bisa dikatakan Alya adalah orang yang lahir, tumbuh dan berkembang didalam keluarga yang berada. Sehingga untuk perihal materi ia tidak akan kekurangan sedikitpun bahkan kelebihan, maybe. Bagaimana mana tidak sedari kelas 1 SD hingga sekarang kelas 10 SMA uang saku yang diberikan oleh orang tuanya bisa dikatakan terlalu berlebihan untuk orang yang tinggal dikota kecil seperti dirinya. Gimana engga? Dari kelas satu SD ia dijatah uang saku 5juta setiap 2 bulan sekali, padahal dalam waktu sebulan ia tidak menghabiskan uang 500 ribu untuk keperluannya. Dan saat SMP dia dijatah uang saku 5juta setiap dua bulan sekali. Dan lebih parahnya lagi waktu kelas sepuluh ia diberi uang saku 5juta setiap bulannya. Padahal sedari kelas 7 SMP Alya sudah menghasilkan uang sendiri berkat hobi foto dan nyanyinya. Sehingga bayarannya bisa ia gunakan untuk keperluan sehari-hari. Dan waktu kelas 10 ia mulai buat Chanel di YouTube dan parahnya lagi belum ada sebulan ia bisa meraih subscriber sebanyak 1juta, bisa dibayangkan berapa banyak uang yang dihasilkan oleh seorang gadis mungil sepertinya. Saat umurnya menginjak 15 tahun atau lebih tepatnya saat kelas 9 SMP, ATM dan buku tabungan yang diberikan oleh orang tuanya sudah atas namanya dan dipegangkan kepada Alya dengan alasan 'Kamu udah besar, belajar mengatur keuangan sendiri'. 


Waktu itu gadis cantik itu ga tau kalo dia dijatah uang saku sebanyak itu oleh orang tuanya. Dan dengan kagetnya waktu dia tau jumlah uang di tabungannya mencapai 400juta lebih, itu hanya uang dari orang tuanya. Belum jika ditambah dengan uang hasil dia manggung, modeling, endorse dan konten YouTube yang udah mencapai 100juta lebih di tabungannya.


'Bisa jadi miliarder dadakan nih gua' pikirnya waktu itu.


~••~


Saat ini Alya sudah sampai di salah satu Stasiun dikota Surabaya. Alya memutuskan untuk naik Kereta ketimbang naik Pesawat. Karena dia terlalu takut diketinggian apalagi sendiri.


Setelah masuk diarea Stasiun Alya dan keluarganya menunggu kereta yang akan ditumpangi.


"Kamu hati hati ya sayang, jaga diri disana okey?"


"Iya tan, Alya bakal hati hati. Makasih ya om sama tante udah mau ngerawat Alya sampai sekarang. Alya janji akan sering main main kesini"


"Iya kak, no problem.  But I want you to promise to succeed in Jakarta according to your dreams."


"Yes, sir.  I will success" Ucapnya sambil mengangkat tangan layaknya waktu penghormatan. Setelah berucap demikian, Alya dan orangtua keduanya tertawa terbahak-bahak.


"Buat adek adekku sekolah yang pinter ya, kalo dapet juara satu kakak kasih hadiah"


"Siap bos" Sahut kedua kakak adik itu dengan cepat.


"Kak itu keretanya udah datang. Kakak hati hati ya dijalan, jaga kesehatan, kalau udah sampe kabarin kita ya kak"


"Iya tan, kalo gitu Alya berangkat sekarang. Assalamu'alaikum" Pamitnya sambil meraih tangan keduanya bergantian. Begitu pula dengan kedua adik sepupunya.


~••~