
•Alya POV
Seperti biasanya, gua bangun pukul 04.30 WIB, segera gua ke kamar mandi dan membersihkan diri. Selesai mandi gua masih pake baju biasa terus gua turun ke dapur buat bantu mama siapin sarapan.
"Selamat pagi ma" Sapa gua ke mama.
"Hey, selamat pagi sayang. Mau bantuin? " Tanya mama sambil senyum.
"Of course, hahaha" Tawa gua disusul dengan tawa mama.
Gua lihat ada kangkung sama udang di pantry, kayaknya mama bakal masak cha kangkung sama udang asam manis. Makanan favorit mama ini mah hahaha.
Selesai masak gua lirik jam udah jam 6 kurang 15 menit, segera gua kekamar buat ganti pake seragam.
"Good pagi selamat morning, cewek cantik secantik dewi dari kayangan udah siap" Sapa gua saat sampai dipenghujung tangga.
" Selamat pagi juga sayang, gausah teriak teriak juga" Sahut papa
"Berisik kakak" Sewot adek gua.
"Apasih kak kok teriak teriak" Tambah mama dari arah dapur.
"Hehe" Gua cuma nyengir.
Selesai sarapan gua berpamitan sama papa mama dan adek gua yang tersayang juga. Hari ini gua masih diantar jemput sama Pak Sholeh, 'kamu masih baru di Jakarta, takutnya kesasar' kalo ditanya pasti jawabnya kek gitu.
~••~
Sampai disekolah gua mendengar banyak anak yang bilang kalo bakal ada anak baru. Anak barunya cupu lah, anak kampung lah, nerd lah, ga cocok sekolah disini lah. Dan masih banyak lah lah yang lainnya.
Saat gua lewat didepan anak anak yang gosipin anak baru dan pastinya anak barunya itu gua, mereka pada bengong ngeliat ke gua. Yang awalnya ngejudge gua yang cupu, kampungan dan lainnya mereka berubah jadi memuji gua.
'*Cantiknya subhanallah'
'Bidadari surga'
'Calon makmum ini mah'
'Cantik banget'
'Ya Allah senyumnya'
'Diabetes abang dek'
'Youtubers ga sih itu?'
'Falya kan?'
'Eh, iya cantik banget aslinya'
'Ya ampun ga nyangka secantik ini'
'Eh anak barunya dia ya?'
'Auto jadi primadona ini*'
Dan masih banyak lagi. Dan itu semua cuma gua bales dengan senyuman. Gua lirik jam masih jam setengah tujuh dan udah banyak banget yang berangkat, padahal masuknya masih setengah delapan. Gila rajin banget.
"Permisi, ruang kepala sekolah disebelah mana ya?" Tanya gua kesalahan satu siswi yang lewar di Koridor kelas 12.
"Kamu lurus aja, terus ada taman belok ke kanan nanti ada tulisannya" Jawab siswi yang tadi gua tanya, 'Fariska Ardiana' batin gua sambil ngelirik nametag didadanya.
"Oke, makasih ya" Ucap gua dengan senyuman.
"Iya sama sama" Balasnya tersenyum.
Segera gua melenggang ke ruang kepala sekolah yang tadi ditunjukkan.
"Assalamu'alaikum, selamat pagi, Pak" Salam gua memasuki ruang kepala sekolah.
"Waalaikumsalam, selamat pagi juga. Silahkan masuk" Ucap Pak kepala sekolah.
"Falya Salsabila ya? Putrinya Firman?" Tanya Pak kepala sekolah yang ku ketahui bernama Rozi
"Iya Pak benar" Jawab gua sopan.
"Kamu yakin mau ambil kelas IPA?"
"Iya Pak saya yakin"
"Karna kamu dari sekolah kejuruan, dan basic kamu di Akuntansi seharusnya kamu ambil kelas IPS. Kalau kamu mau masuk kelas IPA berarti kamu harus tes lintas jurusan dari IPS ke IPA. Tidak apa apa? "
"Iya Pak saya siap"
"Jadi kamu mau tes kapan?" Tanya Pak Rozi.
"Sekarang juga bisa Pak, InsyaAllah saya siap" Jawab gua yakin.
"Baik kalau begitu tunggu sebentar"
Gua lihat Pak Rozi menghubungi seseorang, tak lama datang seorang wanita paruh baya dengan stofmaf di tangannya.
"Permisi" Kata wanita itu.
"Iya silahkan masuk Bu Indah, silahkan duduk" Kata pak Rozi.
"Ini Bu Indah, guru kesiswaan di SMA Anggara" Sambung Pak Rozi memperkenalkan Bu Indah.
"Indah Pratiwi, panggil saja Bu Indah. Jadi Falya ini adalah soal tes yang harus kamu kerjakan. Kalau kamu bisa menjawab dengan baik kamu diterima disini di kelas IPA. Tapi kalau kamu gagal kamu bisa masuk ke kelas IPS" Jelas Bu Indah panjang.
"Baik, Bu" Jawab gua.
"Waktu kamu mengerjakan 120 menit dengan 50 soal, bisa dimulai dari sekarang" Ucapanya menjelaskan.
"Baik Bu" Ucapan gua sambil menerima stofmaf dari Bu Indah.
Setelah gua buka dan gua amati. Tenyata dari 50 soal terdiri dari 3 mapel, Matematika Ipa, kimia dan fisika. 'Huh bismillah' batin gua.
Setengah jam kemudian gua sudah menyelesaikan 50 soal dengan baik, InsyaAllah.
"Sudah Bu" Ucap gua, dan gua lihat wajah terkejut dari Pak Rozi dan Bu Indah.
"Sudah kamu yakin? Baru 30 menit loh ini" Tanya Bu Indah memastikan.
"Iya Bu saya yakin" Ucap gua meyakinkan.
"Yasudah kalau begitu, silah dicocokkan dulu Bu Indah" Kata Pak Rozi.
Bu Indah hanya menjawab dengan anggukan. Setelah beberapa menit berlalu.
"Luar biasa dari 50 pertanyaan tidak ada yang salah satu pun" Kata Bu Indah dengan raut keterkejutan.
"Wah kamu sangat cerdas, kamu diterima dikelas IPA 1. Kelas 11 ada di lantai dua. Silahkan pergi ke kantor guru menemui Bu Fika selaku wali kelas kamu" Ucap Pak Rozi menjelaskan.
"Baik Pak Bu, terimakasih" Ucap gua sopan.
"Mau saya antar Falya? " Tanya Bu Indah.
"Tidak usah Bu, terimakasih. Saya permisi " Pamit gua, dan segera berlalu keluar dari ruang kepala sekolah.
~••~
Tiba-tiba....
Bruk...
"Awhhh... " Rintihan gua menahan rasa sakit dikedua bokong gua.
"Sorry, ga sengaja" Ucap cowok tadi merasa bersalah, sambil mengulurkan tangannya berniat menolong.
"Iya gapapa" Ucap gua sambil mendongak keatas dan menerima uluran tangan gua.
Deg..
'Keren' Ucap gua dalam hati.
"Aku duluan ya kak, makasih" Ucap gua setelah tersadar dari kekaguman, dan selanjutnyamelenggang pergi tanpa menunggu jawaban.
Setelah celingukan akhirnya gua ketemu juga sama Bu Fika. Kebetulan hari ini ada jam Bu Fika jadi sekalian pergi ke kelas dan akan memperkenalkan gua ke teman teman.
Sampai didepan kelas gua disuruh nunggu dulu diluar dan Bu Fika masuk terlebih dulu.
"Selamat pagi anak anak" Ucap Bu Fika.
"Selamat pagi Bu" Jawab anak kelas 11 IPA 1 dengan semangat.
"Sebelum memulai pembelajaran hari ini, saya ingin memperkenalkan satu teman baru kalian" Ucap Bu Fika yang mendadak membuat ricuh satu kelas.
"Silahkan masuk Falya" Sambung Bu Fika.
Ketika gua membuka pintu, anak kelas 11 IPA 1 semakin ricuh, banyak ucapan yang sebenarnya bisik bisik namun terdengar lebih keras.
"Tenang anak anak, silahkan perkenalan diri kamu" Pinta Bu Fika.
"Halo, nama gua Falya Salsabila, biasa dipanggil Alya. Gua pindahan dari Surabaya. Semoga kita bisa bekerja sama" Ucap gua dengan tersenyum.
"Ada yang ingin ditanyakan?" Tanya Bu Fika lagi.
"Nomer HP dong? "
"Id line aja deh"
"Udah ada pacar"
"Lo yang Youtubers itu kan?"
"Jadi pacar gua mau?"
"Skincare apa? "
"Udah udah kalo pertanyaannya seperti itu, kalian tanyakan sendiri nant" Lerai Bu Fika, "Alya, kamu duduk dibangku yang masih kosong itu ya" Sambungnya.
"Iya Bu terimakasih"
Gua berjalan kearah bangku yang tadi dimaksud Bu Fika, disamping gua ada gadis cantik yang udah gua kenal.
"Gila lo ga bilang bilang" Ucapnya sedikit merajuk. Dan diangguki oleh dua orang yang duduk didepannya.
"Gua udah bilang yang, kalian aja yang ga percaya sama gua"
Ya, siapa lagi kalo bukan Dinda dan kawan kawan.