To Be Seventeen

To Be Seventeen
TBS ~ 11



Mereka, Nathan dan Fathur. Dua orang itu merasakan hal yang berbeda maksud tapi bukan pada orang yang sama. Ya, jika Nathan fokus memandang Alya sedangkan Fathur dia fokus memandang ponselnya. Ah tidakk, lebih tepatnya memandang gambar yang di tampilan di aplikasi canggih itu. Gambar yang menunjukkan seorang wanita sedang pelukan mesra dengan seorang pria, namun sangat disayangkan foto itu diambil dari sisi samping si pria sehingga tidak diketahui wajahnya. Siapa lagi kalau bukan Serena, gadis yang sekarang sedang menjalin kasih dengan Fathur.


Sesaat Nathan dan Alya sadar dan melepas pandangan yang terkunci itu. Hingga manik mata Alya menangkap raut wajah sedikit frustasi dari Fathur.


"Lo kenapa Thur? " Tanya Alya yang menarik perhatian 3 insan lain yang berada disekitarnya. Namun tidak ada jawaban dari Fathur.


"He Thur lo kenapa" Sungut Zela.


"Fathur woi, lo kenapa elah" Tambah Nawang.


"Thur, lo kenapa. Cerita siapa tau kita bisa bantu" Tambah Alya.


"Lo kenapa? " Tanya Nathan ikut ikutan.


"Hah, gue gapapa" Jawabannya yang justru membuat Alya semakin yakin kalau ada 'apa-apa'.


"Gue kekamar dulu ya" Lanjutnya, tapi sebelum beranjak tangannya segera ditarik oleh Alya seolah tidak mengizinkannya untuk pergi.


"Gue tau mungkin lo butuh privasi, tapi ga sekarang dan saat ini ataupun kali ini. Gue cuma mau ngingetin kalo besuk kita udah mulai Olimpiade, kalo lo lupa. Inget Thur, bimbingan lo dari beberapa bulan lalu jangan sampe sia sia hanya karena masalah atau something yang ga penting " Ucap Alya panjang lebar.


"Kalo lo ga mau cerita sama kita semua, lo bisa milih satu diantara kita buat berbagi cerita. Jangan lo pendem sendiri" Lanjutnya.


"Setidaknya saat lo mau bercerita lo bisa berbagi emosi sama orang yang lo ajak cerita" Tambah Nawang.


"Tapi semua tetep kembali sama keputusan lo, bukan kita egois atau berambisi untuk menang waktu Olimpiade nanti tapi kita cuma mau usaha yang kita lakukan bersama akan kacau dan berujung sia sia" Tambah Zela.


"Berbagi perasaan terkadang memang diperlukan Thur, biar kita sadar kalo disamping kita ada yang bisa diajak menjadi teman" Tambah Nathan.


'Huhh' terdengar suara helaan yang berat berasal dari Fathur.


"Lo tau Serena? " Tanya Fathur.


"Hem" Gumaman dari Zela, Nawang dan Nathan yang membuat Alya yakin kalo mereka mengetahui siapa orang yang namanya disebut tadi. Meskipun Alya tidak tahu, dia masih tetap dia enggan berkomentar dahulu.


"Ah gue lupa, Alya pasti ga tau" Ucapnya lagi.


"Serena itu pacar gue, udah 6 bulan lebih gue jalan sama dia. Dia cantik anak IPA 3" Lanjutnya.


'Huhh' terdengar suara helaan yang sama seperti tadi.


"Dan beberapa menit yang lalu, gue dapat kiriman foto yang menunjukkan kalo Serena lagi pelukan sama cowok" Adunya.


Gue ga tau dia siapa karena mukanya ga keliatan" Tambahnya.


"Boleh gue lihat? " Ucap Alya hati hati.


Terdengar gumaman sebelum akhirnya Fatur mengambil ponselnya dan jarinya akhirnya menari sebentar, sampai pada gambar yang menunjukkan seorang wanita yang tengah berpelukan dengan seorang pria. Fathur menunjukkan foto itu kepada orang orang disampingnya.


"Boleh gue pinjam ponsel lo? " Tanyanya Alya yang menarik perhatian mereka berempat.


"Nih" Ucap Fatur.


"Permisi ya" Ucap Alya seraya menerima ponsel itu. Diamati sekejap foto itu, sebelum akhirnya Alya angkat bicara.


"Gue cuma mau bilang, kalo apa yang lo lihat dari ini bukan menunjukkan segalanya. Bahkan ini bukan apa apa. Yang lo lihat saat ini hanya sebagian, belum sepenuhnya apalagi sepenuhnya. Jadi lo ga bisa langsung ambil kesimpulan atau ngejudge sesuatu berdasarkan secuil kejadian " Ucap Alya.


Dipandangnya satu persatu raut wajah dari ke empat orang yang ada disekitarnya, kemudian dia berucap,


"Lo mau gue kasih tau apa yang bisa gue analisa dari foto ini" Nampak raut ketidakyakinan dari empat orang dihadapannya itu.


"Gue model ya kalo kalian lupa. Jadi gue tau sedikit teori ekspresi didalam foto " Tambahnya meyakinkan.


Nampaknya ke empat menganguk, menandakan bahwa mereka mengiyakan ucapan Alya.


"Dari yang gue tangkep dari ekspresi si cewek lo ini. Lo bisa liat raut wajahnya yang sedikit syok atau mungkin terkejut. Bukan karena dia bertemu orang dimasa lalu, namun raut keterkejutan karena sesuatu yang mendadak. Kalian bisa liat matanya, disitu jelas tergambar kalo cewek lo ini sedang tegang sekaligus terkejut. Lo liat matanya yang membulat, disitu menunjukkan kalo cewek lo sedang mendapatkan something yang mendadak sekaligus cepat berlalu. Kalo yang gue tangkap, cewek lo ini kepleset terus mau jatoh kalo ga habis tabrakan sama tu cowok, terus cowoknya nolongin biar ga jatuh, maybe" Ucap Alya panjang lebar, lagi.


"Bener juga yang diomongin sama Alya, gue yakin sih gitu" Tambah Nawang.


"Gue juga setuju sama Alya" Ucap Zela.


"Kalo menurut gue masalah foto ini udah kejawab, jadi lo ga perlu mikir buat mecahin pertanyaan yang diucap Nathan tadi sampe lo lupa kalo besok Olimpiade dimulai. Lupakan foto ini untuk malam ini dan besuk, KALO lo masih belum yakin lo bisa tanya cewek lo. Mau seakurat apapun jawaban yang lo dapat dari temen lo, temen cewek lo ataupun orang lain akan lebih akurat kalo jawaban itu berasal dari cewek lo" Ucap Alya.


"Dan inget Thur, cewek itu suka kalo dipercaya. Lo pasti tau kalimat itu, dan gue yakin kalo lo percaya sama cewek lo dia ga bakal bo'ong sama lo" Tambah Zela meyakinkan.


"Thanks ya, kalo ga ada kalian semua gue yakin besuk gue bakal buat kekacauan. Makasih bener bener makasih dan sorry kalo sikap gue childish banget, haha" Ucap Fatur.


"Sans Thur, kita temen pejuang kenapa tidak mau untuk berjuang? " Sahut Nawang.


'Hahaha' akhirnya pecah tawa mereka semua.


"Gue bakal traktir kalian" Ucap Fatur.


"Iya tapi nanti kali kita udah diJakarta dan lo udah tanya cewek lo" Ucap Alya.


"Oh dan satu lagi Al" Ucap Nawang yang membuat Alya mengernyitkan dahi.


"Ajak Serena wkwk".


" Oke kalo gitu, thanks ya. Dan thanks juga buat lo Than, gue ga nyangka kalo lo bisa ngomong panjang lebar " Ucap Fatur dengan nada bangga diakhirnya.


"Bisa lah, lo kira gue apaan tinggal ngomong aja susah" Sahutnya sinis wkwk.


"Udah ah udah malem juga buruan balik dan tidur" Ucap Zela.


"Buruan sono gih" Tambah Nawang yang diakhiri dengan tawa.


"Yaudah bye" Ucap gue ketus kemudian berdiri dengan gestur selayaknya orang marah dengan menghentakkan kakinya. Namun tak lama kemudian terdengar suara tawa dari ketiga gadis tersebut.


"Kalian gila ya? " Ucap Nathan.


"Mata lo gila, kit... "


"Udah tidur bye semlekom " Ucap Alya kemudian melenggang pergi.


~••~


Drrttt... Drrttt...


Getar ponsel di nakas disampingnya membangunkan Alya. Tersadar dari tidurnya, Alya menoleh kesamping kiri melihat bu Riris masih terlelap dalam tidurnya. Diambilnya ponsel tadi, terlihat waktu telah menunjukkan pukul 05.00 WITA segera ia melangkahkan kekamar mandi untuk membersihkan diri.


Lima belas menit kemudian, Alya suda siap dengan seragam yang dilapisi sweater berwarna cream miliknya. Saat keluar dari kamar mandi ternyata bu Riris sudah terbangun. Sedikit basa basi kemudian ia melangkah menuju ranjang untuk menyisir rambut dan memakai bedak juga liptint. Kemudian Alya memasukkan sepatu berwarna putih.


Beberapa menit kemudian, jam di ponselnya menunjukkan angka 05.45 WITA. Bu Riris dan Alya sudah siap dengan pakaian dan tas ditangan dan punggungnya. Kini mereka berdua keluar dari kamar setelah bu Riris mengetikkan sesuatu diponselnya. Ternyata didepan kamar, sudah siap pak Tian beserta teman teman Alya lainnya.


"Berangkat sekarang? " Tanya bu Riris.


"Iya, tapi sebelum itu kita makan dulu. Saya sudah pesan direstoran hotel" Ucap pak Tian.


Setelah mengatakan ayo, kini kami berjalan dibelakang mengikuti pak Tian dan bu Riris menuju tempat makan. Sampai disana, tidak berselang lama menunggu akhirnya makanan dihidangkan. Semua makan dan diselingi sedikit berbincang-bincang.


"Sebelum berangkat, kita berdoa semoga kalian bisa menghadapi soal dengan baik dan benar sehingga kita bisa mendapatkan sesuatu yang telah kita dan sekolah harapkan. Semoga apa yang kita pelajari selama ini bisa bermanfaat dan berguna serta mampu memudahkan kalian menjawab pertanyaan, amin Al-Fatihah" Ucap pak Tian yang diikuti kata amin dan bacaan surah Al-Fatihah oleh yang lain.


"Selesai"


"Kalian bisa mengirim pesan sebentar kepada keluarga, terutama orang tua. Untuk minta doa semoga dipermudahkan " ucap pak Tian.


Sejenak mereka berlima asik dengan ponselnya untuk mengabari kedua orang tuanya dan, 'pacar' bagi mereka yang punya.


"Sekarang kita berangkat bismillah" Ucap bu Riris.


Semua anak berjalan mengikuti bu Riris dan pak Tian. Saat ini masih pukul 06.20 WITA, mereka sudah sangat siap dengan hati dan pikiran untuk berjuang hari ini.


Sampai disalah satu koridor dan berhenti didekat 2 pintu yang sedang ramai orang berlalu lalang untuk masuk keruang yang ada didalamnya. Mereka akan berpisah, karena ruang yang akan mereka ditempati berbeda. Tapi sebelum berpisah mereka berkumpul membentuk lingkaran kemudian menjulurkan tangan kanan kedepan sebelum mengucapkan kalimat penyemangat.


"PEJUANG TIDAK TAKUT BERJUANG, SMADARSA BERJAYA, KITA PASTI BISA! "