
•Alya POV
Setelah perjalanan kurang lebih 10 jam yang gua tempuh, gua rasa badan gua pegel banget kek mau ancur. Dari Surabaya pukul 10.00 WIB dan gua sampe Jakarta pukul 20.15. Oh God-,-
'Hello Jakarta, long time no see. Ga kerasa akhirnya gua bakal jadi anak ibu kota' batin gua.
Setelah berputar putar putar akhirnya gua ketemu mama papa dan juga my little brothers.
"Ma, Pa" Teriak gua kek orang yang baru ketemu sama keluarganya.
"Halo sayang, mama kangen banget. Kamu apa kabar? Udah makan belum? Kata tante Resti kamu ga sarapan ya tadi? Udah makan dikereta? Laper ga?"
"Ma, udah nanyanya satu satu ga kasian apa sama anaknya? Baru sampe di kasih pernyataan segitu banyak." Lerai papa aku sama mama hanya cekikikan sambil pelukan. Dan adikku malah tertawa ngakak.
"Udah ma, tadi aku makan roti di kereta. Habis tiga masa ma. Aku heran ini perut ato apa" Jawabku setelah pelukan kami terurai.
"Kamu sehat aja kan disana? Maafin papa ya" Tanya papa sambil meluk gua.
"Alhamdulillah sehat sehat aja kok pa, papa gausah merasa bersalah gitu Alya gapapa kok. Papa Mama sehat kan? Rey juga sehat kan?"
"Kami sehat aja kok sayang, sekarang kita cari makan aja yuk" Ajak mama.
"Engga ma, aku pengen makan dirumah aja. Ini badan rasanya mau remuk" Jawabku sambil ngeluh.
"Yaudah kalo gitu, kita pulang. Ayo sayang" Ajak papa sambil gendong adek Rey.
"Kak besuk kita spa gimana? Biar ga pegel pegel lagi, biar rileks" Ajak mama.
"Boleh ma, agak siang aja ya tapi hehe" Jawabku sambil nyengir.
"Okey sayang"
"Kakak tingal sama Rey kan? Ga ikut sama dek Rere kan? Ga sama kak Lang kan? Kakak sama mana kan? Ga sana Tante Titi? Kakak sama papa kan? Ga sama Om Io? Kakak... "
"Sttt, kakak disini sekarang sama Rey, sama Mama sama Papa juga. Okey?" Jawabku memotong ucapan adik kecilku Fareynand Angkasa Firdiansyah.
"Yeyyyy" Soraknya begitu gembira.
"Kakak mau lanjut sekolah dimana? Tanya papa.
" Alya ikut papa aja, terserah sekolah dimana"
"Satu sekolah sama Dinda mau?" Adinda Farisha Galyanda adalah salah satu temen gua di Jakarta, iya ini bukan kali pertama gua main ke Jakarta tapi udah kesekian kalinya. Dinda itu anak dari salah satu temen papa yang rumahnya ga jauh dari blok Perumahan papa. Waktu itu ketemu Dinda pas gua lagi jogging sendirian, terus ga sengaja nabrak Dinda akhirnya kita nyambung. Karena sifat kita yang sama sama humble dan mudah nyambung kali diajak ngobrol mungkin makanya kita jadi temen. Dan ga nyangkanya waktu itu gua dikenalin sama temen temen Dinda, ada Renita Sekar Ardiandra atau yang biasa dipanggil Reni, Anindya Arinda Fahreza biasa dipanggil Anin, dan terakhir ada Cinditarisa Farida Arkhan. Mereka bertiga adalah sahabat dari Dinda, dan mereka berempat adalah sahabat baik gua disini. Selain ada mereka waktu itu juga ada Gerion Putra Galyanda beserta kekasihnya Safarah Azhari, Geri adalah kakaknya Dinda. Mereka berenam welcome banget sama gua, apa lagi bang Geri yang udah nganggep gua selayaknya adik, kenapa adik karena dia kakak tingkat gua satu tahun.
'Sahabat adek gua berarti juga adek gue' salut banget, dan jangan lupakan kak Farah yang juga welcome nganggep gua adek. Mereka itu couple goals banget.
"Mau pah, mau banget hehe"
"Oke karna berhubung besuk minggu, hari selasa kamu masuk sekolah ya"
"Oke pah makasih"
Setalah percakapan itu, gua cuma sibuk bermain sama Rey becanda becanda doang. Sampai dirumah kami disambut sama pembantu di rumah ini, Mbak Ida namanya. Kira kira umurnya masih akhir 40 tahunan. Dia udah kerja lama disini 7 tahun kalo ga salah.
"Selamat datang kembali di rumah neng" Sapa Mbak Ida.
"Iya Mbak, apa kabar Mbak? Sehat?"
"Sehat neng, alhamdulillah. Neng gimana kabarnya?"
"Alhamdulillah sehat juga Mbak, yaudah Alya masuk ke kamar dulu ya Mbak"
"Kopernya tak bantu bawa neng" Mbak Ida ini orang pati kalo ga salah, jadi bahasanya rada campur aduk hehe.
"Gausah Mbak, biar Alya sendiri"
"Yaudah neng"
Sampai dikamar, Alya segera mandi pakai air hangat berganti baju dan segera turun ke meja makan. Selesai makan malam keluarga Alya segera kembali kekamar dan segera tidur karna merasa capek. Tapi sebelum itu, dia mau mengabari sahabat sahabatnya disini. Untuk om dan tantenya tadi dia udah kabari dengan cht grup keluarga.
Dibukanya grup yang beranggotakan 5 orang itu yang memang selalu ramai kala malam.
Ciwi Cintik Siki Bicit
Falya.SaF
Hay guys?
Gue bakal kasih kejutan buat kalian semua.
Adinda.FaG
Kejutan apa woi?
Anindya.ArF
Ga menerima kabar HOAX!!!
Renita.SeA
Iya, lo nongol nongol ngasih kabar HOAX gua kick.
Cinditarisa.FaA
Jangan asal kick dong Ren.
Falya.SaF
Yoi mabesti @Cinditarisa.FaA
Cinditarisa.FaA
Siapa elu? @Falya.SaF
Adinda.FaG
Mampus non hahaha
Renita.SeA
Mampus non hahaha (2)
Anindya.ArF
Mampus non hahaha (3)
Falya.SaF
Renita.SeA
Ye baperan anjing
Adinda.FaG
Napa lu PMS?
Anindya.ArF
Hahaha auto ngakak
Cinditarisa.FaA
Udah woi tidur. Si Alya udah kabur noh hahaha
Setelah liat notif Line gua ngakak aja sambil bayangin gimana histerisnya mereka pas tau kalo gua satu sekolah sama mereka. Gua udah nahan buat ga bikin snap gram apapun tentang Jakarta biar surprise beneran. Ga kerasa udah jam sepuluh aja gua segera tidur.
~••~
Tok.. Tok.. Tok..
"Sayang udah jam delapan, bangun gih sarapan" Teriak mama didepan pintu.
"Iya ma, udah bangun"
Gua bingung kenapa gua selalu bangun jam delapan dua hari ini. Entahlah, segera gua mandi, ganti baju dan turun. Hari ini gua pake baju warna kuning dan celana jeans putih karna keinget ada janji buat spa sama mama. Setelah pake make up tipis gua nyamber tas dan turun buat sarapan.
"Sarapan dulu kak, baru ke mall"
"Okey ma"
"Sekalian belanja buat keperluan sekolah mau?"
"Alya ngikut mama aja deh hehe"
Hari ini quality time bareng mama aja, adek sama papa lagi pergi sendiri. Sampai di depan klinik kecantikan, gua dan mama segera masuk dan memanjakan diri, kurang lebih udah 2 jam kita disini dan segala treatment udah selesai. Ini badan rasanya lebih rileks. Akhirnya gua dan mama milih pergi ke mall buat belanja keperluan sekolah. Tapi sebelum itu kita mampir ke kafe yang ada di mall.
"Eh, Nazwa sama siapa kesini?"
"Sama putriku Ren, sayang kenalin ini tante Iren" Ucap mama memperkenalkan gua sama tante yang dipanggil Ren itu.
"Falya Salsabila tante, biasa dipanggil Alya" Ucap gua sopan.
"Siren Arina, pangil aja tante Iren" Aku hanya tersenyum.
"Kamu kesini sama siapa Ren?"
"Sama anakku Naz tapi dia masih di toilet, kalian mau kemana?"
"Mau makan, sekalian bareng aja gimana Ren?"
"Boleh, tapi nunggu anakku dulu ya Naz"
"Okedeh" Sahut mama.
Tak lama datanglah seorang anak cowok yang berpawakan tubuh tinggi kira kira 170cm. Dengan kaos putih dan celana jeans hitam.
"Udah sayang?" Tanya tante Iren yang hanya dibalas dengan gumaman sama cowok tadi.
'Oh anaknya tante Iren' batin gua.
Tak lama kami langsung melangkah ke salah satu kafe disana.
"Mau pesen apa Naz?"
"Samain aja sama kamu Ren"
"Kalo kamu apa sayang?"
"Pasta sama Cola ma"
"Kalo kamu apa sayang?" Tanya tante Iren sama gua, dan gua auto gelagapan dong ya karna dari tadi nunduk mainin HP aja.
"Hah, mm Alya Burger sama Lemon tea aja tan" Jawab gua sambil senyum canggung.
"Oke jadi Steak Double Chicken Black Paper 2, Pasta 1, Burger 1, Cola 1, Jus Alpukat 2, Lemon tea 1" Kata tante Iren.
"Baik saya ulangi, Steak Double Chicken Black Paper 2, Pasta 1, Burger 1, Cola 1, Jus Alpukat 2, Lemon tea 1. Apakah ada tambahan?" Tanya pelayan tadi.
"Tidak itu saja"
"Baik, permisi"
"Oh iya Alya, ini kenalin anak tante namanya Nathan" Ucap tante Iren memperkenalkan anaknya.
Cowok yang duduk disamping kiri gua lalu mengulurkan tangannya
"Jonathan Dirga Alfernon"
Deg..
'Tampan' satu kata yang bisa mendefinisikan cowok didepan gua itu waktu kita ga sengaja bertatap dan pandangan kita bertemu. Tapi gua terlalu biasa untuk terpesona.
"Falya Salsabila" Ucap gua menerima ukuran tangannya dengan pandang yang datar, maybe. Setelah itu kita melepaskan jabatan tangan.
"Permisi" Ucap pelayan meletakkan pesanan. Setelah selesai tidak lupa gua mengucapkan terimakasih.
"Alya?" Panggil tante Iren.
Gua mendongak menatap tante Iren yang ada didepan gua sambil menggigit Burger yang tadi gua pesen. Dan ternyata gua difoto sama tante Iren, auto pose hehe.
"Cantik ih" Ucap tante Iren
"Hehe makasih tan, tante juga cantik" Ucap gua sambil senyum tulus.
Selesai makan tante Iren pergi dulu, ada urusan katanya. Gua dan mama lanjut berbelanja dong hehe.