
Saat ini keluarga kecil Mardika Alfernon tengah berkumpul di ruang keluarga, termasuk dengan Alya. Mereka berkumpul bercengkrama berbagi cerita, itu merupakan kegiatan rutin mereka setiap malam selesai makan malam. Hangat, hanya itu yang bisa didefinisikan oleh Alya dari keluarga ini.
Disaat Dika, Iren dan Nathan bercengkrama, Alya justru terdiam karena masih terbawa suasana canggung bersama Nathan dikamar tadi. Alya hanya menjadi pendengar yang baik, sambil memberikan senyum canggung.
"Katanya Nazwa dulu kamu model sekaligus penyanyi ya Al?" tante Iren memecah keheningan yang baru saja terjadi.
"Hah, mmm... Iya tan hehe" Alya hanya bisa gelagapan menjawab pertanyaan tante Iren yang mendadak.
"Wah hebat ya kamu, bisa lah Al cerita awal mulanya" tambahnya lagi.
"Iya tan, sebenarnya dulu itu pas masih SD ada lomba nyanyi tingkat kabupaten akhirnya aku diikutsertakan terus menang. Berawal dari dibimbing untuk perlombaan terus akhirnya aku berani ngisi acara pentas seni disekolah maupun dilingkungan sekitar rumah tan, sampai akhirnya ada salah satu pemilik grup pemusik yang nawarin buat jadi penyanyinya, waktu itu aku masih kelas 7 kalo ga salah, jadi masih rada rada cupu tan haha" ucapnya sambil tersenyum mengingat masa lalunya.
"Emang sekarang udah ga cupu? " suara bass yang dimiliki oleh Nathan memecahkan tawa seisi ruangan.
"Enak aja cantik gini dibilang cupu" sungut Alya membela diri.
"Emang situ cantik" tambahnya lagi.
"Ya cantik lah, mana ada cewe yang ganteng. Gimana sih lo" jawabnya.
"Udah udah, terus lanjutin dong Al ceritanya" ucap tante Iren.
"Iya tan, itu penyanyi dangdut ya tan biasanya ngisi acara dipernikahan atau ada acara yang butuh hiburan. Sebenarnya semua itu cuma hobi, buat ngembangin hobi aja sih tan. Hobi berkembang juga dapat pendapat hehe. Terus waktu itu aku juga ikut paduan suara sama karawitan buat ngembangin skill nyanyi lain genre, ga hanya dangdut tapi juga pop sama bisa nyinden, kalau lain genre belajar sendiri "
"Dasar kamu cuma mengembangkan hobi Alya? " tanya om Dika.
"Iya sih om, mikirnya cuma itu. Daripada punya hobi yang bermanfaat tapi kenapa ga dikembangkan supaya lebih bermanfaat om"
"Wahhh, jiwa bisnisnya sudah tumbuh sejak dini haha" tawanya yang diikuti semua orang di ruang itu.
"Ada kebanggaan tersendiri om kalau bisa menghasilkan uang sendiri"
"Hebat, lanjutkan"
"Terus kamu bisa jadi model awalnya gimana Al? "
"Awalnya gimana ya tan, aku juga lupa hehe" ucapnya terjeda. "Oh, waktu itu aku diajak ke studio foto buat hunting keperluan pribadi. Terus selesai foto ditawarin jadi model majalah di studio foto itu. Sebenernya bukan model yang jalan di catwalk ya tan, cuma model majalah, model di event motor modifikasi atau mobil modifikasi sama model pakaian" lanjutnya.
"Kenapa ga jadi model yang di catwalk? "
"Tingginya ga mendukung tan hehe"
"Bocil lo" ucap Nathan yang sedari tadi diam mendengarkan.
"Lah cewe pendek itu imutnya alami"
"Iyalah dikira anak tk terus"
"Heh itu mulut ya"
"Udah kok berantem terus, Nathan didengerin itu kalau ada yang berbagi cerita bermanfaat"
"Iya ma"
"Tanggapan Firman sama Nazwa gimana Al? " tanya om Dika.
"Mendukung aja sih om, yang penting tidak menganggu sekolah"
"Wahh, terus uang yang kamu terima kamu apakan Al? Maaf ya kalau tante penasaran"
"Mama sadar diri juga"
"Hush Nathan"
"Iya tan gapapa, banyak juga kok keluarga aku yang tanya kan penghasilan papa juga besar pastinya aku dikasih uang buat kebutuhan aku. Tapi jujur ya tan, semenjak SMP uang dari papa itu ga aku pake sama sekali, malahan aku tabung. Jadi buat keperluan aku sehari hari aku pake uang hasil manggung atau hasil endorse juga"
"Emangnya pengeluaran kamu ga banyak? Kok pendapatan manggung kamu pake apa cukup? "
"Cukup cukup aja sih tan, kan disana itu di desa beda banget sama di Jakarta yang kota, pengeluarannya itu cuma sedikit ga memakan waktu. Apalagi waktu itu mama selalu kirim paket pakaian yang baru, jadi aku ga perlu beli pakaian disana"
"Kata temen temen aku, dia juga ngonten YouTube lo ma" sela Nathan.
"Sebenarnya pendapatan kamu dari apa aja sih Al. Terus omset pendapatnya berapa? "
"Banyak ya tan hehe. Manggung, model, endorse di Instagram sama konten YouTube udah itu aja. Tapi sekarang cuma endorse sama YouTube tan. Kalau omset endorse satu minggu bisa dapat 3-4 juta kalau YouTube setiap 3 bulan maaf ya tan lebih dari 30 juta. Jadi ya udah banyak banget kalo menurut aku"
'Gila ni orang' batin Nathan.
"Orang tua tau? "
"Tau apa om? Kalo kerjanya gitu tau tapi kalau pendapatnya ga tau"
"Jadi orang famous kayak lo enak ya bisa dapat uang"
"Ada enak ada ga enaknya. Enaknya kalau lo lagi endorse bisa dapat banyak barang gratis, terus kalo ga enaknya setiap saat pergerakan lo bakal jadi pro dan kontra buat orang lain. Jadi ya pinter pinter aja gimana caranya supaya lo ga nyakitin atau menyinggung orang lain"
"Rencana ke depannya kamu bakalan lanjut seperti itu Al? "
"Mungkin lanjut om, tapi aku juga berencana mau buka cafe tapi belum sempet ngobrol sama papa mama. Lagian belum tau juga selera anak kota kaya gimana"
"Kalau tante boleh tau alasan kamu mau buat cafe apa? Secara kan maaf ya Al, Firman sama Nazwa aja penghasilannya udah banyak banget"
"Hehe iya tan, aku juga belum begitu yakin sebenarnya mau buat cafe cuma aku mau punya penghasilan yang nyata dan bisa memberikan kesan tersendiri untuk orang banyak. Cuma mau bermanfaat untuk orang banyak, mungkin bisa lewat cafe yang punya tema berbeda dari cafe lainnya sekalian menyalurkan hobi Alya yang suka kreasi makanan dan minuman hehe"
"Lagi lagi karena hobi Al? "
"Hehe iya om, setidaknya Alya bisa bantu dan berguna bagi banyak orang. Ada kebahagiaan tersendiri ketika kita bisa berguna apalagi menjadi salah satu sumber kebahagiaan dari orang lain"
"Om bangga sekali"
"Nathan? Gimana? "
"Menantu sekaligus istri idaman ini ma" ucapnya lalu melenggang meninggalkan ruang keluarga.
"Terimakasih ceritanya Alya, sangat sangat menginspirasi. Kalau kamu mau kamu juga bisa jadi pembicara di seminar motivasi remaja, akan lebih bermanfaat juga"
"Iya tan, tapi sepertinya belum saatnya"
"Udah jam delapan lebih, Alya ke kamar gih udah malam"
"Iya om, tan, Alya permisi. Selamat malam"
"Selamat malam juga Alya"
Sampai dikamar Alya segera membaringkan tubuhnya diranjang setelah mencuci muka dan berganti pakaian. Sampai ada notif cht di ponselnya.
My Mom
Selamat malam sayang, maaf mama ga ngabarin dari tadi. Kamu lagi apa?
FalyaSab
Selamat malam juga ma, gapapa kok ma. Ini Alya mau tidur.
Mama papa sama Rey lagi apa?
My Mom
Mau tidur juga sayang, yaudah kamu tidur ya. Sweet dream darling❤
FalyaSab
Oke ma, mama juga tidur ya. Sweet dream too mom💜
Setelah meletakkan ponselnya dinakas, Sebelum Alya menutup matanya tiba-tiba...
Tok... Tok... Tok..
Kemudian Alya beranjak sambil menggerutu dalam hati, mengutuk siapapun yang berani mengganggu waktu menuju alam mimpinya.
"Iya" ucapnya sambil membuka pintu.
Alya terdiam ditempat ada apa orang didepannya ini mengetuk pintu kamarnya.
"Kenapa" tanya Alya. Sambil menatap orang yang didepannya yang berjalan mendekat ke arahnya.
"Good night darling and sweet dream"
Alya semakin terdiam mendengar kalimat yang terlontar dari orang didepannya itu, sebelum tiba-tiba,,,
'CUP'