
"Sayang!..." Seru Putri Kazumi sambil berlari menghampiri hide.
"Hati-hati"
Ucap ide sambil turun dari kudanya dan menggandeng tunangannya.
"Hmp"
Balas Putri dengan senyuman lebar di wajahnya.
Semua orang yang ada di penampungan tak dapat menyembunyikan rasa iri mereka terhadap hide dan Kazumi, tak terkecuali misa ia dari tadi melihat hide dan Putri tanpa berkedip sambil mencoba untuk tersenyum dan menahan tangisannya yang mau pecah karena entah kenapa hatinya terasa seperti dikoyak-koyak...
Sino baru sadar jika adik perempuannya juga melihat hide dan Putri, karena dikiranya adiknya pasti tidak akan kuat melihat ini dan memilih untuk menjauh.
"Imoto Chan?"
Panggil sino ke adiknya, tapi tidak tepat jika dibilang memanggil karena kesannya seperti bertanya.
misa yang merasa dipanggil pun mencari asal suara itu yang ternyata adalah kakaknya yang berdiri tepat di belakangnya.
Saat sino merasa bahwa adiknya telah melihat ia langsung membuka kedua tangan seakan-akan mempersilahkan adiknya untuk memeluknya.
Dan tanpa ada perintah pun misa langsung menghampiri kakaknya dan memeluk kakaknya dengan erat sambil menangis.
"Maaf" bisik sino ke telinga misa.
misa yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya dipelukan kakaknya dan tetap meneteskan air matanya walau sebenarnya ia ingin menyembunyikan tangisannya dari semua orang terutama ayah dan ibunya serta kakaknya.
"Jangan disembunyikan keluarkan saja!"
bisikan sino pun terdengar lagi di telinga misa dan dalam hitungan beberapa detik setelah sino membisikan itu tangisan misa benar-benar pecah, Sino tak ingin ada keributan jadi ia langsung menggendong adiknya dan berlari cepat menggunakan class assassin miliknya di tempat yang sepi.
Hide dari tadi menyadari bahwa ia selalu diawasi oleh misa namun ia tak mengerti " mengapa misa memeluk kakaknya? Dan kenapa sino langsung menggendong adiknya pergi?" bertubi-tubi pertanyaan yang ada di kepalanya hide namun tak ada yang menjawabnya.
"Ada apa?" Tanya Putri Kazumi yang memecah lamunan hide.
"Tidak!" Balas hide sambil membantu Putri naik ke kuda.
"Eemm.. tunggu sayang aku kan mengenakan gaun "(kazumi)
"Aku tak sebodoh itu" (hide).
"Ha?" (Kazumi).
Tanpa bertanya lagi pun putri Kazumi duduk di kuda dan seketika gaun yang dikenakannya berubah... tidak tidak gaun nya tidak berubah namun gaun itu bisa menyesuaikan tempatnya lebih rincinya gaun yang dikenakan putri adalah buatan tunangannya sendiri menggunakan sihir yang menggunakan kain terbuat dari benang-benang itu sendiri terbuat dari getah pohon suci yang terdapat di bawah dasar sungai yang tadi dikunjungi hide dan dihampiri oleh Sino, setelah hide menonaktifkan system ia berpikir cara melakukan semuanya tanpa campur tangan orang lain dan tanpa sengaja ia malah terjatuh di sungai lalu langsung merasakan aura suci di dasar sungai, setelah mengikuti aura itu sampailah hide ke tempat pohon suci itu tanpa berpikir ia pun langsung mengingat bahwa ia pernah membaca buku tentang pohon suci di dalam dasar sungai yang jernih itu memiliki getah yang bisa dibuat benang dan dijadikan kain ,dan untuk perhiasan itu juga ,ia menemukan tumbuhan yang buahnya adalah mutiara walupun ia lupa nama tumbuhan itu setelah sekiranya yang ia butuhkan sudah terkumpul tak sampai 1 jam ia telah menyelesaikan semua perlengkapan nya sendiri.
•kembali ke Kazumi dan hide
"Wah... tidak robek dan kelihatannya malah cocok untuk berkuda" kagum Putri Kazumi dengan gaun yang ia kenakan.
"Ya... aku tak dapat menandingi kecerdasan mu, ngomong-ngomong kenapa malah aku yang di depan aku kan tidak terlalu pandai pengemudi kuda" (kazumi).
Tanpa menjawab pertanyaan Putri Kazumi, hide langsung melingkari perut putri dari belakang dan memegang tali untuk mengemudi kuda seketika Putri langsung mengerti maksud hide namun seketika juga wajahnya tersemburat memerah malu karena disana banyak orang.
"Kita berangkat"
Ucap hide sambil menarik tali pengemudi dan kuda pun berjalan.
"Eee.. emp"
Balas Putri senang sambil melambaikan tangannya ke ibundanya.
Saat kuda berjalan maju ke dalam hutan yang gelap secara tiba-tiba ada kunang-kunang yang menyinari sekeliling mereka.
Putri yang awalnya takut menjadi tidak takut karena kunang-kunang yang mengelilingi mereka tidak hanya terang namun juga cantik apalagi ia juga tidak sendirian namun ada hide yang selalu menjaganya.
"Apakah ini ulahmu?" (Kazumi).
"Mungkin" (hide).
Putri justru merasa yakin jika yang menyiapkan ini semua memang lah tunangannya.
"Aku mencintaimu"
Ucap Putri tiba-tiba yang membuat jantung hide ingin copot.
" Aku tahu"
Balas hide yang malah malu, singkat, tegas dan jelas.
"Seharusnya kau jawab, aku juga mencintaimu" goda Putri.
hIde yang mendengar itu malah yang membalas "Hm" walau sebenarnya jantungnya berdetak kencang dan pikirannya kacau "a-aku kenapa?,.. apakah ini yang namanya benar-benar cinta?.. huh.. merepotkan tapi aku menyukainya "
Gumam hide dalam hati dan seketika ia tersenyum dengan wajah yang memerah.
•••••••••••••••••••••
Oke sampai sini dulu buat chapter ini.. mungkin 3/4 episode lagi novel ini akan tamat
Buat ending ya... mungkin kalian tau lah..
Jangan lupa buat like dan komen ya guys...
See you next chapter...