
Jep......
Krakzz..
Suara katana frozen ice matha yang memotong kedua kaki iblis itu dengan sekali serang.
"Akkrrhh... dasar kau manusia sialan" ucap si iblis yang sangat kesakitan karena kedua kakinya menghilang dan jatuh ke tanah secara tiba tiba.
Namun saat iblis itu sudah tau bahwa ia sudah hilangan kedua tangan dan kedua kakinya.
Sang iblis menjijikkan itu langsung mengeluarkan aura hitam panas yang sangat mematikan sampai sampai matha sempat sesak bahkan sino langsung pingsan dan untuk putri ia langsung melindungi dirinya dengan aura sendiri.
Namun setelah matha menyadari aura hitam panas yang di keluarkan iblis, matha juga langsung mengeluarkan aura sucinya yang dingin.
Iblis itu tiba tiba terhenti untuk mengeluarkan aura hitamnya karena ia merasakan aura suci yang dingin dan sangat mencekam untuk bangsa iblis.
{SEINARI KORI NO ORA : ON}
Setelah matha mengatakan itu aura suci yang dingin itu kini sangatlah dingin bahkan sang putri bisa merasakan kedingin padahal di jarak lumayan jauh.
Saat matha melihat putri kedinginan ia langsung melempar jubahan dengan tambahan angin agar sampai ketangan putri, putri yang melihat ada yang melemparinya jubah ia langsung menangkap dan di kenekan untuk menutupi tubuhnya.
"Terimakasih sa...." (putri)
"Sudah jangan berterimakasih dulu ini bukan waktunya membicarakan itu" ucap matha yang memotong kata kata putri yang belum selesai.
"Au-aura su-ci a..pa ini??" Tanya iblis yang ketakutan karena dadanya sekarang rasanya ada yang mencekiknya dan di dalam dadanya seperti ada bongkahan es yang sangat angat dingin.
"Sudah ku duga kau memang rendahan" ejek matha yang masih mengeluarkan aura es suci bahkan ia mengeluarkan lebih banyak yang di tunjukkan ke iblis menjijikkan itu.
Tiba tiba.....
Croot..
Krekg..
Tas....
Pyar...
Air mancur darah bermuncratan dari leher iblis dan membuat seluruh goa terkena percikan darah bahkan matha, sino, dan tuan putri juga kena percakan darah namun tak lama kemudian darah itu langsung membeku seketika.
Matha memanfaatkan kesempatan ini karena putri sedang menutup matanya karen kejadian iblis yang kehilangan banyak anggota tubuhnya.
Matha membangkitkan iblis itu dan setelah di bangkitkan iblis itu langsung berlutut di hadapan matha.
"Hormat saya, raj.."
"Sudah diam dulu jangan banyak bicara nanti terdengar oleh orang lain dan kau diam dulu!! " potong matha yang berbicara tidak kencang kencang.
"Baik" balas iblis dengan menundukkan kepala dan mempelankan suaranya.
NAMA:BELUM ADA
LEVEL:890
RANK:A
RAS:IBLIS (TERENDAH)
SKILL:PEMULIHAN SECARA CEPAT (34%), PENDENGARAN YANG TAJAM (89%), KAPAK PEMAKAN DARAH (48%)
HP:1.230.003
MP:1.000.457
"Lumayan, cepat kau masuk ke bayanganku dan akan ku pikirkan nanti nama untukmu" (matha)
"Baik yang mulia" jawab iblis itu dan langsung memasuki bayangan matha.
Setelah matha melihat si iblis sudah masuk ke dalam bayangannya matha langsung menghampiri sang putri yang masih menutup matanya.
"Apa kai baik baik saja hime sama" ucap seorang anak laki laki berambut merah yang berbicara dengan putri, bahkan matha juga bingung 'kenapa aku langsung menghampiri putri, lalu kenapa aku memengangi tangan putri ,dan kenapa aku langsung bilang sebutan itu sebutan apa sih itu maksudnya ?????!!!???'gumam matha.
"Oh aku, aku baik baik saja sayang terimakasih karena kau sudah menyelamatkan hime samamu ini" jawab putri yang sudah membuka matanya dan memeluk matha secara tiba tiba.
"Apa yang anda bilang 'sayang' apa maksud anda" ucap bingung matha yang tiba tiba mendengar kata kata itu dan di peluk oleh putri.
"Jangan sok pura pura lupa gitu, terus kenapa kau ucapanmu terlalu formal, dan kenapa kau tidak membalas pelukanku!!?" Ucap putri yang masih memeluk erat matha.
Setelah mendengar perkataan putri entah kenapa itu terdengar seperti mantra sihir di telinga matha dan matha pun juga langsung membalas pelukan hangat putri.
"Seperti biasa sangat hangat dan terasa aman" ucap putri dengan nada lirih seperti sudah ingin kehabisan kesadaran.
Matha tak membalas ucapan putri karena dia benar benar masih bingung dengan apa yang terjadi ini.
Lalu sino membuka matanya yang menandakan ia sadar saat sadar yang ia lihat pertama kali adalah matha memeluk putri dengan tatapan rindu dan juga sebaliknya.
'eh tunggu tapi kalau di pikir pikir iblis tadi kok hilang dan hanya tersisa darah yang membeku' gumam sino yang melihat ke sekeliling.
"Matha, tuan putri kerajaan kedua apa kalian baik baik saja dan maaf kenapa kalian berpelukan" tanya sino yang baru bangun dari pingsannya dan menghampiri mereka berdua (matha sama putri yang di maksud)
"Aku baik baik saja, dan pelukan ini aku juga tidak tau" jawab matha jujur sambil menatap putri yang masih di pelukannya.
'kenapa dia (putri) diam saja' gumam matha yang masih melihat putri.
"Hime sama, him..."
"Apa apaan panggilan itu dan kenapa tuan putri" potong sino yang sangat kebingungan.
•••••••••••••••••••
JANGAN LUPA YANG SUKA BUAT CHAPTER INI UNTUK LIKE, TINGGALKAN KOMENT ,VOLE ,DAN RATE BINTANG 5 OK😉