The System's Shadow Heroes

The System's Shadow Heroes
22.Aura ini??...



"Hime sama kau masih di sini?" Tanya seorang anak laki-laki tampan dan menghampiri seorang gadis cantik yang sedang duduk di kursi dekat jendela.


"Ah.. tentu saja aku menunggu mu!" Jawab Putri cantik berambut pirang yang bernama Kazumi sambil berdiri dari duduknya dan tersenyum.


Hide hanya membalas dengan senyuman lalu mengambil pakaian nya dan menggunakannya yang di bantu oleh putri Kazumi (hide pas udah keluar kamar mandi dah pake kaos putih pendek dan celana panjang putih yang tadi di siapkan oleh putri Kazumi).


Putri Kazumi memang sengaja memilih pakaian berwarna putih emas agar bisa samaan dengannya karena hari ini Putri menggunakan gaun yang indah berwarna putih dan emas.


Setelah selesai bersiap mereka pun keluar dari kamar hide dan di sambut banyak maid yang lewat serta menunjukan jalan menuju tempat sarapan.


Seperti biasa Putri Kazumi selalu menggandeng tangan hide dengan memeluk tangan kiri hide, dan untuk hide hanya membiarkannya dan tetap jalan dengan muka dinginnya sambil memasukkan tangan kanan nya kedalam saku celananya yang menambah ketampanan hide apa lagi di sampingnya ada Putri Kazumi yang cantik dengan pakaian mereka yang samaan.


Sesampainya mereka berdua di ruang makan , mereka di sambut oleh sieg , sino,mikasa, misa ,raja, ratu ,dan Kakek Zen yang sudah duduk di kursi masing-masing.


Misa yang melihat matha/ hide di gandeng oleh putri dan berpakaian yang samaan membuat mereka tambah srasi hatinya sakit, sesak namun untungnya ia bisa menahannya dan di bantu juga oleh kakaknya sino yang berada di sampingnya.


"Selamat pagi maaf sudah membuat kalian menunggu" sapa tuan putri Kazumi dengan senyuman ramah nya.


"Pagi.." (ratu).


"Ya tidak apa-apa ,kita juga baru sampai dan kalian ayo cepat duduk" jawab raja sambil mempersilahkan hide dan putri untuk duduk di kursi yang sudah di persiapkan untuk mereka.


Mereka pun duduk lalu semua orang langsung memulai sarapannya sambil berbincang bincang sampai selesai.


••POV.Hideyoshi••


Setelah sarapan bersama sudah selesai semua orang langsung memulai hari mereka masing-masing contoh nya misa bermain dengan Putri, lalu para orang tua sedang melanjutkan bincang bincang nya ,sino entah kemana, dan yang terakhir aku masih memikirkan tentang handpone.


'system bagaimana caranya agar aku bisa mendapatkan poin tukar dengan cepat?..'


"[System] salah satunya tuan bisa menyelesaikan beberapa quest yang aku berikan untuk mendapat poin tukar".


Aku terdiam karena aku sudah tau yang system ucapkan tadi, dan ngomong ngomong soal quest aku jadi ingin pergi menambah level di luar.


'mending sekarang aku pergi ke hutan dan membantai para monster'


"[System] tentu ada tuan namun hutan itu cukup jauh jika menggunakan kereta kuda mungkin akan sampai 2 sampai 3 hari tapi karena tuan dapat kesana dengan cepat mungkin hanya akan menghabiskan waktu 35 sampai 50 menit".


Setelah aku mendengar jawaban dari system aku langsung memastikan keadaan dan rencananya mau pergi lewat jendela kamarnya,


Namun rencana gagal karena tiba tiba aku merasakan aura yang mencekam di sekitar luar kota bagian barat yaitu tidak jauh dari gerbang kota empfir.


••Hedeyoshi.Pov.End••


•••••••••••••••••••


Teng... Teng... Teng.. teng.. teng...


Suara lonceng kota yang di ayunkan seorang penjaga gerbang kota empfir dan menandakan ada sesuatu bahaya yang mendekati kota.


Semua orang tau arti dari lonceng yang berbunyi itu dan mereka berlarian kesana kesini karena ketakutan ,ada yang berlindung di dalam rumah ,ada yang langsung lari keluar kota, dan bahkan banyak anak anak menangis karena di tinggal orang tua tak berakhlak yang mementingkan nyawanya sendiri.


Orang orang yang di dalam rumah keluarga yuuki langsung berkumpul di ruang keluarga di sana sieg, Mikasa, misa, sino, Kazumi, raja, ratu,dan Kakek zen ,untuk hide mereka masih belum menyadarinya jika hide tidak ada.


'seperti ada yang kurang' gumam lirih Putri Kazumi yang matanya tidak berhenti mencari seseorang.


"Sa - sayang kau dimana??.." panik Putri Kazumi yang menyadari bahwa yang hilang adalah kekasih nya.


Putri Kazumi langsung lari keluar ruang keluarga dan ingin mencari hide namun tiba-tiba sino langsung menghalangi Putri yang ingin mencari hide , karena sino yakin bahwa hide baik baik saja.


"Yang mulia Putri telang lah dulu!" (Sino).


"Tenang?......"


•••••••••••••••••••


Oke sekian dulu untuk chapter ini, makasih yang udah baca,


Jangan lupa like, koment, dan beri hadiah atau votenya ya...