The System's Shadow Heroes

The System's Shadow Heroes
21.Buku Sihir



"Hey nak kenapa kau di sini sendirian?" Tanya seorang Kakek yang menghampiri cucunya yang lagi duduk di taman dekat rumah keluarga yuuki sendirian.


"Bukan urusan Kakek" Jawab sang cucu acuh tak acuh bahkan sama sekali tidak menatap kakeknya yang sedang bertanya.


Sang Kakek yang bernama kirigaya Zen tersenyum saat cucunya yang bukan lain bernama kirigaya Hidetoshi menjawab pertanyaannya Tampa melihat dirinya dan wajahnya yang sulit di ungkapkan dengan kata kata.


" Aku mengerti apa yang kau pikirkan" balas kakek Zen sambil berjalan dan duduk di samping hide.


"Kakek tak mengerti" sahut hide tetap acuh tak acuh.


"Ya mungkin aku tak tau pasti apa yang sedang mengganggu cucuku tapi yang terpenting kau jangan memaksakan dirimu, beristirahat lah ini sudah sangat larut" (Zen).


" Aku akan beristirahat saat kakek menjawab pertanyaan ku" (hide).


"Baiklah apa yang ingin kau tanyakan?." (Zen).


'apa aku harus menanyakannya?.., atau tidak!' pikir hide yang masih merenung.


"[System] jika tuan memang ingin tau tanyakan saja, tapi jika masih ragu... Mungkin jangan sekarang".


'...........'


"Apakah semua orang tidak tau Kakek yang sebenarnya?" (Hide).


'apakah benar ini yang ingin kau tanyakan!' gumam Kakek Zen pelan yang tidak hide dengar.


"Wah.. kau memang selalu keintinya" (Zen).


"Jawab saja, jika tidak ingin menjawab ya sudah tinggalkan aku sendirian" (hide).


"Baiklah baiklah akan aku jawab sepert -...." Balas Kakek Zen namun tiba tiba di potong ...


"Em kalau gitu aku istirahat dulu dan kau jangan lama lama di sini" potong hide dan tanpa dosanya ia langsung berdiri dari duduknya dan meninggalkan kakeknya duduk sendirian di taman.


"Kepribadiannya memang tak kalah sama tapi ...huh!.. " ucap Kakek Zen sambil melihat punggung hide yang lama lama menjauh dan tak terlihat.


••••••••••••••••••


Saat hide kembali ke kamarnya ia langsung teringat sesuatu...


"Aku sudah lama tidak melihat statusku" (hide).


•STATUS : ON•


{NAMA : KIRIGAYA HIDETOSHI, 13 , LAKI LAKI.


LEVEL : 148.


RANK : C.


RASE : DEMON ANGEL.


CLASS : NECROMANCER (59/200), ASSASSIN (86/200).


SKILL : HAVE MAGIC, KATANA HOLDER, FROZEN ICE ,HANDSOME FACEH.


MP : 17.000/17.000


HP : 17.125/17.200


POIN TUKAR : 23.000}.


"Ternyata masih kurang untuk membeli handpone... Kira kira waktu potongan harganya masih sisa 20 hari lagi, dan uangnya masih kurang 77.000 poin tukar, hah.. melelahkan sebaiknya aku tidur dulu dan masalah ini akan ku pikirkan besok kalau sempat.." ucap hide sambil berjalan menuju ranjangnya.


Malam yang panjang pun terganti dengan pagi yang lebih panjang..


Terdengar suara pintu kamar hide yang di ketuk oleh seseorang ,namun hide masih tertidur pulas karena sangat kelelahan jadi ia tidak dapat membuat pintunya(ya iyalah mana ada orang tidur bisa buka pintu).


••POV.Kazumi••


"Waktunya aku memanggil hichan"


Aku pun berjalan keluar dari kamar setelah rapi dan menuju kamar hichan.


DOK..


DOK..


DOK..


"Tidak ada balasan , sepertinya dia masih tidur".


Krek...


"Tidak di kunci kebiasaan".


Setelah aku masuk lalu menutup kembali pintunya ,di dalam kamar terlihat ada seseorang laki laki tampan masih tertidur di atas ranjang yang tubuhnya di tutupi selimut yang lembut.


Benjalan menghampiri ranjang...


Siapa yang tidak terpana melihat laki laki tampan yang sedang tertidur pulas di atas ranjang seperti anak anak.


Sudah lama menatap wajah hichan aku pun duduk di atas ranjangnya sambil mengelus elus rambut merahnya dengan lembut,


tidak lama kemudian hichan membuka matanya.


"Selamat pagi sayang" sapaku sambil memancarkan senyuman pagi hari kepadanya.


"Emm.. pagi jug - eh loh?" Balas hichan yang terkejut karena saat terbangun pertama kali yang ia lihat adalah diriku (Sekali Skali narsis..)


"Hhahaha... Muka terkejutmu saat bangun tidur sangat menggemaskan"


''uh... Aku tidak mau di ganggu, aku masih ngantuk" (hide/ hichan).


"Ini sudah pagi dan yang lain mungkin juga sudah menunggu untuk sarapan jadi cepat mandi sana!.."


"Unm." balas hide sambil berjalan menuju kamar mandi.


"Ohya pakaian sudah aku siapkan jadi langsung mandi saja"


"Unm" (hide /hichan).


Saat menunggu sang pangeran aku duduk di kursi dekat jendela sambil membaca beberapa buku milik hichan.


"Kenapa hichan mempunyai banyak buku sihir ,apa lagi ini bukan hanya buku sihir elemen api dan angin tapi ada macam macam buku sihir ,apa hichan Sudah mempunyai elemen sihir lainnya??.. tapi itu mustahil untuk jangka waktu yang dekat"


Setelah di pikir pikir lagi justru malah membuat ku sakit kepala jadi ini aku simpulkan bahwa hichan 'ingin mempelajari elemen sihir yang lainnya' hanya itu yang ada di benak ku untuk saat ini dan aku juga tidak baik menanyakan hal ini pada hichan mending aku menyemangatinya dan mendukung dirinya.


••Kazumi.POV.End••


••••••••••••••••


Sampai sini dulu buat chapter ini ya...


Jangan lupa untuk tekan tombol like jika suka,tulis komentar di kolom koment, dan votenya😊.