The System's Shadow Heroes

The System's Shadow Heroes
10.Putri Hilang II



"[System] di goa yang berada lumayan jauh dari sini yaitu goa tlepoc yang berada di gunung tlepoc"


"Hhhmmm.. mencari cinta ya, baiklah terimakasih system" gumam matha yang entah kenapa kagum.


"[System] ya tuan sama sama, jika ada yang mau di tanyakan lagi silahkan saja''


"Ya aku mengerti" jawab matha paham.


"Kak apakah kau tau di dekat sini ada gunung apa saja??'' tanya matha ke sino agar tidak di curigai.


"Ya aku tau beberapa gunung yang lumayan dekat sanpai yang jauh yaitu ada 3 setauku!!.. emang kenapa"(sino)


''tidak ada apaapa, bisa kau beritau gunung apa saja"(matha)


"Baiklah, ketiga gunung itu bernama gunung empfir yaitu gunung milik kota yang kita tinggali, gunung bacxo yang bertempatan di hutan ini , dan yang terakhir gunung tlepoc tapi ya... tempatnya terlalu jauh" jawab sino panjang lebar dan pengetahuan itu dia tau dari sekolah akademi.


"Baiklah sudahku putuskan kita akan coba ke gunung tlepoc" ucap matha yang langsung jalan kedepan.


"Ya aku set.... Eh... apa kok gunung tlepoc jauh banget mana kakiku rasanya mau.... Hey jangan tinggalin aku" oceh sino yang lalu menyadari bahwa dia sudah di tinggal oleh matha.


Dan akhirnya mereka matha dan sino sudah masuk kedalam hutan tlepoc, sino baru menyadari sesuatu.


"Oh iya matha kenapa kau yakin putri di gunung ini??!!" Tanya sino yang memang dari tadi mau menanyakannya tapi takut kalau matha gak bakal jawab jadinyakan sia sia tapi tak di sangka.


"Tepatkannya goa tlepoc yang ku maksud" jawab matha dengan dinginnya.


Sino yang mendengar itu jelas tambah bingung dari mana ia tau kalau putri ada di goa yang bertempatan di gunung tlepoc.


"Dari mana kau tau??!!"(sino)


Matha berhenti saat mendengar pertanyaan sino yang sulit untuk di jawab yang akhirnya matha menjawab.


"Firasat"


"Apa apaan firasatmu itu seakan akan kau mengenalinya, dan jika kau tau di gunung tlepoc banyak goanya lho"(sino)


Matha tak berpikir jika di hutan pasti banyak goa namun entah kenapa ia juga meyakini firasatnya bahwa putri ada di salah satu goa yang lumayan jauh dari sini.


"Memang ada berapa goa di hutan ini'' tanya matha ke sino untuk memastikan.


"Kira kira sekitar 29 goa atau lebih" jawab sino yang tidak yakin.


Banyak juga pikir matha tapi tidak membuat matha untuk menyerah mencari putri entah kenapa.


Ohya jangan kalian pikir kalau,kok matha sama sino sama sekali gak ketemu monster, justru dari tadi banyak monster yang menghadang tapi monsternya lemah.


Kira kira levelnya kurang dari 100 walau beda jauh dari matha dan sino tapi matha hanya sekali serang dan habis.


Itu yang membuat sino tercengang karena dia sama sekali tidak melawan hanya diam saja melihat matha yang op banget bahkan jauh dari kekuatan sino yang padahal sekolah di akademi.


"Matha sebaiknya kita beristirahat,apa lagi ini sudah malam"(sino)


"Ya baiklah kita akan istirahat sebentar!''(matha)


Lagi lagi sino kaget dengan ucapan matha 'apa apaan itumaksudnya sebentar' gumam sino yang ia kira bakal bermalam di bawah pohon ini.


Lalu matha langsung duduk bersandar pohon besar yang ada di hutan dan bembuka bekal yang di bawa matha dari misa.


Sino yang melihat matha sedang makan bekal, ia langsung tersadar dari lamunannya dan duduk di samping matha lalu ia membuka bekal dari ibunya.


Matha dapat 2 bekal dari mikasa ibunya sino dan bekal dari misa, lalu untuk sino ia hanya mendapat 1 bekal dari ibunya.


Setelah selesai makan matha tiba tiba langsung membersihkan bekas makanannya dan langsung berdiri.


"Hey kok secepat ini seharusnya kita beristiharat lebih lama karena sudah malam" ucap sino spontan.


"Justru karena sudah malam kita harus cepat" jawab matha yang mendadak menjadi tegas entah kenapa.


Sino yang mendengar itu tak dapat menjawab lalu lansung membereskan bekas makanannya dan mengikuti matha di belakang.


•• 35 menit kemudian ••


"Kita sudah berjalan sikitar setengah jam lalu apa firasatmu itu tidak berfungsi lagi" ejek sino yang jengkel karena dari tadi matha hanya mengucapkan firasat.


Matha tak menganggap omongan sino yang menjengkelkan tadi dan dari tadi ia juga memang hanya mengikuti firasat.


Tiba tiba matha berhenti di depan goa yang beraura sangat menyekam (tidak untuk matha soalnya dia pernah ngerasaiin aura lebih parah →chapter 1).


"Firasatku bilang di sini" dan tiba tiba matha mengucapkan itu dari mulutnya.


"Mana mungkin tuan putri memasuki goa yang memiliki aura seperti ini, firasat aneh lagi mana di percaya" ucap sino yang benar benar lelah dengan kata 'firasat'.


"Jika putri sedang di culik apa kemungkinan ia di sini" sahut matha yang langsung memasuki goa.


"Ya mungkin saja, tapi dari mana kau tau kalau putri sedang di culik, jangan jan..."(sino)


"Firasat" jawab dingin matha yang memotong pembicaraan dan tetap memasuki goa.


"Eh...."


••••••••••••••••••••••


BERSAMBUNG...


TIDAK LUPA UNTUK LIKE, KOMENT , RATE ,AND VOTE 😉


THANKSS...