
"eehh..."ucap sino terkejut dengan ucapan matha.
"Jangan mengucapkan kata itu" jawab matha dengan dingin.
"Bukannya begitu, tapi apa apaan firasatmu itu seakan akan yang ku ucapkan tadi itu benar(yang sino maksud soal cinta dan mengenal putri →baca chapter 10)" tegas sino yang matanya menatap serius matha.
Matha sempat berpikir tentang ucapan sino karena matha juga gak tau kenapa firasatnya gini tapi ia langsung menghiraukannya dan masuk ke goa.
Sino yang melihat dia di tinggal langsung mengikuti matha dan juga pengen membuktikan firasat matha benar atau tidak.
Saat mereka memasuki goa, aura mencekam bermunculan dimana mana bahkan sino susah bernafas, namun tidak untuk matha karena ia pernah merasakan aura kematian yang jauh mencekam (baca chapter 1)
"Matha apa kau gak merasa sesak dengan aura ini dan sepertinya kau sudah biasa dengan aura ini" tanya sino yang penasaran emang matha sekuat itu.
"Aura yang kau maksud ini benar benar biasa aja" jawab matha dengan dinginnya dan tetap berjalan lurus.
Sino yang mendengar itu langsung tau bahwa matha itu bukan orang yang sembarangan karena saat di perjalanpun hanya matha yang memusnahkan monster, lalu matha juga tidak terganggu sama sekali dengan aura ini dan firasat itu.
"Aku kira hanya aku orang terkuat dan level teratas di kota untuk kalangan anak termuda, tapi kenyataannya ada yang lebih kuat bahkan lebih muda, tentu matha yang ku maksud" gumam sino dan melirik ke arah matha yang masih berjalan dengan santainya.
Matha yang ngerasa di lirik seperti itu merasa terganggung dan apa apaan sikap yang terlalu waspada itu apa dia gak tau apa kalau tubuhnya lemas dan sesak.
"Apa kau bisa jangan melirikku begitu dan bersantailah sedikit" ucap matha dingin namun matanya yang berkilau mencekam membuat orang yang melihat pasti ketakutan.
"Eemmm... Ba-baik baik ma-af, ya sudah kita lan...'' jawab sino terpatah patah karena takut dan ucapannya terpotong.
Doarww...Bomm....
Sebelum menyelesaikan kata kata sino, sino sangat terkejut karena tiba tiba ada suara ledakkan, dan saat sino melirik matha, ya matha sudah tidak ada lagi di sampingnya bahkan sino tidak tau kapan matha pergi.
•••••••••••••••••••••
Di sisi matha.
"Eemmm... Ba-baik baik ma-af, ya sudah kita lan...."
Saat mendengar suara ledakan itu, mathapun langsung melesat kearah suara ledakan itu dengan kecepatan penuh yang ia punya dari class assassin yang levelnya sudah meningkat.
Setelah matha sampai di tempat asal suara ledakan itu dan di situ ada seorang iblis berbadan besar, bermuka menjijikan ,iblis itu sedang menyiksa gadis beraura suci hampir sama dengan aura matha tapi masih kuat aura matha, dan yang memiliki aura suci itu bukan lain adalah putri yang hilang walau belum pasti.
"Hime sama.....'' Teriak matha tiba tiba entah kenapa.
Putri yang merasa ada yang memanggilnya dengan suara yang tidak asing di telinganya langsung menoleh ke arah matha dengan tetesan air mata yang mengalir.
''kenapa kau menangis putri sialan, apa karena kau melihat ada manusia sialan lainnya, tenang saja putri sialan kali ini kau tidak akan mati sendirian aku juga akan menyiksa manusia itu, haahahaha" ucap iblis itu yang sombong.
"Hey, kau manusia sialan yang di sana sini kemarilah mari kita berpesta dan menyambut kematian mu bersama pitri sialan ini, tambah lah mangsaku hehehe" ejek iblis menjijikkan itu yang memanggil kematiannya sendiri.
"Jangan mimpi kau bisa menyentuhku iblis rendahan "sahut matha dingin dan langsung melesat menghampiri iblis itu.
Setelah berkata kata seperti itu matha langsung melesat kearah iblis menjijikkan itu dan saat didepan persis.
Tiba tiba si iblis langsung mendorong matha namun justru kebalikannya matha baik baik saja namun sang iblis yang terdorong kebelakang karena aura yang di miliki matha.
Bom....Bom....Bom
3× serangan sekaligus yang di luncurkan oleh matha ke iblis itu karena geram,dan jijik, dengan iblis sombong itu.
"Sialan kau manus....." (iblis)
••••••••••••••••••••••
YOSH🙂 ......
JANGAN LUPA BUAT TINGGALKAN LIKE, KOMENT, VOLE ,DAN RATE BINTANG LIMA😊
••+😺+••