The System's Shadow Heroes

The System's Shadow Heroes
14.Kembali



"apa apaan panggilang itu dan kenapa tuan putri" potonh sino yanh sangat kebingung.


"sudah ku bilang aku tidak tah kenapa aku mengucapkan itu, dan dia.... lagi tidur"


"eh..." (sino)


"mau ku tinggal!!" ancam matha yang jengkel.


"tidak tidak santai dong, maksudku tuan putri tidur di pelukanmu dan ia sepertinya sangat nyaman" ucap sino yang melihat kejadian langka.


matha menghiraukan ucapan sino dan ia langsung menggendonh putri dengan gendongan ala tuan putri (emang putri) karena putri tidak mau melepas matha.


saat mereka sudah sampai di depan goa tadi, dan tiba tiba matha mendengar sesuatu di benaknya yang bukan lain adalah system.


"[System] selamat tuan anda telah menyelesaikan quest dan hadiah talah di terima level up 15× + 5× , 15.000 poin tukar + 5.050 poin tukar, dan beberapa ingatan"


"kok ada hadiah + nya system??!" tanya matha di benaknya yang kaget karena hadiahnya ada tambahan yang lumayan lah.


"[System] benar tuan saya menambah hadiah + karena tuan dapat menyelesaikan quest kurang dari 24 jam dan agar tuan lebih bersemangat saat ingin menyelesaikan quest lainnya"


"ah baiklah, terimakasih" gumam matha.


sino yang melihat dari tadi mengarah ke matha yang menggendong sang tuan putri yang tiba tiba berhenti dan menatap rindu sang tuan putri.


Agar tidak terlalu membosankan dan nanti ketawan matha bahwa sino dari tadi menatap matha jadi ia langsung terpikir sesuatu yang pas untuk memacahkan suasana mungkin meringankan sedikit pikiran sino.


"emmm... a-pa yang terjadi dengan iblis tadi dan kemana iblis menjengkelkan itu pergi apa ia mati membeku dan pecah karena tadi karena aku tadi melihat ada bongkahan es darah yang membeku" tanya sino yang memecahkan suasana agar tidak hening kembali, namun yang terjadi adalah.


"iblis sudah musnah" jawab singkat matha karena tak dapat bilang yang sebenarnya.


•• 3 jam berlalu ••


hening.....


"bisa bisa mati kebosanan aku!!!"gumam sino yang kesal karena selama 3 sama sekali tidak ada topik pembicaraan.


Tuan putri pun akhirnya bangun dan ia melihat bahwa ia sedang di gendong oleh seorang laki laki tampan berambut merah, bermata kuning keemasan yang sangat ia cintai.


"sa- sayang" suara kecil keluar dari mulut tuan putri yang baru saja bangun dari tidurnya.


"syukurlah anda sudah sudah bangun, apakah anda sekarang baik baik saja??" tanya cemas matha.


"tidak lama kok" jawab matha yang berbohong namun demi menghibur sang tuan putri.


sino yang melihat matha dan putri tambah bingung 'apa yang putri maksud sayang terus si gunung es kok menyangkal dan apa apaan tadi si gunung es jelas jelas dia menggendong si putri sekitar 3 jam tapi kok malah jawab tidak lama kok' gumam sino yang bingung di tambah jengkel.


"eeee.... gunung es apa kamu gak mau istirahat dulu di sini dan makanlah sebentar kau sudah menggendong tuan putri selama perjalan sekitar sudah 3 jam apa kamu gak capek" tanya sino yang memberi saran agar matha tidak lelah namun kenyataan dia sendiri sebenarnya yang lelah.


"loh kok 3 jam tadi katanya belum lama "ucap putri sambil langsung melompat dari gendongannya lalu berdiri dan menatap matha.


"entah kenapa rasanya sangat nyaman, hehehe" jawab matha dengan jujur dan sesikit tawa malu.


''ya aku mengetahui itu ya udah,makasih sayang" senyum tuan putri yang cantik dan imut terlihat di wajahnya apa lagi senyuman itu untuk matha.


"hah.....maaf mengganggu kalian saya ada pertanyaan untuk yang mulia putri" (sino)


"emm... ya boleh saja" (putri)


"Baiklah terimakasih, jadi saya ingin bertanya kenapa yang mulia putri memanggil si gunung es emm maksudku matha dengan sebutan sayang dan tatapan anda ke matha serta sebaliknya kenapa menggambarkan kerinduan" yang akhirnya bisa terucap dari mulut sino.


"Apa maksudmu namanya matha dan apa kau tidak tau bahwa namanya KIRIGAYA HIDEYOSHI yang bukan lain adalah tunangan ku jadi wajarkan!" jawab putri sambil kesal.


"Ap- apa....." mereka berdua (sino dan matha) kaget bukan main saat mendengar jawaban putri.


Putri yang melihat sikap mereka berdua jadi ikut kebingunan karena ia bingung kenapa matha/hide juga kebingungan dengan ucapannya.


Dan akhirnya putri menghampiri dan melihat dengan tatapan bingung lalu bertanya.


"sayang kenapa kau terkejut begitu? apa kau sudah melupakanku tapi kenapa kau menyelamatkan aku??!" tanya putri sambil memegang tangan matha/hide.


matha/hide yang mendengar pertanyaan putri pun tak tau harus menjawab apa karena ia memang terkejut dan bingung dengan kejadian yang mendadak ini.


"ano, yang mulia putri sebenarnya....."


••••••••••••••••••••••••••


DAH SAMPAI SINI DULU😅


JANGAN LUPA BUAT LIKE, KOMENT, RATE, DAN VOLE .....MAKASIH😚