
"Ah,... maafkan saya ibunda atas ketidak sopanan saya, dan untuk alasan mengapa saya tertawa jawabannya adalah karena hichan(panggilan hide dari putri kazumi sejak kecil) menanyakan apakah kakek yang baru saja masuk itu kakek zen?!.. bukankah itu lucu" jawab putri kazumi yang melirik kearah hide dengan senyum yang mengartikan 'maaf sayang..'
Hide yang menyadari arti senyuman putri hanya menanggung rasa malu karena tiba tiba semua orang yang ada di ruang makan tersenyum menahan tawa sambil melirik hide.
'hah apa apaan ini dan apa tadi hichan?'gumam pelan hide yang dari tadi terdiam.
"[SYSTEM] ya tuan, hichan adalah nama panggilan khusus dari putri kazumi selaku teman masa kecil dan tunangan tuan"
ya benar juga sih kalau di pikir pikir putri kazumi selalu memanggil hide dengan sebutan 'sayang' dan mungkin ini pertama kalinya hide mendengar nama itu (karena ini bukan hide asli → bakal ada penjelasannya di chapter selanjutnya).
"hahaaha kau lucu sekali nak tak nyangka cucuku telah melupakan kakek tercintanya padahal ki.. " tawa kakek zen yang berjalan menghampiri hide namun omongannya langsung di potong.
"oh maafkan aku kek karena melupakanmu" potong hide sambil melirik tajam kakeknya.
'Dasar aneh kenapa kakek zen ini ternyata kakek ku dan sepertinnya semua orang tidak tau tentang identitas asli kakek zen(dewa kesucian 1) untung tadi aku memotong kata katanya kalau tidak ya...tanggung sendiri sih' gumam lirih hide.
"kenapa kau menatap kakekmu ini dengan tatapan benci" ucap kakek zen dengan muka sok melas sambil mengarah ke kursi kosong depan hide dan duduk.
''tak tau malu" balas hide dengan nada lirih.
"jangan kira aku tidak mendengar ucapanmu itu" (kakek zen)
"jika kau mendengar ku berarti rubahlah sikapmu dasar tak tau malu" (hide)
"kenapa kau begitu marah dengan ku apa kau bembenci ku?.." (zen)
"menurutmu?.." (hide)
'sudah lah entah kenapa dia benar benar mirip' gumam kakek zen dalam hati.
"baik baik maafkan kakek tak tau malu mu ini'' (zen)
percakapan panjang antara kakek dengan sang cucu yang di perhatikan banyak orang walau kakeknya memang tak tau malu tapi hide tak kalah mirip dengan kakeknya untuk masalah perdebatan.
"ikatan kakek dan cucu memang tidak dapat di ubah ya,hihihi'' bisik putri yang berada di samping hide.
''tidak seperti yang anda bayangkan" balas bisik hide.
"kenapa kau jadi formal?!" tambah putri kazumi yang tiba tiba memalingkan wajahnya dan marah.
saat hide melihat kazumi memalingkan wajahnya dan kelihatan marah, hide menjadi kebingungan sendiri 'emang aku salah ucap ya?' gumam hide dalam hati yang di ketahui oleh system.
"[System] dasar tuan memang tidak peka!"
misa yang dari tadi memperhatikan hide dan putri yang sedang berbisik bisik entah kenapa rasanya sangat sakit dan sesak namun ia menahannya.
sino tau yang di rasakan oleh imoto chan (misa maksudnya) namun ia hanya mengelus elus pundak adik perempuannya, dan saat misa menyadari kakaknya mengelus pundaknya ia hanya membalas senyuman.
•• 25 menit kemudian ••
setelah makan malam semua orang langsung kembali kekamarnya masing masing dan untuk keluarga kerajaan sepeti raja, ratu ,dan putri kedua mereka menginap beberapa hari di rumah keluarga yuuki.
Dan untuk hide ,ia merenung memikirkan apa yang sebenarnya terjadi tadi terutama soal kakeknya yang ia pikirkan adalah 'kakek zen adalah kakek ku terus beliau itu raja dewa kesucian 1 ,dan kenapa semua orang tidak tau' gumam hide yang mukanya seperti banyak beban.
••••••••••••••••••••••
maaf, dan makasih yang masih nunggu novel ini up soalnya thor itu anak pondok dan bisa up kalau libur tapi karena tahun ajaran baru ini thor daring jadi thor lanjutin aja ni novel.
sekali lagi makasih yang udah baca jangan lupa like, komen ,dan vote ya...
sampai ketemu di chapter selanjutnya..