
"Sa!.. yang?.."
Panggil Putri Kazumi dengan keras namun tiba-tiba memelankan suaranya karena bingung dengan tatapan di ide yang seperti sedang banyak pikiran, walau wajahnya tidak menampilkan ekspresi apapun namun jika saat Putri Kazumi sedang berbicara dengan hide ia selalu menatap mata kuning yang indah dan jika menatap matanya bekerja di tahu kebenaran walupun sifatnya dinginnya berbeda dengan ide yang tidak lupa ingatan namun matanya mengatakan hal lain.
"HM?"
Balas hide terkejut.
"Kenapa malah hm?.. justru seharusnya aku yang bertanya ada apa? "(Kazumi).
Ide yang mendengar itu hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum lembut menandakan bahwa ia tidak ada apa-apa.
Tentu saja Putri Kazumi yang melihat itu langsung mengelaknya, ia tahu bahwa ide sedang menyembunyikan sesuatu darinya, Putri tidak memaksa jika tidak ingin menceritakan itu padanya tapi Putri hanya merasa bersalah karena ia sebagai pandangan hidup tidak bisa menghibur atau meringankan paling tidak sedikit beban yang dipikul oleh tunangannya.
"Tidak bohongkan?"
Tanya Kazumi memastikan.
"[System] bohong-bohong ".
'hisshh...'
Gumam hide dalam benaknya.
"Tentu aku tid,.."
"Selamat datang putri kedua empgold, dan selamat datang tuan muda kirigaya"
Sambutan para prajurit sambil membungkukkan badannya secara tiba-tiba yang membuat ucapan hide terpotong.
Lalu menganggukkan kepalanya sedangkan hide hanya mengacuhkannya dan langsung masuk ke penampungan meninggalkan Putri yang malah asyik melihat pemandangan dekat penampungan, putri Kazumi yang menyadari bahwa ia ditinggal oleh hide yang langsung mengejar hide dan mengikutinya dari belakang.
"Yang tadi- ..."
Ucap hide menggantung.
"Ehm?"
Respon Putri dengan banyak tanya.
"Jangan dipikirkan! "Acuh hide.
"Ha?.. eemm.. baiklah maaf"
Pasrah Putri Kazumi sambil meminta maaf karena ia merasa telah mengintrogasi tunangannya dan membuat hide tidak nyaman.
Sambil melengkan kepalanya hide pun menjawab..
"Tidak aku yang minta maaf ".
Putar Kazumi yang mendengar permohonan maaf hide menjadi tersenyum karena ia menjadi teringat yang dulu ya itu yang selalu ramah dan tidak pelit dari kata maaf, terima kasih, permisi, dan meminta tolong.
'apakah yang pancarkan di wajah cantiknya itu tulus?... Dan tapi jika tulus kenapa?'
Bingung hide dalam hati.
"[System] tenang saja Tuan tulus kok"
Walaupun sistem telah berkata seperti itu tapi rasanya tentu saja masih ada yang mengganjal menurut hide.
Suara prajurit yang tiba-tiba terdengar dari kejauhan sambil berlari menuju ke tempat yang sedang hide dan kazumi melewati.
"Ada apa ? kenapa paman berlarian, sebentar.. bibi tolong ambilkan air!" (Kazumi).
"Ah baik ini putri "(bibi maid).
"Terima kasih atas kemurahan hati anda, saya ditugaskan ratu untuk memanggil tuan putri dan tuan muda beliau telah menunggu di ruang tengah penampungan, dan jika berkenan akan saya antarkan" ucap prajurit itu setelah minum minuman yang diberi Putri.
"Kau antar Putri dan aku akan menyusul"
Kini yang menjawab adalah hide dengan sangat mengerikan seakan-akan menyuruh prajurit tadi tidak menyentuh Putri dan menjaganya dengan baik.
"Siap tuan muda saya akan melaksanakan, tuan Putri silakan jalan duluan "jawab sigap prajurit itu.
Putri yang dari tadi tidak bersuara gini bukannya berjalan duluan namun malah mendekati tunangannya sambil berkata...
"Kenapa tanda tanya" satu kata yang sangat memberi banyak tekanan.
"Hanya ingin sendiri"
Jawab hide sambil berjalan menjauh dan sebelum menjauh ia sempat memberi surat kecil ke tangan putri dengan cepat agar tidak ketahuan dengan yang lain.
Putri yang menyadari ia diberi surat oleh hide langsung disimpan ke inventory miliknya sendiri yang belum lama ia miliki karena membaca buku buku sihir hide saat di kamar hide dulu dan Putri mencobanya, tidak ada satu orang pun yang menyadari hal itu atau mungkin hide sudah menyadarinya dari dulu.
Setelah hide merasa sudah jauh dari pemukiman, ia duduk di bawah pohon besar dengan sungai bening di sampingnya.
"Yo! Tuan muda"
Sapaan seseorang dari belakang pohon secara tiba-tiba yang ternyata itu adalah Sino (kakak misa).
"Sok formal "ketus hide.
"Hahaha, kenapa kau tetap dingin dan kenapa Putri betah ya?" (Sino).
"Mau mati?" balas hide...
"Hih.. ampun nggak berani... Oh ya ngapain sendirian di sini putus sama Putri? "(Sino).
"Lama-lama emang minta dibunuh" (hide).
"Ets jawab dulu pertanyaan nya... Ngapain di sini sendiri?"(Sino).
"Bukan urusanmu!" (Hide).
"Biar aku tebak pasti soal Putri" (Sino).
"Sudah ku bilang bukan urusanmu "jengkel hide.
"Kau tidak mau mengajak Putri berkencan?" (Sino).
••••••••••••••••••••••••
Thanks buat kalian yang masih nunggu lanjutan cerita Thor ini semoga nggak bosen sama kisah yang pasti kurang dari novel-novel yang lain...
Jangan lupa yang udah baca buat like tambah favorite and comment bye bye see you the next chapter....