
" Robert !! Aku tau kamu di sana ! Keluarlah !! Jangan bersembunyi di balik tembok gerbang !! "
Sebuah suara bergemuruh dan terdengar di tiap sudut Ibukota Kerajaan Lion. Rakyat biasa dan bangsawan yang mendengarnya langsung menggigil ketakutan, dan bahkan para Ahli Seni Bela Diri di seluruh Ibukota langsung berkeringat dingin.
" Ya Lord !! itu Ayahmu. Jika ia memberontak, Sumpah Darah dan Energi itu dapat di aktifkan. Tuan dalam bahaya "
Adam dan Pelayan Tua keluarga Eshan saat itu sedang membicarakan sesuatu, mereka tertegun ketika sebuah Teriakan marah terdengar di tiap sudut ruangan itu. Pelayan Tua yang pertama kali tersadar langsung berkata dengan gemetar, bahkan sebelum Adam sempat bicara Pelayan Tua itu sudah pergi menghilang.
" Sangat cepat. " Adam bergumam sambil melihat ke arah pintu.
Awalnya Adam mengajak Pelayan Tua berbicara agar A.I. Chip dapat memindai tubuhnya, tetapi karena Pelayan Tua itu sangat kuat, di butuhkan banyak waktu bagi A.I. Chip untuk dapat memindai nya. Sebelum Pemindaian itu selesai, sebuah suara bergemuruh dan pelayan tua itu sudah pergi.
Seharusnya berita tentang Tuan Muda Adam yang tersadar sudah sampai di perbatasan Utara sekarang. Pelayan Tua itu menggunakan Burung Merpati Petir untuk mengirim berita, dengan kecepatan yang sangat cepat, Merpati Petir itu bisa sampai ke Perbatasan Utara dalam waktu 1 jam.
Tetapi ketika mengetahui Jhonson Eshan ada di Ibukota, itu berarti berita yang di kirim menggunakan Merpati Petir telah sia-sia dan belum di terima oleh Jenderal Jhonson Eshan.
Di butuhkan waktu 5 hari untuk dapat pergi dari Perbatasan Utara ke Ibukota Kerajaan dengan menggunakan kuda, itu berarti setelah Jenderal Jhonson Eshan mendapatkan berita tentang putranya, ia langsung bergegas ke arah Ibukota.
....
" Sialan kamu !! Jhon !! Apa kamu mencoba menginjak Reputasi aku ? " Teriakan Marah terdengar dari balik Gerbang Utara Ibukota.
Di Puncak Gerbang Utara itu terlihat seorang Pria besar melangkah ke depan dengan wajah marah dan kesal. Pria itu di lengkapi 1 set Baju Besi Tempur berwarna perak di seluruh tubuhnya, Pria itu adalah Jenderal Robert Greim.
" Hahaha !! Robert. Buka Gerbangnya !! " Jhonson berkata sambil tertawa.
" Tidak Jhon ! Apa kamu ingin memberontak dengan membawa pasukan itu? Adam masih hidup, ia tidak mati !! Aku sendiri yang menolongnya. " Tanya Robert dengan gelisah melihat 5.000 pasukan di belakang Jhonson Eshan.
" Menolong ? Mustahil ! Bahkan jika aku ada di sana, aku tidak bisa berbuat apa-apa pada Elang Besi itu. Robert, cepat tumpahkan semuanya !! apa yang sebenarnya terjadi ? " Jhonson berkata dengan marah.
" Ya ! Kamu benar, aku hanya dapat melihat Elang Besi itu dari kejauhan, itu mencoba menyerang sesuatu di bawahnya. tetapi berhenti dan bergerak ke arah Timur. Setelah Elang Besi itu pergi, tepat di bawahnya dimana Elang Besi itu akan menyerang, ada Adam yang terbaring tak sadarkan diri. " Kata Robert menjelaskan.
Jhonson mengkerut kening dan terdiam setelah mendengar penjelasan Robert. Apa yang di katakan oleh Robert sangat tidak masuk akal, tetapi Jhonson tau kalau Robert tidak mungkin berbohong padanya.
Apa yang membingungkan adalah Elang Besi itu, jika Elang Besi mencoba untuk memakan manusia, Adam sudah pasti akan mati sekarang. Hanya ada 1 kemungkinan, itu adalah Elang Besi mencoba mengejar sesuatu.
Jhonson Eshan sangat akrab dengan Elang Besi itu, mereka tidak akan dengan mudah keluar dari sarangnya. Kecuali jika ada musuh yang membuatnya marah, atau jika ada sesuatu yang mereka butuhkan.
" Robert. Buka Gerbangnya. " Setelah beberapa saat, Jhonson berkata dengan tegas.
Raja dan Robert telah berdiskusi sebelumnya, jika Jhonson membawa banyak pasukannya, Gerbang Utara Ibukota Kerajaan harus di tutup, dan Jhonson hanya dapat masuk ke Ibukota sendirian. Tetapi jika Jhonson datang sendiri, mereka tidak perlu menutup Gerbangnya.
Raja dan Robert sangat takut jika Jhon membawa masuk pasukannya masuk kedalam Ibukota Kerajaan, Situasi Adam saat ini masih belum jelas, jika Jhonson tiba-tiba mengamuk, tidak ada yang bisa menghentikan Jhon dan Pasukannya.
" Bagaimana jika aku menolak ? " Jhonson Eshan berkata dengan senyum sinis.
" Kamu berani !! " Robert berteriak dengan gelisah sambil mencengkram senjatanya.
Jhonson Eshan terkenal dengan metodenya yang brutal dan gila, jadi ketika Jhon berbicara seperti itu, Robert mengetahui kalau itu bukanlah candaan ataupun omong kosong.
Dengan Jhonson dan Robert saling berhadapan, suasana di depan Gerbang Utara Ibukota menjadi tegang. Para Prajurit dari kedua sisi saling mencengkram pedang mereka dengan erat.
" Tuan !! Tuan Muda Adam sudah terbangun !! "
Tepat ketika situasi menjadi tegang, sebuah suara cemas terdengar di telinga semua orang yang ada di Gerbang Utara. Semua Prajurit itu langsung mengalihkan mata mereka ke arah suara.
Di atas tembok Gerbang Utara Ibukota Kerajaan Lion, di samping seorang Prajurit, Ada seorang lelaki Tua dengan pakaian sederhana. Prajurit yang berada di samping lelaki tua itu tertegun dan setelah beberapa saat ia segera melangkah ke samping.
" Hahaha. Robert, aku hanya bercanda. Ayo, Ayo, Cepat buka Gerbangnya, aku ingin melihat Putra ku. " Jhonson Eshan yang melihat Pelayan Tua langsung berkata sambil tertawa senang.
Jhonson Eshan sangat mempercayai Pelayan Tua, jadi ketika Pelayan Tua itu datang dan berkata bahwa Adam telah tersadar, ia langsung percaya akan hal itu.
" Buka Gerbangnya. " Robert berkata dengan ragu sambil melirik Pelayan Tua.
" Hahaha. Kalian tunggu di sini untuk beristirahat, kami akan kembali besok. " Melihat Robert yang gelisah, Jhonson tentu saja tidak akan membuatnya merasa khawatir, ia langsung memerintahkan pasukannya untuk tetap di luar Gerbang Utara.
Melihat Jhonson tidak membawa pasukannya, Robert menghela nafas dengan lega. Sebagai seorang Jenderal yang menjaga pusat Kerajaan, tanggung jawab Robert sangatlah besar di sini, jika Jhonson membawa pasukannya ke dalam Ibukota, Robert harus waspada setiap saat untuk melindungi Ibukota Kerajaan.
" Jenderal. Apa kita perlu memberitahu Yang Mulia Raja tentang ini ? " Tanya seorang Prajurit.
" Tidak perlu, aku yakin Raja sudah mengetahui hal-hal yang terjadi di sini sekarang. " Jawab Robert sambil menggeleng.
Robert melihat Jhonson dan Pelayan Tua itu pergi sambil mengkerut kening. Apa yang ia lihat adalah Lelaki Tua yang ada di samping Jhonson Eshan, di saat situasi tegang Lelaki Tua itu bisa muncul di atas Tembok Kota tanpa ada yang tau, bahkan ia seorang Ahli Seni Bela Diri Tinggi tingkat 9 sama sekali tidak sadar.
" Jhon, siapa kamu sebenarnya ? " Robert bergumam tanpa ada yang mendengar.
Ketika melihat Lelaki Tua itu, Robert merasa seperti seekor semut, perasaan itu hanya pernah muncul ketika ia berhadapan dengan Binatang Ajaib Tingkat 4 seperti Elang Besi. Identitas Jhonson sangatlah Misterius, ia tiba-tiba muncul di Kerajaan 15 tahun yang lalu.