The Secret Core Of Martial Arts

The Secret Core Of Martial Arts
Chapter 1. Asal Mula



" Kapan kami akan sampai ? " Kata seorang pria di dalam mobil dengan cemas.


" Lapor pak, kami akan sampai dalam 10 menit " Kata seorang Prajurit dengan hormat.


10 Kendaraan militer lapis baja sedang melaju dengan sangat cepat di jalan raya, mengabaikan banyak rambu lalulintas, 10 mobil itu bergerak tanpa perduli dengan mobil yang ada di sekitarnya.


Hal itu sampai membuat orang-orang yang melihat merasa sangat khawatir, karena itu adalah pertama kalinya 10 mobil militer melaju dengan cepat sampai mengabaikan aturan lalu lintas, mereka semua tau jika saat ini ada keadaan yang sangat darurat.


Dengan setiap mobil itu berisi 4 orang, ada total 40 Prajurit Elit bersenjata lengkap disana, dengan raut wajah dingin dan waspada, mereka siap untuk berperang kapan saja. Para Prajurit itu tau kalau mereka bisa mati dalam perjalanan ini, tetapi mereka sama sekali tidak merasa takut, karena mereka adalah pasukan khusus yang siap mati untuk negara, mereka di latih negara untuk membela tanah air.


.......................


" Cepat berikan chip itu, atau kamu mau melihat keluargamu mati di sini Pak Tua !!! " Kata Edward dengan nada tinggi dan bahagia.


" Apa yang kamu lakukan Edward !! " Tanya Profesor Tua dengan wajah penuh kecewa dan sedih.


" HA Ha Ha, Pak Tua, apa kamu merasa ini adil ? Hidupku hancur karena kamu !! Apa kamu tau itu ? " Jawab Edward dengan wajah gila dan keserakahan di matanya.


" Gila, Kamu gila Edward, Apa maksudmu dengan itu ? Aku sudah banyak membantu keuangan Keluarga mu, aku sudah banyak berkorban untuk keluarga kamu !! " Jawaban Profesor Tua dengan marah saat ia menunjuk Edward yang gila.


" Ha Ha Ha !! Pak Tua, apa yang kamu berikan kepada kami tidak ada bandingannya dengan biaya yang telah di keluarkan oleh Orang Tua sialan itu. Jika bukan karena kamu, kami masih akan hidup senang selama 3 generasi kedepan !! " Jawaban Edward dengan kemarahan.


" Edward !!, almarhum ayahmu akan sangat kecewa padamu !!! " Kata Profesor Tua dengan nada tinggi dengan wajah tak berdaya.


Di sebuah Laboratorium Pribadi, Seorang Profesor tua memiliki wajah marah, sedih, dan kecewa kepada pria paruh baya yang ada di depannya.


Dia adalah Seorang Profesor teknologi terbaik di dunia, saat ini dia telah menyelesaikan sebuah terobosan dalam dunia teknologi. tidak pernah dia mengharapkan situasi yang sangat tragis kali ini, perjuangan yang dia lakukan untuk manusia selama 10 tahun akan menjadi seperti ini.


Edward adalah anak dari Rekannya Profesor Edgard, dia dan Profesor Edgard adalah 2 bintang yang di miliki negara dalam teknologi. Mereka berdua bekerja sama untuk membuat sebuah terobosan dalam teknologi selama 8 tahun, tetapi Profesor Edgard meninggal dunia lebih dahulu 2 tahun yang lalu karena penyakitnya.


Biaya Penelitian itu tidaklah sedikit, itu menghabiskan hampir seluruh kekayaan dari kedua Profesor itu. Mereka memiliki impian, jika mereka berhasil, sudah pasti status mereka berdua akan menjadi Ilmuwan.


Ketika Profesor Edgard meninggal, ia hanya dapat memberikan sangat sedikit warisan untuk keluarganya, hal itu membuat Keluarga Edgard bangkrut dan jatuh miskin dalam semalam.


Profesor Tua sangat sedih tentang kejatuhan keluarga dari Profesor Edgard, karena itu ia membantu sebanyak mungkin keluarga Edgard.


Walaupun ia membantu dalam jumlah uang yang besar, itu hanya dapat meringankan sedikit hutang yang di miliki keluarga Edgard.


Keluarga Edgard yang awalnya sangat kaya, selalu memiliki uang kemanapun mereka berada, ketika jatuh miskin mereka merasa sangat sengsara. Mereka hanya bisa membenci Profesor Tua di hati mereka.


Profesor Tua adalah orang yang awalnya mengajak Profesor Edgard untuk bekerja sama, jadi ketika Profesor Edgard meninggal dan mereka jatuh bangkrut, mereka hanya bisa menyalahkan Profesor Tua.


Profesor Tua juga tidak lagi memiliki banyak uang, untuk dapat melanjutkan Penelitiannya, ia hanya dapat bekerja sama dengan pemerintah.


Pemerintah dengan sangat senang menerima kerja sama itu, walaupun hanya 20% dari keuntungan, jika penelitian itu berhasil, jumlahnya akan sangat banyak dan dapat mengembalikan biaya dalam beberapa tahun.


Profesor Tua merasa bodoh, ia sangat menyesal saat ini, menyesal karena ia terlalu baik, padahal ia tau kalau setiap manusia memiliki banyak emosi, dan emosi yang paling menakutkan adalah keserakahan.


Untuk mengenang kerja keras dan pengeluaran uang dari Rekannya sekaligus sahabatnya, ia memberi tau Edward tentang keberhasilan terobosan teknologi, ia juga memberi tau kalau keluarga Edward akan mendapatkan 40% dari keuntungan.


Tetapi karena keserakahan Edward, ia menyewa prajurit bayaran untuk mengepung rumahnya, ia menculik semua keluarganya. Profesor Tua adalah orang penting di negara atas kerja sama mereka, karena itu rumahnya yang juga lokasi laboratoriumnya di jaga ketat olah tentara Pemerintah.


Saat ini banyak darah di setiap sudut ruangan, semua tentara pemerintah berlumuran dengan darah, mereka semua mati tertembak di seluruh tubuh mereka.


Profesor Tua melihat kearah anak - anak dan cucunya, mereka semua menangis, dan ketakutan melihat banyak mayat tentara pemerintah dan tentara bayaran.


Profesor Tua memiliki 3 Anak dan 7 cucu, mereka memiliki umur yang berbeda - beda. Dari ketiga anak dan 7 cucunya itu, tidak ada yang bisa menjadi penerusnya. Mereka juga terlahir dalam hidup kaya sejak lahir, dan ketika mengalami hal ini, mereka hanya dapat merasa takut tanpa ada yang melawan.


Sambil menghela nafas dengan kesedihan, Profesor Tua itu berjalan kearah pusat untuk mengambil chip yang di minta Edward, dengan banyak kata kunci rumit dan membingungkan akhirnya sebuah kotak logam yang menyimpan chip terlihat di depan mata semua orang.


" Hahahaha . Aku Kaya !! Aku Kaya !! Haha " Edward Tertawa bahagia dengan wajah gila.


Di atas Kotak logam itu, Edward melihat sebuah chip sebesar tangan orang dewasa. Chip itu memiliki warna hitam dengan garis berwarna emas membentuk pola misterius.


" Pak Tua. Berikan semua Data Penelitian mu untuk chip ini, dan bagaimana cara untuk membawa chip ini ? " Edward berkata dengan nada cemas sambil melirik jam di tangannya.


" Edward, Apakah kamu pikir aku bodoh ? setelah kamu mendapat data, kamu pasti akan membunuhku. Lebih baik kamu melepaskan semua keluargaku dan aku akan ikut denganmu. " Melihat Edward gelisah, Profesor Tua itu langsung memikirkan bantuan dari militer. Apa yang bisa ia lakukan adalah mengulur waktu sampai bantuan tiba.


" Hahaha. Ya ya ya, kamu memang pintar Pak Tua, tetapi aku sudah menyiapkan sesuatu untukmu. " Edward tersenyum sambil melihat kearah pintu ruangan.


" Apa !! itu kamu !! " Profesor Tua terkejut dan marah sambil menunjuk lelaki tua yang masuk keruangan.


" Hahaha. Lama tidak bertemu teman. " Kata lelaki tua sambil tersenyum.


" Edward !! Kamu, kamu penghianat Negara !! " Kata Profesor Tua dengan marah.


" Hahaha. Penghianat ? Pak Tua, kamu pasti bercanda. Ketika keluarga aku jatuh, apakah negara membantu aku ? " Kata Edward dengan kebencian.


" Kamu !! " Profesor Tua berkata tanpa dapat menjawab.


" Pak Tua, Cepat berikan kata kuncinya atau kamu bisa melihat keluarga mu mati di sini. " Lelaki tua itu bertanya sambil mengancam Profesor Tua.


" Profesor, mengapa kita tidak langsung mengambil Chip itu ? " Tanya Edward dengan bingung.


" Chip itu tidak bisa di bawa. " Jawaban Lelaki Tua dengan acuh.


Profesor Tua saat itu mengalami dilema. Jika data itu di ambil, sudah di pastikan Profesor Tua dan Keluarganya akan mati.


" Baiklah. Untuk memindahkan data itu di perlukan 5 kata kunci. Setiap kata kunci aku ingin 2 orang keluargaku dapat pergi dari sini. " Profesor Tua berkata dengan tegas.


" Baiklah, Biarkan 2 anak itu pergi. " Sebelum Edward menjawab, lelaki tua itu sudah berkata dengan acuh.


Lelaki Tua itu tau kalau Profesor Tua sangat pintar, dengan metodenya saat ini, Profesor Tua pasti berencana untuk mengorbankan 2 nyawa untuk 8 orang.


Lelaki tua itu sama sekali tidak perduli dengan nyawa keluarga Profesor Tua, apa yang penting sekarang adalah memindahkan data.


" A.I. Chip ! Transfer 20% Data A. " Profesor Tua berkata kearah Chip.


[ Bip ! Memindahkan 20% Data A sedang berlangsung. Membutuhkan waktu 4 menit. ]


Semua orang yang ada di ruangan itu terkejut ketika mendengar sebuah suara.


" Hahaha. Hebat, Hebat. Benar-benar Jenius. " Lelaki Tua itu tertawa bahagia, di dalam hatinya, ia telah menganggap Penelitian itu adalah hasil karyanya sendiri.


Setelah 3 kali memindahkan data, suara tembakan dan ledakan granat terdengar di ruangan itu.


" Pak Tua, waktu kami tidak banyak. Jika kamu tidak memerintahkan A.I. Chip untuk memindahkan semua data itu dengan cepat, aku hanya dapat menyerah, tidak hanya tempat ini akan hancur semua keluargamu ini juga akan mati. " Akhirnya Lelaki Tua itu menyadari sedikit kebenaran dan kemampuan A.I. Chip. ia dengan wajah ganas berkata kepada Profesor Tua.


" A.I. Chip ! Pindahkan semua data A dengan kecepatan tertinggi. " Profesor Tua berkata sambil menghela nafas dan tak berdaya.


[ Bip ! Memindahkan seluruh Data A dengan kecepatan tertinggi. Membutuhkan waktu 1 menit. ]


" Sialan !! Pak Tua. Kamu mempermainkan kami. " Edward berkata dengan sangat marah.


[ Bip ! Proses pemindahan data selesai. ]


" Hahaha. Benar-benar Profesor jenius. Aku mengakui kekalahan. Tapi, tetap saja kamu lebih lemah dariku. Apakah kamu berpikir kalau Keluargamu yang pergi itu aman ? " Setelah 1 menit berlalu, Lelaki Tua itu berkata dengan senyum dingin kepada Profesor Tua.


" Sial. Apa, Apa yang terjadi dengan mereka ? " Tanya Profesor Tua dengan wajah pucat dan menggigil ketakutan.


Edward juga terkejut dengan perkataan Lelaki Tua itu, tetapi setelah itu ia tersenyum. Awalnya ia memiliki rencana untuk membunuh seluruh keluarga Profesor Tua, tetapi karena Lelaki Tua itu sudah memiliki rencana, ia akan sangat senang karena tidak perlu membuang waktu.


" Hahaha, sebelum kamu mati, aku akan memberi tau kepadamu kalau di tubuh semua keluargamu ada sebuah bom. Hahaha !! " Lelaki Tua itu tertawa dengan sebuah remote yang sudah di tekannya.


Boom !! Boom !!


" Tidak !!!!!!!! " Teriak Profesor Tua melihat ke empat keluarga yang di cintainya mati meledak tepat di hadapannya, dengan campuran emosi kesengsaraan dan kesedihan, air mata darah keluar dari matanya.


" Hahaha, Tua bangka, mati !!! "


" Baam, Baam, Baam "


Edward berkata sambil menembak Profesor Tua sampai pelurunya habis.


Tubuh Profesor Tua jatuh kearah Chip, tanpa ada yang menduga, darah Profesor Tua itu memasuki chip.


Seperti barang elektronik yang menyala terkena Air, sengatan Listrik bertenaga tinggi langsung menghancurkan Chip dan Profesor Tua sampai menjadi abu.


Lelaki Tua dan Edward tertegun ketika mereka melihatnya. Sengatan Listrik bertenaga tinggi itu langsung memicu Energi yang tersimpan di dalam Laboratorium.


Energi yang sangat besar itupun meledak dan menghancurkan apapun di dekatnya. Laboratorium dan rumah Profesor Tua itu meledak. Edward, lelaki tua, tentara bayaran, dan bahkan Tentara Pemerintah pun mati.


Perjalanan Profesor Tua di mulai.