
Sesuai janji Kertawardhana, Kertawardhana membawa Saras keliling istana Majapahit dengan menunggangi kuda.
Mereka menelusuri sawah, ladang, pedesaan , dan memasuki hutan, lalu mengungjungi tempat - tempat wisata dikota Majapahit.
Mereka akhirnya sampai di Air Terjun Coban Cangguh, sekarang berlokasi di Desa Padusan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.
Air terjun Coban Cangguh menyuguhkan pesona yang lebih menyejukkan karena berada di lereng gunung Welirang.
Suasana alamnya pun begitu mempesona dengan hamparan pepohonan hijau sejauh mata memandang, Air terjun dengan ketinggian 70 - 80 meter ini terlihat begitu memukau dengan suasana alam yang indah.
Setelah itu, mereka sampai kesebuah kolam Segaran, salah satu tempat wisata bersejarah yang sekarang terdapat di Desa Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Tidak jauh dari jalan Surabaya - Madiun, Kolam segaran merupakan kuno terbesar di Indonesia yang sudah ada sejak jaman Kerajaan Majapahit.
Kolam ini baru ditemukan pada tahun 1926. Kolam Segaran memiliki panjang 375 m dan lebar 175 m, dibatasi dinding batu bata merah.
Setelah puas melihat - lihat kolam Segaran, Kertawardhana membawa Saras ke sebuah air terjun lain. Namanya air terjun Surodadu. Tingginya mencapai sekitar 15 meter. Sebelum sampai ke lokasi, kita akan disuguhkan pemandangan alam yang menyejukkan.
Lokasi wisata air terjun berada di Dusun Milgi, Desa Claket.
Setibanya di lokasi, anda bisa melihat gemericik air yang lembut dan berada diantara batuan tersusun alami.
Setelah itu mereka menunggangi kuda masuk keperkampungan rakyat.
Disana mereka menemukan Api Abadi Mojokerto. Objek ini menarik dikunjungi karena memang berupa nyala api yang tidak pernah padam.
Sumber api ini ditemukan tahun 1993, yang sudah menyala sejak Zaman Kerajaan Majapahit.
Untuk sampai ditempat ini, aksesnya cukup mudah karena jaraknya sekitar 3 meter saja Kota Mojokerto. Tepatnya berada di Dusun Berkucuk, Desa Tempuran.
Setelah puas melihat - lihat Api Abadi Mojokerto, Kertawardhana membawa Saras ke sebuah puncak, Nama puncak tersebut yaitu puncak Jengger. Ada pemandangan alami dan hamparan perbukitan yang hijau membuat siapa saja seolah betah berada di Puncak Jengger.
Lokasi wisata ini berada di Desa Tawangrejo, Kecamatan Jatirejo. Puncak Jengger memiliki banyak spot yang cantik .
Selanjutnya Kertawardhana membawa Saras ke Air Terjun Watu Ondo. Tempat wisata yang merupakan air terjun kembar dengan aliran air cukup deras. Aliran air dikedua air terjun kembar ini bertingkat dan memiliki karakter yang berbeda.
Untuk yang pertama ketinggiannya mencapai 75 meter dan kedua memiliki ketinggian sekitar 40 meter.
Lokasi nya berada di Desa pacet, Kecamatan Pacet. Hanya saja untuk sampai kelokasi, harus melewati jalam yang cukup ekstrem sehingga harus lebih berhati - hati.
Selanjutnya Kertawardhana membawa Saras ke Gunung Penanggungan.
Lokasi Gunung Penanggungan berada di Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto. Gunung ini sudah tidak aktif dan memiliki ketinggian sekitar 165e mdpl.
Setelah itu Kertawardhana membawa Saras ke Air Terjun Grenjengan. Tempat wisata ini memiliki air yang jernih dan begitu segar.
Disini Saras bisa memanjakan tubuh dan pikiran terasa lebih fresh. Banyak orang berada di tempat ini.
Lokasinya ada di kawasan hutan pinus.
Anda bisa mendapatkan sensasi liburan yang luar biasa. Tempat ini terasa cocok.
Selanjutnya Kertawardhana membawa Saras berendam air panas yang sangat menyenangkan.
Disini ia bisa membuat tubuh rileks dan menghilangkan penat. Bahkan warga setempat menyakini bahwa wisata ini bisa mengobati berbagai macam kulit.
Lokasinya ada di Desa Padusan.
Sumber air panas yang ada di pemandian ini berasal dari mata air alami dari Gunung Welirang.
Setelah puas berkeliling, Lalu mereka bergerak kembali ke Istana. Ditengah perjalanan, Kertawardhana membawa Saras ke sebuah pasar Tradisional tidak jauh dari istana. Mereka membeli banyak jajanan tradisional, ada onde - onde, Kue Putu, Lemper, Wajik, tape, dll.
Mereka makan sambil berjalan - jalan keliling di Pasar.
Saras sangat senang, banyak hal yang didapatkan dari Kertawardhana yang bahkan belum pernah dilakukan Saras sama sekali.
Kini, berkat Kertawardhana dan Kerajaan Majapahit, ia menjadi tahu banyak hal.
Dan kini, dia amat betah tinggal di Kerajaan Majapahit.
Orang - orang yang ramah.
Udara yang sejuk dan masih bersih.
Lingkungan yanga asri dan damai.
Dan yang paling utama yaitu bahwa ia tidak lagi kesepian ditempat ini.
Setelah puas berkeliling Saras kembali ke istana.
Mereka segera membersihkan diri di kolam pemandian keluarga Kerajaan Majapahit.
Kolam pemandian ini disebut Petirtaan Jolotundo berlokasi di Bliting, Seloliman, Kecamatan Terawas, Kabupaten Mojokerto.
Kolam pemandian yang eksotis ini berada di kompleks Candi Jolotundo. Ada bebatuan candi yang berada disekeliling mata air. Menurut Keyakinan Warga setempat, air ini memiliki khasiat tertentu.
Seusai mandi, mereka segera bersiap - siap untuk makan malam.
Seperti biasa disana telah menunggu Keluarga Kerajaan Majapajit disusul dengan Ayahanda, dan Ibunda, selir - selir serta anak - anak Ayahandanya, diikuti oleh para dayang dan pengawal.
Mereka makan dengan lahap.
Dan menghabiskan seluruh makanan yang ada di meja.
Seusai makan mereka kembali istirahat tidur di kamar istana mereka masing - masing.
Begitu pula hal nya dengan Kertawardhana dan Saras.
Dikarenakan kelelahan karena habis berkeliling banyak tempat di Kerajaan Majapahit membuat Saras terlelap dan tidur sangat nyenyak.
Tiba - tiba ada cahaya yang sangat terang menyinari wajah saras dikamar saat itu.
Sehingga membuat Saras terbangun karena silau dari cahaya itu.
Ternyata cahaya itu berasal dari sebuah portal besar didalamnya tidak terlihat apa - apa.
Saras ingat dengan apq yang dikatakan Ratu Tribhuwana Wijayatunggadewi dan ingat dengan kejadian sebelumnya.
Bahwa ada portal pembatas yang memisahkan dunia nyata dengan dunia mimpi.
Saras bingung apakah dia harus meninggalkan Kertawardhana?
Sedangkan dia sendiri sudah sangat betah ditempat ini.
Ingin sekali waktu dimimpinya berlangsung lebih lama lagi.
Saras akhirnya tanpa berpikir panjang lagi , segera memasuki portal tersebut dengan turun dari tempat tidurnya dengan langkah hati - hati agar tidak membangunkan Kertawardhana.
Saras memasuki portal itu, dan portal itu membawanya ke dunia nyata.
Dia terbangun dari tempat tidurnya dikamarnya sendiri di dunia nyata.
Dia ingat bahwa hari ini adalah hari sabtu, dan Raka telah berjanji kepadanya membawanya ke suatu tempat.
Dia lalu bergegas mandi, bersiap - siap dan mengenakan pakaian bagus miliknya.
Setelah semua siap, dia bergegas ke ruang makan disana Bi Ati sudah menunggunya.
Saras makan dengan sangat lahap makanan yang telah dimasak oleh bi Ati.
Seperti terasa lama ia tidak makan masakan Bi Ati.
Setelah makan dia menunggu di ruang tamu lalu mengirim lokasi alamat rumahnya kepada Raka.
Beberapa menit kemudian, Raka datang kerumahnya menggunakan setelan kemeja yang rapi.
Benar - benar beda dengan yang biasa dilihat nya sekolah.
Lalu Raka membawa Saras kemobilnya dan melaju meninggalkan rumah kesuatu tempat yang hanya Raka yang tahu.
Bersambung.......