The Reincarnation Of Love

The Reincarnation Of Love
Pengakuan tak terduga



Hari ini hari Sabtu.


Mumpung hari ini adalah hari libur tanggal merah, Raka membawa Saras berkeliling ke tempat tempat wisata di Kota Jambi.


Mobil Raka berhenti disebuah jembatan besar nan panjang yang menghubungkan desa satu dengan yang lainnya. Nama jembatan nan panjang itu adalah Jembatan Pedestrian dan Menara Gentala Arasy. Jembatan ini memiliki panjang kurang lebih 450 meter yang dibangun diatas Sungai Batanghari terlihat begitu megah nan indah. Jembatan yang terkenal luar biasa cantik dihiasi lampu lampu warna warni pada malam hari.


berlokasi di arab Melayu, Pelayangan, Kota Jambi.


Mereka berdua berjalan diatas jembatan sambil memberi beberapa jajanan khas daerah setempat.


Sesudah puas menikmati keindahan jembatan Gentala Arasy.


Raka membawa Saras dengan mobilnya kesebuah Candi besar di Kota Jambi yang tidak terlalu jauh dari jembatan Gentala Arasy yaitu Candi Muaro Jambi. Candi Muaro Jambi adalah candi utama ditempat wisata komplek percandian terkenal Muaro Jambi, berlokasi di Desa Muaro Sebo, kabupaten Muaro Jambi, Jambi.


Candi Muaro Jambi mempunyai anak candi yang tidak jauh dari Candi Muaro Jambi.


Nama candi tersebut ialah Candi Tinggi.


Nama candi ini boleh tinggi, tapi sebenarnya ketinggiannya hanya memiliki ketinggian 7,6 meter.


Kabarnya Candi candi ini adalah peninggalan kerajaan Sriwijaya.


Setelah puas melihat keindahan candi kebanggaan kota Jambi, Raka membawa saran ke sebuah ikon wisata yang disebut Jambi Paradise.


Seperti namanya tempat wisata ini merupakan surga wisata bagi masyarakat kota Jambi.


Jambi Paradise adalah sebuah tempat objek wisata di Jambi yang berupa taman air.Tidak hanya menyediakan tempat bermain air, kita juga dapat berjalan jalan santai dengan disuguhkan oleh pemandangan yang asri. Jambi Paradise berlokasi di Desa Talang Belido Kebon IX Simpang Acai, Sungai Gelam, Kota Jambi.


Untuk masuk ketempat ini menggunakan tiket masuk yang setiap waktu harga nya berubah ubah.


Setelah puas melihat lihat dan mengunjungi beberapa tempat wisata di Kota Jambi, Raka mengajak Saras kesebuah Rumah Makan Sederhana Thehok yang berlokasi di Jalan Soekarno Hatta, Pasir Putih, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi.


Namanya saja Rumah makan sederhana, namun Rumah Makan ini dibangun dengan gedung yang cukup besar dan lengkap dengan furniture yang mewah, serta para pegawai yang cukup banyak.


Dan mereka menyuguhkan dengan makanan ala rumahan yang enak dan harga yang cukup terjangkau.


" Kamu lapar ga?... aku laper banget...kita makan dulu aja ntar kita lanjut lagi jalan jalannya " ujar Raka ketika mereka memilih tempat duduk.


"Lumayan sih" jawab Saras.


Mereka makan dengan sangat lahap.


Raka memesan cukup banyak makanan.


Ada sebakul nasi putih, Udang yang cukup besar yang bisa disebut dengan lobster ini, Raka memesan 2 piring yang masing masing nya ada 5 lobster dalam 1 piring.


Raka juga memesan ayam gulai sebanyak 4 potong, pepes Ikan emas sebanyak 4 ikan, Rendang sapi sebanyak 5 potong daging Sapi.Tak lupa pula Raka memesan Jus Alpukat sebanyak 2 buah.


Ini mah porsi orang sekeluarga, banyak amat.


Setelah puas makan dan sudah kenyang. Raka dan Saras beristirahat sebentar menunggu makanan yang diperut mereka turun.


"Ras... Ayo kita jalan jalan lagi, ada banyak yang tempat yang ingin aku kunjungi" Ajak Raka sambil menggandeng Saras.


Saras tidak menjawab hanya menganggukkan kepala saja tanda setuju.


Sebenarnya ia sudah sangat lelah. Apalagi hari ini dia menggunakan higheels yang membuatnya kesulitan berjalan, Lagi pula Raka tidak mengabarinya dulu mau mengajaknya kemana.


Ia tidak enak mengajak Raka untuk pulang karena dia melihat wajah Raka terlihat senang. Lagipula mungkin sekali kali saja Raka bisa mengajak nya seperti ini.


Setelah membayar semua makanan yang dipesan tadi, Mobil Raka melaju meninggalkan ketempat itu.


Mobil itu kemudian melaju cukup lama dan berhenti kesuatu tempat.


Mobil Raka berhenti ke Wisata wahana bermain dan edukasi Kampoeng Radja.


Untuk masuk kesana menggunakan tiket.


Kampoeng Radja menyediakan banyak wahana permainan, ada Gokart, Mobil buggi, Jasmine Waterpark, Paint Ball, Outbound regular flaying foox, Sepeda air, Kiddy Land, Confoy bus, Sepeda layang, Bumper boat, Kereta api, Istana Balon, Ombang ambing, Kolam pemancingan, dan muter muter.


Beberapa diantara wahana tersebut harus membayar karcis lagi. Mereka berdua bermain wahana itu sampai sore.


Ditengah asyik bermain dan berjalan jalan keliling menikmati pemandangan wahana tersebut.


Tiba tiba, Raka berlutut didepan Saras.


Melihat tindakan Raka tersebut, Saras hanya bisa menatap heran tanda tidak mengerti dengan apa yang akan dilakukan cowok tersebut.


"Will you be my girl friend??" ujar Raka sambil mengeluarkan setangkai bunga mawar.


Entah sejak kapan Mawar itu ada disaku baju Raka.


Saras yang tidak tahu harus berbuat apa apa karena semua berlangsung dengan tiba tiba, bahkan dia tidak sempat mencerna semua yang terjadi hari ini.


"Aku mau" ujar Saras dengan cepat.


Namun entah mengapa, Sosok Andrew terbayang dipikiran Saras.


Dibenaknya, Dia membayangkan Andrew dengan wajah kecewa.


"Makasih banyak Sarass...." Ujar Raka sambil memeluk Saras.


Namun Saras tidak membalas pelukan erat dari Raka, Ia hanya membiarkan cowok itu memeluknya.


Entah mengapa Saras merasa tidak bahagia dengan pilihannya menerima Raka.


Saras berpikir apa yang dilakukannya ini sudah benar??


Bukannya aku menyukai Raka??


Tapi entah mengapa aku tidak merasakan apa apa, pikirnya.


Setelah puas menikmati beberapa wahana, Raka mengajak Saras pulang.


Saras langsung menuruti Raka.


Dan mobil Raka membawa Saras melaju meninggalkan tempat itu.


Hari sudah menjelang malam, ternyata Raka tidak langsung membawa Saras pulang. Mobil Raka berhenti disuatu tempat yang tidak jauh dari rumah Saras, kira kira ada 1000 meter dan 10 menit bila ditempuh dengan berjalan kaki.


Dia mengajak Saras masuk kesebuah Klub malam yang didalamnya sangat penuh dengan hingar bingar dunia malam, dan hanya orang orang tertentu yang masuk kedalam tempat itu. Kadang mereka yang berada di tempat itu karena ingin mencari kesenangan dan hiburan semata.


Ada pula karena kejenuhan dalam hidup.


Saras sudah menolak untuk masuk ketempat ini.


Karena ia tidak pernah menginjakkan kakinya ketempat seperti ini.


Namun Raka menarik tangannya dengan kuat hingga nyaris membuat gadis itu terjatuh dan menyeret tangannya masuk kedalam klub malam itu.


Saras yang tidak kuasa melawan karena badannya lemah dibandingkan Raka yang bertubuh besar dan tinggi.


Saras hanya bisa menuruti langkah Raka masuk kedalam tempat itu.


Raka memesan 2 gelas minuman, entah apa yang dipesannya.


Saras tidak mengerti, bahkan ketika Raka menyodorkan minuman itu kepadanya ia hanya menyambut minuman itu tanpa berpikir panjang.


Ia berharap bahwa Raka segera membawanya pulang.


Ternyata Raka tidak lekas membawa Saras pulang, ia kembali memesan 2 botol minuman, entah apa namanya. Yang jelas minuman ini baru pertama kali dilihat Saras.


Raka membuat Saras minum minuman itu hingga mabuk.


Setelah Saras mabuk, Raka membawa Saras duduk di luar Klub Malam itu.


Saras berpikir ia akan dibawa pulang, ternyata tidak.


Tiba tiba Raka melihat hp nya dan mulutnya komat kamit seperti orang yang sedang membaca pesan.


Tak lama kemudian ia berkata.


"Ras, Gue buru buru ni. Ada urusan di rumah. Lu bisa pulang sendiri kan??" ujar Raka. Entah mengapa gaya bicaranya berubah.


"Tapi ka... Gue gimana... Gue ga tau jalan pulang..." . seperti nya Saras sudah sangat mabuk sehingga tidak ingat lagi lingkungan tempat itu.


"Ya mau gimana lagi Ras, Gue ada urusan penting ni. Lu mau pake apa kek pulang kerumah lu... Gue buru buru ni". Raka tanpa menunggu jawaban Saras langsung masuk kedalam mobilnya, dan mobil itu melaju meninggalkan Saras yang masih berdiri di depan tempat itu.


Saras tidak menyangka dengan perbuatan Raka saat itu.


Apakah benar dia Raka yang sejak pagi hingga sore bersamanya??


Raka yang meminta nya menjadi kekasihnya??


Tapi mengapa Raka tega meninggalkannya sendiri ditempat ini?


Saras segera membuka tasnya, dan mencari cari hpnya. Ternyata hp nya tidak ada di dalam tas.


Aneh sekali, pikir Saras. Bukan nya tadi sebelum berangkat dengan Raka hp nya ada di tas.


Apa saat kekamar mandi sebentar dan tasnya tergeletak diruang tamu sehingga ada orang yang mengambil hp nya??


Tapi siapa ??


Dirumahnya tadi hanya ada bi Ati dan dirinya.


Sedangkan Mama dan Papa lagi ada urusan keluar kota.


Ga mungkin kan Bi Ati yang mengambil hpnya.


Untuk apa coba.


Mungkin dia nya aja kelupaan taruh dimana.


Atau mungkin aja hp nya masih ketinggalan diruang tamu.


Saras berusaha berpikir positif.


Saras pergi dari tempat itu dengan berjalan kaki, namun lingkungan itu terasa asing baginya. Mungkin saja karena Saras dalam keadaan mabuk, sehingga tidak ingat dengan lingkungan ini.


Saras tetap berjalan walaupun ia tidak tahu arah jalan pulang.


Malah jalanan sepi lagi ga ada kendaraan yang lewat.


Tiba tiba Saras diganggu oleh 2 pria dengan pakaian yang tidak biasa. Mirip dengan model pakaian gaya anak punk.


"Ceweeeek... mau kemana... Sini temenin kami dulu" panggil cowok itu sambil bersiul siul ketika melihat Saras.


Menyadari bahwa Saras tidak merespon mereka, dua cowok itu semakin mendekati Saras.


Saras ketakutan melihat orang itu.


Berteriak minta tolong juga percuma karena tempat itu berlokasi di jalan yang sangat sepi jauh dari pemukiman penduduk.


"Sombong amat neng...Sini dulu main sama kita" ujar satunya lagi sambil menarik tangan Saras.


Saras ketakutan dan menarik tangannya kembali.


Namun tenaga kedua cowok itu sangat kuat, sedangkan dia sendirian.


Saras berusaha mencari akal agar bisa selamat dari kedua orang ini.


Saras kemudian berteriak.


"Itu... itu ada pak polisi... Pak ....Tolong disini..." Ujarnya sambil melambaikan tangannya keatas.


Sontak kedua orang yang mendengar itu terkejut dan tidak sengaja melepas tangan Saras.


Dan memalingkan wajah mereka melihat kejalan, ternyata tidak ada polisi seperti yang dikatakan Saras.


Saras tidak tinggal diam dan memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin untuk kabur.


Saras segera berlari dengan sangat kencang disambut dengan teriakan oleh kedua orang itu.


"Woy.... Mau kemana lu..." Teriak kedua orang itu sambil mengejar Saras.


Saras tetap tidak peduli dan terus berlari, bahkan ia tidak peduli dengan kakinya yang sudah lecet dikarenakan sepatu heels yang dipakainya.


Saras juga tidak peduli, dimana kini dia berada karena dia sudah cukup jauh dari kedua orang itu.


Saking kencangnya Saras berlari, hingga dia menabrak seseorang.


[Bruk]


Saras dan orang itu terjatuh.


Mata mereka bertemu.


Ternyata orang itu adalah Andrew, Saat itu Andrew sedang jalan jalan malam itu mencari udara segar.


Andrew menatap Saras dengan tatapan heran.


Sedang apa Saras berada di tempat seperti ini.


Dimalam hari pula, kalau dia diculik orang gimana, pikir Andrew dalam hati.


"kamu Ras??? kamu ngapain malam malam disini??" tanya Andrew.


"Aku tadi dibawa Raka diklub malam disana. Namun Raka pulang duluan ninggalin aku, Hp ku ga tau kemana. Akhirnya aku jalan kaki, tapi aku ga tau aku sekarang ada dimana. Pas jalan kaki tadi, aku diganggu anak Punk makanya aku lari dan ketemu kamu disini". Ujar Saras dengan jujur.


"Jadi kamu ditinggal Raka sendirian??? Benar benar ya anak itu... Mesti gue kasih pelajaran tu anak" ujar Andrew sambil beranjak dari tempat duduknya.


" Eh.. Eh.. Kamu mau kemana??? " tanya Saras sambil menarik tangan Andrew.


"Ya ngantar kamu pulang lah ras... Mau ngapain lagi... Ini kan sudah malam juga.. Ga baik cewek berada diluar malam malam gini.." Ujar Andrew.


"Ayo kerumahku... aku mau ambil motorku dulu" ajak Andrew sambil menuntun Saras kerumahnya.


Sesampainya dirumah Raka. Ternyata pintu rumahnya dikunci.


Andrew berteriak memanggil orang dirumah, namun tiada jawaban.


Andrew gelisah, bagaimana ni...pikirnya.


Motornya sudah dimasukkan kedalam rumah.


Hp juga dia tidak bawa, karena niatnya kan hanya jalan jalan sebentar udah tu kembali kerumah.


Mana dia tau situasinya bakal begini.


Saras yang menunggu Andrew hanya terdiam putus asa.


Dia putus asa karena Bi Ati pasti sangat khawatir menunggunya dirumah sedangkan dia belum mengabari bibi kalau dia pulang malam.


Andrew berbalik kearah Saras.


"Ras... Rumah kamu ada dimana??"


tanya Andrew.


Saras menceritakan kepada Andrew alamat rumahnya.


Andrew mendengarkan dengan seksama.


Dia terkejut ternyata rumah Saras tidak terlalu jauh dari rumahnya.


"Lah Ras... Rumah kamu ga terlalu jauh kok... masih telap jalan ga...Kamu pulang jalan kaki aja... Aku anterin dan aku temenin deh sampai rumah" Ajak Andrew sambil menarik tangan Saras.


"Terus kamu pulangnya nanti gimana?? " tanya Saras khawatir.


"Tenang aja... kalau Aku mah pulangnya gampang ntar gimana...


Mungkin abis ngantar kamu, aku jalan kaki aja balik kerumah. Biasa anak cowok kalau malam mah aku ga takut. Aku kan berani" Jawab Andrew dengan mantap.


"Beneran ni gapapa??" tanya Saras memastikan.


"Iya gapapa... Ayo!" ujar Andrew sambil berjalan didepan Saras.


Saras mengikuti langkah Andrew dengan cepat.


Dia tidak mau ketinggalan karena kaki Andrew yang jenjang dan badan Andrew yang tinggi membuat langkah Andrew cukup luas.


Bahkan membuat Saras seolah berlari mengikutinya.


Saras yang sedari tadi kakinya sudah sangat sakit, tiba tiba terjatuh. Andrew terkejut lalu segera membantu Saras.


"Kamu gapapa Ras???" ujar Andrew dengan khawatir.


"Kaki aku sakit banget Ndrew" ujar Saras berusaha menahan tangis.


Andrew segera memperhatikan kaki Saras dan membuka sepatunya. Dan benar ternyata, bukan hanya lecet, kaki Saras sekarang sudah luka luka berdarah.


"Maafin aku Ras, aku ga tau kaki kamu luka begini.. Sakit banget ya?


" tanya Andrew.


Saras hanya mengangguk menjawab pertanyaan Andrew. Ia hanya meringis kesakitan berusaha memahan sakit dikakinya.


"Yaudah, kamu aku gendong dipunggungku aja... Ayo naik" ujar Andrew sambil membungkukkan badannya.


"Tapi Ndrew..." jawab Saras. Saras tidak bergeming.


Melihat Saras tiada reaksi membuat punggung Andrew menjadi sakit.


"Gimana sih Ras... buruan... punggung aku jadi sakit ni" ujar Andrew dengan sedikit teriak.


Saras akhirnya tidak dapat menolak dan segera naik kepunggung Andrew. Dia tidak punya pilihan lagi. Lagi pula dia juga sudah sangat lelah akibat jalan jalan dengan Raka.


Andrew menggendong Saras dipunggungnya dan membawanya pulang.


Posisi ini membuat Andrew bisa mencium bau mulut dari Saras.


Bau minuman yang sangat tidak biasa.


"Kamu tadi habis minum di klub ya??" tanya Andrew.


"Ia Ndrew, Raka yang kasih minuman itu... Aku sebenarnya sudah nolak... tapi Raka maksa" ujar Saras.


" Sarasss... lain kali klo diajak ketempat itu jangan mau...Ngertii??" ujar Andrew.


"Iya Ndrew". ujar Saras dengan cepat. Dia juga sangat menyesali dengan apa yang terjadi hari ini.


Alangkah teganya Raka meninggalkan dia seorang diri padahal dia baru aja ditembak Raka.


Saras bersyukur dapat bertemu Andrew ditempat ini.


Saras sadar setiap kali dia mengalami kesulitan.


Andrew selalu menolongnya.


Entah mengapa Andrew selalu ada untukny.


"Ras... aku mau ngomong sama kamu... Kalau aku suka banget sama kamu semenjak kamu datang kesekolah sebagai murid baru" ujar Andrew.


Namun tiada jawaban dari Saras dibelakangnya.


Andrew heran dan mendapati ternyata Saras sudah tertidur dipunggungnya.


" Hm udah tidur rupanya.. pasti kamu sangat lelah ya ras.." ujar Andrew bicara sendiri.


Sebenarnya Saras hanya pura pura tidur. Ia juga mendengar apa yang dikatakan Andrew barusan.


Namun tidaklah mungkin bagi Saras bila menjalani hubungan dengan dua orang cowok sekaligus. Namun dia tidak ingin menolak Andrew, dia juga tidak ingin kehilangan sosok Andrew dari kehidupannya.


Lagipula, orang yang dicintainya saat ini adalah Raka bukanlah Andrew.


Namun entah mengapa dia juga tidak ingin Andrew pergi jauh dari sisinya.


Apakah aku serakah? pikirnya dalam hati.


Itulah yang menyebabkannya pura pura tidur dan seolah tidak mendengar perkataan Andrew.


Berada dipunggung Andrew membuat Saras sangat nyaman.


Dia merasa tenang dan aman.


Tanpa Saras sadari akhirnya dia benar benar tertidur.


Setelah itu dia tidak tahu lagi apa yang terjadi.


Sedangkan Andrew tetap berjalan sambil menggendong Saras dipunggungnya, membawa Saras pulang kerumah.


Bersambung.....