
" Aduh, kepalaku sakit bangettt, Ini dimana??". gadis itu membuka matanya sambil memegang kepalanya.
" Kamu udah bangun Ras ? Ini minum , ". Ujar Raka kepada cewek itu sambil memberikan segelas air putih.
" Makasih ". Jawab Saras.
" Ini dimana ? kenapa aku ada disini ? " tanya Saras.
" Di UKS , tdi kmu pingsan terkena bola ? Kamu ga ingat ? ".
" Engga aku ga ingat kalo ak pingsan , Terus kamu ngapain ada disini ? " . Tanya Saras ketus. " Terus kamu yang bawa aku kemari ? " . Tanya Saras lagi
" Oh, Bukan aku yang bawa kamu , aku cuman yang tugas di UKS di jam ini " kata Raka menerangkan.
" Maksudnya ?? ". Tanya Saras tidak mengerti.
" Begini Ras , Masa kamu ga tau ? aku kan Ketua PMR di sekolah kita ". Ujar Raka.
" Terus yang bawa aku kemari siapa ? ".
" Andrew , dia yang bawa kamu kemari , sebenarnya dia mau nemenin kamu sampai kamu bangun. Tapi ga dizinin sama guru piket karena dia bukan anak PMR " Terang Raka.
" Ooh " Jawab Saras singkat.
" Yaudah , kamu balik aja lagi kekelas , aku mau istirahat sendiri ". Pinta Saras.
" Tapi Ras , Kalo ada apa apa gimana ? Ntar aku juga yang kena masalah " Jawab Raka ragu ragu.
" Enggaaa, ga ada masalah apa apa kok, Balik aja kekelas ntar kamu ketinggalan pelajaran lagi gara gara kamu nungguin aku disini " kata Saras .
" Engga bisa Ras , aku udah ditugasin jaga kamu, aku harus tetap nunggu disini " Jawab Raka dengan cepat.
" Yaudah kalo kamu ngeyel ". Saras menjawab dengan kesal .
" Ras , aku mau kekantin beli makanan , kamu mau nitip apa , aku yang traktir deh " . Bujuk Raka.
" Ga , kamu aja aku ga usah , " tolak Saras.
" Beneran ni gak mau ??? " goda Raka .
" Iyaaa... susah amat sih dibilangin " Ujar Saras . Namun perut dan mulut nya tidak seirama.
Tiba tiba perut Saras berbunyi keroncongan memberi tanda pada Saras bahwa cacing diperut nya minta diisi. hehe
" Hahhaahha itu suara apa Ras , kamu lapar kan ???? Yaudah ntar aku beliin , Daah " Ujar Raka sambil beranjak dari ruang UKS.
" Eh Raka, Ga perluuu ! " Teriak Saras namun ternyata Raka tidak memperdulikan suaranya dan beranjak kearah kantin.
Saras berbaring kembali di Tempat tidur Ruang Unit Kesehatan Sekolah nya.
Kepalanya masih sakit.
Badannya lemas
Dan perutnya terasa melilit - lilit
Dikarenakan belum makan siang.
Sebenernya dia sangat lapar
Namun dikarenakan dirinya masih kesal dan cemburu pada Raka.
Sehingga dia tidak sudi untuk menerima bantuan dari Raka.
Dia juga menyesal karena telah memarahi Raka padahal Raka tidak tahu apa - apa.
****
Ditengah lamunannya Saras.
Tiba - tiba ada benda dingin menyentuh pipi kirinya.
Dan benda yang hangat menyentuh pipi kanan nya.
Saras terkejut dan membalikkan badannya.
Ternyata itu Raka.
Raka membawakan Jus Alpukat serta Batagor.
Dari mana Raka tahu makanan kesukaannya.
Seingatnya, Dia tidak pernah cerita pada Raka mengenai makanan dan minuman kesukaannya.
" Nih, Biar seger. Aku sengaja beli batagor sama Jus Alpukat ini , Pengennya sih aku mau beli nasi buat kamu, Tapi karena kamu baru pingsan aku takut kamu malah mual lagi . Kamu suka ga makanan in..." . Belum selesai Raka menyelesaikan kalimatnya tiba - tiba Saras langsung menyambar makanan tersebut.
" Suka .... suka bangetttt, Makasih ya Raka ". Ujar Saras dengan tersenyum senang.
" Iya , sama - sama Saras " ujar Raka sambil membelai Rambut Saras dengan lembut.
[ Deg ]
Tindakan Raka yang tiba - tiba membuat jantung Saras berdegup kencang .
Jantungny berdetak sangat cepat seolah mau meledak.
Pipinya bersemu merah.
Baru kali ini tubuh Saras bereaksi pada seorang cowok.
Selama ini Saras termasuk orang yang cuek dan tidak peduli pada semua cowok.
Bahkan pernah suatu ketika awal masuk SMP.
Ada seorang cowok yang sangat mencintai Saras dan selalu menganggu untuk menarik perhatian Saras.
Saras tidak tahan dengan sikap cowok itu lalu melaporkannya ke kantor polisi.
Hingga akhirnya cowok itu ditahan di penjara dan diminta berjanji untuk tidak menganggu Saras lagi.
Semenjak itu, Saras tidak tahu lagi bagaimana kabar anak cowok tersebut.
Itulah yang menyebabkan Saras hati - hati membuka hatinya untuk semua cowok.
Namun kini, ada Raka yang telah membuka lebar pintu hatinya yang sudah lama ia tutup rapat - rapat.
Apakah Raka juga merasakan apa yang ia rasakan .
Bagaimana ternyata jika cintanya bertepuk sebelah tangan.
apakah ia masih bisa membuka hati nya yang terluka lagi.
Pikiran - pikiran tersebut selalu menghantuinya.
" Ras..... Ras.... Kamu melamun yaa?? " . Tanya Raka membuyarkan lamunan Saras.
" Eh ... ada apa ka ? " Saras gelagapan dan kaget tiba - tiba mendengar suara Raka.
" Kan benar kamu melamun , kamu mikirin apa aja sih dari tadi aku ngomong terus manggil kamu tapi kamu nya ga denger". Ujar Raka dengan nada sedikit kesal .
" Aduh ... maaf ka... maaf banget aku ga sadar aku melamun tadi , maafin aku ya ka ". Ucap Saras merasa bersalah .
" Iya ... gpp kok , aku gak marah ". Ujar Raka dengan lembut sambil tersenyum.
" Memangnya kamu tadi mau ngomong apa pas aku melamun ? ". tanya Saras.
" Aku mau ngajak kamu jalan berdua besok pagi sampe sore ". Ujar Raka.
" Besok kan Sabtu ka " ujar Saras
" Iyaa.... emang hari Sabtu " Ucap Raka dengan cepat.
" Berdua ? emangnya mau ngapain ? Terus ngapa lama banget dari pagi sampai sore ? " tanya Saras dengan wajah kebingungan
" Rahasiaaaa dong .... Yang jelas aku punya kejutan buat kamu " . ujar Raka sambil menggenggam kedua tangan Saras.
"Kamu mau yaaaa ". Pintanya lagi dengan raut wajah memelas.
" Iya... aku mau " Jawab Saras dengan cepat sambil menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
" Makasih Saras " Ujar Raka sembari tersenyum.
" Oh iya Ras , kamu udah mendingan ga.... Kita balik ke kelas yuk. Bentar lagi pelajaran sejarah mulai loh... aku tau kamu kan suka banget pelajaran Sejarah ". ajak Raka sambil menarik kedua tangan Saras dengan hati - hati.
" Iya... ayoo" Ucap Saras , namun dikarena kan gerak yang terlalu cepat dari Saras hingga ia tidak sengaja mendorong tubuh Raka ke arah dinding. Raka yang terkejut sontak langsung meraih pinggang Saras dan memeluk Saras dengan erat .
Mereka berpelukan.
Saras tidak percaya bahwa dia kini berada dalam pelukan Raka.
Dengan Posisi kepala Saras menempel di dada Raka yang bidang.
Dan tangan Raka memeluk erat pinggang Saras.
[ Deg ]
[ Deg ]
[ Deg ]
Saras mendengar jantung Raka berdegup sangat kencang.
Selaras dengan bunyi jantungnya.
Pipinya bersemu merah
Ia malu dengan posisi mereka saat ini.
Saras mengangkat wajahnya pelan pelan untuk menatap wajah Raka.
Ia melihat pipi yang bersemu merah milik cowok itu persis sekali dengan yang dialaminya saat ini.
Saras tidak tahan lagi dengan suara degupan jantungnya.
Ia segera memundurkan tubuhnya kebelakang.
Ia memalingkan wajah karena tersipu malu.
Begitu pula dengan Raka, ia tidak berani untuk menatap wajah Saras saat itu.
Namun dikarenakan dirinya seorang lelaki sejati .
Akhirnya ia memberanikan diri untuk menatap wajah Saras dan berbicara kepadanya.
" Kamu gapapa Saras ? " tanya Raka.
" Iya aku gapapa..." Ujar Saras sambil memalingkan wajahnya kearah Raka dan menatap Raka.
" Ayo kembali kekelas " ujar Raka sambil mengulurkan tangannya.
" Iya ". Jawab Saras lalu menyambut tangan Raka.
Mereka bergandengan tangan kekelas.
Tanpa menghiraukan banyak pasang mata yang melihat kearah mereka sepanjang perjalanan menuju kekelas.
****
Tiba - tiba seorang gadis salah satu teman sekelas mereka melintas didepan mereka dan segera masuk kekelas lalu melapor kepada seseorang .
" Claraaaa..... Claraa..... Liat kearah jendelaaaa.... cepat ! " Teriak orang tersebut berlari ke Meja Clara sambil menunjuk kearah jendela.
" Ada apa sih tan???...Ngomongnya jelas dong .... aku ga ngertiii" Ujar Clara sambil mengangkat bahunya.
" Ituuu sih Saras dan Raka gandengan tangan... Mereka berjalan kemari ". Terang Intan.
" Apaaaa???? " sontak Clara kaget lalu berlari kearah jendela.
Benar yang dikatakan Intan.
Clara mendapati Saras bergandengan tangan dengan Raka menuju kekelas.
Beraninya ..... Pikirnya dalam hati.
Seketika Wajah Clara merah padam.
Hati dan jiwa nya panas.
Ia sangat marah dengan apa yang dilihatnya barusan.
Ia tidak mengerti mengapa Raka menggandeng tangan gadis itu.
Ia sangat tidak mengerti bahwa ia kalah cepat dari Saras untuk mendapatkan hati Raka.
Clara segera duduk ke kursinya supaya jangan ketahuan oleh Saras dan Raka bahwa ia sedang mengamati mereka.
Akhirnya Raka dan Saras berjalan dekat dengan kekelas mereka.
Mereka masih bergandengan tangan hingga memasuki kelas dan menuju meja mereka.
Tanpa memperdulikan banyak pasang mata yang menatap mereka di kelas.
Tanpa menghiraukan orang yang melihat mereka sambil berbisik.
Diantara banyak pasang mata itu , ada 2 pasang mata yang tidak henti - hentinya memandangi mereka berdua .
Mata tersebut milik Andrew dan Clara.
Andrew menatap mereka dengan tatapan penuh sejuta tanda tanya.
Berbeda dengan Clara , gadis itu menatap mereka dengan tatapan tajam penuh amarah.
Saras dan Raka duduk di kursi masing masing dan berdekatan karena kursi mereka bersebelahan.
[ Teng ]
[ Teng ]
[ Teng ]
Bel masuk tanda mata pelajaran berikutnya dimulai berbunyi.
Anak - anakbergegas menghentikan aktivitas mereka dan menunggu Guru yang mengajar hari itu dengan duduk rapi.
Tak perlu menunggu lama.
Beberapa menit kemudian datanglah Ibu Diana Guru Mata Pelajaran Sejarah sambil menenteng Buku bergambar Candi ditangannya.
" Saudara Saudara, Hari ini kita akan belajar tentang Sejarah berdirinya kerajaan Majapahit.
Diharap semua menyimak apa yang ibu katakan " Ujar Ibu Diana kepada seisi kelas.
" Baik bu " Jawab mereka semua dengan serempak. Namun tidak dengan Clara , ia sibuk memainkan hp nya diam - diam . Ntah apa yang sedang dilakukan Clara saat itu.
" Sebelum Ibu menerangkan, apakah ada yang masih ingat? Siapa Pendiri Kerajaan Majapahit dan ditangan siapa Kerajaan Majapahit mencapai puncak kejayaannya dengan dibantu Patih nya? Dan siapa Nama Patih tersebut ? Yang bisa menjawab pertanyaan tersebut segera angkat tangan " Ujar Bu Diana kepada mereka.
" Saya bisa Bu " Ujar Clara sambil mengangkat tangannya dengan sangat cepat.
" Iyaa Clara silahkan ". Ujar Bu Diana mempersilahkan Clara untuk menjawab pertanyaan.
" Pendiri Kerajaan Majapahit yaitu Raja Kertarajasa Jayawardhana atau lebih dikenal dengan Raden Wijaya.
Sedangkan Raja yang ditangannya Kerajaan Majapahit mencapai puncak kejayaannya itu yaitu Raja Hayam Wuruk bergelar Maharaja Sri Rajasanagara bersama patih nya , Patih Gajah Mada." Ujar Clara dengan percaya diri.
" Benar sekali Clara.... Beri tepuk tangan kepada Clara saudara saudara...." Ujar Bu Diana sambil bertepuk tangan disambut oleh teman sekelas.
" Juara 2 kita rupanya tidak mau kalah dan memberikan kesempatan pada yang lain yaaa... Bagus Clara pertahankan " . Ujar Bu Diana sambil mengacungkan jempol kearah Clara.
Clara membalas dengan tersenyum lalu Clara menatap Saras dengan menyunggingkan bibirnya kekanan sambil menatap Saras dengan tatapan seolah mengejek.
Saras yang melihat tatapan Clara mengernyitkan dahinya tanda tidak mengerti.
" Baiklah sekarang akan Ibu terangkan Sejarah berdirinya kerajaan Majapahit. Majapahit adalah Kerajaan yang sangat besar kekuasaannya pada Abad 13.
Majapahit merupakan kerajaan Hindu Buddha terakhir yang menguasai Nusantara dan dianggap sebagai salah satu Negara terbesar dalam sejarah Indonesia. Raden Wijaya atau bergelar Raja Kertarajasa Jayawardhana pendiri kerajaan Majapahit dan bertakhta pada 1293 - 1309 . Awalnya , Majapahit berpusat di Mojokerto, Jawa Timur. Setelah ia wafat, Putranya Jayanagara menggantikannya.
Jayanagara bergelar Sri Maharaja Wiralandagopala yang bertakhta pada 1309 - 1328 .
Jayanagara memindahkan ibukota Majapahit ke Trowulan. Pada Zaman Jayanagara , Majapahit mengalami banyak pergolakan. Jayanagara sendiri wafat dibunuh oleh tabib istananya tanpa meninggalkan keturunan.
Adik tiri nya Dyah Gitarja atau bergelar Tribhuwana Wijayatunggadewi menggantikannya naik takhta pada tahun 1328 - 1351.
Di tangannya, Majapahit mencapai kejayaan.
Namun ketika usia nya memasuki tua , Tribhuwana Wijayatunggadewi menyerahkan takhta kepada putranya, Hayam Wuruk. dan dia pergi dari istana untuk mengembara menjadi biksu wanita. Hayam Wuruk memerintah tahun 1350 - 1389 bergelar Maharaja Sri Rajasanagara. Dibawah pemerintahannya, Kerajaan Majapahit mencapai puncak kejayaannya dengan dibantu oleh Patih Gajah Mada." Ujar Bu Diana dengan sangat lengkap.
Ternyata buah itu sangat pahit.
Lalu mereka meludahkan kembali buat tersebut sambil berteriak " Majapahit, Majapahit, Majapahit ". Raden Wijaya akhirnya menamai tempat tersebut dengan nama Majapahit. Tempat itu berkembang menjadi kerajaan besar ***.
[ Teng ]
[ Teng ]
[ Teng ]
Bel berbunyi tanda mata pelajaran akhir telah usai.
Mereka segera merapikan buku - buku mereka ke tas dan kembali duduk dengan rapi menunggu ketua kelas memimpin doa.
Ketua maju kekelas dan memimpin doa dan mereka berdoa dengan tenang.
Seusai berdoa, Bu Diana pamit meninggalkan kelas.
Siswa - siswi keluar kelas dengan tertib dan pulang ke rumah masing - masing.
" Ka ". Clara memanggil Raka, Raka hanya menatap gadis itu tanpa menjawab sepatah katapun.
Namun entah mengapa Raka menggandeng tangan Saras dan menariknya keluar kelas diiringi tatapan mata Clara yang menatap heran. Clara bingung dengan sikap Raka yang mengacuhkan dan tidak memperdulikannya tiba - tiba.
****
Clara mengikuti Saras dan Raka dari jauh.
Ia mengikuti dengan langkah pelan agar tidak ketahuan mereka berdua. Ia melihat Raka dan Saras duduk berdua dibawah Pohon besar nan rindang dekat pos satpam.
Tiba - tiba ada seseorang menghampiri Clara dan merangkul bahunya sambil mengejutkan Clara.
Clara terkejut dan menatap orang tersebut ternyata dia adalah Erine , Sahabat kecil nya sekaligus tetangganya.
" Ngapain ra ? " Ujar Erine mengagetkan Clara.
" Kamu liat apaan sih ?? Dari tadi diam ajaaaa !! ". Tanya Erine sembari mengikuti arah tatapan mata Clara.
Ternyata Clara sedang mengamati Saras dan Raka.
" Oh kamu lagi liatin Raka sama cewek lain yaaaa.... Kamu cemburu yaaa ". Goda Erine.
" Apaan sih siapa juga yang cemburu..???!" . Ujar Clara dengan wajah cemberut.
" Halah ra... Kamu ini... Seolah aku baru kenal kamu aja... aku udah kenal kamu dari kecil...aku tau kamu suka sama Raka , Ra... " . ujar Erine
Clara hanya terdiam .
Diraut wajahnya terlihat kesedihan.
Tiba - tiba matanya sembab dan wajahnya murung.
Ia hendak meledakkan tangisan namun ia menahannya karena mereka masih berada di sekolah.
" Itu si anak baru ga sih ? ". tanya Erine.
" Ga Tau ! ". Jawab Clara dengan ketus.
" Udah... Udah... Jangan nangis... Ayo kita pulang...Paling Raka hanya mencoba hal baru... Ntar juga balik sama kamu lagi ... " Ujar Erine berusaha menghibur Clara.
" Benarkah ???". tanya Clara.
" Iyaaaa dong , ga akan ada orang yang berani ninggalin sahabat ku cantik jelita ini " Jelas Irene sambil mencubit pelan pipi Clara.
" Udah yok... ayo pulang... Gimana sebelum pulang kita senang - senang duluu .... Kita shopping ke Mall lalu makan dengan puasss ". Ujar Erine dengan bangga.
" Kuyyy ". ujar Clara sambil merangkul sahabatnya itu.
Mereka beranjak ke mobil Clara dan mobil tersebut bergerak meninggalkan sekolah dan lenyap dari pandangan.
****
Saras masih tidak percaya dengan apa yang terjadi padanya hari ini.
Apakah ini bukan mimpi??
Raka menunggu dirinya di UKS lalu membelikannya makanan.
Raka dan dia berpelukan hingga dia bisa mendengar degupan kencang jantung Raka.
Raka menggandeng tangannya ketika hendak masuk dan keluar kelas.
Dan kini Raka duduk berdua bersamanya dibawah pohon rindang dan sejuk.
Jika ini mimpi, Saras berharap mimpi ini jangan cepat berlalu.
Dia ingin bersama Raka.
Dia ingin menghabiskan banyak waktu bersama Raka.
" Ras , kamu dirumah ada siapa aja ? " . tanya Raka memulai pembicaraan.
" Ada Ayah...Ibu...sama Bi Ati, pembantu rumah ku ". jawab Saras.
" Kalo kamu ? ". tanyanya.
" Kalo aku cukup rame sih.... ada Papa...Mama... Kak Ratna...Mang Jajang... Mbok Inem sama Mbok Lilis." Ujar Raka.
" Rame juga ya ... " Ujar Saras.
" Iya rame bangetttt... Karena aku anak bungsu sehingga aku selalu dimanja dengan mereka sehingga aku tidak pernah kesepian ". Ucap Raka dengan senang.
" Gimana dengan kamu ? " tanya nya kepada Saras sambil menatap wajah Saras.
" Kalo aku anak semata wayang , Ayah dan Ibuku adalah orang yang sangat sibuk, mereka tidak pernah menyempatkan waktu mereka untukku. Hari - hari mereka hanya dipenuhi kerja, kerja , dan kerja tanpa sekalipun memperdulikan aku. aku hanya bertemu mereka ketika Pagi waktu Sarapan dan Malam waktu Makan malam jika mereka pulang cepat. Mereka tidak pernah menanyakan kabarku , bagaimana hari - hari ku di sekolah sama sekali tidak pernah. Mereka hanya menyuruh ku belajar tanpa menemaniku .Tapi herannya mereka bangga ketika SD sampai SMP aku mendapat juara kelas dan ketika SMP , aku menjadi siswa teladan dengan nilai ujian nasional tertinggi di sekolah. Itulah masa dimana aku melihat senyum kedua orang tuaku. Namun senyum mereka hanya sebentar.
Sebenarnya aku tidak ingin masuk jurusan IPA, Aku ingin masuk IPS karena sedari kecil aku sangat senang dengan pelajaran Sejarah. namun kedua orang tua ku memaksa ku . Aku tidak punya keberanian untuk melawan sehingga aku menuruti perintah mereka. Sedari kecil aku hanya menuruti perintah mereka bagaikan seperti boneka.
Aku harus terpaksa meninggalkan bakatku dan hobby ku bermain bulu tangkis dan cita citaku menjadi Hakim.
Hari - hari ku dirumah hanya ditemani oleh Novel , Buku Pelajaran dan TV. Aku juga tidak diperbolehkan bermain di luar setelah pulang Sekolah. Sehingga teman - temanku menganggap aku sebagai seorang yang kaku dan tidak asyik. Kadang aku letih dengan semua ini, aku ingin menjadi diriku sendiri seperti anak anak yang lain pada umumnya. Dan mengembangkan semua bakat yang kupunya dengan menjadi yang terbaik keinginanku dan membuat bangga kedua orang tuaku dengan cara ku sendiri. Itulah semua tentang ku " Ujar Saras.
Raka menatap Saras dengan tatapan iba.
Ia tidak menyangka gadis disampingnya ini menghadapi hari hari yang sangat pahit.
Ia begitu kesepian dan rasanya ia berteriak walaupun tiada siapapun yang mendengar.
Tanpa disadarinya , wajah gadis tersebut menahan air mata hingga air matanya pun menetes jatuh perlahan.
Ia segera mengusap air mata gadis tersebut dan membelai rambut gadis itu dengan Lembut.
" Aku berjanji mulai sekarang, aku akan selalu ada untukmu ". Ujar Raka sembari tersenyum.
Saras membalas senyum Raka dengan tatapan sendu.
Ia terharu dengan apa yang dilakukan Raka pada saat ini.
Ia bersyukur Raka hadir dalam kehidupannya.
Dia berharap Raka akan selalu bersama nya.
****
Mobil Papa Raka dan Ratna terlihat memasuki gerbang sekolah bertepatan dengan Ratna pulang sekolah.
Raka dan Ratna pamit pulang kepada Saras.
" Ras... kami pulang yaaa, kamu mau ikut ? " tanya Raka menawarkan tumpangan.
" Enggak usah aku bawa motor kok. Tuh motor ku ada diparkiran. " Tolak Saras dengan halus.
" Yaudah, kami pulang duluan ya. Daaah Saras... " Ujar Raka dan Ratna sambil melambaikan tangannya.
" Iyaa daaah... hati hati ya dijalan ". Ujar Saras sembari melambaikan tangan membalas lambaian tangan mereka berdua.
*****
Raka dan Ratna pun masuk mobil mereka, lalu mobil mereka melaju keluar gerbang sekolah meninggalkan Saras yang masih duduk di bangku dibawah pohon yang rindang.
Saras pun beranjak meninggalkan tempat dimana dia duduk, lalu mengambil motornya dari parkiran sekolah, menghidupkan dan mengendarai motor tersebut dan bergerak meninggalkan sekolah dengan hati yang senang.
****
Saras tiba dirumahnya dengan aman tanpa terjadi sesuatu apapun dalam perjalanan.
Bi Ati menyambutnya ketika Saras memasuki rumah.
Saras menyambut Bi Ati dan memeluknya.
Dia kangen sekali dengan Bi Ati karena di sekolah dia tidak bersama Bi Ati.
Saras menceritakan semua yang dialami nya saat ini.
Tidak lupa pula ia menceritakan sosok Raka yang kini hadir dalam hidupnya.
" Raka itu gimana orangnya Non ". tanya Bi Ati penasaran.
" Dia orangnya baik banget bii....cakep juga... pokoknya perfect lah bi ". Ujar Saras sambil tersenyum dan wajahnya tersipu malu.
" Non lagi jatuh cintaaaa yaaa... " Goda Bi Ati.
" Ah bibi bisa aja masih suka biii belum cinta ". Terang Clara.
" Yah kan nanti ujungnya bisa cinta Non ..." Goda Bi Ati lagi.
" Ah bibiii...." Ujar saras sambil memanyunkan bibirnya sambil disambut tawa oleh bi Ati.
" Oh iyaa Non.... bibi sudah masak makanan kesukaan Non .... Rendang Sapi dan Gulai Ayam ". Ujar Bi Ati bangga.
" Wah bibiii Makasih bangettt.....Bibi perhatian banget sama Saras.... Saras senang banget ada bibi dalam kehidupan Saras...." ujar Saras sambil memeluk Bi Ati.
" Iya Non... Bibi juga senang ada Non dalam kehidupan Bibi...." Ujar Bi Ati
" Ayo Non.... Kita makan dulu ... Udah itu Non harus bobo siang... Non kan pasti cape bangett habis pulang sekolah " Bujuk Bi Ati sambil merangkul nya ke meja makan.
*****
Mereka berdua makan dengan lahap.
Diwajah mereka berdua terpancar kebahagiaan.
Bagi Bi Ati, melihat gadis yang sudah dirawat nya itu bahagia maka akan membuatnya bahagia juga.
*****
Seusai makan, Saras membantu bi Ati membereskan meja makan.
Ia membantu menaruh kembali makanan dan menaruh nya ke dalam lemari. Lalu membawa piring - piring kotor kebelakang dan mencucinya.
Sebenarnya, Bi Ati sudah melarang namun ia tidak mendengar larangan tersebut dan tetap membantu Bi Ati.
Ia sadar peran Bi Ati bukan hanya sebagai pembantu rumah tangga serta pengasuhnya sedari kecil.
Namun bi Ati sudah seperti keluarganya sendiri.
Disadarinya pula bahwa bi Ati pasti kelelahan sekali mengurus semua kebutuhan dan merawat rumah ini sendirian.
Itulah sebabnya, dia senang hati membantu Bi Ati meringankan beban wanita yang sudah tua itu.
***
Setelah membantu Bi Ati, Saras segera beranjak masuk kamar, Ia lalu mandi , mengganti pakaian dan bersiap - siap untuk tidur siang.
Namun baru hendak merebahkan ketempat tidur, Saras mendengar suara pesan masuk dari hp nya.
Ia bergegas mengambil hp yang ia taruh di tas.
Membuka tas tersebut, mengambil hpnya, lalu membaca pesan yang masuk ke hp nya itu.
Ternyata pesan masuk dari Raka.
{ Saras, Lagi apaaa?? }
Itulah bunyi pesan yang dikirim dari Raka.
{ Lagi dikamar, mau tidur. Ada apa ka??? }
Saras membalas pesan yang dikirim Raka dengan cepat.
{ Engga ada, aku cuma kangen kamu aja , aku lagi ga ganggu kamu kan }
Datang pesan balasan lagi dari Raka.
Aneh sekali anak itu, Baru aja tadi ketemu di sekolah, tapi sekarang malah sudah kangen. pikir Saras dalam hati sambil dengan raut wajah tersenyum.
{ Iya aku juga kangen kamu kaa... }
Saras membalas pesan Raka lagi.
{ Besok jangan lupa ya... Kita jalan jalan berdua ... Besok aku kerumah mu... Jangan lupa langsung serlok abis ini yaaaa... } Kembali pesan dari Raka.
{ Iya Raka... ntar aku kirim alamat rumahku... Dah Raka... aku mau bobo siang dulu yaaaa } Saras mengakhiri pesan tersebut.
Ia tidak ingin terlalu kentara bahwa ia menyukai Raka.
Ia tidak ingin Raka mengetahui perasaannya.
Karena ia belum mengetahui perasaan cowok tersebut.
{ Iyaaa Daaah cantik.... Have you a nice dream } balas Raka sambil memberikan emoticon cium.
****
Saras tersenyum dengan isi pesan mereka.
Ia sangat bahagia dan berharap hari - hari berikutnya akan seperti hari ini.
Baru beberapa menit setelah Raka dan Saras bertukar pesan .
Tiba - tiba ada pesan masuk di hp Saras.
Saras buru - buru meraih hp nya dan berharap itu pesan masuk dari Raka lagi.
Namun ekspetasi tidak sesuai dengan kenyataan.
Ternyata itu bukan pesan dari Raka. Namun pesan kaleng dengan nomor yang tak dikenal.
Nomor ini berbeda dari nomor yang sebelum nya.
{ Hai Sayang....Aku tau engkau sedang berbaring ditempat tidurmu ....Aku melihatmu tapi kamu tidak bisa melihatku....Tenang saja sayang aku akan membuat mu tertidur selamanya }
Begitulah bunyi pesan tersebut.
Saras terkejut ketika membaca pesan itu.
Sekujur tubuh nya basah oleh keringat.
Bulu kuduk nya merinding
Bola matanya membesar .
Jantunya berdegup sangat kencang dikarenakan dia sangat ketakutan.
Saras segera berusaha menenangkan dirinya dan menelepon nomor tersebut.
Namun, pemilik nomor itu tidak mengangkat panggilan dari Saras.
Saras tidak lekas menyerah.
Ia terus menelepon nomor tersebut dan sial bagi Saras, pemilik nomor tersebut tidak kunjung mengangkat panggilan dari Saras.
Saras akhirnya menyerah, Ia menghentikan niatnya menelepon orang itu guna mengetahui siapa pelaku yang menerornya.
Dia tidak habis pikir untuk apa orang tersebut menerornya.
Dosa apa yang telah dilakukannya hingga membuat orang itu begitu membencinya.
Dia berharap orang tersebut tidak mencelakakannya.
Bersambung