The Reincarnation Of Love

The Reincarnation Of Love
Sepasang Mata yang mengawasi



" Non... Non... Bangun Non ".


" Non "


" Non "


Terdengar suara wanita yang berdiri tak jauh dari tempat Saras terbaring.


" Non...Bangun, Tuan dan Nyonya sudah nunggu dibawah ". Ujar wanita paruh baya tersebut sambil mengelus rambut gadis itu.


" Ini suara Bi Ati. aku ga salah dengar kan ? . Ini beneran suara bi Ati ! " Saras berpikir dalam hati dengan keadaan setengah tidur.


" Tapi bagaimana jika itu hanyalah imajinasi ku saja ??..


Mungkin aku masih berada di Istana Majapahit ...., aku kangen bi Ati " . Tanpa disadari Saras mengeluarkan air mata.


" Non... Kenapa nangis " . Wanita itu terkejut dan langsung memeluk Saras.


" Tidak salah lagi. Ini bukan mimpi. Aku sudah di rumah " Ujar Saras sambil memberanikan diri membukakan matanya.


" Bibiii.... Aku kangen banget sama bibi " . Saras memeluk bi Ati sambil menangis. Bi Ati adalah pembantu rumah tangga keluarga Saras.


" Non. Bibi ga kemana mana kok. Bibi kan selalu ada disini buat Non ". Ujar wanita tersebut sambil mengelus pipi Saras.


" Bibi.... Saras sayang banget sama Bibi. Bibi lah yang selalu ada buat Saras. Bibi jangan pernah tinggalin Saras ya ". Saras memeluk erat wanita tua tersebut.


" Bibi juga sayang sama Non. Non. sudah saya anggap anak sendiri ". Ujar Bibi.


" Non. Tadi nangis kenapa ....?" tanya bibi heran


" Tadi Saras mimpi buruk Bi. Saras takuttt...." Lirih saras


" Memangnya mimpi apa Non ? " Tanya Bi Ati.


" Tadi Saras mimpi kalo Saras berada di tempat yang jauh banget dari Bibi. Saras takut banget Bi ". Ujar Saras ketakutan.


" Makanya Non. Kalau Non mau tidur itu berdoa dulu supaya terhindar dari mimpi buruk ". terang Bi Ati.


" Iya bi. tadi malam aku lupa berdoa " Ujar Saras.


" Nah. sekarang bersiap - siap untuk berangkat sekolah. Tuan dan Nyonya sudah nungguin kamu tu " Ujar Bi Ati sambil melepas pelukan Saras dengan pelan.


" Air panas untuk mandi Non sudah bibi siapin. Bibi mau kebawah dulu. Takutnya Tuan dan Nyonya cari bibi " Ujar Bibi sembari beranjak meninggalkan kamar.


" Beneran yang tadi itu cuma mimpi. Syukurlah aku kembali lagi kerumah " Pikir Saras dalam hati.


Saras mandi dengan riang


Tak henti hentinya lagu terlantunkan dari bibir mungilnya


Sesekali dia bersiul sambil bersiap - siap untuk berangkat sekolah.


Tap


Tap


Tap


Dia menuruni tangga Rumah yang tidak terlalu mewah tersebut dan berjalan menuju ruang makan . Disana duduk dua orang dewasa.


Mereka adalah orang tua Saras.


Saras menggeser kursi di meja makan dan duduk diatasnya.


Tak ada suara sama sekali terdengar dari kedua orang itu.


Ditangan ayahnya terdapat koran Kompas.


Sedangkan ibunya sibuk memainkan hp yang berlogo setengah apel ditangannya.


Saras hanya terdiam sembari menunggu bibi mengantarkan makanan ke meja.


Hati nya tadi riang menjadi murung. Dia berpikir bahwa keadaan di mimpi nya lebih baik ketimbang saat ini.


Didunia nyata bahkan Ayah dan Ibu nya tidak memperdulikan dia dan sibuk masing masing.


" Gimana dengan sekolah baru mu ?". tanya Agus, Ayah Saras.


Akhirnya dia mengeluarkan suara juga mengejutkan Saras dari lamunannya.


" Baik. Yah ! " . Saras menjawab dengan cepat.


" Apa ada masalah di sekolah barumu ? " . Tanyanya.


" Tidak ada kok, Yah " Jawab Saras lagi.


" Oh " . ujar Pria itu sembari melanjutkan aktivitasnya membaca koran. Mungkin dia tergolong orang yang pelit berkata - kata. Sehingga pikirnya apa yang keluar dari mulutnya itu sesuatu yang mahal.


Beda dengan Ayah Saras, Ibu nya sama sekali tidak memperhatikan Saras diruang makan itu. Wanita ini masih asyik memainkan alat canggih berbentuk persegi panjang digenggamannya.


Entah harus menyesal atau bersyukur bisa kembali kerumah ini hanya Saras lah yang tau.


Separuh hatinya ingin tetap berada di Istana Majapahit dimana dia mendapat kan kasih sayang dari orang orang disana. Bahkan orang di Majapahit ramah kepadanya.


Separuh hatinya lagi ingin segera kembali kerumah agar bisa bertemu Ayah , Ibu ,dan Bi Ati.


Rasa rindu dan sayang yang bergejolak yang membawa Saras untuk kembali kerumah.


Tapi apa yang diharapkan tidak sesuai kenyataan.


Dirumah ini hanya Bi Ati yang selalu ada untuknya. Pembantu rumah tangga yang telah mengurus Saras sedari lahir.


" Ini makanannya, Tuan, Nyonya , Non " . ujar Bibi sembari meletakkan beberapa makanan di meja dan duduk didekat mereka.


Di meja sudah tersedia Rendang Sapi, Gulai Ayam, Nasi, Sayur Asem, serta Susu Cokelat dan beberapa buah buahan. Semua adalah makanan kesukaan Saras.


" Terimakasih Bi " Ujar Saras senang menyambut makanan di Meja.


Mereka makan dengan lahap.


Seusai Makan, Ayah Saras beranjak dari meja makan tanpa sepatah kata pun.


Begitu juga dengan Anita, Ibu Saras. Ayah Saras mengambil kopernya yang diletakkan diruang keluarga lalu bergegas keluar rumah dan menghidupkan mobilnya dan melaju keluar pintu Gerbang rumah menuju kantor Perpajakan.


Ayah Saras bekerja disana.


Disusul dengan Ibu Saras, Entah kemana dia mau pergi.


Padahal dia hanya ibu rumah tangga biasa. Paling - Paling dia pergi ke Salon untuk mempercantik dirinya, atau Shopping ke Mall.


Tak ada yang memperdulikan anak semata wayang yang mereka tinggalkan di ruang makan.


Anak tersebut beranjak meninggalkan ruang makan menuju dapur dimana ada seorang Wanita sedang sibuk menyiapkan bahan untuk makan Siang nanti.


" Bi. Saras berangkat ya ". Ujar Saras sambil menyalami tangan Bi Ati.


" Iya.... Hati - Hati dijalan ya ! " Ujar wanita itu sambil mengelus rambut Saras.


" Iya Bi " . Jawab Saras lalu keluar dari dapur mengambil tas dari kamar dan turun ke Garasi . Lalu keluar pintu gerbang dengan mengendarai motornya diiringi sepasang mata wanita yang berdiri dipintu rumah dengan tatapan iba.


Tiiin


Tiiin


Tiiin


Bunyi Klakson mobil


" Kalau bawa motor yang bener dong " . Teriak orang tersebut, Kepala nya keluar dari jendela.


" Iya. Maaf " . kata Saras sambil melajukan kembali motornya.


" Aduh, hampir aja. aku tabrakan dengan mobil ". pikirnya .


Dikarenakan mimpi nya semalam membuat Saras selalu kepikiran sehingga melamun dan tidak memperhatikan jalan. Untungnya suara klakson tersebut segera menyadarkan Saras dari lamunannya.


" Syukurlah. Sudah dekat sekolah". Ujar Saras dalam hati.


Pagi hari itu sekolah ramai seperti biasa


Anak anak berdatangan ke sekolah


Ada yang mengendarai mobil bagi anak yang ekonomi nya kelas atas .


Bagi yang menengah mereka menggunakan motor , memakai jasa Ojol , Opang , atau menggunakan angkutan umum seperti angkot atau mobil jemputan anak sekolah.


** Ojol adalah Singkatan dari Ojek Online **


** Opang adalah singkatan dari Ojek Pangkalan.


Parkiran sekolah penuh dengan kendaraan Roda dua sampai Roda 4.


Bahkan seolah tidak ada tempat untuk memakirkan kendaraan.


Dikarenakan jumlah siswa yang sangat banyak .


SMA XAVERIUS 2 JAMBI adalah SMA swasta Populer di kota Jambi yang banyak sekali peminat yang ingin bersekolah disekolah itu.


Tidak heran jumlah siswa nya tak dapat dihitung dengan jari.


" Aduh...., sempit banget, ga muat ". Ujar Saras sambil memarkirkan motornya.


" Padat banget, gimana cara markirnya...." kata Saras dalam hati.


Tiba tiba dari arah belakang ada anak laki laki memegang stang motor nya.


Tangan nya diatas tangan Saras.


Badannya tinggi.


Apa yang hendak dilakukan anak tersebut.


" Sini aku bantu " . Kata anak itu sambil membantu memarkirkan motor Saras.


" Eh.... Iya makasih " . Ujar Saras sambil melepaskan tangannya dari stang.


Saras menatap wajah pria itu


Rupanya itu Andrew teman sekelasnya.


Badannya tinggi dan tegap.


Bahunya yang lebar dan bidang


Tangannya begitu kuat ketika memindahkan dan memarkirkan motor Saras.


Saras takjub dengan kekuatan anak laki laki itu.


Baru kali ini dia kagum pada seorang laki laki.


Entah mengapa hari ini Andrew terlihat sangat berbeda.


Terlihat sangat tampan bagi Saras.


Saras terpesona dan tiba tiba jantungnya berdetak cepat.


Berdetak sangat cepat seperti orang yang habis berlari.


Karena terlalu lama menatap Andrew, Saras tidak menyadari bahwa Andrew sudah selesai memarkirkan motornya.


" Hei ! Ras... Ayoo ! ". Ujar Andrew menyadarkan Saras dari lamunan.


"Eh...Eh... Iya...." . Ujar Saras gelagapan.


" Kamu melamun lagi ??? " . Kata Andrew penasaran.


" Melamunin apa sih. Akhir - akhir ini kamu sering melamun ". Ujarnya lagi.


" Enggak. Enggak ada kok " . jawab Saras. " Kenapa akhir - akhir ini aku melamun terus , apalagi selalu didepan andrew , Kan aku malu jadinya.... ". Rutuk Saras dalam hati.


" Ayo ! " ajak Andrew sambil menarik tangan Saras.


" Kemana ? ". Tanya Saras kebingungan.


" Ya kekelas lah. Masa ke Mall ". Ujar Andrew sambil tersenyum.


Andrew menarik tangan Saras dengan hati - hati mengiringinya kekelas.


Disana sudah ada beberapa siswa di kelas tersebut.


Banyak pasang mata yang memandang mereka berdua.


Ada yang saling bisik dengan yang lainnya.


Ada yang mengernyitkan dahi menatap dengan heran.


Ada pula yang menatap sekilas lalu memalingkan kembali wajahnya seolah tidak peduli.


" Nah... sampaiii.... " Kata Andrew ketika berhenti di suatu meja lalu melepas tangan Saras. Rupanya itu adalah meja Saras.


" Makasih ya Ndrew ". Ujar Saras dengan tulus.


" Iya sama sama. " . Ujar Andrew sambil tersenyum.


Semua siswa Kelas XI IPA 2 sudah ada didalam kelas.


Mereka duduk dengan rapi sambil melakukan kesibukan masing masing.


Ada yang membaca buku , ada yang mengerjakan PR secara berjamaah, ada pula yang sibuk memainkan hpnya.


Ada yang bermain UNO , BINGO, Truth or Dare , ada pula yang bermain Werewolf.


Semua itu mereka lakukan sambil menunggu kedatangan Guru yang akan mengajar pagi Itu.


Walaupun di Sekolah kadang mereka selingi dengan bermain, Tapi nilai ujian mereka selalu tinggi. Bahkan nilai UN juga tinggi .


Oleh karena itu sekolah ini selalu dipertimbangkan untuk masuk perguruan tinggi. Dan dari SMA ini lahir generasi - generasi hebat dengan bakat mereka masing - masing.


** UNO dari bahasa Italia artinya Satu adalah permainan kartu yang dimainkan dengan kartu dicetak khusus. Permainan ini hampir sama dengan Permainan kartu Remi biasa . **


** Truth or Dare artinya Kejujuran atau tantangan adalah sebuah permainan yang melibatkan dua orang atau lebih. Pemain akan diundi lalu pemain yang kena undian maka akan memilih jujur atau memilih tantangan. **


* Werewolf adalah sebuah permainan yang bertipe roleplay, dimana kita akan berperan sebagai seseorang yang memiliki kemampuan dan tugas yang berbeda pada masing - masing orang yang bermain.**


** Bingo adalah permainan peluang dimana setiap pemain mencocokan angka yang dicetak dalam pengaturan berbeda pada kartu dengan angka yang diambil oleh tuan rumah secara acak , menandai nomor yang dipilih di ubin.**


Teng


Teng


Teng


Bunyi bel sekolah pertanda jam mata pelajaran pertama di kelas pagi ini akan dimulai.


Semua siswa dalam ruangan ini menghentikan aktivitasnya dan duduk dengan rapi.


Beberapa saat kemudian datang Seorang Pria dewasa masuk kedalam kelas tersebut sambil menenteng buku besar bergambar angka .


Dialah Pak Awan, Guru Mata pelajaran Matematika.


Perawakan serta postur tubuh yang sangat tinggi .


Jika ingin menatapnya maka kita akan mendongak kepala keatas terlebih dahulu


ditambah pantulan sinar cahaya pagi dikepalanya yang plontos bersih dari rambut. Senyumnya kepada Siswa yang duduk rapi tersebut . Siapapun berpikir pasti mengatakan bahwa senyum itu manis tak semanis mata pelajaran yang akan diajarkan nya hari ini.


Karena Siswa diliputi ketegangan dan kekhawatiran dikarenakan Pak Awan senang mengadakan ulangan atau evaluasi mendadak ditengah tengah jam pelajaran.


" Masukkan buku buku nya kedalam laci . yang ada hanya kertas selembar dan pena " . Kata Pak Awan tiba tiba.


Nah benar bukan , Pak Awan selalu melakukan evaluasi pelajaran yang sudah diajari sebelumnya.


Dia sangat menyayangi siswa yang pintar. Tapi bagi yang pas pas , ya terima nasib aja.


Mereka pun memasukkan kembali buku mereka ke dalam laci.


Dan menyiapkan kertas serta pena di atas meja.


" Bapak akan meninjau kembali kemampuan kalian . Jadi harap kalian kerjakan sebaik - baiknya " . ujar Pak Awan sambil membagikan kertas soal.


" Yaaaa.... Pak...". Keluh beberapa siswa tersebut.


" Jangan ngeluh . Kerjakan saja. Jangan ribut ya ". ujar Pak Awan.


Pak Awan membagikan kertas yang berisi soal dalam kelas tersebut.


Ternyata kertas yang dibawahnya kurang.


Ada beberapa siswa yang tidak kebagian.


" Ada yang belum kebagian kertasnya? ". tanya Pak Awan.


" Saya Pak ". ujar beberapa siswa sambil mengangkat tangan. Ada 15 orang yang belum kebagian.


Sedangkan jumlah siswa ada 40 orang.


" Nah. karena kertas nya kurang . Siapa yang bersedia untuk memfotokopi kertas ini " . tanya Pak Awan.


" Saya Pak. Saya Pak ". Teriak beberapa siswa.


" Kamu . siapa nama kamu. Tolong foto kopi kertas ini sebanyak 15 lembar ya. " . tunjuk Pak Awan kepada Saras.


" Saras Pak. Iya Pak ". Jawab Saras sambil menerima sejumlah uang dari Pak Awan.


" Siapa yang mau menemani Saras ketempat fotokopi ? " tanya pak Awan lagi.


" Saya Pak ". Jawab Andrew dengan cepat.


" Nah Andrew, Tolong antarkan dan temani Saras ketempat fotokopi "


. Ujar Pak Awan


" Baik Pak ". Jawab Andrew.


Saras pergi ketempat fotokopi ditemani oleh Andrew.


Tempat fotokopi nya tidak jauh dari sekolah.


Letaknya kira - kira hanya 300 meter dari gerbang sekolah.


Untuk kesana, maka harus keluar lorong karena Sekolah itu masuk lorong yang jalannya hanya muat satu mobil.


Mereka berjalan beriringan


langkah kaki mereka sejajar.


Tapi tidak ada suara yang keluar dari mulut mereka sepanjang perjalanan.


Akhirnya mereka sampai kesebuah toko yang diatas nya tertulis sebuah tulisan " Canon "


Itu adalah sebuab tempat yang menyediakan jasa Fotokopi, Print, Jilid, Scan dan lain lain.


** Fotokopi adalah menggandakan atau membuat salinan dari kertas, buku , dokumen , maupun sumber lain. **


** Print adalah menampilkan data dalam bentuk cetakan baik berupa teks maupun gambar / grafik, diatas kertas. **


** Jilid adalah jahitan buku atau sebagainya agar kertas kertas tersebut tidak tercecer . **


** Scan adalah menduplikat objek layaknya seperti mesin fotokopi kedalam bentuk digital. **


Tempat fotokopi cukup ramai.


Dan pemilik toko tersebut terlihat kewalahan melayani pembeli.


Kira kira ada lima atau enam orang di tempat fotokopian itu


Beberapa diantaranya mengenakan seragam sekolah, Sisanya mengenakan pakaian kantoran dan pakaian biasa.


" Ada apa dik ? ". kata pria muda itu sambil menatap Andrew dan Saras.


" Mau fotokopi, bang. Ini 15 lembar ". Jawab Saras sambil menyerahkan kertas tersebut.


" Oh. Iya, tunggu bentar ya . Soalnya lagi rame. Saya mau selesaikan pesanan yang lain dulu ". Ujar Pria Muda itu. Anak anak sekolahan biasa memanggilnya dengan sebutan Bang Mamat.


" Duduk aja dulu . Gak lama kok ". Ujar Bang Mamat sembari meletakkan kursi bagi mereka berdua.


Saras dan Andrew akhirnya duduk dikursi yang sudah disediakan Bang Mamat.


Mereka menunggu dengan tenang sambil memandang sekeliling.


Saras melipat lipat uang yang digenggamnya tadi menjadi bentuk hati.


Sedari kecil, Saras senang membuat Origami dari kertas.


Kadang dia membuat bentuk orang, bunga ,Baju dan masih banyak lagi.


Tapi hari ini Saras melipat kertas menjadi bentuk hati untuk mengurangi kebosanan selama menunggu.


Disampingnya , Andrew memandangi tangannya yang cekatan melipat kertas tersebut.


Dia tersenyum melihat gadis itu.


" Ini dik. Udah selesai ". Teriak bg Mamat


" Iya bang. Ini uangnya ". Jawab Saras sambil menyerahkan uang sepuluh ribu kepada Bang Amat.


Bang amat menerima uang sambil menatap heran dengan bentuk uang yang diberikan Saras. Terlebih uangnya sudah berbentuk hati , ia mengeluarkan beberapa uang untuk kembaliannya.


" Ini dik ". Kata Bang Amat sambil menyerahkan uang tersebut.


" Terimakasih ". Jawab Saras.


" Ras , kamu jalan duluan deh. Ntar aku nyusul dari belakang ". kata andrew tiba - tiba.


" Emang kamu mau ngapain Ndrew ? . tanya Saras.


" Aku ada urusan. Bentar aja . Ntar aku cepat nyusul kok ". Pinta Andrew.


" Oh yaudah. cepetan ya. supaya masuk kelas nya kita barengan ". Terang Saras.


" Iya ". Jawab Andrew dengan cepat.


Saras berjalan duluan kesekolah meninggalkan Andrew di tempat fotokopian.


Dia berjalan dengan tidak terlalu cepat agar Andrew dapat menyusulnya.


" Bang.... Bang..., aku mau beli uang sepuluh ribu tadi yang dikasih temanku tadi bang ". Ujar Andrew dengan buru buru.


" Ha...? Maksudnya ...? Yang mana dek ...??" . tanya Bang Amat.


" Yang tadi dikasih temanku barusan bang ". terang Andrew.


" Oh yang ini ya ?. tanya Bang Amat sambil mengeluarkan uang Saras .


" Iya bang. ini. kembaliannya ambil aja ". Ujar Andrew sambil mengambil uang berbentuk hati tersebut dan menyerahkan uang dua puluh ribu kepada Bang Amat.


Bang Amat terheran heran tidak mengerti dengan apa yang dilakukan Andrew.


Baru kali ini seumur hidup nya dia menemukan orang yang bersedia membeli uang dengan uang.


Tapi Andrew tidak peduli dengan tatapan heran Bang Amat tersebut.


Dia beranjak dari tempat itu dan berlari menyusul Saras yang sudah berjalan duluan. Saras dan mereka kembali kekelas.


" Ini Pak, Maaf cukup lama karena tadi rame " . Ujar Sarah sambil menyerahkan kertas dan uangnya


" Iya Gpp, Makasih ya " . Ujar Pak Awan.


Teng


Teng


Teng


Bel sekolah berbunyi


Tanda jam istirahat.


" Ka" panggil Saras.


" Iya Ras, ada apa? tanya Raka.


" Aku kurang paham dengan pelajaran tadi . Boleh ntar pas pulang sekolah aku kerumah mu belajar bareng ? ". tanya Saras


" Oh , boleh , nanti datang aja kerumahku dialamat yg aku kirim kemarin ". ujar Pak Awan.


" Iya makasih ya " . Ujar Saras.


Hari itu sesuai dengan janji


Saras kerumah Raka.


Rumah Raka sangat besar.


Dengan beberapa pelayan rumah tangga di rumah nya. Mereka menyambut kedatangan Saras dan Raka.


" Ini siapa Bang ? ".ujar salah satu wanita. Mereka biasa memanggil mereka dengan abang yang artinya kakak laki laki.


" Saras Bude. ujar Saras menjawab.


" Cantik sekali ya. Baru kali ini Bang Raka bawa cewek kerumah selain Clara ". ujar mereka.


Raka mengajak Saras keruang baca dirumahnya, disana sudah tersedia lengkap untuk belajar.


Sesampainya disana mereka langsung memulai pelajaran mereka.


" Nah, ini begini caranya " . Ujar Raka sembari mengajari Saras.


Waktu pun berlalu dengan cepat.


Akhirnya mereka menyelesaikan belajar bersama hari ini.


" Ras , capek gak ? , ayo beli es krim dekat rumahku yuk ! " . ajak Raka.


" Ayo ". Saras menjawab cepat.


Mereka pun keluar rumah dan berjalan ke alfamart seberang rumah.


Mereka membeli es krim dan kembali ke Rumah Raka.


Tanpa disadari sepasang mata memperhatikan mereka dengan tajam.


tatapan mata yang setajam pisau seolah menusuk orang yang dilihatnya.


Orang tersebut akhirnya keluar dari alfamart dan pergi dengan motornya menjauh dari tempat itu.


" Ka. aku pulang dulu ya , udah sore soalnya ". ujar Saras.


" Oh. iya, sini ku antar kebawah ". ujar Raka .


Saras pulang kerumahnya.


Dirumahnya bahkan tidak ada siapa siapa kecuali bi Ati.


Wanita itu menyambut gadis itu dengan senang.


" Non sudah pulang ? " ujar bi ati.


" Iya bi ". jawab Saras.


" Tuan dan Nyonya belum pulang makan malamnya sudah bibi siapkan, Non mandi dulu ya " . Pinta Bi Ati


Saras naik kekamarnya lalu mandi dan bersiap untuk makan malam.


" Ini ,makanan Non udah Bibi siapkan ". Ujar Bi ati sambil menggeser kursi untuk Saras duduk.


Makan malam ini terlalu tenang.


Saras makan berdua saja dengan Bi Ati.


" Bi , aku kekamar ya ". Ujar Saras setelah makan dan beranjak ke kamar .


Tiba dikamar , Saras tidak langsung tidur, dia memainkan hp nya untuk mengurangi kesunyian.


Deeep Deeep Deeppp Deepp


Tiba tiba hp nya berbunyi


Ada sebuah pesan masuk dari nomor yang tidak dikenal.


Sebuah pesan dengan kalimat seolah ancaman .


" Aku akan membunuh mu "


Saras ketakutan membaca pesan tersebut.


Dia tersentak lalu melemparkan hp nya.


Dia ketakutan dan berpikir siapa yang mengirim pesan kaleng ini.


" akan ku cari tahu besok pagi , karena besok hari minggu ". Pikirnya dalam hati.


Malam berganti Pagi.


Sang Fajar menampakkan dirinya.


Saras bergegas bangun dan bersiap berangkat kekantor polisi mencari tahu siapa pengirim pesan tersebut


" Non mau kemana ? sarapan dulu Non " . ujar wanita itu.


Tapi Saras tidak mendengar suara wanita itu karena pikiran nya sedang kalut.


Dia segera ke garasi menghidupkan motornya lalu melaju keluar gerbang.


Tujuannya adalah kekantor polisi.


Kekantor Polisi adalah suatu hal yang bagi Saras.


Sebenarnya ia takut dan gelisah bila berada ditempat ini.


Ia terpaku dan terdiam , bingung harus berbuat apa. Baru pertama kali dia berada ditempat ini.


Hingga seorang Polisi muda menyapanya dan menanyakan tujuan ia berada ditempat ini.


" Ada yang bisa dibantu dik " . ujar Polisi muda.


" Ada keluhan apa dik ? " . tanya Pria itu lagi.


Saras menceritakan semua yang dialami nya semalam .


Tentang pesan ancaman dari nomor tak dikenal ini .


Pria itu mendengarkan cerita Saras dengan seksama.


Lalu menyarankan Saras untuk kebagian konsultasi


Saras pun segera keruang konsultasi dan menjelaskan perihal kedatangannya ketempat itu. Polisi yang bertugas saat itu mendengarkan cerita Saras dengan seksama. Lalu menghibur Saras agar ia tidak takut dan menyarankan untuk mulai berhati hati. Dan mengatakan bahwa ia dan rekannya akan segera melakukan pencarian terhadap nomor tak dikenal itu.


mengabari Saras jika ada petunjuk yang didapatkan.


Sesi konsultasi selesai. Saras meninggalkan tempat itu dengan lega. Ia tidak ingin segera kembali kerumah dia pergi ketoko Buku " Gramedia " yang terletak ditengah kota.


Baru beberapa menit memasuki toko Buku .


Tiba Tiba......


Ada bunyi langkah kaki mendekat secara perlahan.


Hawa dingin menyelimuti orang tersebut.


Semakin dekat


Dan berjalan kearah Saras.


Tep


Entah sejak kapan , tangan orang tersebut berada di bahu Saras


Dimana pemiliknya?


Saras membalikkan badannya dan melihat orang pemilik tangan tersebut.


Saras menatap kesal kepada orang itu.


Namun, dibalas dengan senyum dan tatapan nakal olehnya.


" Kamu " . Kata Saras sambil menatap orang tersebut dan hendak melayangkan cubitan.


" Terkejut yaaaa ". Orang itu tertawa sambil menghindar.


" Kamu jahat banget...., Kirain tadi siapa". Keluh Saras.


" Hehe iya maaf ". Orang tersebut tertawa melihat wajah Saras yang terkejut melihatnya.


" Jahil " . Kata Saras lagi.


" Kamu ngapai disini ? ". tanya orang tersebut


" Aku nyari Novel ni judulnya Raja dan Ratu Masa Lalu kata mereka yang sudah bacanya Novel ini novel romantis penuh teka teki gitu. Yah aku penasaran mau baca buku nya.... " . Terang Saras.


" Kamu ngapain disini Ndrew ? " . tanya Saras pada orang disampingnya tersebut. Rupanya itu Andrew.


" Ooh kamu cari novel toh " . ujar Andrew sambil mangut mangut . " Ini aku cari Komik kesukaan ku " . tambahnya lagi sambil menggenggam novel One Piece.


Saras memandangi penampilan Andrew hari ini dengan setelan kemeja bewarna merah dan celana jeans bewarna biru dan memakai sepatu sport.


Baru kali ini dia melihat tampilan beda dari Andrew.


Mereka pun memilih beberapa buku lalu keluar dari toko tersebut.


Lalu Andrew mengajak Saras untuk berjalan ketoko jajanan di seberang jalan sebelum pulang kerumah . Saras mengikuti langkahnya dari belakang.


Andrew membeli dua buah Es Krim berbentuk rasa cokelat dan rasa Melon.


" Ini untuk kamu " . ujarnya kepada Saras sambil memberikan es krim kepadanya.


" Kamu tahu dari mana aku suka es krim melon ? tanya Saras.


" Biasa cewek suka " Jawab Andrew.


Saras menatap Andrew dengan tatapan curiga.


Dia curiga bahwa Andrew yang selalu mengawasinya selama ini.


Apakah Andrew pemilik Nomor tak dikenal itu ?


Andrew baik sekali padanya.


Tidak mungkin ia tega berbuat seperti itu kepadanya.


Saras menjauhkan pikiran negatifnya terhadap Andrew.


Saras pun menerima es krim itu .


Lalu mereka bercerita banyak hal.


Hingga lupa waktu.


" Ras. Minjam hp mu bentar " Pinta Andrew


" Untuk apa ? " tanya Saras


" Hp ku ketinggalan keknya aku lupa naruh dimana ". sambil mulai mengetik ngetik di hp tersebut.


Tiba Tiba


Drrrttt


Drtttt


Drrrrttttttt


Terdengar hp begetar di kantong celana Jeans Andrew. Lalu ia mengeluarkan hpnya lalu menyerahkan hp Saras.


" Bilang Halo " katanya.


" Halo ? " Saras menuruti andrew dengan Heran.


" Hhehehehe makasih ya Ras , aku simpan ya nomornya ". Ujar Andrew sambil tertawa.


" Ayo pulang " . katanya lagi sambil menarik tangan Saras tanpa memedulikan Saras yang terpaku.


Mereka pun kembali kerumah masing masing .


Saras senang Andrew ada di hidupnya


Selama ini dia hanya bertemu dengan beberapa pria brengsek yang hanya tertarik dengan kecantikannya . Dia bersyukur bertemu dengan orang seperti Andrew .


Inginnya berlalulah waktu dengan cepat agar besok pagi ia dapat bertemu dengan Andrew di sekolah