The Princess Of Changing Destiny

The Princess Of Changing Destiny
Bahkan Jika Hanya Tersisa Satu Nafas



" Biarkan aku memulainya guru! ", ucap Mao Yun dengan cepat.


Guru Aotian " Oke, siapa yang mau jadi lawan Mao Yun? ".


   Tidak ada satupun murid yang bersedia maju melawan Mao Yun. Karena bagaimanapun kultivasi Mao yun berada di level tiga.


" Mao Yun, pilih satu orang untuk menjadi lawanmu! ", ucap Aotian.


" Heh, aku akan memilih Mu Qingge, sebagai lawanku! ", seru Mao Yun sembari menunjuk ke arah Qingge.


" Hehehehe, lihat saja aku akan mengatasinya secara adil! dalam akademi saling melukai teman sendiri tidak di perbolehkan namun lain lagi jika ada pertandingan, aku bisa beralasan bahwa tidak sengaja melukainya ", ucap dalam batin Mao Yun merasa puas.


Guru Aotian " Mao Yun, pilihanmu sepertinya kurang cocok. Mu Qingge tidak memiliki kekuatan spiritual, kamu tunjuk saja yang lainnya... ".


" Guru, berdasarkan peraturan akademi yan luo, siapapun yang berani masuk ke arena bisa memilih lawannya secara bebas! lalu orang yang sudah di pilih tidak bisa menolak, bukankah begitu?! ", celoteh Mao Yun sembari menatap Mu Qingge.


    Akademi yan luo menetapkan peraturan bagi siapapun yang berani masuk ke dalam arena, maka orang tersebut bisa memilih lawannya secara bebas! Dan orang yang telah dipilih tidak bisa menolaknya, kecuali mereka yang di pilih memiliki token bebas! maka orang itu bebas untuk menolak tantangan pertarungan.


" Baiklah, aku terima tantanganmu ", ucap Mu Qingge.


" Karena kamu sangat berinisiatif untuk menyerangku, maka jagan salah aku jika tidak berbelas kasihan nantinya... ", ucap dalam batin Qingge.


" Apa dia sudah kehilangan akal? Mu Qingge baru saja menghilang beberapa tahun dan sekarang dia sudah menjadi gila. Sampah tak berguna seperti dia berani menerima tantangan?! sulit di percaya... ", celoteh salah atu murid.


" Apa kamu tidak merasa aneh, aku merasa jika Mu Qingge yang sekarang agak berbeda... ".


" Mungkin saja dia sedang berpura-pura ".


Klaang----


     Seketika suasana menjadi ramai, karena suara gong yang dibunyikan! semua murid yang berada di luar langsung menuju ke arena untuk melihat apa yang terjadi.


" Bukankah itu si sampah Mu Qingge? ", celoteh seorang praktis


" Apakah sampah ini mencari mati! ".


" Hahahaha, ini tonton menarik ".


Di atas arena pertarungan


Syet--


Mengeluarkan pedang " Mu Qingge, karena kamu sendiri yang berani kembali ke akademi... jangan salahkan aku jika tidak menunjukkan belas kasihan! ", ucap Mao Yun dengan sombongnya.


Mu Qingge " Hmph~ benarkah? ", tersenyum.


Swoosh!


" Ha! rasakan ini... ", omong Mao yun mencoba menyerang Mu Qingge menggunakan pedang.


Terbang ke atas untuk menghindari serangan Mao Yun.


Tap!


Mendarat " Syut, kamu tidak boleh menunjukkan belas kasihan loh! atau ini akan menjadi pertarungan sepihak bagiku ", provokasi Mu Qingge.


Fokus tiba-tiba menghilang " Omong kosong apa yang kamu bicarakan?! ", tanya Mao Yun.


Swish!


Menendang Mao Yun dengan keras " Jangan hilangkan fokusmu saat lagi bertarung ", provokasi Mu Qingge.


Buak-


Mao Yun " Ah! ", jatuh ke lantai arena


Kaget " Ini tidak mungkin! bagaimana kamu bisa menghindari seranganku?! ", tanya Mao yun merasa heran karena Qingge berhasil menghindari serangan darinya.


" Aduh, ya ampun! apa cuma segini saja kemampuanmu? disini sepertinya kamulah yang sampah! aku bahkan belum menggunakan kekuatan spiritualku! ", ucap Mu Qingge sembari menatap dingin Mao Yun.


Mengeluarkan kekuatan spiritual " Mu Qingge, jangan kira kamu bisa sombong hanya karena sudah mempelajari sedikit gaya kungfu! aku akan membuatmu merasakan kekuatan sejati seorang kultivator sekarang juga! teknik pedang guntur ", teriak Mao Yun dengan penuh emosi.


Blar! cetar!


Mengarahkan pedang ke arah Mu Qingge " Matilah! ", teriak Mao Yun


" Qi dalam pedang itu sangat kuat, dia benar-benar ingin membunuhku ", ucap dalam batin Qingge.


" Heh, lepaskan kekuatan spiritual ", teriak Mu Qingge dengan rasa penuh kesal.


Duar!


   Aura kekuatan spiritual yang sangat besar tiba-tiba keluar dari dalam tubuh Mu Qingge.


Bersinar dengan sangat terang.


" Apakah itu.. kekuatan spiritual?! ", tanya seorang murid lainnya.


" Ini tidak mungkin! sejak kapan dia punya kekuatan spiritual? ".


" Wah, kekuatan spiritual yang sangat besar dan mengerikan ".


Praktis level dua " Bukan cuma itu, kalian coba lihat kekuatan kekuatan spiritual dua warna ini. Itu terlihat seperti emas dan rubi murni yang dikeluarkan Mu Qingge! ".


    Suasana seketika menjadi sangat riuh karena kekuatan spiritual Mu Qingge.


Swuush-


Serang pedang dari Mao Yun terus berlanjut.


Klang!


   Setelah beberapa menit kemudian akhirnya serangan pedang guntur milik Mao Yun berhasil di kalahkan oleh Qingge.


" Ma-mana mungkin kamu punya kekuatan spiritual? ", ucap Mao Yun yang sangat tercengang oleh Mu Qingge yang punya kekuatan spiritual.


Mu Qingge " Oh, aku memang punya, dan aku jauh lebih kuat dari pada dirimu.. bagaimana kalau kamu menyerah dan berlutut di hadapanku dan mengakui kekalahanmu! ", menatap dengan tajam.


Mengeluarkan kekuatan spiritual " Hahahaha, kalah? Mu Qingge, di mataku kamu akan selalu menjadi sampah yang akan selalu berada di bawah kakiku! kamu tidak akan pernah bisa menang melawanku... ", teriak Mao Yun sembari mengeluarkan kekuatan spiritual penuh ke dalam pedang.


Mengarahkan pedang kepada Mu Qingge.


Bam!


" Ugh..! ".


     Karena serangan penuh dari Mao Yun, Mu Qingge akhirnya terluka. Meskipun melihat Qingge terluka, ia tetap terus menerus melancarkan serangannya.


Muncul keluar


Shu'shu " Apa kamu baik-baik saja? Wanita ini berniat membunuhmu menggunakan teknik pedangnya! Terlebih lagi dia berada di level tiga, kekuatan spiritualnya tiga kali lipat lebih kuat darimu! walaupun kamu memiliki kekuatan spiritual yang paling berharga, masih akan sulit untuk melawannya. Jangan sampai terkena langsung oleh serangannya, atau kamu akan dalam bahaya! ", khawatir pada Mu Qingge.


Membulatkan tekad " Meskipun nyawaku sebagai taruhannya, aku akan balas dendam padanya hari ini ", ucap Mu Qingge sembari mengeluarkan kekuatan spiritual penuh untuk menghadapi serangan Mao Yun.


" Haaaa! matilah dasar sampah ", teriak Mao Yun sembari melancarkan serangan-Nya.


     Pertarungan antara Mu Qingge dan Mao Yun terus berlanjut, mereka berdua sama-sama terluka! namun Mu Qingge lah yang paling parah. Meskipun pengalaman bertarung Mu Qingge di kehidupan sebelumnya di gabungkan itu masih belum cukup untuk melawan Mao Yun.


Klang! klang! klang!


🌺🌺


Sepuluh menit kemudian


" Ugh! ".


" Hei, kamu sudah menggunakan kekuatan spiritualmu terlalu banyak! lebih baik kamu temukan cara untuk kabur darinya! ", ucap Shu'shu merasa khawatir dengan keadaan Qingge.


" Tidak, ini masih belum cukup! ", ucap dalam batin Mu Qingge.


 Klang! klang! klang!


    Karena terlalu banyak menggunakan kekuatan spiritual, sekujur tubuh Mu Qingge mulai terasa sangat sakit.


klang! klang! klang!


Memaksakan diri " Tidak! aku tidak bisa pingsan sekarang! hari ini aku harus melakukannya, bahkan jika hanya tersisa satu nafas terakhirku, aku akan balas dendam ", ucap dalam batin Mu Qingge


🌺🌺🌺