
Mereka berencana untuk menyingkirkan Mu Qingge dengan cara membohonginya agar ia mau tinggal di sebuah pulau terpencil.
Meskipun Mu Qingge baru berusaha 7 tahun, tapi dia adalah anak yang sangat genius dan peka terhadap sesuatu. Oleh karena itu kakak sang ayah dan istrinya merasa posisi mereka akan terancam jika Mu Qingge semakin dewasa lalu mengambil alih semua haknya. Jadi mereka merencanakan sebuah tragedi kebakaran di perusahaan yang di tinggalkan ayah Qingge, mereka tahu bahwa Mu Qingge masih kecil dan belum tahu soal perusahaan, bisnis maupun harta peninggalan kedua ayah ibunya, dan dia juga belum pernah di bawa ke perusahaan milik orang tuanya.
Jadi mereka membeli sebuah perusahaan yang telah lama bangkrut lalu memalsukan nama perusahaan itu menjadi nama perusaan milik ayah Mu Qingge! Kemudian mereka dengan sengaja membakarnya, agar Qingge percaya dengan apa yang di lihatnya. Benar saja Qingge mempercayai semua itu, setelah kejadian kebakaran itu mereka terlihat sangat menyedihkan dan selalu memainkan sandiwara di depan Qingge! Mereka bahkan menyewa beberapa orang untuk berpura-pura sebagai pegawai perusahaan yang meminta ganti rugi dan meminta gajih kerja mereka.
Bahkan mereka juga berbohong bahwa di kebakaran perusahaan ayah Qingge memakan beberapa korban jiwa. Dan keluarga mereka menuntut keadilan serta ganti rugi. Qingge yang melihat paman dan bibinya bertengkar setiap hari sudah tak tahan lagi, ia merasa bahwa semua itu adalah kesalahannya! jika saja ia tidak di rawat oleh paman dan bibinya, pasti mereka tidak akan mengalami hal itu. Jadi karena itulah ia berniat untuk membantu pamannya untuk menyelesaikan masalah di perusahaan dengan menggunakan harta peninggalan kedua orang tuanya!
Untuk membuka akses harta peninggalan ayah dan ibu Qingge, diperlukan tanda tangan, rekaman wajah, sidik jari dan kunci model kalung yang selama ini di pakai Qingge. Mu Qingge memberikan semua itu kepada pamannya tampa pikir panjang, karena ia sangat percaya pamannya tidak akan menipunya! Sebulan berlalu sikap paman serta bibinya mulai perlahan-lahan berubah pada Mu Qingge. Dalam hati Qingge, ia sangat sedih dan sakit! demi membuat keduanya bahagia Qingge mulai tak membuat masalah dan selalu menuruti perkataan pamannya, namun itu sia-sia saja mereka tetap sama. Sampai sebulan kemudian mereka meminta pada Qingge untuk tinggal di pulau dengan dalih untuk melihat neneknya.
Qingge dengan patuh mengikuti permintaan pamannya itu, karena ia berharap dengan melakukan itu paman serta bibinya akan kembali menyayanginya. Namun di malam sebelum pergi ia tak sengaja mendengarkan pembicaraan paman dan bibinya, ia sangat kaget dan syok mendengarkan ucapan mereka! di malam itu ia mengetahui semua yang terjadi, ternyata kematian kedua orang tuannya telah di rencanakan oleh paman serta bibinya. Setelah ia tahu rencana apa mereka buat untuk dirinya, Mu Qingge langsung kabur meninggalkan rumahnya, dan berakhir tinggal di panti asuhan.
Bersambung....
................
Kembali di saat ini
Membuka tutup botol ramuan " Kali ini aku harus menjaga mereka, aku tidak akan bisa hidup dengan tenang kalau aku bahkan tidak bisa melindungi orang tuaku sendiri! ", ucap dalam batin Mu Qingge
" Wangi apa ini? " tanya salah seorang penduduk
" Aku samar-samar seperti pernah mencium wangi ramuan ini ".
" Tunggu, bukankah ini aroma ramuan penyembuh serta pembangkit jiwa dan raga?!
" itu adalah ramuan tingkat rendah dari ramuan penyembuh, setidaknya itu berada di tingkat ke ketiga. Obat ini tidak bisa di miliki sembarangan orang, hanya seorang alkemis tingkat sembilan yang bisa membuat obat begitu mujarab seperti ini! ", ucap Yunguan sembari mengagumi ramuan obat yang di pegang Mu Qingge.
Mu Qingge " Bu! ayo buka mulutmu, minum ramuan obat ini sampai habis... ", meminumkan ramuan ke dalam mulut Su Rongrong
Meminum ramuan dalam sekali teguk
" Qingge...."
" Ibu, apa yang kamu rasakan ", tanya Qingge sembari memapah tubuh ibunya bangun
Berdiri!
" A-aku, aku...merasa baikan! sudah lama sekali tubuhku merindukan rasa sensasi seperti ini, bahkan aku terlihat seperti menjadi muda kembali, tidak ada kerutan di wajah dan kulitku serasa menjadi kencang kembali....", ucapan Su Rongrong sangat bahagia karena akhirnya ia dapat sembuh dari penyakitnya.
" Ibu! cobalah berjalan dan bergerak sesukamu, tunjukkan kepada mereka! tebarkan pesonamu pada mereka... ", seru Mu Qingge merasa senang
Anggukkan kepala
Su Rongrong " Baik! ", bergerak sesuka hati sembari menebarkan pesonanya
" Apa? aku tidak percaya! nyonya Mu benar-benar sembuh dari penyakitnya ". Celotehan salah satu masyarakat
Si a " Benar! bahkan nyonya terlihat semakin cantik dan segar ". Menatap Su Rongrong
" Ini benar-benar keajaiban ", ucap si b dengan kekagumannya.
" Aku tidak mempercayai apa yang aku lihat saat ini! istriku beneran sudah sembuh! ", ucap dalam batin Mu Rouyun
" Suamiku, aku benar-benar sudah sembuh! kemari dan lihatlah aku, aku akan menari untukmu ", omong Su Rongrong sembari menebarkan pesonanya
Jalan mendekat ke Su Rongrong
Su Rongrong sangat senang, ia terus menggerakkan tubuhnya! bahkan ia juga bisa menari tarian pendang untuk suaminya.
" Bagaimana ini bisa terjadi? dari mana wanita tak berguna ini mendapatkan ramuan itu?! ", gumam Li shenming yang tidak percaya dengan apa yang saat ini telah terjadi tepat di hadapan matanya.
" Putri Mu, itu benar-benar ramuan penyembuh serta pembangkit jiwa dan raga tingkat rendah kelas tiga! aku tidak pernah menyangka aku akan bisa melihat obat yang begitu langka dalam hidupku ini ", ucap Yunguan dengan penuh rasa kagum.
" Memang apa bagus ramuan itu? itu hanya berada di tingkat rendah! aku bahkan memliki ramuan obat dan eliksir yang lebih bagus...", seru Li shenming
Mendekat kearah Li shenming " Yang mulia pangeran, ramuan itu sangat langka dan sulit di dapatkan! bahkan baginda kaisar pun sulit memilikinya, apa anda tahu demi memiliki ramuan ini baginda kaisar sampai memberikan wilayah selatan yang terkenal karena kesuburan tanahnya pada seorang alkemis ", bisik Yunguan
" Uhuk! aku sudah membuktikannya langsung di hadapan kalian semua, tuan Yunguan bukankah anda berjanji jika aku berhasil, anda akan memberikan apapun yang aku mau, anda tidak akan mengingkari janji 'kan? ", seru Qingge menagih janji Yunguan.
Yunguan " Tentu saja tidak, saya adalah orang yang selalu menepati janji ", menggelengkan kepalanya.
" Bagus! sekarang aku belum meminta apapun denganmu, aku akan memikirkan apa yang ku mau ", omong Qingge menatap ke arah Li shenming.
Kaget!
Tertawa " Ho'ho! ternyata aku melupakan keadaan pangeran ketiga di sini tolong maafkan atas kekurangan ajaranku ini, aku ingin bertanya pada anda pangeran! buat apa anda datang kemari?! apa anda berniat untuk mengawasi kediaman Mu...", tanya Mu Qingge melirik tajam Li shenming.