The Princess Of Changing Destiny

The Princess Of Changing Destiny
Terkena Serangan Balik



Uhuk!


Kepala tiba-tiba sangat pusing " Shu'shu tubuhku terasa sangat lem... ", ucap Mu Qingge sebelum jatuh pingsan.


Bruk!


Jatuh ke atas tanah


" Hei, wanita jahat ada apa denganmu?! ", tanya Shu'shu khawatir karena melihat Mu Qingge yang tiba-tiba saja pingsan.


Menekan wajah Mu Qingge " Apakah dia menerima serangan balik dari kekuatan spiritual yang digunakannya! bagaimana caraku membawanya ke dalam kamar?! ", omong Shu'shu merasa bingung harus berbuat apa, karena mana mungkin ia bisa membawa tubuh Mu Qingge sedangkan dia dalam bentuk hewan kecil.


       Meskipun Mu Qingge berhasil mengalahkan roh singa api milik pangeran ketiga, namun ia mendapatkan serangan balik dari kekuatan yang di gunakannya. Karena pedang ice swords master hanya bisa digunakan oleh praktisi manusia abadi sejati di level lima, kekuatan yang begitu besar tengah bergejolak dalam tubuhnya saat ini! sangat sulit untuk mengendalikan kekuatan spiritual yang begitu besar! dan lagi pedang ice swords master menyerap banyak kekuatan spiritual si penggunanya.


        Karena Mu Qingge yang saat ini masih berada di level sembilan dan belum menjadi manusia abadi sejati, serangan balik yang diterimanya cukup besar. Menjadi manusia abadi sejati adalah awal bagi para praktisi untuk mencapai sebuah kejayaan mereka!


   Setiap para praktisi yang berada di level sepuluh akan menjadi manusia abadi sejati, jika lulus itu sama saja dengan mereka tengah memulai level baru, praktisi level sepuluh sama saja dengan level satu bagi manusia abadi sejati. Semakin tinggi level yang di capai maka akan semakin kuat pula orang itu.


Shu'shu " Mari kita tunggu sebentar lagi! mungkin saja akan ada orang yang melihatmu ".


Beberapa saat kemudian


      Lewat seorang pelayan yang hendak pergi ke kamar Mu Qingge untuk mengantarkan makanan, si pelayan sangat kaget saat melihat Mu Qingge yang tengah pingsan. Ia dengan cepat memanggil beberapa pelayan lainnya untuk membantunya membawa tubuh Mu Qingge ke dalam kamar.


......................


       Mu Rouyun dan Su Rongrong sangat khawatir saat mendengar putrinya jatuh pingsan dan belum juga sadarkan diri. Mu Rouyun dengan segera mencari seorang tabib untuk memeriksa keadaan putrinya itu, dua jam berlalu namun ia tidak mendapatkan satupun tabib yang mau membantunya!


         Semua tabib yang dia datangi selalu membuat alasan yang sama, jika mereka tengah sibuk mengurus pasien dan tak ada waktu untuk memeriksa wanita tak berguna. Dengan rasa putus asa Mu Rouyun mendatangi adik perempuannya yang berada di kekaisaran, yaitu sang permaisuri saat ini! setelah menempuh seharian perjalanan yang cukup jauh! akhirnya ia sampai di istana sang permaisuri.


          Namun setelah sampai di istana sang permaisuri, Mu Rouyun tidak bisa langsung menemui adiknya! ia harus menunggu di aula Ouyang, untuk mendapatkan izin terlebih dahulu agar bisa menemui adiknya sang permaisuri.


Aula utama sang permaisuri


Membungkukkan badan " Yang mulia permaisuri, tuan Mu Rouyun datang kemari untuk menemui anda. Apakah anda ingin menemuinya atau tidak?! ", tanya si dayang permaisuri dengan hati-hati.


" Biarkan kakakku untuk masuk ke sini! ", jawab sang permaisuri Mu Yifei.


Dayang permaisuri " Baik yang mulia permaisuri ".


Aula Ouyung


" Tuan Mu yang mulia permaisuri memerintahkan anda untuk masuk ke dalam aula utama! mari ikuti saya.... ", ucap si dayang


Anggukkan kepala


**


" Salam permaisuri ", ucap Mu Rouyun memberi hormat.


" Ada apa kakak tiba-tiba datang ke sini?! ", tanya permaisuri


       Mu Rouyun dengan cepat menjelaskan semua hal yang terjadi kepada Mu Qingge saat ini. Setelah selesai menjelaskan Mu Rouyun meminta agar sang permaisuri dapat membantunya untuk mengirimkan tabib agar memeriksa keadaan Qingge.


     Hubungan antar saudara mereka masih kuat walaupun sang permaisuri tidak bisa ikut campur terlalu banyak dalam hal itu, namun ia masih bersedia membantu sang kakak. Setelah beberapa saat berbincang-bincang dengan adiknya, Mu Rouyun pun kembali pulang bersama sang tabib kerajaan.


🌺🌺


Kediaman Mu


Kamar Mu Qingge


" Tabib, bagaimana keadaan putri kami?! ", tanya Mu Rouyun merasakan khawatir.


" Keadaan putri Mu tidak terlalu baik, perlu seminggu untuk menunggunya pulih! Namun keadaannya saat ini tak mengancam nyawanya anda bisa tenang ", jawab sang tabib kerajaan.


Mu Rouyun " Baguslah, tapi mengapa bisa dia menjadi seperti ini! ".


" Hamba belum bisa memastikannya untuk saat ini, namun saat hamba memeriksa nadinya seperti ada sesuatu yang tengah bertarung dalam tubuh putri Mu! setelah seminggu hamba akan kembali memeriksa keadaan putri Mu, saat ini hamba akan menuliskan beberapa obat yang harus di minum putri Mu..! ", omong tabib kerajaan sembari menulis.


Menyerahkan " Jika begitu hamba undur diri dulu tuan Mu ", ucap tabib kerajaan.


" Terimakasih atas bantuan anda tabib, tolong terima ini walaupun tidak begitu banyak ", omong Mu Rouyun sembari memberikan kantung yang berisi uang.


" Anda tidak perlu sungkan tuan Mu, simpan saja uang ini untuk membeli bahan obat putri Mu ", tolak si tabib kerajaan.


Mu Rouyun dan Su Rongrong " Sekali lagi terimakasih tuan tabib ", memberi rasa hormat kepada sang tabib.


Beberapa saat kemudian


       Setelah semua orang pergi meninggalkan Mu Qingge sendirian.


" Wanita jahat, aku sudah pernah mengingatkanmu untuk lebih berhati-hati saat bertindak! sekarang kena akibatnya juga kan..meskipun kamu berbakat tapi kamu tidak boleh terlalu membanggakan dirimu sendiri ", gerutu Shu'shu sembari melihat ke arah Mu Qingge.


" Cepatlah kamu bangun, dan aku akan menjadi baik kepadamu dan memanggilmu nona ".


Meskipun Shu'shu terus menggerutu pada Mu Qingge namun dalam hatinya ia sangat khawatir, Shu'shu merasa takut jika Qingge tidak tahan dengan serangan balik itu lalu mati. Karena di awal semua nyawa yang di miliki Qingge sudah terpakai jadi jika kali ini Mu Qingge mati lagi, ia sudah tidak akan hidup kembali.


Krek--


Bayangan seseorang


" Ada yang datang, apakah musuh?! ", ucap Shu'shu waspada


Hiks... hiks.. hiks..


Menangis " Kakak, kenapa bisa kamu menjadi seperti ini...ayo cepatlah bangun kakak! bukankah kamu sudah berjanji akan membawaku melihat taman bunga phoenix minggu ini... ", ucap Mu Yilan sembari memegang tangan kakaknya.


Berjalan masuk ke dalam " Yi'er, biarkan kakakmu istirahat! ", omong Su Rongrong sembari menepuk pelan pundak Yilan.


" Tapi bu, apa kakak akan baik-baik saja? ", tanya Yilan memeluk ibunya.


Mu Rouyun " Uhuk! tentu saja, kalian pergilah istirahat biar aku yang menjaga anak nakal ini ".