
Brak!
Mendorong pintu dengan kuat
Jalan masuk ke dalam ruangan " Jadi sang pangeran ketiga datang kemari untuk meminta maaf 'kan? tapi aku tidak melihatnya aku kira kamu kemari untuk mengintimidasi orang tuaku! ", seru Mu Qingge dengan tatapan dinginnya yang mengarah ke Li shenming
" Apa yang kamu bicarakan, Mu Qingge! aku datang ke sini hanya untuk meminta maaf dan memulihkan martabat kalian yang jatuh! kalau tidak mana mungkin aku mau datang dengan waktuku yang sangat penting... ", ucap Li shenming penuh emosi
Mu Qingge " Oh, benar juga! kami tahu kamu itu orang penting, dan keluarga kami yang miskin ini tidak pantas dikunjungi oleh pangeran, jadi sekarang tolong anda pulang! pintu kami terbuka sangat lebar untuk anda lewati ", menatap tajam ke arah Li shenming.
Li shenming " Ka-kamu? Mu Qingge apa yang kamu rencanakan kali ini?! ", menatap Mu Qingge kesal
" Menurutmu? pangeran apa kamu lupa atau sudah pikun? bukankah beberapa hari yang lalu.... ", omongan Mu Qingge
Memotong ucapan Mu Qingge " Cukup! akun tahu apa yang terjadi saat itu adalah salahku, dan aku juga sudah mendapatkan teguran dari baginda kaisar! jadi hari ini aku datang untuk meminta maaf, tolong maafkan aku ", ucap Li shenming sembari memberi hormat kepada ayah dan ibu Mu Qingge.
Saat ini Li shenming merasa takut jika Mu Qingge berubah pikiran dan tidak jadi membatalkan pertunangan mereka, jadi dengan hati yang penuh rasa benci ia terpaksa harus meminta maaf serta membungkukkan badannya.
" Ehh! yang mulia pangeran ketiga anda tidak perlu sampai memberi hormat kepada kami ", seru Mu Rouyun yang bingung harus berbuat apa.
Mu Qingge " Orang tuaku belum mengucapkan kata maaf, sepertinya mereka belum bisa memaafkan mu ", tersenyum jahat.
" A-apa, kau!! ", ucap Li shenming dengan penuh marah.
" Ini semua salahku! tolong maafkan kebodohanku ini ", teriak Li shenming sembari menggertakan giginya.
Walaupun Li shenming sangat marah dan emosi, namun ia dengan berat hati harus berlutut di depan ayah dan ibu Mu Qingge untuk mendapatkan maaf dari mereka. Hati dan martabatnya seperti sedang di sayat oleh ribuan pedang, rasa benci dan dendam dalam hatinya semakin menumpuk namun ia tidak bisa berbuat apa-apa untuk membalasnya! Li shenming tengah menunggu agar Mu Qingge menuliskan surat pembatalan pertunangan agar ia bisa merasa bebas.
" Ya- yang mulia anda membuat saya merasa bersalah, tolong bangkitlah! kami telah memaafkan anda yang mulia ", seru Mu Rouyun merasa kaget karena tiba-tiba pangeran ketiga berlutut di hadapannya.
" Apa kamu puas sekarang?! ", tanya Li shenming sembari melihat ke arah Mu Qingge dengan rasa penuh benci.
Mu Qingge " Ya, ya! boleh juga...tapi pangeran ada beberapa barang yang belum anda kirimkan kemarin! sekarang apa anda sudah menyiapkan apa yang aku minta? ", penuh dengan rasa puas.
" Pelayan! kemarilah dan tunjukkan barang-barangnya! ", perintah Li shenming.
Sisa barang-barang yang di minta oleh Mu Qingge telah di bawa semua ke hadapannya, biarpun banyak harta yang di keluarkan oleh pangeran ketiga namun ia tidak merasa dirugikan hanya dengan beberapa segelintir harta karena ia masih bisa mendapatkannya kembali.
Sangat menyilaukan
" Pangeran ketiga, apa ini? ", tanya Mu Rouyun merasa bingung karena dua puluh peti tahel emas serta emas batangan dan permata yang ada di hadapannya.
Melambaikan tangan " Pangeran ketiga, tolong tunggu di sini! aku akan pergi menuliskan hal yang kamu mau itu ", lirih Mu Qingge penuh rasa bahagia.
Dengan segera Mu Qingge kembali ke dalam kamarnya untuk menuliskan surat perceraian antara dirinya dan pangeran ketiga.
......................
Beberapa saat kemudian
" Sudah selesai?! ", tanya Li shenming
Memberikan surat perceraian pada Li shenming " Ini, ini ditulis tangan olehku! kamu hanya perlu menunjukkan ini kepada yang mulia kaisar, dan semuanya akan beres. Aku orang yang menepati janjiku, jika saatnya sudah tiba tanggung jawab untuk membatalkan pernikahan ada padaku, jadi kamu bisa tenang dan tak perlu melakukan apapun ", omong Mu Qingge sembari menatap ke arah Li shenming.
" Biar aku lihat dulu isinya ", ucap Li shenming yang merasa ragu dengan Mu Qingge.
Melihat surat yang diberikan Mu Qingge
" Surat perceraian?! Mu Qingge dasar jal*ng berani-beraninya kamu menipuku. Kamu sangat berani sekali rupanya ", geram Li shenming
" Pangeran ketiga, aku tidak akan pernah menipumu! bukankah kamu sangat menginginkan perceraian. Jadi aku menyiapkannya, kamu hanya perlu menunjukkan itu kepala yang mulia kaisar, dan tanggung jawabnya akan jatuh padaku! apa ada yang salah?! ", jawab Mu Qingge penuh licik.
Li shenming " Dasar wanita jal*ng! kamu menganggap aku bodoh! kamu menipuku dan membuatku menghabiskan banyak uang, kalau aku menerima surat ini aku akan menjadi bahan tertawaan seumur hidupku ", tubuh gemetar karena emosi.
Di dinasti tianyu sebuah perceraian di anggap sebagai hal tabu, jika seseorang menerima surat perceraian itu sama saja dengan menjadikan dirinya sebagai bahan tertawaan seumur hidupnya. Meskipun nantinya mereka memliki pasangan hidup namun tetap saja itu adalah aib yang tak bisa di hilangkan. Akan susah bagi mereka yang di ceraikan mendapatkan kembali pasangan di masa depan, hal ini banyak terjadi di kalangan para wanita di zaman kuno! oleh karena itu mereka lebih memilih di selingkuhi atau bunuh diri.
" Tapi kamulah yang memulainya! demi membatalkan pernikahan kita, kamu melakukan segala cara untuk menyingkirkan diriku, bahkan sampai menghinaku! juga jangan lupa pangeran kau hampir menghilangkan kesucian tubuhku dan menyandera keluargaku! meskipun aku membatalkan pernikahan ini aku akan menyeretmu bersamaku! jika aku jatuh ke neraka maka kau juga sama... ", lirih Mu Qingge dengan tatapan matanya yang tajam.
Li shenming " Mu Qingge, kau benar-benar membuatku kehilangan kesabaran kali ini! seumur hidupku aku tidak pernah merasa terhina seperti ini! ", mengeluarkan kekuatan spiritualnya.
Kobaran api dan angin mulai keluar dari dalam tubuh Li shenming.
" Aku bukan orang baik dan penyabar, akan kuberi kamu pelajaran karena sudah menipuku! ", seru Li shenming dengan mengepalkan kedua tangannya.
Semakin panas dan membesar
" Kekuatan yang hebat sekali, apakah ini karena dia memiliki darah naga di dalam tubuhnya bagaimanapun dia adalah putra sang kaisar. Kultivasinya paling tidak berada di level tujuh, aku hanya memiliki beberapa uang dan senjata dalam ranselku! apa yang harus aku lakukan untuk menahannya?! ", ucap dalam batin Mu Qingge.
Mu Qingge merasa sangat bingung kali ini, ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya untuk menahan serangan dari pangeran ketiga.