The Leader Of Mafia

The Leader Of Mafia
Balap Liar



Happy Reading


____________________________________________


"Vin kalo yang ini gimana?" Rea menyodorkan handphone-nya yang menunjukan hasil pencarian apartemen yang akan mereka tinggali selama di Jerman


"Bagus. Yang ini..." Ucapan Gavin terhenti saat mendengar suara seseorang.


"Andrea?". Gavin dan Rea menoleh. Rea sangat terkejut.


"Cassey?" Rea segera berdiri memeluk Cassey dibalas dengan ramah.


"Kok kamu bisa disini juga?" tanya Rea


"Aku tinggal disini sekarang" Cassey.


"Ohhh jadi setahun kamu menghilang karena pindah ke Jerman?"


"Iya, maaf banget ya nggak ngasih tau hehe" Cassey menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"yaudah. yuk sini gabung, kebetulan aku sama Gavin mau cari apartemen"


"Ada aparteman didekat rumahku, kalau kalian mau bisa aku tunjukan"


***


Sudah 2 hari Andrea menempati apartemen yang ia sewa didekat rumah Cassey.


Apartemen tipe loft dengan tempat tidur berada di lantai atas membuat Andrea bisa melihat lantai bawah dengan nyaman saat sedang bersantai di kasur yang sangat empuk.


Tok tok tok. Suara ketukan pintu membuat Rea bangkit dari kasur nyamannya, berjalan kebawah dan melihat siapa tamu yang datang melalui lubang kecil dipintu.


Cekrek. Rea membuka pintu. "Cassey ayo masuk". Cassey datang membawa bungkusan ditangannya.


Mereka duduk didepan tv sambil menikamti makanan yang Cassey bawa. Rea mengatur apartemennya dengan sangat baik, memanfaatkan setiap celah terkecil menjadi tempat yang berguna.


"Re, kemarin aku udah daftarin kamu kerja di Cafe nggak jauh dari sini, lusa kamu udah bisa kerja" Ucap Cassey disela makannya.


"Makasih ya Sey" Rea sambil mengunyah lalu pergi ke kamar mandi.


Cassey berjalan kearah dapur dan membuka kulkas.


"Re makanan kamu banyak banget" Cassey meneriaki Rea.


"Iya kemarin dikirimin abang go food" jawab Rea dari dalam kamar mandi.


"Bakalan jadi sejarah di dunia per go food-an tuh, nganterin pesenan ke benua tetangga" Cassey terkekeh.


Cassey berjalan kearah pintu saat mendengar ketukan, mengintip siapa tamu yang datang melelui lubang kecil di pintu.


Cassey buru buru membuka pintu saat tau yang datang adalah Gavin.


"Oh, jadi ini abang go food yang rela nganterin pesenan sampe ke Jerman?" Teriak Cassey bertepatan dengan Rea yang keluar dari kamar mandi. Wajahnya sangat segar menandakan ia habis mandi.


"Udah ganti baju aja" tanya Cassey


"Nih pesenan kamu" Gavin menyerahkan dua kotak Pizza.


"Vin lusa aku mau kerja, sambil nunggu waktu masuk kuliah" ucap Rea


"Re kenapa kamu nggak belajar aja? kenapa harus kerja?" tanya Gavin


"Otak akutuh udah kelewat encer, jadi aku mau kerja aja sebelum sibuk belajar" Rea memakan satu slice pizza


"Benar juga" sambung Cassey membuat Rea mengangguk.


"Kamu sendiri gimana? mau kerja juga?"


"Enggak aku ada urusan, permisi" Gavin berdiri pulang ke unit apartemennya sendiri.


"Makasih ya Vin pizzanya" teriak Rea saat Gavin sudah diambang pintu, dibalas anggukan.


"Dia kenapa?" Cassey merasa sedikit aneh pada Gavin. Rea mangangkat bahu menandakan tidak tahu.


***


05:00 pm


Rea sedang berada dirumah Cassey, rencananya ia akan menginap. Slumber party ceunah.


Cassey dan Rea sibuk dengan hp masing masing sambil memakan camilan.


"Re kamu mau ikut balap liar lagi?". Rea menggelang.


"Belum punya kendaraan"


"Kalau mau kamu bisa pakai motor lama aku"


Rea tampak berfikir sejenak.


"Nanti malem"


"Enggak deh, Gavin bakal marah kalau ketahuan aku ikut balap motor"


"Dia nggak bakal tau kalau nggak dikasih tau" Cassey diam saat hp Rea berbunyi.


kringgg... Panggilan masuk dari Gavin.


"Halo Re, kamu dimana? tadi aku keapartemen kamu nggak ada orang"


"Aku lagi di rumah Cassey, aku nggak pulang malem ini"


"Oh yaudah" Gavin mematikan telepon lebih dulu.


"Gimana Re? ikutan nggak, lawannya bagus bagus nih" Cassey memasukkan keripik tortilla kedalam mulutnya "Tiga kali Juara bertahan" lanjut Cassey.


***


Brem bremm


Suara mesin motor memenuhi indra pendengaran.


Kini mereka sudah berada ditempat akan berlangsungnya balap motor ilegal. Sangat ramai disana, beberapa orang memanaskan mesin motor masing masing.


"Mana orangnya?" tanya Rea. Cassey celingak celinguk mencari keberadaan calon lawan.


"Kayaknya belum dateng deh"


Seorang perempuan berjalan mendekat, ia bertubuh tinggi, rambut blonde, memakai baju dress merah yang sangat minim, sepatu hak tinggi berwarna maroon mengkilap dan warna bibir yang merah menyala. Jangan lupakan tubuh sok seksi yang membuat Rea dan Cassey merasa jijik.


Gaya berjalan dan berbicaranya pun dibuat semenjijikan mungkin *bagi Rea dan Cassey.


"Hey, das ist also jemand, der der Gegner meines Freundes sein wird" (hai, jadi ini yang akan menjadi lawan temanku) ucapnya dengan sangat angkuh, terlihat tatapannya yang meremehkan.


"Seien Sie bereit zu verlieren" (bersiaplah untuk kalah) sambungnya.


"Shut up bit*h" Cassey melirik dengan sangat tajam.


Wanita itu melotot "wie kannst du es wagen ..." (berani sekali kau...) seorang pria datang merangkul pinggang perempuan itu.


"Egal, sie wissen, Melvin wird nicht verlieren" (sudahlah, kau tahu Melvin tak akan kalah).


Pria bertubuh tinggi, sedikit lebih pendek dari Gavin, memakai baju kemeja kotak kotak yang tidak dikancingkan dengan baju kaos putih sebagai dalaman, jeans hitam sobek di mana mana, dan sepatu Vans menghiasi kakinya, jangan lupakan aksesoris seperti beberapa kalung rantai panjang, gelang hitam berlapis dipergelangan tangannya dan rantai yang menempel di celana jeans sobeknya.


Bisa dibilang seperti JAMET JERMAN.


"Heh jamet, cabe" sambil menunjuk jamet Jerman dan wanita tadi. "Mending kalian pergi deh, jijik gue. Lagian si Melvin-Melvin itu nggak akan menang melawan gue" Rea mengibas ngibaskan tangannya mengusir mereka.


Cassey manahan tawa mendengar ucapan Rea. Apa katanya? Jamet? Cabe? pffttt.. Cassey tertawa dalam hati.


Walau si jamet dan wanita tadi tidak mengerti, tapi mereka bisa tau maksud Rea dari gerakan tubuhnya.


Teriakan riuh mulai terdengar menyambut kedatangan Melvin.


"Eh kayaknya itu deh Re" Cassey menunjuk kearah Melvin.


Melvin sudah siap diposisinya, melambai lambaikan tangan pada para fans.


idihh, sok iya banget lo temennya jamet. Batin Rea.


Rea menyusul, memposisikan dirinya di garis start.


Suara teriakan semakin bertambah riuh saat Rea siap diposisinya. Sebentar lagi pertandingan akan dimulai, seorang wanita berjalan ketengah jalan dan mulai menghitung mundur. saat dihitungan terakhir, wanita itu kembali kepinggir jalan dan...


"DOORR"


____________________________________________


Hai haiiii, apakabar semuaaa.


Gimana untuk part ini?


Maaf banget baru bisa up lagi.


Kalau ada saran dan kritikan boleh banget kalian tulis di kolom komentar.


Semoga kalian suka yaa sama ceritanya.


Jangan lupa untuk vote, like, komen, dan share cerita ini ketemen kalian


salam sayang author💜


____________________________________


Follow me on instagram @alaguzaen