
Holaaaa haiii guysss up episod ke 10 nihh
Enjoyy!
____________________________________________
Padatnya jalanan kota dapat terlihat dari dapur yang sedang sibuk membuat dan mengantar pesanan ke meja para pelanggan.
Didapur itu semua orang bekerja tanpa kenal lelah demi menyambung hidup di kota besar seperti ini. Pelanggan yang silih berganti, pesanan yang terus berdatangan, dan pekerjaan yang harus mereka selesaikan. Itulah yang menjadi tontonan mereka sehari hari didapur ini.
Keringat yang bercucuran dan rasa lelah yang melanda yang tak lagi mereka rasakan menjadi saksi betapa kerasnya mereka bekerja untuk mendapatkan uang dan mencukupi kebutuhan hidup mereka.
Seorang gadis dengan pakaian seragam yang masih terlihat baru sedang duduk menikmati secangkir kopi di meja khusus para staff cafe didalam sebuah ruangan berdinding kaca.
Waktu inilah yang ditunggu tunggu para karyawan yang sedang sibuk bekerja. Waktu istirahat. Mereka akan memanfaat waktu istirahat ditengah kesibukan pekerjaan yang ada sebaik mungkin, begitu juga dengan Andrea.
15 menit yang lalu waktu untuknya dan beberapa temannya beristirahat, kembali mengumpulakan energi untuk kembali melanjutkan pekerjaan.
Andrea duduk sendirian, ia tampak memikirkan sesuatu yang terus mengganjal dihatinya.
"Hai Andrea, ngelamun aja" sapa seorang wanita berambut berwarna coklat sambil menepuk pundak Rea.
"Hai Sunny"
"Hmmm... Andrea bisakah kau membantuku mengantarkan pesanan ini ke pelanggan?"
Cafe tempat Rea bekerja menyediakan jasa delivery, dan Sunny adalah salah satu orang yang bertugas mengantar pesanan.
"Maaf Sunny, tapi waktu istirahatku sebentar lagi berakhir dan aku harus segera bekerja lagi" tolak Rea halus.
"Memangnya kemana temanmu yang lain?" sambung Rea.
"Hmmm, baiklah" tampak wajah Sunny yang sedikit kecewa. "Mereka sedang beristirahat, dan sisanya sedang mengantarkan pesanan para pelanggan" Sunny menunjuk keaeah temannya yang lain, "dan aku belum beristirahat sama sekali dari tadi, padahal waktu beristirahat tinggal sebentar lagi" lalu menunjuk dirinya sendiri.
"Maaf Sunny aku tidak bisa membantumu, sebaiknya kau beristirahat dan meminta temanmu yang mengantarkannya saat mereka kembali nanti"
Sunny mengangguk dan segera duduk di samping Rea dan meminta temannya yang telah kembali mengantarkan pesanan itu.
"Andrea, kamu berasal dari Asia ya?"
"Yeah, specifically Indonesia". Sunny membulatkan mulutnya membentuk huruf O dan mengangguk tanda mengerti.
Rea melirik jam tangannya sekilas,
"Oke Sunny, jam istirahatku sudah selesai dan aku harus kembali bekerja, see you". Rea segera berdiri dan melangkah keluar dari ruangan itu.
Saat keluar dari ruangan, Rea melihat temannya sedang di marahi oleh seorang pelanggan, dan temannya hanya menunduk.
"Hei, ada apa ini?" Rea menghampiri mereka.
"Lihat! sepatuku jadi kotor karena perbuatan temanmu!" ucap pelanggan itu menunjuk kearah sepatunya yang ketumpahan kuah sup.
"Maaf, saya tidak sangaja, lagi pula saya tersandung kaki anda"
"makanya kalo jalan pake mata!"
"Heh, jelas jelas anda yang salah!" sela Rea, "kenapa teman saya bisa tersandung kaki anda? ya karena kaki anda menghalangi jalan!"
Sontak pelanggan tersebut terkejut mendengar bentakan Rea, begitu pula temannya, ia langsung menegakkan kepala dan menatap Rea tak percaya. Bagai mana dia bisa seberani itu?.
Pelanggan yang kesal itupun langsung keluar dari cafe sambil menghentakkan kakinya kesal sekaligus malu karena telah menjadi tontonan pelanggan cafe yang kain.
"Udahlah, pelanggan kayak gitu nggak usah dipikirin. Yuk lanjut kerja lagi".
Rea dan temannya segera melanjutkan pekerjaan.
Tanpa Rea sadari, lagi lagi seseorang disudut ruangan sedang mengamatinya dengan seksama, sejak Rea keluar ruangan hingga kembali bekerja, ia terus memperhatikannya.
***
Seorang pria memakai pakaian santai berjalan memasuki sebuah cafe ditengah kota. Kira kira berumur sama dengan Jack.
Pria itu memakai masker, kacamata hitam, serta topi yang menghiasi kepalanya, membuatnya tidak dikenali oleh para penghuni cafe.
Ia memilih duduk sendirian di sudut ruangan sambil memperhatikan para karyawan di cafe itu.
Saat pintu ruangan khusus untuk para staff cafe terbuka, matanya langsung tertuju pada seorang gadis yang baru keluar dari sana.
Ya, yang dilihatnya adalah Andrea.
Flashback on
"Halo Jack, aku melihat seorang gadis sangat mirip dengan dia berada di perlombaan ini" seseorang sedang berbicara ditelepon.
"Apakah kau serius?"
"Untuk apa aku berbohong?"
"Hmm, kau perhatikan terus, mungkin kau hanya salah lihat" saran Jack.
"Baiklah, mungkin memang aku salah melihat, aku rindu sekali dengannya"
"Aku tahu bagimana perasaan mu, bersabarlah, mungkin sebentar lagi kau akan bertemu dengannya"
"Kurang ajar" maki pria itu, Jack hanya terkekeh mendengar makiannya. Sesuai dengan perintah Jack, ia terus memperhatikan Rea hingga gadis itu pulang kerumah.
Flashback off
Ya, dia adalah orang yang sama dengan yang memperhatikan Rea di tribun waktu itu.
mereka memang sangat mirip. Ucap pria itu dalam hati
Pria itu sengaja memesan sesuatu pada karyawan dan meminta Rea yang mengantarkannya.
Saat Rea mengantarkan pesanannya, pria itu melepas kacamatanya dan terus menatap kearah Rea.
Rea yang ditatap begitu merasa risih dan berkata, "Apaan sih nih bapak bapak? ngeliatinnya gitu banget, pedofil kali nih orang. jauh jauh dehh" ucap Rea dalam bahasa Indonesia dan cepat cepat berlari dari hadapan bapak bapak tersebut.
Tapi baru beberapa langkah, si bapak bapak berkata "Kau fikir aku tidak mengerti? Aku bahkan fasih berbahasa Indonesia karena aku lahir dan besar disana". Sibapak bapak melepas maskernya membuat semua karyawan terkejut dan langsung menunduk.
"Ikut aku keruanganku" dalam bahasa Jerman
"Haahh?" Rea terkejut "Maafkan saya, tapi saya tidak mau mengikuti anda"
Temannya yang berada di dekat Rea langsung menyenggol lengannya.
"Udah ikutin aja cepetan"
"Apaan sih? nggak mau, emangnya dia sia..."
ucapan Rea terputus karena mulutnya ditutup oleh temannya.
"Udah cepet".
Pria itu berjalan mendahului Rea, dan karena paksaan dari temannya, Reapun mengikuti si bapak bapak.
Mereka menaiki tangga yang berada di sudut ruangan sebelah sana. Saat sampai didepan diruangan, terdapat tulisan "Manager's room"
"Saya adalah manager sekaligus owner cafe ini" ucap pria itu.
Rea menutup mulutnya kaget, bukan karena ucapan pria itu, tapi karena sebuah foto yang dicetak sangat besar dengan frame cantik berwarna emas yang tertempel disalah satu sisi dinding ruangan.
Itu adalah foto keluarga, didalam foto itu terdapat pria ini, seorang ibu, dan seorang anak perempuan seumuran dirinya.
Rea sangat sangat terkejut, bahkan hampir tak percaya dengan apa yang dilihatnya......
____________________________________________
Haloo hai guyysss, apa kabar?
Giman menurut untuk part ini?
untuk kalian yang bertanya, kok Rea bisa istirahat sementara Sunny belum istirahat, dan sebagian temannya Sunny masih mengantar pesanan?
Jadi gini guys, cafe itukan sangat ramai, dan selalu kedatangan pelanggan maupun delivery order. Nahh karena itu, nggak mungkin dong lara staff/karyawan istirahatnya serempak, jadi gantian. Gituu guyss.
Dan untuk yang nanya Al inikan judulnya The Leader of Mafia? kok nggak ada cerita mafianya? Nanti dijawab di episode selanjutnya yaa.. Byeee
Vote, like, kritik dan saran dari kalian sangat membantu Al untuk mengembangkan cerita ini. Jadi jangan lupa di vote, like, dan comen ya guys. Terimakasih.
Salam sayang author💜
____________________________________
Follow me on instagram @alaguzaen