
Hai guyysss sebelum baca aku mau kasih tau ke kalian kalau alur cerita ini Maju-Mundur.
Jadi pastikan kalian baca dengan teliti yaa biar nggak bingung sama alurnya.
Buat yang nggak tau alur maju mundur itu apa,nanti Al kasih tau di akhir bab yaa
Happy Reading
_____________________________________
10.00
Suara tangis terus terdengar dari bibir mungil seorang gadis yang sedang duduk di dalam mobil bersama seorang lansia yang terlihat awet muda. Sementara diluar terlihat hujan deras yang masih awet dari tadi pagi,seolah ingin menyembunyikan air mata sang gadis agar tak seorangpun bisa melihat.
Lansia tersebut terus mengusap punggung cucu-nya yang tak henti henti menangis sesegukan sepanjang jalan.
Rea memeluk Nenek.
"Kenapa Nek? kenapa Mama sama Papa lebih percaya sama dia?" tanya Rea masih dengan sesegukan,tak ingin menyebutkan namanya.
"Sudah sudah jangan menangis lagi. Biarkan dia melakukan apa yang di inginkannya,Balasan akan selalu ada untuk setiap perbuatan" ucap Nenek berusaha untuk menenangkan Rea.
"Selama ini Papa sama Mama nggak pernah ngusir Rea. Cuma karena anak sialan itu Mama dan Papa jadi nggak percaya lagi sama Rea"
"Sssttt jangan dipikirkan,nanti Nenek akan bicara sma Mama dan Papa mu"
Rea semangkin mengeratkan pelukannya. Menangis dalam dekapan sang Nenek,meremas baju bagian belakang yang dikenakan oleh Nenek. Baju bagian depan Nenek terlihat basah oleh air mata Rea
Kakek yang sedang menyetir didepan merasa heran. Mengapa Shandy tega mengusir anaknya sendiri demi dia?.
Kakek kembali fokus menyetir. Ia tidak mengendarai mobilnya ke rumah,melainkan ke sebuah villa pribadi.
Udara dingin dan segar mulai terasa menandakan meraka sebentar lagi akan sampai di villa. Kakek memilih tidak menggunakan AC,sayang sekali kalau dilewatkan karena di kota udaranya tidak sesegar ini.
Sesampainya di villa Nenek membangunkan Rea. Rea berjalan sempoyongan,mengharuskan Nenek menuntunnya hingga kekamar.
"Tidurlah lagi,nanti akan Nenek bangunkan jika sudah waktunya makan malam"
Rea tidak banyak bicara,ia hanya mengangguk dan kembali memejamkan matanya berniat melanjutkan tidurnya.
Nenek mengelus kepala Rea. Rea terlihat sangat manja sekali.
Suara dengkuran halus terdengar dan nafas Rea mulai teratur,menandakan ia sudah masuk ke alam mimpi.
Nenek keluar dari kamar meninggalkan Rea yang sedang tidur sendiri. Perjalanan yang cukup memakan waktu membuat Nenek merasa leleh dan badannya tersa lengket.
Nenek memutuskan untuk mandi terlebih dahulu sebelum beristirahat dan menyiapkan makan malam.
Saat Nenek memasuki kamar ia mendapati Kakek sedang duduk di pinggir kasur sambil melamun memikirkan sesuatu.
"Sudahlah jangan terlalu dipikirkan. Kita membawa Andrea ke sini untuk menenangkan pikirannya,kalau kita tidak tenang dia akan merasa sedih" ucap Nenek seolah tau apa yang ada di pikiran Kakek.
Kakek menoleh,ia tidak sadar jika Nenek sudah duduk disampingnya. "Kenapa Shandy begitu tega mengusir anaknya sendiri?" tanya Kakek bingung.
"Nanti setelah Rea merasa tanang,baru kita bertanya yang masalah sebenarnya".
Sebenarnya Nenek dan Kakek belum mengetahui masalah yang di alami Rea.
Mereka hanya melihat Rea diusir kemudian membawa Rea bersama mereka setelah perdebatan panjang tarjadi.
flashback on
Sebuah mobil sedan mahal berwarna hitam memasuki halaman rumah mewah bergaya Eropa di salah satu komplek perumahan elite.
Mobil berhenti pas didepan pintu garasi. Saat penumpangnya turun terdengar suara ribut dari dalam rumah tersebut.
Nenek dan Kakek memilih berdiri didepan pintu menyaksikan apa yang terjadi sebelum ikut campur.
"Dasar anak nggak tau di untung. Bener bener nggak tau diri" Mama
Rea menangis sesegukan,kepalanya merunduk menatap lantai.
"Kamu tau apa yang sudah kamu lakukan sama kakak kamu? kamu tau apa akibatnya?" Papa
"Tapi Ma,Pa Rea nggak pernah ngelakuin itu. Dia udah---" belum selesai perkataan Rea
"Biar aku aja Ma" seorang gadis langsung berlari kearah kamar Rea,mengemasi seluruh barang Rea. Memastikan semua barang tak ada yang tertinggal gadis itu keluar dari kamar dan..
brakk
Ia melempar barang barang Rea. Tak ada satupun dari mereka menyadari kehadiran Kakek dan Nanek yang berdiri di ambang pintu. Nenek adan Kakek pun tak barniat masuk,masih manyaksikan apa yang terjadi dan mencoba mencerna semuanya.
"Ma?...Mama ngusir Rea?" Rea terdiam melihat barang barangnya dikeluarkan dan delempar begitu saja diatas lantai.
"Iya. Sekarang kamu beresin barang barang kamu dan pergi dari rumah ini. Jangan pernah kamu kembali dan jangan pernah tampakkan wajah kamu di hadapan kami lagi" ucap Mama penuh penekanan.
Rea menatap gadis itu dengan tatapan yang sangat tajam seolah tatapan yang diberikan Andrea bisa tembus sampai ke jantungnya.
Gadis itu terlihat takut. Ia takut sekali melihat tatapan yang Rea berikan. Ia bersembunyi dibelakang Papa menghindari tatapan Rea.
Rea memberesi barang barangnya yang berserakan di lantai. Air matanya menetes membuat basah lantai. Saat ia berbalik menghadap pintu,ia melihatnya. Mereka semua melihat kehadiran Nenek dan Kakek dengan tatapan murka memandang Shandy dan Nandine.
Mereka semua terlihat kaget. Nenek dan Kakek berjalan masuk.
plak
satu tamparan mendarat mulus di pipi Shandy dan Nandine. "Berani beraninya kalian meng-usir cucu saya" ucap Nenek berusaha menahan emosi,namun gagal.
"Dia anak aku Ma,jadi aku punya hak untuk ngusir dia" ucap Shandy.
plak
Sekali lagi satu tamparan berhasil mendarat dengan sempurna di pipi Shandy. Kali ini Kakek yang melakukannya.
"Dan dia cucu saya" ucap Kakek penuh penekanan sambil menunjuk Rea yang hanya bisa terdiam melihat adegan tersebut.
"Mama sama Papa nggak pernah mau dengerin Rea. Dan dia?" Rea menunjuk kearah gadis yang sedang bersembunyi di belkang papa.
"Dengan senang hati Mama dan Papa menerima semua ucapan dan bukti bukti palsu yang dia berikan" Rea menghapus air matanya kasar lalu tersenyum tipis.
"Nggak masalah kalau memang itu yang Mama dan Papa mau" ucap Rea kemudian menatap gadis itu seraya berkata
"Dan lo" tunjuk Rea "Yang sebenarnya menyedihkan disini bukan gue,tapi lo. Lo yang berusaha mengambil semua yang udah gue punya. Yang sebenernya ANAK NGGAK TAU DI UNTUNG itu lo" sengaja Rea memberi tekanan pada kata anak nggak tau di untung.
"Mama sama Papa udah baik ngajak lo. Dan gue juga udah berusaha baik sama lo walaupun gue tau liciknya otak lo disekolah,ternyata diam diam lo nikam gue dari belakang" Rea tertawa hambar
"Kenapa lo nggak susul aja mereka?" ucap Rea datar namun tajam.
Shandy menggeram kesal,Nandine memegangi pipinya yang masih terasa panas sementara gadis itu terlihat tambah ketakutan sejak kedatangan Nenek dan Kakek.
"Ayo Rea kita pergi" ucap Nenek
Awalnya Nenek dan Kakek berniat menjenguk Chitra,namun rencana mereka gagal satelah melihat keributan itu. Yang terpenting sekarang adalah Rea.
flashback off
_____________________________________
Hai guyyyysss gimana puasa kalian? lanacar? alhamdulillah kalo iya😊.
Ini baru flashback (dari nenek dan kakek) yang pertama yaa dan akan ada banyak flashback-flashback lainnya dari Rea yang akan memperjelas jalan cerita. Karena seperti yang udah Al bilang dari awal,cerita ini tuh alurnya maju mundur.
Jadi kalau sewaktu waktu Al nggak kasih tanda kalian harus baca dengn teliti yaa biar nggak bingung.
Naah sekarang Al mau jelasin sedikit tentang alur maju mundur.
Alur maju : yang sedang terjadi sekarang dan terus berlanjut.
Alur mundur : yang terjadi dimasa lalu.
Kalau kalian masih kurang ngerti bisa cari di google yaa.
Follow instagram @al.writter untuk info info update selanjutnya tentang cerita Al.
_____________________________________
Follow me on instagram @alaguzaen
salam sayang author❣