
Happy Reading
____________________________________________
Siapa Ando? Apakah benar dia bersekutu dengan Shella? Mengapa Rea sangat membencinya? Tentu bukan tanpa alasan Rea membenci Ando. Tap apa alasannya?.
Ando menatap dirinya dicermin toilet dengan senyum, hanya ia dan tuhan yang tau arti dari senyuman itu. Tangannya bertumpu pada wastafel.
"So, you think so?" tersenyum menyeringai.
"AARRGGGHHH" berteriak kesal, mencengkram kedua sisi wastafel erat, membuat urat di kedua lengannya yang berotot terlihat jelas.
Ando Michael Bramana.
Seorang sarjana strata 2. Ia pergi ke California untuk menyelesaikan pendidikannya. Ando tak pernah kembali ke Indonesia selama 2 tahun.
Tapi, apakah benar Ando menyiapkan rencana lain di California selain menyelesaikan pendidikan? Lalu, apa sebenarnya tujuan ia kembali ke Indonesia?
Bekerjasama dengan Shella? membuat rencana sendiri? atau menjalankan rencana yang telah ia susun serapih mungkin selama berada di California?.
Tangan Ando terhenti, melayang diudara. Hampir saja kaca itu pecah karena satu tinju yang hendak ia layangkan, jika tak ingat itu hanya perbuatan bodoh yang akan melukai tangannya.
Ando membasahi wajah, mengusapnya dengan kasar lalu keluar dari kamar mandi menuju kamar tidur. Ia berbaring diatas tempat tidur, menyilangkan satu tangan diatas kepala. Memejamkan mata dan mencoba menjernihkan pikiran.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang?"
***
Terus berfikir membuat otak Ando merasa ingun meledak, otaknya harus segera diistirahatkan. Rasa kantuk yang melanda membuat Ando tak kuasa menahan kantuk dan akhirnya tertidur.
Ando tidur dengan sangat nyenyak, sebelum suara dering ponsel menandakan adanya panggilan masuk membuat Ando terpaksa bangun dari tidur.
"Halo Kak" sapa orang diseberang. Seorang wanita.
"Hmm" balas Ando masih berusaha mengumpulkan kesadaran.
"Ada kabar terbaru nih. Masih anget"
"Apaan?"
"Andrea sama Gavin mau pergi ke Jerman"
"Kapan?" jawab Ando yang sekarang nyawanya sudah berkumpul. Sadar seratus persen.
"Kurang lebih 2 minggu lagi"
"Info dari?"
"Tadi pagi (sensor name) kasih tau aku"
"Ngapain mereka ke Jerman?"
"Kurang tau sih, tapi kayaknya kuliah deh"
"Oh, iya"
"Kak..."
Ando memutuskan sambungan telepon, tidak berniat mendengarkan lebih lanjut. Ia ingin melanjutkan kembali tidurnya.
***
Shella baru saja mendapat kabar dari temannya bahwa Rea dan Gavin akan pergi ke Jerman 2 minggu lagi.
Flashback on
Cekrek. Pintu kamar mandi terbuka. Shella barusaja keluar menggunakan kimono dan handuk dikepalanya.
Ting. Shella menoleh kearah hp nya yang berada di atas nakas. Satu pesan masuk.
(+62) 812-1314-XXXX
Hai Shella. Ini gue
Gue yakin lo pasti tau.
Gue punya informasi penting buat lo
Shella
Ya gue tau.
Apaan?
(+62) 812-1314-XXXX
Andrea sama Gavin bakalan pergi ke Jerman. +- 2 minggu lagi.
Shella
Sial, belum sempat pesan itu di baca, nomor Shella sudah terlebih dahulu di block!
"Gue harus kasih tau Kak Ando nih"
"Eh, tapi kayaknya gue harus sarapan dulu. Laper banget".
Shella turun kebawah dan duduk bersama yang lain dimeja makan.
"Shella kenapa kamu lama turunnya?" tanya Nandine
"Eh, nggak papa Ma"
Shella menatap Nandine yang sedang menyuapi Chitra. Sejak Chitra sadar dari komanya, keadaannya sangat buruk. Tatapan matanya selalu kosong, seperti orang linglung. Wajah cantiknya seolah tak memiliki gairah hidup.
Yang selalu ia lakukah hanya duduk dan menatap lurus kedepan. Setelah bangun dari koma hingga sekarang belum ada satu katapun yang terucap dari mulut Chitra.
Selain mengalami gegar otak ringan, Chitra juga mengalami syok. Terapi terus rutin dilakukan, tapi belum ada perubahan signifikan yang terjadi.
Hingga beberapa bulan ia menjalankan terapi, ia sudah mulai bisa menanggapi panggilan seseorang dengan menoleh. Hanya menoleh.
"Chitra" panggil Nandine. Chitra menoleh, tapi tatapannya masih sama, kosong.
"Habis sarapan kita terapi lagi ya? Biar kamu cepet sembuh" Nandine mengelus lembut rambut Chitra. Chitra hanya diam.
Nandine dan Shandy terus berusaha mengajak Chitra berbicara, mengajaknya untuk kembali mengingat momen menyenangkan, seperti liburan misalnya. Chitra hanya diam tak menanggapi membuat Nandine dan Shandy hampir putus asa.
Tidak, mereka tidak boleh menyerah secepat itu.
setelah selesai Shella kembali kekamar dan langsung menghubungi Ando.
"Halo kak"
"Hmm" terdengar seperti baru bangun tidur
"Ada kabar terbaru nih. Masih anget"
"Apaan?"
"Andrea sama Gavin mau pergi ke Jerman"
"Kapan?"
"Kurang lebih 2 minggu lagi"
"Info dari?"
"Tadi pagi (sensor name) kasih tau aku"
"Ngapain mereka ke Jerman?"
"Kurang tau sih, tapi kayaknya kuliah deh"
"Oh, iya"
"Kak..." belum sempat Shella melanjutkan bicaranya telepon sudah terputus.
Sial, kenapasih orang orang nggak mau dengerin aku? Tadi nomorku di Block, sekarang telepon diputuskan sebelah pihak.
Shella kesal sendiri.
Kembali menatap ponselnya.
Bagus deh, pergi lo jauh jauh!. Gumam Shella ditujukan kepada Andrea.
Flashback off
____________________________________________
Haloo semuaa apa kabar?
Gimana untuk part ini? Part ini tuh khusus aku buat untuk Ando dan Shella, biar kalian bisa sedikit mengenal Ando.
Part yang ini agak cepet up-nya tapi lebih pendek hahaha :D
Yuk do'a in supaya Chitra cepet sembuh, kasihan dia makan aja harus disuapin.
____________________________________________
Follow me on instagram @alaguzaen
salam sayang author❣