The Leader Of Mafia

The Leader Of Mafia
Balap Liar 02



Hai guyyss up lagi nihh


Enjoyy!!


____________________________________________


"DOORR" suara peluru hampa di tembakkan menandakan pertandingan dimulai.


Rea segera menarik setang gasnya, begitu juga dengan Melvin. Yah, hanya mereka berdua yang bertanding malam ini.


Rea berusaha untuk fokus, dari balik helmnya, dia bisa melihat lintasan yang harus ia lalui tidak lebih sulit daripada yang pernah dilaluinya di Indonesia, ketika dia dihukum oleh shandy.


Rea pernah bertanding di jalan yang licin karena hujan, dan dia bahkan pernah bertanding saat hujan deras.


Saat itu sangat sulit untuk fokus, dia hampir tidak bisa melihat jalan di depan, karena air yang membasahi helm dan kabut yang membuat lebih ekstrim, tapi untung saja jalanan itu hanya lurus dan tidak terlalu panjang, sehingga Rea bisa menang dengan begitu mudah.


Kembali ke awal. Rea memainkan gigi motor dan terus menambah kecepatan. Teriakan dari orang-orang di tribun tidak terdengar lagi karena tertutupi oleh suara deru motor.


Melvin ada di depannya, tapi Rea terus menyusul dari belakang. Saat di tikungan yang tajam, Rea dengan cepat menyalip Melvin, dan berhasil. Sekarang Rea yang memimpin dan melvin tertinggal jauh dibelakang.


Rea sudah memepelajari setiap trik dalam balapan yang membuat Rea mudah untuk menyalip lawan, bahkan di tikungan tajam sekalipun.


Sedangkan Cassey, ia berdiri di garis start/finish menunggu kemenangan sahabatnya. Dia 100% yakin bahwa Rea akan menang.


Casey terus berdoa kepada tuhan agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan selama pertandingan.


Cassey kembali melihat kearah orang yang Rea sebut Si Jamet dan Si Cabe. Mereka terus menatap Cassey dengan remeh sambil berbisik bisik membuat Cassey jengah dan bingung. Apa yang mereka katakan? tanya Cassey dalam hati.


Cassey mengancungkan jari tengahnya sembil berkata "FUCEK" tanpa suara, hanya gerakan mulut. Hal itu membuat mereka melotot tidak percaya. Si cabe ingin berdiri dan menghampiri Cassey, tapi ditahan oleh si jamet.


Heeehhhh kayaknya si cabe mengidap penyakit darah tinggi hahaha. Cassey tertawa dalam hati.


10 menit telah berlalu dan Rea belum sampai digaris finish membuat Cassey sedikit khawatir. Memang lintasannya terbilang cukup panjang, tapi Cassey tidak menyangka Rea akan selama ini. Cassey kembali berdo'a.


Tak lama teriakan riuh dari penonton yang duduk di tribun kembali terdengar, dari kejauhan tampak lampu motor yang menyorot jalanan.


3


2


1


Ckiittt. Suara rem motor yang ditarik berhenti pas digaris finish.


***


Dari kejauhan Rea bisa melihat Cassey yang bediri disamping garis finish. Dengan penuh semangat Rea kembali memainkan gigi motor dan menambah laju motornya membuat Melvin semakin jauh tertinggal dibelakang.


Melvin, seorang pria berumur 18 tahun yang menggemari balap motor ilegal. Melvin masih terbilang baru mengikuti kegiatan tersebut, tapi sudah bisa menjadi juara bertahan sebanyak tiga kali. Kegiatan itu biasanya dilangsungkan sebulan sekali, dan Melvin sebisa mungkin ikut berpartisipasi setiap ada perlombaan.


Sedangkan tempat untuk mereka melakukan balap ilegal adalah tempat untuk para pembalap motor legal berlatih yang sudah lama terbengkalai. Tempat itu sudah lama tidak terpkai karena tempat untuk para pembalap motor legal berlatih sudah dipindahkan.


Karena itulah para pembalap motoe ilegal mempergunakan tempat itu sebaik mungkin. Kurang lebih sudah 2 tahun tempat itu kembali digunakan.


Ckiittt. Rea memberhentikan motornya pas digaris finish. Ia menang. Riuh suara tepuk tangan terdengar. Rea segera turun dari motor, ia tersenyum lebar, puas dengan hasil kerja kerasnya. Cassey langsung memeluk Rea dan berkata.


"Aaahhhh Re, kamutuh emang ga pernah ngecewain, top banget dehh" Ucap Cassey kegirangan.


Tak lama Melvin pun sampai di garis finish. Teman temannya, Si cabe dan Si jamet langsung datang menghampiri Melvin, terlihat dari raut wajahnya mereka kecewa, begitu juga dengan Melvin.


Seorang lelaki menghampiri Rea dan Cassey


"Hai Cassey, long time no see. Uang mu sebentar lagi akan kami transfer"


"Berikan nomor rekening mu" sambungnya


"Who are you?" tanya Rea


"Saya pemilik tempat ini, lebih tepatnya pemilik acara yang teman anda ikuti, dan saya yang mendirikan komunitas balap ilegal disini" Jack menjelaskan.


"Hai Om Jack, ini teman saya namanya Andrea, dia yang mengikuti acara ini bukan saya"


Jack the Ripper, ehh bukan, Jack aja. Dia adalah pendiri komunitas balap ilegal di Hamburg, Jack mengenal Cassey karena Cassey adalah teman Meera, anaknya. Cassey juga sudah bergabung di balap motor ilegal ini sejak sekitar 10 bulan yang lalu, sehingga Jack mengenal Cassey dengan cukup baik.


"Ohh, saya kira kamu yang ikut, ternyata temanmu"


"Perkenalkan saya Jack" Jack menjabat tangan Rea dibalas ramah.


"Andrea" balas Rea.


"Oke, jadi bisakah kamu memberitahu nomor rekeningmu, agar uangnya bisa langsung di transfer?" tanya Jack.


"Oh, tentu saja" Rea segera memberikan nomor rekeningnya, tentu saja ia tak akan menyia nyiakan uang hasil jerih payahnya mengikuti lomba ini.


"Baiklah terimakasih sudah berpartisipasi, apakah kamu mau menjadi anggota tetap disini?" tawar Jack, Jack sangat ingin Rea masuk ke dalam komunitasnya. Jack merasa Rea sangat cocok berada diantara mereka karena Rea bisa mengalahkan Melvin sang juara bertahan dengan mudahnya.


Cassey menyenggol lengan Rea, "Iyain aja" hasut Cassey.


"Hmmm, oke" balas Rea. Jack tersenyum, ia senang mendapatkan anggota yang sangat handal seperti Rea.


"Baiklah kalau begitu, acara ini sudah selesai, kalian semua boleh pulang" teriak Jack agar semua yang ada disana bisa mendengar.


Jack berjalan melewati Melvin, menepuk pundak Melvin dua kali "Berusahalah lebih keras lagi" ucap Jack lalu bergi begitu saja.


Sementara Melvin tersenyum dibalik kekecewaannya, setidaknya dia mendapatkan semangat dari Jack.


Saat Rea dan Cassey berbalik hendak pulang kerumah, Melvin yang berada dibelakangnya mengulurkan tangan.


"Gue Melvin, salam kenal dan selamat bergabung di Mooure's Motorcycle"


Sambutan hangat dari Melvin tentu saja dibalas ramah pula oleh Rea. Cassey, Si jamet, dan Si cabe tak menyangka, Melvin akan menerima kekalahannya dengan lapang dada.


"Andrea, salam kenal juga dan terimakasih atas sambutannya" Balas Rea.


"Okee, acara perkenalannya sudah selesai, sekarang ayo kita pulang" sela Cassey.


Rea dan Cassey segera pulang kerumah, karena hari sudah sangat malam dan mereka sudah tidak sabar untuk mengistirahatkan tubuh yang sudah sangat lelah.


Saat sampai dirumah, Rea dan Cassey segera membaringkan tubuh mereka dan tertidur dengan sangat lelap.


Tanpa Rea sadari, ada seseorang yang duduk di tribun memperhatikannya selama pertandingan berlangsung.


____________________________________________


Haii haiiii apa kabaarr semua?


Gimana menurut kalian untuk part ini?


Ada yang tau Jack the Ripper? kalau tau fix sihh pecinta horor, sama kaya AlπŸ‘»


Tapi tenanggg, Jack di cerita ini bukan Jack the Ripper yaa ^-^


Kira kira siapa yaa yang merhatiin Rea di tribun? Ada yang tau?


yuukk main tebak tebakan lagiii hehe ;)


Like, vote, kritik dan saran dari kalian sangat membantu Al untuk membangun cerita ini.


Salam sayang author πŸ’œ


____________________________________


Follow me on instagram @alaguzaen